
.
.
"Apa yang lord Anderson maksudkan?" Tanya Alessia dengan tatapan yang sangat jelas kalau dia sedang memandang Alex dengan anehnya.
"Bukankah semua orang yang merawat Jessy ingin menjadi istri ku?"
"Huh? Bagaimana bisa lord Anderson begitu percaya diri?" Tanya Alessia lagi.
Kali ini Alessia sama sekali tidak tergagap seperti biasanya saat berbicara dengan Alex.
"Kamu sudah berani berbicara dengan ku?"
"Itu karena ucapan lord Anderson Sam sekali tidak bisa saya cerna di otak saya... Tapi... Lupakan tentang itu dulu, yang jelas adalah... Saya sama sekali tidak ingin menikah dengan anda, lord Anderson. Saya merasa sangat tidak nyaman dengan ucapan anda yang mengatakan kalau saya merawat Miss Jessy karena saya ingin menikah dengan anda. Faktanya, saya tidak pernah tertarik pada anda... Anda bukan tipe pria idaman saya." Jawab Alessia dengan tatapan tegasnya.
Mendengar itu Alex tersenyum puas
"Syukurlah... ternyata masih ada wanita normal seperti mu. Aku pikir siapapun yang mengurus Jessy akan meminta ku untuk menikahinya..." Gumamnya dengan suara yang pelan dan hampir tidak bisa di dengar.
"Huh? Lord Anderson mengatakan sesuatu?"
"Lupakan! Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun padamu." Jawab Alex seraya berjalan masuk ke dalam kamar putrinya.
Melihat itu Alessia hanya bisa keluar dari sana tanpa mengatakan apapun lagi. Dia tidak mengerti kenapa Alex tiba-tiba menanyakan hal seperti itu padanya.
"Orang kaya memang sangat aneh! Bagaimana bisa dia mengatakan kalau aku ingin menikah dengannya! Walaupun aku seperti ini, aku juga tidak akan asal menikah! Terlebih dengan orang sepertinya!" Desisnya seraya berjalan ke arah dapur
Sementara Alex, dia kini berbaring di sebelah Jessy.
Dia tersenyum melihat wajah polos Jessy yang tengah terlelap dalam tidurnya.
"Aunty Emelie sudah kembali... Dia akan menemuimu besok. Aku yakin kamu tidak mengingatnya, karena saat itu kamu masih sangat kecil. Dia sangat menyayangimu... Sampai-sampai dia menjadi gila hanya karena ingin menjadi ibumu. Entah apa yang ada di kepalanya... Dia sangat keras kepala ingin bisa menjadi ibumu... Dan kali ini Daddy akan sangat kesulitan untuk menghadapinya. Daddy, harus bagaimana sayang? Daddy sama sekali tidak ingin menikah dengannya. Daddy tidak ingin membuat wanita baik-baik tersakiti lagi... Tidak ada wanita yang akan tahan dengan daddy-mu yang sangat buruk ini, sayang. Daddy adalah pria terburuk di dunia... Tapi Daddy akan berusaha keras untuk bisa menjadi Daddy terbaik di dunia untuk mu..." Alex tersenyum lemah menatap wajah putrinya yang begitu damai dalam tidurnya.
"Daddy tidak akan pernah membiarkan mu merasakan kesedihan apapun... Biar Daddy yang merasakan semuanya... Karena semua keburukan yang terjadi adalah karena kesalahan daddy. Kamu hanya perlu hidup dengan bahagia... Dengan begitu, Daddy akan memiliki kekuatan besar untuk terus membuat mu lebih bahagia lagi."
"Cih! Omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan dengan anak kecil yang sedang tidur, Alex?!" Alex segera melihat ke arah ibunya yang kini sedang bersandar pada pintu kamar Jessy yang terbuka.
"Mommy sudah pulang?"
"Mm... Mommy hanya pergi sebentar." Jawab Lucy, "mommy dengar kalau Emelie pulang..."
"Iya, dia langsung ke kantor tadi." Jawab Alex. Dia melihat ibunya yang masih dalam posisinya tanpa bergerak dari sana
"Apa dia masih ingin menikah dengan mu?"
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya.
"Masih. Dia datang menemui ku hanya untuk mengatakan keinginannya yang masih sama seperti lima tahun yang lalu." Jawab Alex.
""Haissshh..." Lucy menghela nafasnya, "sebenarnya aku mengerti keinginannya itu. Dia ingin agar dia resmi menjadi istri mu. Dengan begitu dia juga resmi menjadi ibu dari Jessy. Dia hidup tanpa adanya seorang ibu. Mungkin apa yang dia alami selama dia kecil membuatnya berbuat sampai sejauh itu. Aku yakin karena dia tidak ingin jessy merasakan apa yang dulu dia pernah rasakan..." Jelas Lucy
Alex hanya diam tanpa mengatakan apapun.
Dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia katakan mengenai itu. Karena dia sama sekali tidak ingin menikahi Emelie hanya karena alsan semacam itu. Dia menikah dengan Eliza karena sebuah alasan, dan pada akhirnya dia menyakitinya begitu dalam. Dia tidak ingin mengulangi hal seperti itu hanya karena alasan yang serupa.
"Dia tidak menyukaimu sama sekali..." Ujar Lucy.
"Itu benar. Dia sangat jijik padaku. Dia juga mengatakan kalau aku adalah; bajingan!" Jawab Alex tanpa menyembunyikan apapun dari ibunya.
"Ha ha ha ha...." Lucy tertawa terbahak-bahak, "dia memang benar. Dia benar-benar bisa melihat seseorang dengan sangat jelas." Ucapnya masih dengan tawanya.
"Mommy... Mommy sangat keterlaluan, kan?"
"Sama sekali tidak, Alex. Sesuatu yang di katakan dengan kejujuran bukanlah sesuatu yang keterlaluan..." Jawab Lucy dengan begitu santainya
Alex menatap jengah pada ibunya yang terus saja menjelekkan dirinya begitu ada kesempatan.
"Dia pasti akan kemari besok atau lusa..."
"Besok. Emelie akan kemari besok. Dia sangat merindukan Jessy. Aku rasa dia tidak akan menunggu sampai lusa untuk datang kemari." Jawab Alex
"Itu berarti Leo juga tidak bisa ikut? Padahal Jessy sudah sangat ingin bertemu dengannya..." Alex menghembuskan nafasnya dengan pasrah. Dia melihat ke arah putrinya yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Tapi Nick bisa bergabung dengan kita. Dia mengatakan kalau dia akan datang." Jawab Lucy.
"Bukankah Nick ada di Oxford?"
"Dia sedang dalam perjalanan kemari. Dia langsung meluncur kemari setelah aku menghubunginya."
"Oh... Jessy pasti akan sangat senang." Ucap Alex kecut.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Sangat asam seperti lemon!" Desis Lucy, "kamu masih tidak suka dengannya?!"
"Dia jauh lebih dekat dengan Jessy daripada aku sendiri sebagai ayahnya! Dia bahkan langsung datang kemari begitu Jessy menginginkannya. Tidak seperti ku yang justru membiarkan putriku harus menunggu sampai aku memiliki banyak waktu." Lucy berjalan mendekati putranya. Dia berdiri di depannya seraya bercak pinggang.
"Itu karena kamu idiot"
"Mom!"
"Alex... Kamu adalah ayah terbaik di dunia... Tidak ada yang sebaik kamu dalam merawat dan menemani putrimu tanpa adanya seorang ibu. Jangan mengatakan sesuatu yang begitu bodoh!" Lucy menepuk pundak putranya keras.
__ADS_1
"Ouch! Sakit mom!"
"Dengar... Walaupun kamu tidak memiliki banyak waktu untuknya... Tetap saja kamu selalu memberikan banyak cinta untuknya. Dia merengek pada mu karena dia tahu, kalau kamu adalah ayah terbaik untuknya. Jadi, jangan meremehkan dirimu sendiri. Mengerti?!"
Lucy tersenyum lebar seraya mengusap lembut puncak kepala putranya.
"Alex... Kamu adalah ayah terbaik di dunia. Walaupun kamu adalah pria brengsek dan sangat menjijikkan..."
"Mommy... Bisakah mommy hanya mengatakan kalimat pujian untuk ku saja?" Dengus Alex sebal.
"Aku sedang memuji mu, Alex!"
"Memuji dari manany?! bahkan anak anjing juga tahu kalau Mommy sedang mengejek ku!" Gerutu Alex.
"Lupakan! Mommy sangat ingin memujimu, tapi kamu tidak memiliki satupun titik positif, di mana aku bisa memujimu di titik itu... Mau bagaimana lagi... Tapi mommy akan tetap mengatakan kalau kamu adalah ayah terbaik di dunia."
"Mommy mengatakan hal itu bukan karena mommy ingin agar aku tetap bekerja mengerjakan seluruh pekerjaan Daddy, kan?"
"Itu juga salah satu alasannya." Jawab Lucy.
Alex kembali menatap jengah ibunya yang justru tersenyum begitu puas padanya.
"Mommy benar-benar menyebalkan!"
"Kamu jauh menyebalkan, Alex. Sampai-sampai aku ingin meninju wajah mu!"
Alex menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Melihat itu Lucy tersenyum lebar.
"Istirahat lah... Dari buku yang aku baca, orang yang memiliki banyak keburukan sepertimu harus lebih banyak berisitirahat dari pada orang-orang baik seperti ku." ucap Lucy yang membuat Alex semakin kesal.
"Hemph!" Alex mengubah posisi tubuhnya membelakangi Lucy.
"Orang yang memiliki banyak keburukan, biasanya akan cepat marah..." ucap Lucy lagi. dia menahan dirinya untuk tidak tertawa melihat tingkah putranya yang benar-benar kekanakan.
"Tidurlah my baby Alex..."
"Mom! Diamlah!" sungut Alex yang justru membuat Lucy tertawa geli.
Mendengar itu Alex memilih untuk memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.
"Haissshh... Benar-benar kekanakan..."
.
.
__ADS_1
.