Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 25


__ADS_3

.


.


"Tunggu!" Nick Petrovic menahan tangan Alessia yang sudah bersiap akan masuk ke dalam mobil.


"Ada apa, tuan Nick?" Tanya Alessia.


"Ada sesuatu yang tertinggal di kamar hotel... Kamu harus mengambilnya dulu. seseorang memberi tahu padaku tadi..." Jawab Nick


"Uh? Sesuatu yang tertinggal? Tapi aku sudah memasukkan semua perlengkapan Miss Jessy ke dalamnya."


"Bukan milik Jessy. Tapi milk mu." Jawab Nick Petrovic.


Itu membuat Alex dan yang lainnya yang sudah di dalam mobil melihat ke arah keduanya.


"Ada yang tertinggal, Ale?" Tanya Lucy.


"Saya tidak tahu nyonya... Tapi kata tuan Nick ada yang tertinggal..." Jawab Alessia yang terlihat ragu. Karena dia sudah sangat yakin kalau semuanya sudah masuk sempurna ke dalam koper.


"Periksa saja dulu. Bukankah aku sudah memperingatkan mu tadi!" Ujar Alex.


Alessia segera menganggukkan kepalanya, "baik tuan. Maaf, saya akan segera kembali." Jawabnya seraya berjalan kembali untuk masuk ke dalam hotel


"Aku akan menemaninya..." Nick segera mengikuti Alessia yang berjalan dengan begitu cepat.


"Ale!" Nick menahan tangan Alessia saat dia melihat mobil keluarga Anderson sudah tidak terlihat dari posisinya.


"Ada apa lagi tuan Nick?!" Alessia dengan keras menepis tangan Nick darinya.


"Jauhi Emelie!" Ucapnya yang terdengar penuh ancaman.


"Apa?! Tuan Nick meminta ku kemari hanya untuk mengatakan hal ini?! Ha! Yang benar saja!!" Alessia tampak begitu kesal, "apa masalahmu, tuan Nick?!" Alessia terlihat geram.


"Aku serius! Jauhi dia! Jangan terlalu akrab dengannya. Dia bukan seseorang yang bisa kamu jadikan teman..." Ucapan Nick semakin membuat Alessia merasa sangat marah, "jangan terlalu dekat dengannya. Ini demi kebaikan mu. Bukan karena dia seseorang yang buruk... Tapi justru karena dia terlalu baik. Itu sebabnya dia akan berbahaya bagimu. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang bisa dia lakukan padamu..." jelas Nick. berharap Alessia bisa memahaminya tanpa menjelaskan semuanya padanya.


"Tuan Nick Petrovic! Hentikan omong kosong ini! Aku benar-benar tidak bisa menerimanya lagi!" Geram Alessia.


"Ini demi kebaikan mu. Karena kamu..." Nick merasa kesulitan untuk menjelaskan apa yang ingin dia katakan, "intinya.. akan jauh lebih baik kalau kamu menjaga jarak dengannya. Itu demi kebaikan mu sendiri..."

__ADS_1


"Apa karena saya miskin? Apa karena saya hanya seorang pengasuh? Apa karena saya bukan berasal dari keluarga ternama?" Tanya Alessia sarkis, "Miss Emelie sama sekali tidak mempermasalahkan tentang hal itu! karena dia adalah seseorang yang amat sangat baik! Say sudah sadar diri tentang siapa saya ini. Jadi, jangan ingatkan saya tentang hal itu. Tentang siapa saya ini!"


"Bukan... Tapi kalau kamu bisa menjauhinya karena alasan itu. Maka anggap saja itu semua karena kamu memang orang miskin, yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan... Apa itu cukup?" Alessia menghembuskan nafasnya yang penuh kemarahannya.


"Tuan Nick... Apa sebenarnya yang kamu inginkan, huh?!"


"Sangat jelas bukan? Kalau aku ingin kamu tidak terlalu dekat dengan Emelie. Dia tidak menganggap mu seperti kamu menganggapnya..."


"Cukup!!" Teriak Alessia geram, "jangan lagi menjelekkan Miss Emelie! Itu sangat menyebalkan! Miss Emelie sangat baik pada ku, dia menganggap ku sebagai temannya tanpa syarat. Dia tidak melihat siapa aku atau dari mana aku berasal. Dia sangat tulus..."


"Aku tahu itu. Dan itu memang benar! Dan aku tidak pernah mengatakan kalau dia buruk." Ucap Nick sebelum Alessia menyelesaikan semua yang ingin dia katakan, "tapi, apa kamu memperlakukannya seperti dia memperlakukan mu?"


"Apa?"


"Apa kamu juga memperlakukannya seperti itu? Apa kamu tulus padanya? Apa kamu tahu tentang nya? Apa yang paling di bencinya? Apa yang paling di sukai olehnya? Jawab aku!" Nick memegangi kedua bahu Alessia, dia meletakkan kepalanya di salah satunya.


"Dengarkan aku sekali saja. Aku tidak memiliki niat buruk apapun... Kau hanya ingin kamu menjauh sedikit darinya. Dan kamu lebih jujur padanya. Katakan kamu suka, jika memang kamu suka. Katakan kamu benci jika memang kamu benci... Jangan pernah menyembunyikan apapun darinya. Bahkan hal sekecil apapun darinya. Karena dia sangat membenci pembohong..." Jelas Nick Petrovic.


"Apa tuan Nick juga menyukai Miss Emelie? Maksud ku, apa tuan Nick mencintainya?"


"Huh? Apa yang kamu bicarakan?" Nick mengangkat kepalanya dari bahu Alessia. Dia menatap wajah Alessia yang penuh dengan tanda tanya.


"Tuan Nick meminta ku untuk menjauh dari Miss Emelie karena tuan Nick mencintainya, kan? Itu sebabnya tuan Nick cemburu karena Miss Emelie lebih dekat dengan ku daripada dengan tuan Nick. Apa seperti itu?" Nick tidak ada bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar ucapan Alessia yang sangat tidak masuk akal itu


Nick menghembuskan nafasnya dengan kasar dan pasrah.


Dia juga menjambak rambutnya dengan frustasi.


"Tuan Nick... Aku akan merahasiakannya. Tuan Nick sangat perhatian pada Miss Emelie... Aku sangat senang mendengarnya."


"Aku hanya ingin menjaganya... Bukan hanya dia, tapi juga kamu..." Nick melihat ekspresi wajah Alessia yang sangat tidak bisa di tebak olehnya.


"Whatever... Hanya saja, ingat apa yang aku katakan barusan... Ayo kembali!" Nick memberikan sapu tangan miliknya dari saku celananya, "anggap saja benda itu yang tertinggal di kamar hotel... Katakan saja kalau itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagimu... Mengerti?"


Dengan cepat dan penuh senyuman, Alessia menganggukkan kepalanya, "iya tuan Nick! Itu pasti karena sarung tangan ini sangat mahal, kan?" Nick melongo mendengar apa yang Alessia katakan.


"Itu bukan poin utamanya... Tapi... Sudahlah! Aku lelah berbicara dengan seseorang yang tidak bisa menangkap apa yang aku pikirkan!" Nick Petrovic berjalan dengan cepat untuk segera kembali ke parkiran.


"Tunggu tuan Nick!" Dengan cepat, Alessia juga melangkahkan kakinya mengikuti Nick Petrovic. Hingga keduanya sampai di parkiran, di mana mobil keluarga Anderson masih terparkir di sana.

__ADS_1


"Sudah?" Tanya Lucy.


"Sudah nyonya... Ini adalah sesuatu yang sangat penting... Karena harganya cukup mahal... Saya sendiri tidak akan pernah bisa membelinya jika bukan karena seseorang yang memberikannya." Jawab Alessia dengan senyuman lebarnya.


"Kenapa kamu tidak mengambilnya tadi saat kamu melihatnya, Nick?" Lucy Anderson melirik ke arah Nick yang masih berdiri di sebelah Alessia.


"Aku terlalu malas... Siapa tahu itu bukan miliknya..." Jawab Nick dengan begitu santainya.


"Bad liar!" Desis Emelie. Dia tersenyum miring pada Nick, "aku pikir sapu tangan itu mirip dengan milikmu, Nick."


"No! Aku tidak memiliki benda idiot seperti itu!" Jawab Nick Petrovic seraya masuk ke dalam mobil, kemudian dia duduk di sebelah Emelie yang juga bersama Alex.


"Idiot?" Emelie tertawa geli, "indeed, you are such an idiot!"


Nick hanya menghela nafasnya. Dia memilih untuk menyandarkan tubuhnya pada sandaran jok-nya, kemudian memejamkan matanya.


Alex terdiam seraya terus menatap dalam Emelie yang tampak berbeda sejak tadi.


"Ayo kita pulang!" Ucap Lucy pada semuanya setelah semuanya masuk ke dalam mobil.


"Apa yang membuat mu seperti ini, Emelie? Aku merasa kamu sangat bersemangat... Lebih dari biasanya..." tanya Alex.


"Sungguh?" Emelie tersenyum lebar, "aaa.... Itu mungkin karena aku kini memiliki alasan yang membuat ku merasa sangat bersemangat." jawab Emelie.


"Alasan?" Alex menatap wajah cantik Emelie dengan penuh tanda tanya.


"Mm... Alasan menyenangkan untuk menghukum para pembohong!" jawab Emelie seraya melemparkan senyuman ke arah Alessia, walaupun begitu, terlihat jelas tatapan matanya yang begitu tajam padanya.


Alex tidak mengatakan apapun lagi. Dia melihat ke arah Nick yang sama sekali tidak bergerak dari posisinya dan terus memejamkan matanya, seolah-olah tidak ingin mendengar apapun yang mereka bicarakan.


"Jangan khawatir, Alex. Aku benar-benar akan bersenang-senang..." Emelie memeluk lengan Alex, kemudian menyandarkan kepalanya di bahunya.


"Jika kamu mengatakan hal itu... aku justru merasa sangat khawatir..." jawab Alex.


"Ha ha ha ha..." Emelie tertawa, "kamu memang sangat mengenal ku, Alex."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2