
...
"Eliza, aku mungkin akan kembali agak malam, soalnya aku harus melakukan operasi di dua tempat hari ini, aku harap kamu tidak kelelahan saat menjaga Leo" ucap Patricia saat dirinya akan berangkat ke rumah sakit tempatnya bekerja, setelah Alex dan Robert berangkat terlebih dahulu.
"Tenang saja Tris, aku pasti tidak akan kelelahan, Leo anak yang penurut dan sangat manis, dia tidak akan menyusahkan ku" jawab Eliza
"Baiklah Eliza, aku berangkat dulu, Leo jangan nakal ya?" Kata Patricia yang sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.
"Iya ma" jawab Leo.
Patricia mencium pipi Leo dan segera berangkat kerja.
Eliza dan Leo segera kembali masuk ke dalam rumah, saat Patricia sudah berangkat dengan mobilnya.
"Leo, apa yang akan kita lakukan hari ini? Tanya Eliza.
"Kita buat brownies saja aunty" jawab Leo dengan semangat.
"Iya sayang, ayo kita bikin brownies yang paliiing lezat sedunia" ajak Eliza dengan semangat yang tak kalah dari Leo.
Leo berjingkrak jingkrak kegirangan dan segera mengikuti Eliza menuju ke dapur, Eliza di bantu oleh Leo kecil mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat brownies, setelah semuanya siap, Eliza mulai menyalakan mixer dan mulai mencampur adonan brownies itu.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai Eliza memasukkan loyang yang sudah berisi adonan brownies ke oven dan segera mengatur waktunya.
"Yeeeess, aunty Eliza Leo sudah tidak sabar untuk memakannya" teriak Leo yang masih tidak sabar untuk segera memakan brownies buatannya.
"Iya sayang, tunggu ya, kita akan memakannya setelah matang, sekarang kita tunggu saja disini sambil nonton TV" ajak Eliza sembari menuntun tangan Leo dan membawanya ke depan tv dan duduk dengan tenang disana.
Eliza berdiri untuk mengambil air minum, karena dia merasa jika tenggorokannya kering, namun kepalanya tiba-tiba kembali terasa sangat sakit dan dia kembali mimisan.
Eliza terjatuh ke karpet di depan tv di depan sofa yang Leo duduki.
"Aunty Eliza, aunty kenapa?" Tanya Leo begitu khawatir.
Eliza menahan semua rasa sakitnya dan segera mengelap darah yang mengalir dari hidungnya, namun bukannya bersih, tapi justru semakin berantakan hingga ke pipinya.
"Tidak sayang, ini bukan darah, ini sirup stroberi yang tadi aunty ambil di meja dan enggak sengaja nempel di pipi aunty, Leo tenang sayang, biar aunty bersihkan dulu ya, Leo disini saja menonton TV" ucap Eliza menenangkan Leo.
Eliza berjalan dengan sangat kesulitan karena kepalanya terasa semakin sakit yang kian terasa membunuhnya.
Eliza berjalan ke dapur untuk membersihkan wajahnya yang terkena darahnya, namun tubuhnya yang terasa semakin melemah hingga dia kembali terjatuh ke lantai, namun dengan terus berjuang keras dia berusaha untuk kembali bangun agar Leo tidak panik lagi.
Eliza berjalan mendekati oven untuk melihat bagaimana brownies buatannya, dan melihatnya sudah matang, dia mengambilnya dengan menahan semua rasa sakit yang dia rasakan, dan mengambilnya untuk diberikan pada Leo.
__ADS_1
"Leo, kemari sayang, brownies buatan kita sudah matang" panggil Eliza.
Leo berlari mendekati Eliza dan tersenyum dengan mata yang berbinar-binar melihat brownies yang tadi di buatnya sudah jadi dan terlihat sangat menggiurkan.
"Aunty Leo mau brownies nya" pinta Leo sembari melompat-lompat kegirangan.
"Iya sayang, tunggu ya, aunty potong dulu" jawab Eliza.
Eliza memotong brownies itu dan memberikannya pada Leo yang sudah siap untuk memakannya.
"Makanlah, setelah makan Leo harus tidur siang, nanti aunty juga mau tidur siang, jadi kita bisa tidur bersama, okay?" Kata Eliza yang memang sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, dia sangat ingin beristirahat sejenak karena tubuhnya benar-benar sudah memanggilnya untuk beristirahat.
"Iya aunty, nanti Leo bobo sama aunty" jawab Leo sembari memasukkan potongan brownies ke mulutnya.
Eliza duduk sambil menunggu Leo menghabiskan brownies nya, dia terus menahan sakit di kepalanya yang kini sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Aunty tidak makan brownies ini?" Tanya Leo dengan mulut penuh.
"Tidak sayang, aunty masih kenyang, dan aunty sudah mengantuk" jawab Eliza yang sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi, tenaganya terasa habis setelah membuat brownies tadi yang harus berdiri terlalu lama.
"Baiklah aunty, Leo akan makan dengan cepat dan menghabiskan semuanya, supaya kita bisa cepat bobo siang" ucap Leo dengan terus memasukkan potongan brownies ke dalam mulutnya sampai semuanya habis dan mereka semua segera menuju ke kamar Leo untuk tidur.
__ADS_1
...