Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 20


__ADS_3

.


"Alex... Kamu benar-benar tidak ingin menikah?" Tanya Emelie dengan suara yang lemah.


"Mm... Bukan karena aku berjanji untuk tidak menikah lagi. Tapi karena aku takut..."


"Takut? Apa yang kamu takuti?" Emelie menatap Alex dengan dalam, dia benar-benar ingin tahu apa yang ada di dalam pikiran seorang Alexander Anderson. Sampai-sampai dia takut untuk menikah lagi.


"Entah lah. Aku sendiri tidak bisa menjelaskannya. Semuanya terasa selalu seperti mimpi bagiku." Jawab Alex, "termasuk kematian Eliza. Semuanya terasa seperti mimpi yang begitu panjang dan menyakitkan... Sampai detik ini, aku tidak bisa melupakan bagaimana wajah pucat nya yang masih saja tersenyum walaupun dia sudah di ujung kehidupannya. Rasanya selalu menyakitkan... Hatiku selalu hancur berkeping-keping saat mengingatnya..." Emelie terdiam. Melihat bagaimana Alex memaksakan senyum pahitnya, dia juga bisa merasakan pahit dan sakitnya apa yang Alex rasakan saat ini


"Aku mungkin bisa merasakan juga bagaimana dulu papa ku yang merasakan hal yang sama seperti mu... Itu menyesakkan." Ucap Emelie. Dia memakan ice cream coklat miliknya, walaupun rasanya sulit untuk menelannya.


"Itu sebabnya aku takut. Aku takut aku menyakitimu atau siapapun seperti aku menyakiti Eliza. Dan aku takut... Kalau aku adalah semacam pria terkutuk yang akan membawa keburukan bagi siapapun yang menyayangi ku." Mendengar itu Emelie tertawa kecil.


"Alex... Kamu percaya hal tabu semacam itu? Kamu semacam pangeran yang di kutuk penyihir, dimana dia akan membawa keburukan bagi siapapun yang menyayangi nya? Alex... Berapa umur mu, huh?! Lima tahun? Enam tahun?"


"Aku serius Emelie!" Sungut Alex


"Aku mengerti... Sepertinya memang benar. Pangeran ini sudah di kutuk oleh penyihir, dimana dia akan membawa Nasih buruk bagi siapapun yang dekat dan menyayanginya..." Jawab Emelie.


"Jadi, bisakah kamu tidak perlu meminta ku untuk menikah dengan mu?" Tanya Alex.


Emelie menggeleng-gelengkan kepalanya, "sayangnya aku ini sangat keras kepala. Aku tidak pernah menyerah sebelum aku mendapatkan apapun yang aku inginkan... Dan aku tidak peduli bahkan jika aku harus mati karena kutukan penyihir yang di berikan padamu..." Emelie tersenyum lebar pada Alex.


Melihat itu Alex hanya bisa menghela nafasnya pasrah.


"So.... Beri aku kesempatan..." Pinta Emelie


"Aku selalu memberi kesempatan pada mu..."

__ADS_1


"Akan sangat sulit kalau kamu sama sekali tidak membuka hatimu." Emelie menepuk dada bidang Alex, "ini... Bagian dalam sini... Berikan hatimu padaku... Aku tidak ingin cintamu atau hal menjijikkan semacamnya. Cukup berikan aku status sebagai istri mu. Dan dengan begitu aku akan bisa menjadi ibu bagi Jessy yang sebenarnya... Bisa?"


"Tidak bisa untuk saat ini. Entah kapan... Itu akan terjadi, aku sendiri tidak tahu. Jadi, bisakah kita tidak perlu membahas tentang ini lagi? Aku sedikit muak." Emelie tersenyum lebar, "aku juga sangat muak karena harus terus membujuk mu." Jawabnya.


"Kalau begitu... Hentikan semuanya di sini." Ucap Alex dengan tegas


"Sure... Aku juga lelah."


Alex melihat ke arah Emelie yang sepertinya benar-benar tidak akan membicarakan tentang hal itu lagi. Walaupun itu yang dia inginkan, tapi di dalam lubuk hatinya, dia merasa sedikit kekecewaan... Hanya sedikit, bahkan sangat sangat sedikit.


"Jadi, bisakah kamu menceritakan tentang dirimu sendiri, Emelie?"


"Tentang aku? Apa yang ingin kamu ketahui dariku?" Tanya Emelie balik, "kamu tidak ingin menikah dengan ku, jadi untuk apa kamu ingin mengetahui tentang kehidupan ku?"


"Ayolah... Jangan sarkastik begitu..." Gerutu Alex.


Mendengar itu Emelie tersenyum senang, "Alex... Mempermainkan mu adalah sesuatu yang amat sangat menyenangkan..."


"Emelie... Kamu seperti ini bukan karena kamu kesal aku tidak ingin menikahimu, kan? Tapi karena kamu tidak ingin aku mengetahui apa yang terjadi padamu... Tentang masa lalu mu." Emelie terdiam. Dia juga tidak bergerak dari posisinya yang tengah memegangi sendok ice cream yang sudah siap untuk masuk ke dalam mulutnya.


Alex menarik perlahan tangan Emelie, hingga sendok berisi ice cream coklat itu masuk ke dalam mulutnya sendiri.


"Emelie... Kamu tidak percaya padaku? Walaupun aku pria yang buruk, tapi aku adalah ayah terbaik di dunia..."


"Memangnya apa yang ingin kau dengar?"


"Semuanya..." Jawab Alex, dia terlihat senang melihat bagaimana Emelie yang sepertinya akan benar-benar menceritakan semua tentang kehidupannya semasa dulu.


"Alex... Mungkin... Aku seperti Eliza. Dari satu sisi." Ucap Emelie. Tatapan matanya penuh dengan kesedihan. Walaupun begitu, kemarahannya juga terlihat jelas dalam tatapan matanya itu.

__ADS_1


Alex tidak tahu harus mengatakan apa. Melihat ekspresi wajah Emelie saat ini, rasa sesak di dadanya kembali muncul.


"Sayangnya, Eliza jauh lebih beruntung dariku... Dia sudah menikah... Dia juga bisa memiliki anaknya, dan yang paling penting adalah... Dia memiliki suami yang sudah berubah total menjadi pria yang baik... Sementara aku, aku tidak memiliki semuanya itu. Aku belum sampai menikah, aku juga tidak bisa memiliki anak ku, dan aku juga tidak bisa memiliki seorang pria yang mau berubah demi diriku. Yang aku miliki hanyalah satu... Rasa sakitku. Yang menjadikan ku memiliki kebencian terhadap orang-orang brengsek sepertinya itu." Alex melihat air mata Emelie yang terus turun membasahi pipinya.


"Emelie..." Alex dengan cepat bergerak mendekati Emelie, dengan cepat juga dia merengkuh tubuh Emelie masuk ke dalam pelukannya, "jangan di teruskan lagi. Aku sudah tahu." Ucapnya seraya mengusap lembut punggung Emelie.


"Tidak Alex. Kamu harus mendengar semuanya... Harus mendengar sesuatu yang jauh lebih membuat ku membenci pria-pria brengsek itu!!!" Ucap Emelie dengan emosi yang meledak-ledak.


Alex teringat bagaimana dia yang hampir mati di cekik oleh Emelie saat emosi Emelie mulai meledak-ledak seperti itu.


"Aku tahu... Aku sudah tahu Emelie... Jadi, stop sampai di sini dulu..." Ucap Alex dengan lembut


"Tidak Alex... Kamu tidak tahu apapun! Kamu tidak akan pernah tahu, karena kamu tidak pernah mendengar tentang para wanita yang pernah tidur dengan mu mengatakan kalau dia memiliki anak darimu! Kamu tidak pernah tahu bagaimana menghadapi wanita yang mengatakan hal seperti itu padamu!" Alex terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi melihat emosi Emelie yang sudah terus meledak-ledak seperti itu membuatnya khawatir.


"Apa yang akan kamu lakukan saat mendengar wanita yang tidur dengan mu tiba-tiba mengatakan kalau dia hamil, huh?!"


"Emelie... Benar, aku memang tidak pernah mendengar tentang hal seperti itu. Karena aku pria yang sangat brengsek! Aku selalu memakai 'pengaman' saat aku melakukan hal seperti itu dengan wanita-wanita yang tidur dengan ku. Karena itulah tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan jika mereka memiliki anak dariku." Jawab Alex, "hanya Eliza... Aku melakukannya tanpa. 'pengaman' seperti yang aku lakukan pada mereka..." Alex terus mengusap lembut punggung Emelie untuk menenangkannya.


"Kamu benar-benar brengsek Alex! Dan sangat pintar!" Emelie memukul keras lengan Alex. Dia juga tidak segan-segan mengigit keras pundak Alex.


"Ugh!" Alex meringis menahan rasa sakitnya.


"Jika... Jika saja... Jika saja kamu melakukannya tanpa memakai 'pengaman'... Dan salah satu dari mereka mengatakan jika dia memiliki anak darimu... Apa yang akan kamu lakukan, huh?!"


"Aku akan menjawabnya. Tapi bisakah kamu mendengarkannya sampai akhir? Jangan menyela ku sebelum aku menyelesaikan semua kalimat yang ingin aku katakan untuk menjawab pertanyaan darimu ini." Jawab Alex.


"Go ahead..." Ucap Emelie dengan suara yang lemah. Dia juga mengeratkan pelukannya pada Alex, meletakkan kepalanya di pundak Alex dengan nyaman.


"Aku.... Aku mungkin tetap tidak akan percaya..." Jawab Alex, "biar bagaimanapun, aku membayar mereka mahal. Kadang dengan memberikan benda mewah dan mahal pada mereka... Aku anggap itu sebagai bayaran dari service yang mereka berikan padaku. Untuk konsekuensi dari apa yang terjadi... Aku tidak ada hubungannya... Meskipun itu adalah benar-benar anak ku. Itu salah mereka sendiri... Kenapa mereka tidak memakai sesuatu yang bisa menahan terjadinya hal-hal semacam itu. Walaupun berita itu sampai ke telinga mommy Lucy dan Daddy Howard... Aku tidak yakin apa yang akan mereka lakukan, tapi bayangan ku adalah... Mereka hanya akan mengambil anak itu dan membawanya ke keluarga Anderson, jika itu benar-benar anak ku. Tapi mereka tidak akan pernah menerima ibu dari anak itu. Itu yang ingin aku katakan untuk menjawab pertanyaan darimu..." Jelas Alex panjang lebar. Entah apa yang dia harapkan, dia hanya ingin menjawab pertanyaan dari Emelie seperti yang dia pikirkan.

__ADS_1


"Kamu... Apa kamu tidak akan meminta nya menggugurkan kandungannya? Atau sengaja memberikan obat penggugur kandungan dengan sengaja di minumannya, agar kamu tidak perlu repot-repot mempertangungjawabkannya?"


Alex mengernyitkan dahinya. Dia tidak menyangka Emelie akan menanyakan hal seperti itu.


__ADS_2