Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 29


__ADS_3

.


.


Emelie duduk di ruang tamu bersama Jessy dan Lucy setelah Alex berangkat ke kantornya.


Sedangkan Jessy sedang di suapi oleh Alessia di ruang makan. Emelie sedang tidak ingin melihat Alessia saat ini, itu sebabnya dia tidak mendekati Jessy. Walaupun sebenarnya dia sangat ingin bersamanya.


Mereka berniat untuk pergi bersama hari ini. Walaupun sebenarnya Emelie sedang sangat enggan untuk pergi kemanapun.


Suasana hatinya sedang sangat kacau.


"Emelie... Apa aunty boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Lucy


"Tentang apa, aunty? Tanyakan saja..." Jawab Emelie


"Kata Alex... Kamu pernah..." Lucy menghentikan kata-katanya. Dia sangat ingin tahu tentang Emelie yang masuk ke rumah sakit jiwa. Namun mengingat Alex tidak mau mengatakannya, itu artinya hanya dia yang mengetahuinya atau boleh mengetahuinya. Itu berarti tidak seharusnya dia menanyakannya.


"Pernah apa, aunty?"


"Begini... Apa kamu pernah memiliki perasaan pada Alex?"


"Huh? Perasaan? Perasaan macam apa yang aunty maksud kan? Apa perasaan suka? Benci? Atau apa?" Tanya Emelie balik.


"Ha ha..." Lucy tertawa geli, "banyak orang akan langsung memikirkan tentang perasaan suka mu pada seseorang jika ada yang menanyakan tentang hal itu. Seseorang akan berfikir jika pertanyaan tentang; apa kamu memiliki perasaan padanya? Pertanyaan itu akan membuat mereka memikirkan tentang perasaan suka atau ketertarikan mereka... Tapi tidak untuk mu. Kamu justru membuat pertanyaan yang lucu seperti itu."


"Perasaan itu bukan hanya perasaan suka, kan? Ada rasa benci, rasa curiga, rasa iri, dan rasa-rasa yang lainnya. Jika aunty hanya mengatakan tentang bagaimana perasaan ku pada Alex? Aku akan sedikit kesulitan untuk menjawabnya karena lingkup yang terlalu besar..." Jawab Emelie.


"Memang.. orang-orang yang memiliki intelektual tinggi akan berfikir jauh ke depan sebelum menjawab sesuatu." Lucy terlihat begitu bangga, "Jadi, apa kamu menyukai Alex putra ku yang idiot itu?"


"Dia tidak idiot. Hanya saja selalu ketakutan untuk melangkah..." Jawab Emelie, "dan untuk perasaan suka ku padanya.... Aku sendiri tidak mengerti tentang hal semacam itu. Aku sudah lama tidak pernah menyukai seseorang. Aku sedikit kesulitan untuk itu. Aku hanya tahu cara mencurigai seseorang dan berfikir negatif tentang nya. Aku tidak akan mudah di bujuk untuk menyukai seseorang, jika aku sudah berfikir orang itu buruk. Aku benar-benar bukan seseorang yang bisa mengetahui tentang perasaan yang semacam itu. Itu benar-benar sulit." Jelas Emelie.


Lucy tersenyum kecut.


Dia mengusap lembut rambut panjang Emelie, "apa boleh aunty mengatakan sesuatu yang mungkin menggangu mu?"


Emelie menganggukkan kepalanya, "aku sudah terlalu sering 'memakan' kata-kata buruk dari orang-orang yang aku temui, aunty. Jangan khawatir. Sesakit apapun kata-kata yang mungkin aunty akan katakan padaku, aku tidak akan pernah tersinggung." Jawab Emelie


"kamu gadis yang kuat Emelie." Lucy memeluk Emelie dengan lembut sang hangat.


"Kamu besar tanpa seorang ibu. Ayahmu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Kamu hanya selalu di titipkan pada pengasuhmu saat itu. Sampai kamu dewasa dan mulai mengerti tentang kehidupan. Tidak ada yang pernah mengajarimu tentang apa itu kasih sayang yang seharusnya di ajarkan oleh keluarga mu. Aku mengerti kesulitan mu tentang itu. Terlebih kerasnya hidup di dunia ini tanpa adanya status sosial yang tinggi akan membuat mu hidup terasa seperti sampah. Tapi kamu memilih hidup bersembunyi selama ini. Sampai pada akhirnya semua hal buruk yang terjadi padamu menjadikan mu sebagai wanita yang kuat luar biasa seperti ini. Walaupun kamu kurang memahami tentang perasaan hati seseorang...." Lucy tahu benar kehidupan seperti apa yang Emelie jalani selama ini.


Kehidupan di mana dia hanya sendirian tanpa ada siapapun yang siap untuk membelanya. Hanya saja setelah hal buruk terjadi padanya, ayahnya mulai membuka dirinya untuk mulai memperhatikannya dan menyayanginya.


"Terimakasih aunty... Aku tidak merasa sakit atau terluka dengan kata-kata mu itu. Aku justru senang mendengar kejujuran aunty tentang ku. Aku senang mendengarnya..."


"Gadis yang sangat pintar..." Lucy tersenyum lebar.


Dia merasa sangat lega melihat bagaimana Emelie yang selalu terbuka dengan saran ataupun perkataan orang lain.

__ADS_1


"Kamu pasti tidak memiliki teman, kan?" ..


"Benar. Aku sama sekali tidak memilikinya..."


"Apa karena kamu pikir kamu tidak membutuhkan mereka?" Tanya Lucy lagi.


"Ya... Semacam itu."


"Tapi aku melihat mu sangat dekat dengan Alessia saat di pantai..." Senyuman di wajah Emelie menghilang seketika dari wajahnya.


"Kenapa? Apa sesuatu terjadi padamu dan Alessia?" Lucu terlihat khawatir.


"Aku tidak memiliki masalah dengannya. Hanya saja, aku tidak bisa dekat lagi dengannya." Jawab Emelie.


"Huh? Apa maksudmu?"


"Aunty... Aku sangat benci dengan seorang pembohong. Untuk itulah aku juga tidak akan pernah berbohong padamu... Aku bukan tidak menyukai Alessia, hanya saja... Dia berbohong padaku... Itu saja." Jelas Emelie. Dia menyadari kalau Lucy pasti akan berfikir bahwa dirinya terlalu cepat mengambil kesimpulan seperti yang Nick katakan padanya.


"Ha ha... Jadi, karena itu." Emelie terkejut saat mendengar bagaimana Lucy tertawa karena itu.


"Aunty... Kamu tidak membenci ku? Atau marah padaku?"


"Untuk apa aku membenci taau marah pada seseorang yang jujur. Orang-orang yang jujur pantas di berikan hadiah." Jawab Lucy, "dan untuk Alessia... Aku pikir aku perlu membuat perhitungan dengannya..."


Emelie kebingungan dengan apa yang baru saja Lucy katakan. Terlebih lagi saat Lucy tiba-tiba beteriak memanggil nama Alessia dengan keras.


"Aunty..."


Emelie terkejut, dia juga sangat terlihat khawatir.


"Jangan khawatir.... Aunty akan menyelesaikannya." Jawab Lucy dengan senyuman lebarnya.


"Bukan itu yang aku maksud... Aku..."


Emelie menghentikan kata-katanya saat dia melihat Alessia yang sudah ada di hadapannya saat ini.


"Iya nyonya Anderson... Ada yang nyonya butuhkan?" Tanya Alessia.


"Kamu... Kamu berbohong pada Emelie?!" Tanya Lucy dengan tegas.


"Huh? Saya berbohong? Tentang apa, nyonya?" Alessia melihat ke arah Emelie yang hanya diam tanpa mengatakan apapun.


"Saya tidak mengerti apa yang nyonya Anderson katakan..." Ucap Alessia lagi.


"Kamu..." Emelie akhirnya membuka mulutnya, "kamu ingat saat aku bertanya padamu di pantai?"


"Tentang apa, Miss? Saya ingat semuanya... Tapi saya tidak tahu yang mana yang miss Emelie ingin dengar." Jawab Alessia. Jujur saja dia merasa sangat takut. Tapi dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana.


"Tentang Alex..." Lucy mengerutkan keningnya, namun dia juga tersenyum mendengar itu.

__ADS_1


'jadi Emelie tidak suka karena Alessia menyukai Alex?' Lucy merasa sangat lega karena permasalahannya hanya tentang itu.


"Tentang tuan Alex? Maksud Miss Emelie tentang apakah itu tentang pertanyaan apa saya menyukai tuan Alex atau tidak?"


"Jawab saja!" Jawab Emelie yang terlihat kesal.


Brukk!


Alessia segera duduk di lantai di hadapan Lucy dan Emelie.


"Miss... Jujur saja saya tidak pernah memiliki perasaan suka ataupun apa yang semacamnya itu pada tuan Alex... Sungguh..."


"Lalu, kenapa kamu bereaksi seperti itu saat di hotel? Dan tadi saat di luar rumah?!"


"Bereaksi seperti apa, Miss? Saya kurang mengerti?"


Emelie menggigit bibir bawahnya. Dia sendiri tidak tahu harus mengatakannya bagaimana. Itu terlalu sulit untuk di ungkapkan dengan kata-katanya.


"Jangan berpura-pura?!" Kesal Emelie.


"Miss... Saya sungguh-sungguh tidak mengerti. Mohon jelaskan semuanya. Saya terlalu bodoh untuk memahami setiap kata-kata yang terlalu rumit... Mohon ampun miss..." Alessia menundukkan kepalanya. Dia mencengkram kuat rok yang dia pakai. Rasanya benar-benar takut. Bukan takut kan kemarahan Emelie atau kemarahan dari Lucy. Tapi dia takut jika semua itu akan membuat hubunginya dengan Emelie berantakan.


"Wajahmu memerah saat kalian bersentuhan... Kamu juga terlihat sama persis seperti aku saat dulu aku menyukai seseorang..." Jelas Emelie. Dia tidak berani melihat ke arah Lucy setelah mengatakan hal itu.


"Oh itu... Saya sendiri juga tidak tahu, miss. Apa itu di sebut suka? Saya benar-benar tidak tahu Miss. Saya belum pernah jatuh cinta pada seseorang. Saya hanya pernah menyukai Brad Pitt..."


"Huh?" Emelie terlihat kebingungan setelah mendengar apa yang Emelie katakan.


"Jadi, di sini masalahnya..." Ujar Lucy.


Emelie menatap Lucy yang kini tersenyum begitu senang padanya, seolah mengatakan; jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Itu hanya salah paham.


"Jadi, apa tepatnya yang kamu tanyakan pada Alessia saat di pantai, Emelie?" Tanya Lucy.


"Saat itu aku mengatakan padanya kalau aku akan menikah dengan Alex apapun yang terjadi. Walaupun aku tidak menyukainya... Ataupun dia tidak menyukai ku. Dan aku mengatakan pada Alessia, kalau dia bebas untuk mengekspresikan perasaannya, kalau memang dia menyukainya... Aku tidak keberatan dengan itu. Tapi Ale mengatakan kalau dia sama sekali tidak menyukai Alex. Tapi saat kita bersiap untuk kembali dari hotel, aku tidak sengaja melihat Alessia yang tersipu-sipu saat tangan Alex tidak sengaja menyentuhnya. Karena itulah aku marah! Seharusnya dia jujur saja kalau memang dia menyukainya. Aku sudah bilang kalau aku tidak keberatan... Tapi dia justru berbohong padaku... Itu sebabnya aku mulai meragukan ketulusannya... Terlebih hal itu kembali terjadi tadi pagi." Jelas Emelie mengeluarkan segala unek-unek di dalam hatinya pada Alessia.


"Maaf Miss... Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi... Saya tidak tahu kalau saya akan bereaksi seperti itu saat tuan muda Anderson tidak sengaja menyentuh tangan saya. Ampun miss..." Alessia terlihat begitu ketakutan.


Ingatan tentang ucapan Nick Petrovic saat itu kini terus berputar-putar di kepalanya. Membuatnya semakin ketakutan.


"Semuanya bisa di selesaikan dengan sangat mudah..." Ucap Lucy pada keduanya.


"Huh? Bagaimana caranya?" Tanya Emelie dan Alessia secara bersamaan.


Mendengar itu Lucy tersenyum lebar. Itu membuat Emelie dan Alessia saling menatap satu sama lain seolah-olah menanyakan hal yang sama.


.


.

__ADS_1


__ADS_2