Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 8


__ADS_3

.


.


Keesokan harinya.


"Miss Emelie..."


Emelie menghentikan tangannya yang hendak menekan bel pintu rumah keluarga Anderson.


"Oh. Kamu Ale, kan?"


Alessia tersenyum ramah. Dia berjalan mendekati Emelie yang berdiri di depan pintu.


"Lord Anderson muda mengatakan kalau Miss Emelie akan datang pagi-pagi buta. Dan saya di perintahkan untuk menyambut kedatangan Miss Emelie." Jawab Alessia, dia datang tepat waktu sebelum Emelie datang ke rumah keluarga Anderson.


"Alex bastard! Dia benar-benar tidak ingin di ganggu!" Desis Emelie, "padahal aku sengaja datang jam 3 dini hari agar aku bisa membuatnya kesal setengah mati. Sayang sekali..."


"Miss... Ayo masuk." Alessia membukakan pintu untuk Emelie, "nyonya Anderson dan Lord Anderson senior masih terlelap. Kalau Miss Emelie menekan bel pintu, mereka akan sedikit terganggu. Maaf Miss... Saya tidak bermaksud untuk melewati batas..."


Emelie tersenyum lebar, "santai saja. Aunty Lucy dan uncle Howard tidak akan pernah marah pada ku. Tapi kamu memang benar. Aku tidak seharusnya mengganggu mereka beristirahat hanya karena aku ingin mengerjai Alex." Jawab Emelie seraya berjalan masuk mengikuti langkah kaki Alessia.


"Saya buatkan teh hangat dulu, Miss."


"Tidak perlu. Aku ingin ke kamar Jessy. Aku juga akan kembali tidur. Jadi, kamu juga harus beristirahat. Aku yakin kamu sangat mengantuk karena harus terbangun dini hari hanya untuk menyambut kedatangan ku." Ucap Emelie, dia merasa sangat bersalah padanya.


"Kalau begitu saya akan ke dapur sekarang. Ada banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan... Dan Miss Emelie tidak perlu merasa bersalah. Saya sudah terbiasa bangun jam tiga dini hari untuk bekerja..." Jawab Alessia


"Terimakasih banyak, Ale."


"Sama-sama, Miss." Alessia membungkukkan sedikit badannya sebelum dia berjalan ke arah dapur.


Sementara Emelie, dia segera berjalan dengan cepat menuju ke kamar Jessy.


Dia membuka pintu kamar dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat Jessy terbangun.


"Uh?! Kenapa juga Alex ada di sini?!" Desis Emelie, dia menatap malas ke arah Alex yang sedang tidur sambil memeluk Jessy.


"Haissshh... Menyebalkan sekali!" Emelie melepaskan sweater rajut miliknya, kemudian bergerak naik ke atas tempat tidur Jessy. Dia tidur di sebelah kiri Jessy, di mana Alex berada di sebelah kanan Jessy.


"Selamat tidur, my princess." Emelie tersenyum lebar melihat Jessy yang begitu menggemaskan saat dia tidur. Setelah itu dia mulai memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya yang tadi dia hentikan dengan paksa hanya karena agar dia bisa sampai di rumah keluarga Anderson secepat mungkin.


.


.


Beberapa jam kemudian.


"Uhm?" Jessy mengucek matanya saat dia bangun dari tidurnya.


"Aunty Emelie..." Jessy mengernyitkan dahinya, dia tampak kebingungan melihat Emelie ada di sebelahnya saat dia terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Miss Jessy..." Alessia memanggil Jessy dengan suara berbisik pelan.


"Ale..."


"Shhhh..." Alessia meletakkan jari telunjuknya di bibirnya. Mengisyaratkan pada Jessy agar tidak mengatakan apapun lagi.


Dengan langkah pelan dan ringan, Alessia berjalan mendekati tempat tidur Jessy, kemudian mengangkat tubuh mungil Jessy dari tempat tidurnya.


"Aunty Emelie, kenapa dia ada di cini?" Tanya Jessy.


"Miss Emelie akan ikut pergi ke pantai dengan Miss Jessy." Jawab Alessia dengan senyuman lebarnya.


"Yeee...." Jessy terlihat begitu senang.


"Miss... Kita keluar dari sini ya? Jangan sampai Miss Emelie dan Daddy Miss Jessy bangun." Ucap Alessia masih dengan suara yang berbisik.


Dia melirik ke arah Alex yang masih terlelap dalam tidurnya.


'Lord Alex Anderson... Dia sangat terkenal sebagai seorang pria berdarah dingin. Dia selalu membuat orang-orang ketakutan setengah mati hanya karena berbicara dengannya. Aura nya sangat kuat sebagai seorang pemimpin. Tapi saat tertidur dia terlihat begitu lemah dan sangat lembut, dia memiliki bulu mata yang panjang dan sangat lentik. Bahkan wanita saja kalah dengan nya. Kulitnya juga putih dan sepertinya sangat halus. Dan bibirnya... Aku ingin tahu berapa wanita yang pernah merasakannya... Bagaimana rasanya...'


Takkk!


Alessia memukul kepalanya sendiri saat pemikiran seperti itu muncul begitu saja di dalam otaknya.


"Ale? Kenapa?" Tanya Jessy kebingungan.


"Oh... Itu bukan apa-apa, Miss. Hanya saja, Miss Emelie sangat serasi dengan lord Anderson... Dia sangat cantik..."


"Apa lagi Miss Jessy. Miss Jessy adalah yang tercantik di seluruh dunia ini!" Jawab Alessia seraya berjalan keluar dari kamar jesssy, membawa Jessy bersamanya.


Beberapa saat setelah Jessy dan Alessia keluar dari kamar Jessy, Alex terbangun dari tidurnya. Dia terkejut saat merasakan seseorang yang sepertinya sedang memeluknya.


"Uh! Emelie?!" Alex terkejut saat melihat Emelie yang ternyata sedang tertidur di ranjang yang sama dengannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, Emelie kini tengah memeluknya dalam tidurnya.


"Bagaimana bisa dia ada di sini? Apa dia benar-benar datang pagi-pagi buta?" Tanya Alex pada dirinya sendiri.


Alex melihat jam weker yang ada di dekatnya, "jam tujuh lebih lima menit..." Alex menghela nafasnya, dia melirik ke arah Emelie yang masih terlelap dalam tidurnya dengan terus memeluknya.


"Dia hanyalah seorang wanita yang lemah seperti Eliza. Itu sebabnya aku tidak pernah bisa marah padanya... Dia bertingkah sok kuat di depan ku, karena dia memiliki masa lalu yang gelap karena pria seperti ku." Alex perlahan-lahan menggerakkan tangannya, menyentuhnya pipi Emelie dengan lembut.


"Pria bodoh mana yang meninggalkannya?!" Gumam Alex, "dia termasuk kategori wanita cantik yang memiliki banyak harta kekayaan dan nama baik, mengingat ayahnya adalah termasuk seorang bangsawan... Bagaimana bisa seseorang meninggalkannya... Dia pasti pria yang benar-benar bodoh! Sampai membuat wanita sepertinya menjadi begitu menyedihkan."


"Seperti kamu Alex... Kamu juga sangat bodoh! Kamu memiliki istri yang sangat cantik dan bersih, tapi kamu justru bermain dengan ****** di hadapannya... Dia justru wanita yang paling tepat di sebut sebagai wanita yang menyedihkan..." Emelie tersenyum tipis seraya mengeratkan pelukannya.


"Kamu sudah bangun ternyata..."


"Tidak juga... Aku terbangun saat kamu menyentuh wajah ku." Jawab Emelie yang masih memeluk Alex dengan erat.


"Emelie... Jujur saja padaku, kalau kamu sebenarnya menyukai ku. Iya kan?" Emelie mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan Alex yang juga sedang menatapnya.


"Bagaimana menurutmu, Alex? Apa aku terlihat begitu menyukai mu?" Tanya Emelie balik. Dia tersenyum manis pada Alex yang masih terus menatapnya.

__ADS_1


"Bangunlah.... Jessy sepertinya sudah bangun." Alex segera melepaskan diri dari pelukan Emelie, namun Emelie menahannya tetap berada dalam pelukannya.


"Alex... Aku ingin merasakannya." Ucapnya.


"Huh? Apa yang ingin kamu rasakan?"


"Bibirmu..."


Alex tersenyum menyeringai.


"Jadi, kamu mengakuinya kalau kamu menyukai ku, huh?!"


"Mungkin aku mulai menyukai mu. Bagaimana menurutmu?" Jawab Emelie seraya menggerakkan tangannya menyentuh dada bidang Alex yang terbuka.


"Emelie... Jangan bercanda lagi!" Alex melompat menjauh dari Emelie dengan cepat.


"Ha ha ha ha..." Emelie tertawa terbahak-bahak, "Alex... Apa aktingku sangat buruk?" Tanya Emelie dengan tawanya.


"Sangat buruk! Aku ketakutan saat merasakan sentuhan tangan mu!" Jawab Alex, dia bergidik ngeri seraya memperlihatkan lengannya, "lihat! Aku merinding!"


"Tapi aku benar-benar ingin merasakan bibirmu, Alex." Ucap Emelie seraya bergerak turun dari tempat tidur, dia berjalan mendekati Alex yang berdiri tidak jauh darinya, "kamu ketakutan saat seorang gadis ingin menyentuh mu? Bukankah dulu kamu sangat menyukai hal seperti ini, monster kelamin?!"


"Monster kelamin?!" Alex tidak percaya, kalau Emelie akan mengatakan hal seperti itu padanya.


"Apa lagi sebutan yang pantas untukmu, huh?!"


"Haissshh... Bukankah seharusnya kamu bersikap baik agar aku bisa menikahimu? Kenapa kamu justru seperti ini, padahal kamu sangat ingin menjadi istri ku?!" Sungut Alex seraya memegangi pundak Emelie yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya.


"Entahlah... Mungkin karena sangat menyenangkan bersikap seperti ini padamu." Jawab Emelie dengan malas.


Alex hanya menghembuskan nafasnya dengan pasrah.


"Mandilah! Setelah itu kita akan sarapan pagi bersama." Ucapnya.


"Apa kita akan mandi bersama?" Tanya Emelie seraya kembali mulai bergerak meraba dada bidang Alex.


Alex hanya menatapnya dengan malas. Sementara Emelie justru sepertinya sangat menikmatinya mempermainkannya seperti itu.


Cup!


Alex mencium kening Emelie sekilas. Setelah itu dia tersenyum begitu manis, "pagi ini kening mu, sang hari nanti pipi mu, dan saat malam hari nanti, aku akan mencium bibir mu..." Ucapnya.


Wajah Emelie memerah seketika, dia menyentuh keningnya dengan tangannya, dimana Alex menciumnya tadi.


"Not bad! Buat aku menyukai mu lebih dari ini, Alex..."


"Itu tugas mu, Emelie. Bukan aku. Karena kamu yang ingin menikah dengan ku sejak awal." Alex tersenyum miring, setelah itu dia berjalan keluar dari kamar Jessy.


"Pria ini lebih berbahaya dari yang kuduga... Dia juga sangat manis..." Emelie tersenyum sembari terus memegangi keningnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2