Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 33


__ADS_3

.


.


Malam harinya.


"Alex...." James mendekati Alex yang baru saja keluar dari ruangannya.


"Ada apa?" Tanya Alex dengan wajah lelahnya.


"Ada sesuatu yang serius..."


Alex mengernyitkan dahinya, "serius?"


"Sepertinya ada seseorang di luar gedung kantor ini yang membuat keributan." Jelas James


"So? Apa hubungannya dengan ku? Bukankah seharusnya kamu mengatakan hal itu pada security?" Ucap Alex yang masih dengan begitu malas untuk menanggapinya.


"Tapi ini ada hubungannya dengan mu." Jawab James.


"Hubungannya dengan ku?"


"Seorang wanita datang dengan perut buncit dan mengatakan kalau dia sedang mengandung anak mu." Mendengar itu Alex tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha ha... Orang gila macam apa yang mengatakan hal seperti itu?"


"Dia benar-benar membuat keributan. Ada banyak media yang juga merekam kejadian itu. Sepertinya kamu sendiri yang baru menyelesaikannya." Jelas James.


"Sorry... Aku benar-benar tidak ada waktu untuk itu. Dan lagi, itu benar-benar cerita yang lucu. Aku bahkan sudah lebih dari lima tahun tidak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita manapun. Tapi malah justru ada berita seperti ini. Sedangkan dulu, dimana aku selalu melakukannya dengan banyak wanita, aku tidak pernah mendengar hal seperti itu terjadi. Bukankah ini benar-benar lucu?" Alex tersenyum menyeringai.


"Biarkan saja. Jangan urusi tentang itu lagi. Tidak ada gunanya. Kalau kamu punya banyak waktu, bantu aku mengerjakan semua pekerjaan ku. Dengan begitu, aku bisa segera pulang untuk makan malam bersama putri ku. Paham?"


"Tapi Alex... Bagaimana dengan nama baik mu?"


"Apa aku pernah punya nama baik?" Alex tersenyum menyeringai, "biarkan saja. Tidak ada gunanya mengurusi hal semacam itu. Hanya akan melelahkan saja. Dan untuk berita yang akan terjadi... Biarkan mommy menyelesaikannya. Kita lihat bagaimana wanita itu akan mendapatkan hukuman dari mommy. Aku rasa hidupnya akan benar-benar hancur." Alex menepuk pundak sahabatnya itu, "jangan khawatir. Kamu tahu mommy, bukan? Lucy Anderson. Siapa yang akan berani untuk membuat masalah dengannya? Bahkan dia tidak segan-segan untuk membunuh putranya sendiri jika dia memang bersalah... Apa yang akan dia lakukan pada orang lain saat dia tahu orang itu mencoba untuk membuat masalah dengan keluarganya?" Jelas Alex.


"Kamu benar." James menghela nafasnya, "justru mereka yang harus khawatir... Hidup mereka akan benar-benar berakhir sepertinya..."


"Sekarang kerjakan saja pekerjaan mu." Alex kembali masuk ke dalam ruangannya. Di ikuti oleh James yang juga masuk bersamanya.


"Alex... Tentang Emelie..." James menghentikan apa yang ingin dia tanyakan.


"Emelie? Kenapa kamu bertanya?" Alex mengernyitkan alisnya, "jangan bilang kalau... Kamu menyukainya?"


"A-a-apa yang kamu katakan?! Itu tidak seperti yang kamu pikirkan!" Jawab James dengan cepat dan gugup. Wajahnya tiba-tiba terlihat memerah


"Serius? Kamu suka Emelie?"


"Kamu sendiri?" Tanya James balik.


Alex tersenyum puas, "kamu tidak menyangkalnya. Itu berarti kamu memang menyukainya?"


"Jawab saja! Jangan membahas tentang perasaan ku! Karena itu tidak seperti yang kamu pikirkan!" Jawab James kesal.


"Aku? Aku mungkin lebih mengasihaninya daripada menyukainya."


"Apa maksudmu?"


Alex duduk bersandar pada kursi kerjanya, "aku melihatnya seperti Eliza... Dia seperti Eliza yang aku sakiti saat itu. Dia penuh dengan kesedihan itu. Bahkan apa yang dia rasakan mungkin jauh lebih menyakitkan dari apa yang pernah Eliza rasakan. Itu mengapa aku ingin menjadi seseorang yang akan selalu menguatkannya, melindunginya dan memberikan dia harapan..." Jawab Alex, "aku mungkin bisa di sebut menyukainya juga. Menyukainya sebagai teman atau sebagai... Entahlah. Yang jelas aku belum bisa menyukainya sebagaimana aku dulu menyukai Eliza... Itu sebabnya aku belum bisa menuruti keinginannya untuk menikahinya."


"Itu artinya kamu bisa saja akan menyukainya atau bahkan mencintainya nantinya?" Tanya James lagi.

__ADS_1


"Mungkin? Apa itu masalah untuk mu?"


James menggelengkan kepalanya, "sama sekali tidak. Aku justru senang mendengarnya. Setidaknya ada orang lain yang juga ingin melindunginya." Jawabnya, "dia mungkin terlihat kuat di luar, tapi sangat rapih di dalam..."


"Mm... Aku tahu itu." Jawab Alex, "dan dia juga masih sangat membenciku. Tapi anehnya dia ingin menikah dengan ku. Dia wanita teraneh dari yang pernah ada."


"Tapi dia sepertinya tidak memiliki niat buruk pada kalian."


"Mana mungkin dia memiliki niat buruk pada kami! Jika ada yang mengatakan hal itu, aku mungkin tidak akan segan-segan untuk membunuhnya!" Jawab Alex dengan tatapan matanya yang tajam dan begitu serius, "jika ada satu kata saja yang menjelekkan tentang Emelie, aku akan memotong lidah orang itu tanpa terkecuali!"


"Waahh! Sepertinya kamu sudah mulai menyukainya...."


"bukankah itu bagus?" Alex tersenyum lebar.


"Aku senang... Setidaknya kamu sudah mulai melangkah keluar dari kehidupan lama mu dengan kehidupan baru mu." James menepuk pundak sahabatnya dengan senyuman penuh ketulusannya, "aku senang mengetahuinya. Emelie sepertinya akan bisa membuat kehidupan mu jauh lebih berbeda dari sebelumnya... Dia akan bisa mengangkat mu dari kehidupan lama mu yang penuh dengan kesedihan dan rasa bersalah penuh penyesalan. Aku senang!"


"Jangan terlalu berlebih-lebihan... Ini belum sejauh yang kamu pikirkan." Jawab Alex, "oh iya! Aku ingat sekarang!" Alex tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya. Itu membuat James terkejut.


"Ada apa Alex?"


"Kamu... Apa kamu mengenal seorang psikiater yang handal?"


"Psikiater? Kamu depresi? Apa pekerjaan mu membuat mu stres berat?" Tanya James khawatir.


"Jangan berbicara omong kosong! Katakan saja apa kamu mengenal psikiater yang bisa di andalkan?"


"Psikiater? Sebenarnya adik ku sendiri adalah seorang psikiater..."


"Adikmu seorang wanita?" Tanya Alex memastikan


"Wanita? Kamu lupa kalau aku hanya memiliki satu adik dan itu adalah laki-laki?!" James terlihat kesal, "bisa-bisanya kamu lupa?!"


"Laki-laki? Sebaiknya jangan!"


"Jangan? Kenapa?"


"Aku tidak ingin Emelie dekat dengan pria lain..." Jawab Alex seraya mengusap tengkuknya.


"Kamu cemburu?" James tersenyum jahil. Dia sangat suka melihat ekspresi Alex saat ini.


"Cemburu? Mana mungkin! Aku hanya tidak suka jika wanita yang mengejar ku mati-matian harus menyukai orang lain!" Jawab Alex seraya kembali duduk di kursinya, "Nick bastard saja sudah cukup menyebalkan! Kenapa juga aku harus menambah orang lain yang harus aku hadapi!"


"Ha! Baiklah tuan Anderson yang cemburu..." Ucap James dengan senyuman jahilnya lagi.


"Ayolah!" Desis Alex sebal.


"Kalau begitu, apa aku harus mencari psikiater wanita?" Tanya


"Wanita... Sepertinya itu juga tidak baik. Bagaimana kalau wanita itu menyukai ku? Itu akan jauh lebih merepotkan! Emelie bisa membunuhnya!" Tolak Alex tegas


"Lalu, apa aku harus mencari wanita jadi-jadian? Atau pria setengah matang? Apa ada psikiater macam itu?!" Kali ini James yang terlihat kesal, "pria tidak boleh, wanita juga tidak boleh... Alex, kamu sedang mempermainkan ku? Kamu ingin aku menjadi semakin sibuk hanya karena aku harus mencari psikiater yang bukan wanita dan juga bukan pria? Ayolah!!!"


Alex tersenyum kaku, dia meletakkan kepalanya di meja kerjanya, "sudahlah. Tidak perlu melakukannya. Sepertinya aku sendiri yang akan menyembuhkan nya." Jawab Alex


"Menyembuhkannya? Siapa sebenarnya orang yang kamu carikan psikiater ini?"


"Rahasia!" Jawab Alex dengan senyuman lebarnya. Itu sangat jelas membuat James kesal setengah mati.


"Damn! Bisa-bisanya aku mendengarkan nya!" Gerutu James.


.

__ADS_1


.


Di luar gedung kantor perusahaan milik keluarga Anderson.


Kericuhan benar-benar terjadi. Terlihat banyak orang yang berkumpul mengelilingi seorang wanita yang sedang berlutut di depan pintu masuk gedung utama perusahaan milik keluarga Anderson.


Ada banyak orang yang juga memotretnya dan merekam kejadian itu.


"Tuan Alex Anderson... Tolong pertangungjawabkan perbuatan mu. Kini aku tengah mengandung anak mu..." Ucap wanita itu dengan sangat memelas dan penuh dengan air matanya


"Dia sangat kasihan..."


"Kenapa tidak ada yang menemuinya? Dia sepertinya sedang hamil besar."


"Orang kaya memang seperti itu. Selalu berbuat tanpa mau bertanggung jawab."


Suara ribut orang-orang yang melihatnya menjadikan tempat itu semakin ricuh dan ramai.


Broomm!


Suara mobil sport Lamborghini berwarna merah terdengar jelas. Semua orang yang berkumpul segera menghindar dari sana begitu melihat mobil itu melaju ke arah mereka.


Mobil itu berhenti tepat di sebelah wanita yang masih terduduk dengan tidak berdaya penuh dengan air matanya


Klak!


Emelie keluar dari mobilnya. Dia melepaskan kacamata hitamnya dan meletakkannya di saku kemejanya.


Orang-orang kini terus melihat ke arahnya dengan tatapan penuh ingin tahunya.


'siapa dia?'


Itu yang terlihat jelas pada tatapan mata mereka semua.


"Pengemis cinta menyedihkan dari mana ini?!" Tanya Emelie dengan tatapan matanya yang dingin.


"Miss..." Seorang security mendekatinya dan membungkuk di hadapannya, "maaf Miss. Dia sangat keras kepala."


"Oh? Keras kepala? Atau kalian yang tidak bisa melakukan pekerjaan kalian dengan baik, huh?!" Emelie menghilangkan kedua lengannya di depan dadanya, "apa kalian benar-benar tidak bisa mengusirnya?!"


"Ampun Miss... Kami tidak berani karena dia sedang hamil." Jawab security itu.


"Ha!" Emelie tertawa menyeringai, "karena orang ini hamil kalian tidak melakukan tugas kalian dengan baik? Bagaimana jika dia seorang pembunuh yang sengaja berpura-pura menjadi seorang wanita hamil agar dia bisa masuk ke dalam kantor dan membunuh Alex?! Kalian mau bertanggung jawab untuk itu?!" Security itu tampak terkejut. Dia juga terlihat sangat pucat.


"Idiot!" Desis Emelie. Dia melihat wanita dengan perut besar dan masih terduduk dengan wajah yang kini terlihat pucat.


Emelie tersenyum menyeringai seraya berjalan mendekatinya.


"Kamu tahu siapa aku?" Tanya Emelie.


Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Melihat itu Emelie tersenyum lebar.


"Lihat baik-baik wajahku. Wanita dengan wajah cantik ini adalah Emelie Kiran Brods. Wanita yang di takdirkan untuk menjadi istri kedua bagi Alex Anderson..." Ucap Emelie


Wanita itu tampak terkejut, melihat itu Emelie tersenyum semakin lebar.


"Kamu... Dekil begitu. Kau yakin Alex tertarik padamu?" Emelie mencengkeram kuat pipi wanita itu. Dia juga menatapnya dengan sangat dingin dan tajam.


"*****! Berani katakan padaku kalau anak yang ada di kandungan mu itu adalah anak Alex?"

__ADS_1


.


__ADS_2