Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 23


__ADS_3

.


.


"Emelie..." Emelie membuka matanya saat dia mendengar seseorang memanggilnya.


"Oh... Alex, ada apa?" Emelie melihat ke sekelilingnya, dimana Alessia dan Jessy sudah tidak lagi ada di sana.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Emelie seraya mengucek matanya.


"Jam sepuluh... Mommy, Daddy dan yang lainnya sedang berganti pakaian." Jawab Alex.


"Oh... Kalau begitu aku juga harus bergegas." Emelie berpegang pada tangan Alex untuk berdiri. Setelah itu dia berjalan bersama dengan Alex untuk kembali ke kamar hotel.


"Dimana Nick?"


"Dia sudah kembali dengan Jessy dan Alessia." Jawab Alex, dia melihat ke sampingnya, dimana Emelie berdiri tepat di sebelahnya, "kamu baik-baik saja?"


"Aku tidak tahu kenapa aku bisa tertidur pulas seperti itu diatas pasir. Mungkin karena semalam seseorang membuat ku kurang tidur..." Jawab Emelie. Dia tersenyum lebar melihat ekspresi wajah Alex yang tampak jengah.


"Mulai lagi..." Desisnya.


"Karena kita masih muda... Kita harus sering tersenyum! Jangan terus memasang wajah menyebalkan seperti itu! Kamu sudah setiap hari memasang wajah mengerikan di depan seluruh staf kantor mu. Jadi, biarkan wajah mu tersenyum lebar saat di luar kantor! Mengerti?! Aku benar-benar tidak mau jika sampai wajah tampan ini menjadi keriput hanya karena kebodohan mu yang terus memarahi pekerja mu!"


"Haissshhh..." Alex menghembuskan nafasnya dengan pasrah, "aku tidak asal memarahi mereka. Mereka yang bekerja dengan tulus tidak pernah mendapatkan kemarahan ku. Tapi mereka yang bekerja dengan asal-asalan, sudah jelas akan mendapatkan nasib buruk dariku." Jelas Alex dengan serius.


"Ya ya ya! Alex yang selalu menyukai kesempurnaan. Tapi sayangnya dia dulu sangat menyukai sesuatu yang 'bekas pakai'. Miris...."


"Mulai lagi..." Desis Alex, namun dia kemudian memperlihatkan senyum manisnya, "Emeli... Uncle Kenn mengatakan kalau kamu akan bekerja di perusahaan kami?"


"Entahlah... Aku tidak benar-benar menginginkannya." Jawab Emelie.


"Kenapa?"


"Apa aku harus bekerja? Aku sudah memiliki banyak uang hanya dengan bernafas saja." Jawab Emelie dengan penuh kesombongannya, namun dia juga terdengar seperti sedang bercanda.


Alex tersenyum kering, dia seharusnya sudah tidak asing lagi dengan sikap Emelie yang selalu 'luar biasa' itu. Tapi setiap kali mendengarnya, rasanya tetap saja sama. Sama-sama menjengkelkan, namun juga menghibur.


"Aku serius..." Ucap Alex yang juga terlihat begitu serius, "jangan main-main saat ini tentang bekerja. Terlebih jika ini tentang perusahaan ku. Karena semua harapan seseorang ada di perusahaan ku. Ada ribuan orang yang bekerja di bawah perusahaan kami, itu berarti ada ribuan harapan seseorang di sana... Jangan coba merusaknya."


Emelie tertawa kecil, "aku tahu kalau Alex gila kerja... Tapi aku tidak tahu kalau dia juga ternyata memikirkan harapan banyak orang yang bekerja di bawahnya... Aku sangat terkesan. Bagaimana jika aku mencintaimu karena itu, Alex..."


"Jangan mulai!" Sungut Alex sebal. Dia melihat Emelie yang justru sedang menertawakannya dengan sangat keras.

__ADS_1


"Menyenangkan, huh?!"


"Mempermainkan mu memang sangat menyenangkan, Alex."


"Aku sangat serius tentang pekerjaan yang ingin kamu ambil alih, Emelie." Ucap Alex lagi-lagi dengan wajah seriusnya.


"Kalau begitu, aku juga akan serius. Aku akan bekerja dengan mu. Di kantor mu, sebagai sekretaris mu? Atau sebagai asisten pribadi mu? Atau manager? Atau? Apa?"


"Untuk wanita cantik seperti mu, sangat di sayangkan jika tidak bersanding dengan CEO seperti ku. Dengan kamu berdiri di sisi ku, bahkan jika ada orang yang akan menentang ku, mereka akan berbalik mendukung ku. Itulah ajaibnya kekuatan 'good looking' seseorang." Jawab Alex yang kali ini begitu senang karena bisa membalas Emelie dengan kata-katanya.


"Damn Alex! Jadi, kamu hanya ingin memanfaatkan kecantikan ku?" Kesal Emelie, "oh Gosh! Aku lulusan universitas Oxford terbaik!"


"Tapi penampilan akan di lihat seseorang pertama kalinya... Jika sudah melihatnya, mereka akan sangat ingin tahu dengan ketrampilan mereka... Dan untuk mu, semuanya PERFECT! Kamu cantik, bukan hanya cantik, tapi juga menarik... Dan kamu juga sangat pintar dan berbakat. kemampuan mu seimbang dengan look- mu. Dengan kata lain... Kamu God Damn PERFECT! Itulah yang aku butuhkan... Seseorang seperti mu lah yang sangat cocok untuk bersanding di sisi ku." Jelas Alex seraya menepuk pundak Emelie dengan lembut.


"Aku pasti akan menjagamu, dab melindungi mu." Tambahnya.


"Alex... Aku sempurna, bukan? Lalu, kenapa kamu tidak ingin menikah dengan ku?"


"Lagi???"


"Ah! Sorry..." Emelie menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "ini habit yang sulit untuk di hilangkan..."


"It's okay..." Alex merangkul pundak Emelie, "aku akan meminta Jessy memanggil mu 'mama' sebagai kompensasi untuk mu. Apa itu cukup?"


Emelie menghentikan langkah kakinya, "ada apa? Kenapa berhenti?" Tanya Alex kebingungan, "apa ucapan ku tadi menyakitimu? Sorry..."


"No! Alex! Aku justru sangat senang mendengarnya... Itu cukup. Setidaknya untuk saat ini. Karena aku tidak akan menyerah begitu saja." Jawab Emelie dengan senyuman lebarnya.


"Good! Aku pikir kamu akan sangat marah padaku..." Alex menghela nafasnya lega, "sebaiknya kita segera ke kamar hotel dan bersiap-siap. Aku rasa Jessy dan yang lainnya sudah selesai."


"Mm!" Emelie dengan cepat menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mereka berdua mempercepat langkah kaki mereka menuju ke kamar hotel.


.


.


Sesampainya di kamar hotel, Emelie segera membersihkan diri dan kemudian mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Alex yang juga melakukan hal yang sama.


"Daddy..." Jessy berlari ke pelukan Alex saat dia melihat Alex keluar dari kamarnya.


"Oh... My princess sudah cantik..." Ucapnya seraya mengecup pipi bulat putrinya.

__ADS_1


"Di mana aunty Emelie?" Tanya Jessy.


"Aunty kesayangan mu itu sedang mengganti pakaiannya. Dia akan segera menemui kita." Jawab Alex seraya mengangkat tubuh mungil putrinya ke pelukannya.


"Alessia..."


Mendengar Alex memanggilnya, Alessia segera mendekatinya.


"Ya, tuan muda..."


"Kamu sudah membereskan semuanya?" Tanya Alex, "Jangan sampai ada satupun yang tertinggal!" Alex begitu tegas jika sudah menyangkut tentang kedisiplinan.


"Sudah semuanya, lord Anderson." Jawab Alessia yang juga yakin dengan kata-katanya.


"Hanya koper kecil itu?" Tanya Alex seraya melirik ke arah koper kecil berwarna merah muda milik Jessy.


"Ya, lord Anderson. Ini semua berisi pakaian dan perlengkapan untuk Miss Jessy. Semuanya sudah masuk ke dalam sini." Jawab Alessia yang lagi-lagi begitu yakin.


"Baiklah... Ayo!" Alex bersiap untuk menarik koper milik Jessy, begitu juga dengan Alessia yang ingin membawanya di tangannya. Hingga akhirnya tangan keduanya saling bersentuhan.


Deg!


"Ah!"


Alessia segera menarik tangannya dan segera menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


"Ekheem!" Alex melonggarkan tenggorokannya untuk mencairkan suasana.


"Bawa!" Perintahnya seraya berjalan mendahului Alessia dengan Jessy yang ada dalam gendongannya.


Alessia masih berdiri mematung seraya menyembunyikan tangannya di belakang tubuhnya.


"Apa yang baru saja terjadi? Rasanya tangan ku... Ada aliran listrik nya..." Alessia memegangi tangannya sendiri, lalu membawanya menyentuh dadanya yang terus berdegup dengan kencang.


"Apa ini? Apa yang terjadi padaku?" Gumamnya seraya menepuk pipinya yang memerah.


Setelah itu dia membelalakkan matanya, memukuli kepalanya sendiri dengan cukup keras.


"Sadar Alessia!!! Apa yang kamu pikirkan! Yang benar saja!" Ucapnya seraya menarik koper kecil milik Jessy untuk segera menyusul Alex dan yang lainnya.


Tap! Tap! Tap!


Langkah perlahan kaki Emelie terdengar. Dia terus menatap punggung Alessia yang berjalan begitu cepat menjauh darinya.

__ADS_1


Emelie sudah keluar dari kamarnya sejak Alex juga keluar dari kamarnya. Dia sudah bersiap untuk bergabung dengan mereka, namun dia melihat sesuatu yang menghentikan langkah kakinya dan memaksanya untuk bersembunyi.


"Apa itu tadi, huh?! Another *****??? Pura-pura tidak tertarik dan menjadi pendukung... Tapi menusuk dari belakang, huh?! Aku sudah memintanya untuk jujur dengan perasaannya... Tapi dia mengatakan kalau dia tidak tertarik... Dan sekarang dia... Ha! Aku bilang aku tidak masalah jika dia menyukai Alex, karena aku tidak menginginkan apapun selain Jessy. Kenapa dia harus berbohong padaku?" Emelie tersenyum miring, "itulah sebabnya aku tidak suka berteman dengan siapapun... Mereka semua sama saja... Dan sepertinya kita tidak akan pernah bisa berteman lagi. Karena aku sangat membenci seorang pembohong! Sorry, Ale. Ini salahmu... Bukan aku."


__ADS_2