Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 11


__ADS_3

.


.


Saat ini Alex dan keluarganya, beserta Nick Petrovic sedang dalam perjalanan menuju ke pantai.


Mereka menggunakan mobil keluarga yang cukup luas untuk mereka semua. Lucy menyiapkannya demi kenyamanan yang Jessy butuhkan.


"Howard duduk di samping kemudi, di mana supir keluarga mereka yang sedang mengemudikan mobilnya.


Di belakangnya ada Lucy, Alessia dan Jessy, sementara di belakangnya lagi ada Nick Petrovic, Emelie dan Alex.


"Kenapa aku harus duduk bersama kalian?!" Desis Nick.


"Aku lebih tidak ingin duduk denganmu!" Jawab Alex.


"Kalian mulai lagi!" Emelie menatap jengah pada keduanya. Dia duduk diantara dua pria yang selalu saja bertengkar saat ada kesempatan.


"Apa kalian pikir kalian anak TK, huh?!" Sungut Emelie.


"Hemph!" Alex memilih menutupi wajahnya dengan topinya, setelah itu dia memejamkan matanya. Mengingat perjalanan masih cukup jauh, dia memilih untuk beristirahat, agar sesampainya di sana, dia bisa bersenang-senang dengan Jessy dan keluarganya.


"Nick... Apa aku boleh memanggil mu seperti itu?" Tanya Emelie.


"Mm... Panggil aku sesukamu. Aku juga tidak peduli." Jawab Nick dengan acuh.


"Benar-benar pria yang dingin. Kamu dan Alex sama saja!"


"Aku sama sepertinya?! Jangan bercanda!" Nick melirik tajam ke arah Alex yang masih tidak bergerak dari posisinya.


"Kalian sama-sama dingin, keras kepala dan menyukai sat orang!" Jawab Emelie, "Eliza... Kalian sangat menyukainya. Bahkan kamu sampai saat ini sangat tidak menyukai Alex hanya karena dia, kan?"


Nick tidak mengatakan apapun. Dia memilih untuk melihat pemandangan dari jendela mobil.


"Sebenarnya kalau di pikir-pikir, kalian ini adalah taman sejati..."


"Omong kosong!!!" Ucap Nick dan Alex secara bersamaan.


Emelie tertawa kecil, "ha ha ha... Lihat! Kalian bahkan begitu kompak! Dan Alex... Kamu tidak jadi tidur?"


Alex hanya mendengus sebal.


"Dengar kalian para pria dingin... Wanita yang kalian sukai sudah tenang di alam sana. Akan jauh lebih baik kalian hanya perlu mengenangnya dengan hati kalian. Tidak perlu dengan saling memusuhi satu sama lain hanya karena apa yang terjadi padanya. Apa kalian pikir Eliza akan senang dengan itu?" Emelie tersenyum miris pada dua pria di sebelahnya.


"Kalian berdua menyakitinya saat kalian bermusuhan seperti ini! Dia tidak akan suka melihat suaminya dan sahabatnya saling membenci seperti yang kalian lakukan itu!" Ucap Emelie lagi, "intinya, Nick salah, dan Alex juga salah. Kalian berdua sama-sama dalam posisi yang salah! jadi, tidak perlu menyalahkan orang lain untuk itu. Dan sudahi kekanak-kanakan kalian itu!"


Mendengar itu Lucy tersenyum puas. Begitu juga dengan Howard.


Sedangkan Alessia hanya terus mendengarkan mereka bertiga. Dia juga terus fokus menjaga Jessy yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Aku tidak memusuhi Alex. Hanya saja aku tidak suka dengannya... Itu saja." Ucap Nick.


"Dia pikir aku begitu menyukainya!" Desis Alex sebal


"Kenapa kamu tidak menyukainya? Apa karena kamu pikir dia penyebab kematian Eliza?" Tanya Emelie.


Nick Petrovic menggelengkan kepalanya, "bukan karena itu." Jawabnya

__ADS_1


"Lalu?"


Nick belum menjawabnya, dia masih terdiam tanpa kata. Padahal Alex juga sangat ingin mendengar apa yang menjadi alasan utama Nick masih tidak bisa menyukainya.


"Masa lalunya..." Jawab Nick.


"Itu hanya masa lalu... Siapapun punya masa lalu yang buruk..." Ucap Emelie.


Nick tersenyum miring, "buruk bukan berarti menjijikkan!" Di waktu yang bersamaan, Nick dan Alex sama-sama mengepalkan tangan mereka, "aku tidak pernah menyalahkannya karena kematian Eliza. Aku tidak menyukainya karena dia adalah orang yang terus menyiksa perasaan Eliza dengan kejamnya. Mereka yang memaksa Eliza masuk ke dalam keluarga mereka, tapi mereka juga yang memperlakukan Eliza seperti sampah! Rasa sakit itu yang masih tidak bisa aku lupakan..."


"I see..." Emelie menghela nafasnya.


Dia melihat ke arah kaca rear-view, melihat bagaimana Lucy yang terlihat menggeretak-kan gigi-giginya menahan kemarahannya pada dirinya.


"Tetap saja, itu adalah masa lalu... Maaf sekarang adalah sekarang. Masa lalu adalah masa lalu... Walaupun kamu benar, jika akan lebih baik di ingat sebagai seseorang dengan berlatar belakang miskin, dari pada menjijikkan... Tapi tetap saja itu adalah masa lalu... Waktu akan perlahan-lahan menghapusnya. Jadi, akan lebih baik kalau kamu mempersiapkan diri mu untuk hidup dengan memeluk masa depan." Ucap Emelie.


"Berbicara memang mudah... Menjalaninya amat sangat sulit... Bukan berarti aku tidak pernah mencobanya... Aku mencobanya berkali-kali, tapi tetap saja, saat melihatnya... Kemarahan dan rasa sakitku kembali terasa. Dan itu benar-benar menyesakkan!" Jawab Nick. Dia melirik tajam pada Alex yang masih terdiam tanpa mengatakan apapun sejak tadi.


"Kalau seperti itu kasusnya, kamu harus mencobanya lebih keras lagi..." Jawab Emelie.


"Kamu belum pernah mengalami rasa menyesakkan seperti yang aku alami... Dan rasa bersalah yang dalam, juga rasa penyesalan yang menyakitkan..." Emelie tersenyum kecut.


"Aku bukan anak kemarin sore... Aku sudah hidup setidaknya hampir dua puluh lima tahun, sudah cukup banyak aku mengalami hal serupa itu. Bahkan mungkin jauh lebih menyakitkan dan menyesakkan. Karena aku mengalaminya sendiri... Bukan seperti mu yang hanya merasakan simpati untuk orang lain!" Emelie memaksakan senyumnya, "jangan menyinggung ku tentang perasaan yang aku alami... Karena kamu tidak pernah tahu apa yang orang lain rasakan dan alami selama hidupnya..." Emelie menepuk pundak Nick dan Alex secara bersamaan.


"Jessy mulai mengerti tentang pembicaraan kalian berdua... Ku harap dia tidak akan salah paham nantinya. Jadi, aku tidak berharap kalian berdua akan terus seperti ini, sampai pada akhirnya kalian berdua-lah yang menyakiti Jessy karena sikap kekanakan kalian! Setidaknya jika kalian ada di hadapan Jessy. Sisanya aku tidak peduli jika kalian berakhir dengan saling membunuh satu sama lain... Kalian mengerti?!" Emelie mencengkram keras pundak Nick dan Alex. Sampai dua pria di sebelahnya itu meringis menahan sakit.


"Coba saja jika kalian berani beradu mulut di depan Jessy! Aku sendiri yang akan mematahkan leher kalian berdua!" Ancam Emelie dengan sangat serius.


Plokk! Plokk! Plokkk!


Lucy bertepuk tangan setelah Emelie menyelesaikan kalimatnya.


Mendengar itu Alessia tersenyum lebar, dia melihat ke belakang, dimana Emelie duduk di apit oleh dua pria tampan.


'miss Emelie benar-benar luar biasa... Bahkan untuk seorang wanita seperti ku, dia bisa menggerakkan hatiku... Dia sepertinya adalah reinkarnasi dari seorang Dewi...' ucapannya dalam hatinya


Nick melemparkan senyuman tipis pada Alessia yang masih melihat ke arah belakang.


Melihat itu, Alessia segera kembali memutar kepalanya untuk melihat ke depan.


'apa itu tadi... Kenapa dia tersenyum padaku? Jantungku.... Rasanya mau lepas!' Alessia memegangi dadanya yang berdegup kencang. Wajahnya juga memerah seketika.


"Jadi, aunty Lucy sudah pasti akan memberikan doa restu, kalau aku menikah dengan Alex, kan?"


"Emelie! Jangan mulai!" Desis Alex dengan malas, dia kembali menutupi wajahnya dengan topinya untuk kembali memejamkan matanya.


"Aunty selalu mendukung mu, sayang!" Jawab Lucy.


"Apa Alex menolak mu?" Tanya Nick.


"Dia tidak menolak ku. Dia hanya tidak ingin menikah lagi. Itu katanya..." Nick melihat ke arah Alex yang sepertinya benar-benar tertidur kali ini.


"Mungkin dia pernah berjanji untuk tidak menikah lagi." Ujar Nick.


"Bagaimana bisa dia berjanji tentang hal seperti itu!" Sungut Emelie, dia menarik lengan kaos panjang Alex agar Alex kembali membuka matanya.


"Ada apa lagi?!" Sungutnya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar berjanji untuk tidak menikah lagi?" Tanya Emelie dengan begitu penasaran.


"Tidak... Aku tidak berjanji seperti itu. Hanya saja aku tidak ingin menikah lagi..." Jawab Alex seraya kembali menutupi wajahnya dengan topinya.


"Dia tidak berjanji, tapi dia tidak ingin menikah lagi... Itu artinya aku masih memiliki kesempatan untuk bisa menikah dengannya, kan?" Emelie menatap Nick dengan penuh harap.


"Mungkin..." Jawab Nick singkat, namun setelah itu dia kembali membuka mulutnya untuk menanyakan sesuatu.


"Apa kamu begitu mencintainya?"


"Apa?! Cinta?! Jangan mengatakan hal menggelikan seperti itu!" Jawab Emelie. Dia bergidik ngeri sambil mengusap lengannya yang merinding, "lihat! Aku sampai merinding!" Emelie menunjukkan lengannya pada Nick.


"Lalu, kenapa kamu ingin menikah dengannya, padahal kamu tidak mencintainya? Apa karena status sosial? Tapi... Kamu adalah Emelie Kiran Brods... Kamu tidak membutuhkan itu. Lalu, apa alasannya?" Emelie tersenyum lebar.


"Memang... Pria bermartabat selalu pintar..."


"Kamu pikir aku tidak bermartabat?!" Desis Alex yang kembali menarik topinya dari wajahnya.


"Wow! Kenapa dia marah? Apa mungkin karena dia merasa tidak pintar, jadi dia tersinggung dengan kata-kata ku?" Tanya Emelie pada Nick. Dia menatap Nick dan mengabaikan Alex yang seolah-olah tidak terlihat.


"Mungkin... Dia memang memiliki temperamen yang cukup unik..." Jawab Nick.


"Kalian berdua memang sangat cocok!" Gerutu Alex seraya kembali memasang topinya untuk menutupi wajahnya.


Emelie tertawa geli, "dia benar-benar pemarah... Itu sebabnya aku sangat suka membuatnya kesal seperti itu." Ucapnya dengan berbisik, namun keras. Sengaja agar Alex semakin kesal.


"Hemmph!" Dengus Alex jengah.


"Jadi, apa alasan mu ingin menikah dengannya?" Tanya Nick mengembalikan percakapan sebelumnya.


"My princess Jessy..." Jawab Emelie, "karena aku tidak ingin dia besar tanpa seorang ibu..."


"Oh... Aku mengerti." Nick tersenyum pada Emelie, "kamu jauh lebih baik dari yang aku bayangkan..."


"Aku selalu mendengar itu. Aku memang selalu melebihi ekspektasi seseorang..." Jawab Emelie dengan nada sombongnya.


"Dia mulai lagi!" Desis Alex.


"Tidurlah! Jangan mengganggu percakapan kami! Orang sepertimu tidak akan mengerti apa yang kami bicarakan..." Emelie membernarkan topi Alex agar menutupi wajahnya dengan sempurna, "Jangan berisik lagi!"


"Bagaimana bisa kamu hidup dengan seseorang yang tidak kamu cintai?" Tanya Nick lagi.


"Aku mencintai Jessy. Aku akan hidup bahagia dengannya selamanya. Dan untuk Alex... Aku tidak membutuhkannya setelah kami menikah. Mungkin aku akan menjualnya. Apa kamu mau membelinya? Aku akan memberi mu diskon... 99 %! Maaf, aku tidak bisa memberikan mu diskon 100 %, wajahnya cukup berharga untuk menakuti tikus di loteng rumah mu..."


Mendengar itu Lucy dan Howard tertawa terbahak-bahak. Walaupun Emelie terus mengatakan sesuatu yang mengejek putranya, tapi semuanya itu hanyalah humor yang memang selalu dia katakan. Jadi mereka sama sekali tidak pernah merasa jika itu salah.


Tapi apa yang dia dengar barusan...


Itu benar-benar menggelikan.


Bahkan supir pribadi mereka dan Alessia juga ikut tertawa.


"Astaga Emelie... Kamu benar-benar membuat Alex tidak berdaya sama sekali..." ucap Lucy masih dengan tawanya.


"Emelie!!!" Alex menutupi mulut Emelie dengan tangannya, "jangan bicara apapun lagi! Segala sesuatu yang keluar dari mulut mu itu benar-benar menjengkelkan!"


Nick tersenyum melihat bagaimana Alex dan Emelie yang begitu dekat.

__ADS_1


'sebenarnya apa atau bagaimana hubungan mereka berdua ini? mereka dekat, tapi bukan kekasih... Mereka juga jelas bukan musuh. Dan mereka juga bukan teman. Lalu apa kata-kata yang tepat untuk hubungan mereka berdua ini?'


.


__ADS_2