Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 16


__ADS_3

.


.


Alex menatap punggung putrinya yang sedang berjalan menjauh darinya. Jessy memutuskan untuk kembali ke kamar hotel bersama dengan Emelie. Untuk itu Alessia juga segera mengikutinya kembali ke kamar hotel.


"Sebenarnya... Siapa dirimu?" Alex menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Tatapan matanya tajam mengarah pada Ariand yang masih berdiri di tempatnya, walaupun Emelie sudah tidak ada di sana.


"Kamu sendiri siapa?!" Tanya Ariand balik.


"Aku?" Alex menunjuk pada dirinya sendiri, "kamu tidak kenal aku?"


"Pfffftt... Alex... Sepertinya tidak semua orang mengenal mu. Walaupun sebagian dari mereka yang mengenal mu adalah orang-orang yang mengenal keburukan mu." Ucap Nick dengan tawanya.


"Shut up!" Geram Alex.


"Kamu Alex? Aku hanya mendengar orang-orang memanggil mu seperti itu." Ucap Ariand.


"Kamu benar-benar tidak mengetahui siapa aku?" Tanya Alex lagi.


"Apa aku harus? Lagu pula untuk apa, melihat bagaimana kamu dekat dengan Emelie, itu artinya kita adalah musuh atau saingan." Jawab Ariand dengan santainya.


"Ha! Aku tahu sekarang... Kenapa Emelie sangat tidak menyukai mu. Itu karena sikapmu yang songong ini!" Desis Alex geram


"Orang berilmu pengetahuan mengatakan kalau kamu harus mengenali musuh mu jauh lebih baik, agar kamu bisa tahu bagaimana cara untuk menjatuhkannya. Tapi sepertinya kamu adalah orang bodoh yang tidak mengerti hal dasar semacam itu. Jadi, tetaplah seperti itu..." Alex tersenyum menyeringai.


"Memangnya kamu penting? Sampai-sampai aku harus mengenal mu?!" Tanya Ariand sinis.


"Ha ha ha..." Nick tertawa keras, "itu sebabnya pria sampah seperti mu ini sama sekali tidak mendapatkan kesempatan kedua bahkan hanya untuk sekedar berbicara dengan Emelie. Aku yakin kamu amat sangat menyebalkan sampai-sampai Emelie benar-benar tidak ingin berbicara dengan mu."


"Benar... Dia memang sangat menyebalkan... Dia bersikap sok lemah di hadapan Emelie, tapi begitu arogan di hadapan kami. Hei bro! Sampah seperti mu benar-benar tidak pantas untuk sekedar menatap Emelie..." Alex tersenyum puas melihat ekspresi marah di wajah Ariand.


"Memangnya siapa kalian berdua, huh?! Sampai-sampai kalian berdua seperti anjing penjaganya!"


"Kami memang anjing penjaga nya. Apa sudah puas sekarang?! Kalau sudah... Enyahlah!" Jawab Nick dengan geram.


"Kalian tidak tahu siapa aku!! Tapi kalian berdua berani membuat masalah dengan ku! Kalian berdua bahkan tidak tahu seperti apa hubungan ku dengan Emelie dulu!"


"So.... What!" Jawab Alex dengan jengah, "kamu sendiri bahkan tidak tahu siapa kami sebenarnya. Dan kamu juga tidak tahu seperti apa hubungan kami dengan Emelie... Jadi, jangan sok tahu!" Alex menoyor kepala Ariand dengan keras, sampai membuat Ariand mengambil langkah mundur untuk menyeimbangkan tubuhnya.


"Kalian berdua mendekati Emelie hanya karena status kekayaan dan kekuasaan yang di milikinya, kan?"


Mendengar itu Alex dan Nick Petrovic saking menatap wajah satu sama lain, setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha ha ha..." Tawa Alex dan Nick Petrovic terdengar keras.


"Kalian berdua gila!"


"Bukan kami yang gila! Tapi kamu!" Jawab Alex. Dia menghentikan tawanya, kemudian berjalan kembali mendekati Ariand.

__ADS_1


"Siapa namamu tadi! Ariand siapa?" Tanya Alex dengan nada menghinanya. Dia juga menatap rendah pada Ariand.


"Dengarkan aku... Dia..." Alex menunjuk ke arah Nick Petrovic, "namanya Nick Petrovic..." Alex tersenyum miring saat melihat ekspresi terkejut dari Ariand


"Dia adalah bisnis man yang sangat sukses di bidang kuliner... Dan perdagangan lainnya. Namanya sangat besar! Menggema di seluruh penjuru negeri... Aku yakin jika kamu memang dari keluarga berada akan tahu siapa Nick Petrovic ini. Enterpreneur termuda dan tersukses yang namanya akan selalu di ketahui oleh siapapun yang mendengarnya."


Tap!


Nick Petrovic menepuk pundak Alex cukup keras, "dan dia adalah... Alexander Anderson... Putra satu-satunya dari pasangan lord Howard Anderson dan duchess Lucy Anderson!" Nick Petrovic dan Alex tersenyum puas melihat mata ariand yang melotot kaget setelah mendengar itu


"Apa kami perlu kekayaan dari keluarga Brods... Hanya untuk kepuasan kami?" Nick Petrovic dan Alex saling menatap satu sama lain, kemudian saling tersenyum puas


"Lihat Alex, sepertinya kamu menakutinya. Dia sangat pucat..."


"Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya memperkenalkan mu... Tapi mungkin dia seperti itu setelah mendengar ucapan mu yang memperkenalkan aku." Jawab Alex dengan santainya. Walaupun begitu dia tetap memperlihatkan senyum kepuasaan di wajahnya saat melihat Ariand yang pucat dan berkeringat dingin.


"L-ll-llo-lord Anderson? Mr. Petrovic?"


"Itu nama keluarga kami." Jawab Nick dengan cepat.


Brukk!


Ariand terlihat terduduk di pasir pantai, dia merasa kakinya benar-benar lemas untuk sekedar berdiri.


"Alex, sepertinya nama keluarga mu begitu mengerikan..." Desis Nick Petrovic.


"Bukan nama keluarga kami. Tapi dia ketakutan setelah mendengar nama duchess Lucy Anderson, dia adalah wanita yang terkenal sebagai malaikat maut. Siapapun pasti akan ketakutan setengah mati setelah mendengar namanya..." Jawab Alex


Dia memang selalu tahu kalau Alex akan mengatakan hal seperti itu tentang ibunya sendiri, tapi itu tetap terdengar lucu begitu mendengarnya langsung dari mulutnya.


"Kita kembali saja ke hotel. Kita kembali kemari nanti malam..." Ajak Nick.


"Benar. Aku juga sudah tidak ingin bermain-main dengan pria aneh ini." Jawab Alex, "dia adalah sampah yang sebenarnya... Dia pikir kita akan terkejut dan menjauhi Emelie nantinya setelah mendengar apa yang dia katakan... Dia pikir dengan mengatakan hal menjijikkan yang dia lakukan pada Emelie akan membuat kami membenci dan menjauh darinya. Dia benar-benar naif! Dia bahkan tidak mengenal ku dengan baik."


Nick mendorong punggung Alex agar dia lebih mendekat pada Ariand.


"Selesaikan dia dengan pengalaman mu tentang kehidupan yang dia banggakan, Alex. Itu akan sangat efektif untuk menghentikannya mengganggu Emelie." Ucapnya.


"Of course! It's easy!" Jawab Alex dengan senyuman miringnya.


"Kalau begitu aku tunggu di sana!" Nick menunjuk pada payung pantai yang ada tempat duduk di bawahnya.


Sementara Alex, kini dia berjongkok di hadapan Ariand, "kamu benar-benar berfikir kalau kamu menceritakan tentang hubungan mu dengan Emelie, maka kami akan menjauhinya?" Tanya Alex dengan tatapan tajamnya, "kamu benar-benar naif! Dan sangat bodoh! Kamu pikir kita ini tinggal di mana, huh?!"


Alex menjambak rambut Ariand keras, sampai Ariand terguling ke pasir pantai, "dengar... Mungkin saja, gadis yang kamu tiduri selain Emelie adalah gadis-gadis yang pernah aku tiduri sebelumnya..." Alex tersenyum menyeringai.


"Kamu bangga bisa tidur dengan banyak gadis, huh?!"


"A-a-ku..."

__ADS_1


"Diam! Aku tidak mengatakan padamu kalau kamu boleh menjawab ku!" Alex berdiri, kemudian menginjak tangan Ariand dengan keras.


"Arrrggghh!" Ariand mengerang kesakitan.


"Entah apa yang terjadi padamu dan Emelie sebelumnya adalah sesuatu yang sama sekali tidak menggangu pikiran ku. Aku juga tidak peduli dengan itu. Yang aku pedulikan adalah... Aku merasa yakin kalau kamu menyakiti Emelie dengan menjadi sok laku diantara para gadis. Kamu menyakitinya dengan berselingkuh darinya? Karena kamu tidak mengetahui siapa dia sebenarnya? Lalu, saat kamu tahu siapa dia sebenarnya... Kamu sangat menyesali semuanya... Kamu berlutut di hadapannya, namun dia sama sekali tidak ingin memaafkanmu. Apa seperti itu ceritanya?" Alex tersenyum puas begitu melihat ekspresi wajah Ariand.


"Sepertinya aku hampir tepat! Bukan begitu?"


Alex mengangkat kakinya dari tangan Ariand. Dia mengambil satu genggam pasir di tangannya, kemudian menaburkannya ke wajah Ariand.


"Argghhh!" Lagi-lagi jerit kesakitan terdengar dari mulut Ariand.


"Apa mata mu perih? Mungkin itu tidak seberapa di banding kan dengan rasa perih yang Emelie rasakan karena tindakan mu! Aku benar-benar membenci pria-pria seperti mu. Termasuk diri ku sendiri! untuk itulah... Aku tidak akan pernah membiarkan pria-pria seperti mu ini merasakan kebahagiaan... Karena kamu sama sekali tidak pantas! Jika kamu tidak memiliki seseorang yang perlu di jaga dengan penuh kasih sayang, aku sarankan untuk membunuh dirimu sendiri yang sudah sama sekali tidak berguna itu! Mengerti?!"


Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar. Setelah itu dia berjalan mendekati Nick yang sedang duduk sembari terus melihat ke arahnya.


"Ayo kita kembali ke hotel!" Ajaknya.


Nick menganggukkan kepalanya, dia beranjak dari tempat duduknya, "ayo!"


"Kamu... Kenapa kamu membantu Emelie?" Tanya Alex.


"Pertama... Aku tidak suka jika ada pria yang menyakiti seorang gadis. Ke-dua, aku melihat apa yang Eliza alami saat dia bersama mu. Itu benar-benar menyiksaku. Dan yang ketiga... Aku tidak ingin Emelie merasa terganggu dengan pikirannya... Dia benar-benar menyayangi Jessy, jika dia terus memikirkan masalah ini, aku yakin kalau dia akan mengabaikan Jessy. Pada akhirnya Jessy akan kembali kesepian tanpa kehangatan dari kasih sayang seorang ibu yang Emelie berikan padanya... Aku tidak mau itu terjadi..." Jawab Nick begitu saja.


Mendengar itu Alex tertawa kecil, "aku pikir kamu tidak akan menjawab ku." Ucapnya.


"Itu karena kamu selalu berfikir negatif tentang ku."


"Tapi kamu memang pantas untuk mendapatkannya..." Jawab Alex seraya menyikut lengan Nick.


"Waah... Otot lengan mu memang sedikit lebih besar dariku... Itu sebabnya Emelie sangat menyukainya..."


"Emelie menyukai otot lengan ku?"


"Sepertinya dia terobsesi dengan otot kekar dan sexy." Jawab Alex.


"Itu artinya aku sexy?"


Mendengar pertanyaan dari Nick, Alex merasa jengah untuk menjawabnya.


"Jadi, aku benar-benar sexy?" Tanya Nick lagi.


"Whatever!" Jawab Alex seraya berjalan dengan cepat mendahului Nick.


"Hei tunggu! Katakan lagi kalau aku sexy..." pinta Nick yang juga mempercepat langkah kaki panjangnya untuk mengejar langkah kaki Alex.


"F*ck!" Desis Alex kesal.


.

__ADS_1


.


__ADS_2