Oh My Lord

Oh My Lord
bab 24


__ADS_3

...


Paginya.


Eliza membuka matanya dan melihat ke sampingnya, terlihat wajah tampan suaminya masih terlelap dalam tidurnya karena kelelahan semalam lembur menggarapnya.


Perlahan Eliza menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, dia perlahan menurunkan kakinya ke lantai dan mengambil baju Alex yang tergeletak di sana.


Setelah memakainya, Eliza menuju ke kamar mandi, namun belum sampai ke kamar mandi Eliza melihat tetesan darah keluar dari hidungnya.


Eliza buru-buru ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya agar darah itu bersih dari hidungnya.


"Uhh... Kepalaku sakit" kata Eliza sembari memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut dan terasa begitu sakit"


Eliza dengan cepat kembali membersihkan sisa-sisa darah yang masih ada di bawah hidungnya hingga tidak terlihat lagi disana. Eliza dengan cepat membersihkan tubuhnya dan segera melilitkan handuk setelah dia selesai.


Kini wajah Eliza terlihat begitu pucat dan kepalanya masih terasa begitu sakit, Eliza berjalan dengan langkah gontai keluar dari kamar mandi.


Eliza beruntung karena Alex masih belum bangun dari tidurnya. Dia segera memakai pakaiannya dan menambahkan makeup di wajahnya untuk menutupi wajah pucat nya.


Eliza terkejut saat melihat Alex sudah berdiri di belakangnya, saat Eliza menatap bayangan dirinya di dalam cermin yang ada di hadapannya.


'untung saja aku sudah selesai' batin Eliza.

__ADS_1


"Pagi sayang" ucap Alex.


"Pagi juga my Lord sayang..." jawab Eliza dengan senyuman secerah mentari pagi itu.


Alex mengecup bibir Eliza sekilas dan kemudian memeluknya.


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu" ucap Alex dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Sama-sama Alex, sekarang mandilah, kamu bau" ejek Eliza sembari menutupi hidungnya seolah Alex begitu bau.


"Benarkah aku bau, kalau begitu kamu harus menikmati bau tubuhku ini sayang" jawab Alex yang kembali membawa Eliza ke atas ranjangnya.


"Alex, aku...mmm" belum sempat Eliza meminta agar Alex tidak melakukannya, Alex sudah lebih dulu menyambar bibirnya dan kembali melanjutkan permainan panas yang semalam suntuk sudah mereka lakukan.


.


"Dimana Alex dan Eliza? Mereka berdua bahkan tidak keluar semalam untuk makan malam ,dan sekarang tidak sarapan, Alex benar-benar tangguh" celoteh Robert di meja makan.


"Mereka berdua baru saja bertemu setelah sekian lama, jadi biarkan saja mereka melepaskan kerinduan mereka, lagi pula itu pilihan Eliza sendiri untuk memberikan Alex kesempatan kedua, aku hanya khawatir jika Eliza mengalami hal buruk karena penyakitnya" jawab Patricia yang begitu khawatir pada kesehatan Eliza.


"Berdoa saja semoga semuanya berjalan dengan baik, kita semua tahu jika umur Eliza sudah tidak lama lagi jika dilihat dari ilmu kedokteran, tapi kita juga punya Tuhan yang bisa merubah segalanya, yang jelas, biarkan dia merasakan kebahagiaannya sendiri, jika memang dia merasa bahagia bersama dengan Alex,kita hanya perlu ikut menjaganya" jelas Robert.


Patricia menganggukan kepalanya pada suaminya "iya kamu benar" jawabnya.

__ADS_1


Patricia dan Robert beserta Leo sudah selesai sarapan pagi, dan pintu kamar Eliza baru terbuka.


Alex dan Eliza keluar secara bersamaan, Eliza melangkah dengan malu-malu menuju ke ruang makan yang sudah ada Patricia dan keluarganya duduk disana.


"Ekhemm! Alex, apa rencana mu hari ini?" Tanya Robert pada Alex yang sudah duduk di depannya.


"Aku akan mulai membangun bisnis ku sendiri, kamu tahu aku sangat mahir dalam informasi dan teknologi, aku akan membangun bisnis ku di bidang itu, aku akan dibantu oleh James dan Gerald untuk memulainya, aku juga sudah mulai bergerak dari semalam, dan hari ini aku tinggal mengeksekusinya" jelas Alex dengan yakin dan percaya diri.


"Kamu memang memiliki darah dari Lucy Anderson dan Howard Anderson, aku yakin jika kamu akan berhasil dalam waktu singkat" ucap Robert yang sudah tidak meragukan kemampuan Alex saat melakukan sebuah bisnis.


"Terimakasih sudah mau menampung Eliza dan aku disini Robert, aku berhutang banyak padamu" kata Alex dengan sedikit merasa tidak enak pada Robert.


"Kita sahabat Alex, lagipula kamu sudah berubah, dan aku kini akan mendukung mu, selama kamu benar-benar berubah" jawab Robert Smith sembari menepuk pundak sahabatnya yang pernah salah jalan itu.


"Baiklah Alex, apa kamu mau menumpang untuk berangkat memulai bisnis mu? Jangan lama-lama, aku menunggumu di ruang tengah" tambah Robert Smith seraya berjalan menuju ke ruang tengah diikuti oleh Patricia dan Leo.


"Alex..."


"Panggil aku my Lord sayang..." Protes Alex saat Eliza kembali memanggil nama nya.


"Iya, my Lord sayang... Semoga bisnis yang akan kamu kerjakan berjalan dengan lancar sesuai dengan harapanmu" ucap Eliza dengan penuh harap.


"Iya sayang, terimakasih, aku yakin Tuhan akan mengabulkan permohonan dari istri terbaik di dunia, kamu terlalu baik, sampai-sampai malaikat akan merasa malu jika dia tidak mengabulkan doamu" jawab Alex kembali menyuapi Eliza yang juga menyuapinya secara bergantian.

__ADS_1


.


.


__ADS_2