Oh My Lord

Oh My Lord
bab 7


__ADS_3

...


"Aku benar-benar akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri....!!!" Geram Lucy karena Alex belum juga muncul padahal Eliza sudah lama menunggu begitu juga dengan para tamu undangan, hingga mereka bergosip dan menjelekkan Eliza


"Mungkin karena wanita ini yang memaksa Alex agar menikahinya, jadi Alex tidak mau dan kabur" celoteh para tamu


"Iya, aku yakin jika dia sudah melakukan hal menjijikan untuk bisa menikah dengan keluarga bangsawan" ucap yang lainnya


"Atau bahkan, dia sudah menjual tubuhnya untuk bisa mendapatkan posisi itu dikeluarga ini, karena yang aku dengar, dia berasal dari keluarga miskin" hina yang lainnya lagi


Eliza hanya bisa menahan tangisnya agar tidak keluar, saat mendengar orang-orang berbicara buruk padanya


"Eliza..." Panggil seorang wanita yang datang bersama seorang pria dan anak laki-laki kecil yang dituntun nya


"Patricia... Robert, kalian ada disini?" Tanya Eliza pada yang memanggilnya tadi


"Iya, Alex sahabat Robert, dan kami tidak tahu jika dia akan menikah dengan mu" jawab wanita yang bernama Patricia


"Sungguh? Dunia ini begitu sempit" kata Eliza


"Iya, aku senang melihat mu akan menikah walaupun harus dengan Alex" ucap Patricia lirih


"Tidak apa-apa, aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Ini bukan demi siapapun, tapi demi ayah ku" jawab Eliza yang berusaha tegar


"Oh iya, apa dia Leo? Dia sangat tampan" Eliza mengusap rambut anak laki-laki kecil yang dituntun oleh Patricia


"Iya, dia Leo, dia sudah besar bukan? Nanti kalau anak mu perempuan kita harus menjodohkan nya" ucap Patricia dengan semangat


Eliza hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan sahabat nya, Robert menyikut lengan istrinya, dia melihat kesedihan di mata Eliza, Patricia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga kata-katanya.


'dasar bodoh, sudah tahu jika mau menikah saja Alex bahkan belum juga datang, kenapa aku malah sampai berfikir tentang anak dan menjodohkan mereka' batin Patricia


"Leo, kamu sangat tampan nak, jika aunty mempunyai anak perempuan apa Leo mau menjadi suaminya nanti?" Tanya Eliza pada anak kecil itu


"Mau aunty, Leo mau jadi suaminya anaknya aunty, tapi anak aunty harus cantik ya..." Ucap bibir mungil Leo

__ADS_1


"Tentu saja, bukankah aunty juga cantik, itu berarti anak aunty akan lebih cantik" jawab Eliza pada perkataan Leo kecil


"Tentu, aunty sangat cantik" Leo mendaratkan ciuman pada pipi Eliza yang sedang menunduk di depannya


Eliza hanya sedang mengalihkan perhatian pada keadaan yang sedang begitu mengujinya, ingin rasanya dia segera pergi sejauh mungkin dari tempat itu, namun itu tidak mungkin akan terjadi, dia hanya bisa bersikap seolah dia tegar dimata semua orang


Lucy melihat semuanya dari sorot mata Eliza, sungguh dia merasa jika dirinya sudah menyiksa seseorang, dia bahkan merasa jika dirinya sedang menguliti Eliza hidup-hidup saat ini, dia sungguh ingin segera mengajar Alex jika dia melihat nya nanti


"Bagaimana ini? Apa pernikahan ini akan dilakukan? Ini sudah jauh dari jam yang sudah ditentukan" ucap salah seorang tamu undangan yang datang


"Maaf semuanya, kami akan tetap melaksanakan pernikahan ini, walaupun jika putra kami muncul di malam hari nanti, jika kalian tidak berkenan kalian bisa pulang terlebih dahulu" kata Lucy pada semua tamu yang hadir


Suara riuh terdengar dari para tamu undangan yang saling berbisik dan mengatakan opininya masing-masing, hingga sebuah panggilan menghentikan ucapan mereka semua


"Mom...."


Semua orang menatap pada pria yang baru datang di sana, mereka menatap pada Alex yang baru saja sampai, dengan tatapan mencemooh, karena Alex benar-benar terlihat kacau


Lucy mengepalkan tangannya dengan kuat, ingin sekali dia mendaratkan bogem mentah pada wajah tampan putranya, begitu juga dengan Howard ya sama-sama ingin memukulinya dengan balok yang besar


'jadi dia calon suami ku? Sungguh malang nasibku' batin Eliza miris melihat kenyataan yang ada didepannya


Alex tidak berani menatap ayah dan ibunya, dia mengalihkan pandangannya pada wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin


'apa dia calon istri ku? Dia sangat cantik bagai bidadari surga, sayang sekali dia harus menikah dengan raja neraka' batin Alex saat melihat wajah cantik Eliza, Alex tersenyum menyeringai pada Eliza, namun Eliza masih menatapnya dengan tatapan yang dingin seolah tak ingin di dekati


'apa dia baru saja mengacuhkan ku? Beraninya dia, apa dia pikir dia hebat, sampai saat ini belum pernah ada satu wanita pun yang menolak pada rayuan ku, kita lihat saja' batin Alex menyeringai


"Karena pengantin pria nya sudah datang, kita mulai saja acara pernikahan nya" ucap Howard pada semua nya yang masih menatap putranya yang sudah mempermalukan dirinya


"Tapi dad, aku belum ganti baju" protes Alex


"Tidak perlu, biarkan seluruh dunia tahu, jika pengantin prianya seperti ini, lagipula itu akan terlihat bagus di album foto pernikahan kalian nanti" tolak Lucy pada putranya, dia sudah sangat geram padanya, sungguh dia ingin segera berakhir acara memalukan ini, dia hanya tidak mau orang-orang menjelekkan Eliza


Alex mau tidak mau akhirnya menuruti ucapan Lucy yang sudah mengibarkan bendera perang dan sudah melemparkan granat pada nya

__ADS_1


-----------


Setelah selesai dengan acara pernikahan yang terlihat begitu kacau, dimana terlihat seorang bidadari bersanding dengan gelandang atau lebih tepatnya di bilang pemabuk dan pemain judi yang kalah dan frustasi.


Para tamu undangan juga sudah pergi dari sana, hanya tersisa Patricia dan Robert Smith berserta putra mereka


"Lex, selamat ya, semoga kalian bahagia selamanya" ucap Howard pada sahabatnya


"Thanks Robert, thanks juga kamu udah mau datang" jawab Alex pada sembari menepuk pundak Robert


"Iya sama-sama, jaga Eliza dia sahabat Patricia, jika kamu melakukan hal buruk padanya, aku sendiri yang akan menghukum mu" ancam Robert pada Alex


"Kamu ini ...!!! Apa aku orang seperti itu dimata mu?" Tanya Alex pada Robert


"Tentu saja, karena memang kamu b*jingan" Robert meninju perut Alex hingga Alex mengaduh kesakitan


"Ingat, jika kamu menyakiti nya, aku akan menghabisi mu" ancam Robert lagi


"Iya bawel" jawab Alex sekenanya, dia tidak mengerti mengapa Robert begitu peduli pada wanita dingin yang ada disampingnya


'dia memang sangat cantik, tapi dia begitu dingin seperti kutub Utara' batin Alex yang terus melirik pada Eliza yang kini sudah menjadi istri nya


"Eliza, kami harus kembali, kami akan sering datang kemari untuk bertemu dengan mu" kata Patricia pada Eliza sembari memeluk tubuh nya


"Terimakasih Patricia, kalian hati-hati ya, dan Leo, ingat pesan aunty ya..." Eliza tersenyum sangat manis pada Leo kecil yang kini sedang mencium pipinya karena Eliza menekuk lututnya agar tingginya sama dengan Leo


"Tentu saja aunty" jawab leo


"Baiklah, aunty menyayangi mu" Eliza mengedipkan sebelah matanya pada Leo dan tersenyum begitu manis padanya.


Alex yang memperlihatkan dari tadi ternganga melihat senyuman manis dari Eliza dan membuat nya seperti orang bodoh


'senyumnya begitu manis' gumamnya.


...

__ADS_1


__ADS_2