
...
Tidak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka, dan Patricia keluar dari dalam ruangan itu bersama tim dokternya.
"Tris, bagaimana keadaan eliza?" Tanya Alex yang segera berlari menghampiri Patricia begitu pintu terbuka.
"Anakmu sudah kami keluarkan melalui operasi Caesar, dan dia baik-baik saja, dan kami juga sudah memberikan vaksin yang akan membuatnya tidak akan pernah menderita penyakit seperti ibunya" jelas Patricia.
"Lalu bagaimana dengan Eliza Tris?" Tanya Alex lagi pada Patricia yang justru menjawabnya dengan air matanya.
"Masuklah Alex, dia ingin bertemu dengan mu" jawab Patricia sembari menyeka air matanya.
Alex segera berlari untuk menemui Eliza yang sedari tadi begitu dipikirannya.
Alex melihat Eliza masih terbaring lemah diatas ranjang pasiennya, dia terlihat begitu pucat dan sangat lemah.
Alex menahan air matanya yang terus saja membasahi wajahnya walaupun dia terus berusaha untuk menahannya.
Eliza tersenyum lemah pada Alex yang sudah berdiri di sebelah tubuhnya yang terbaring lemah.
"My Lord sayang...." Panggil Eliza dengan suara yang terdengar sangat lemah dan bahkan sudah tidak bisa terdengar dengan jelas.
"Sayang..." Jawab Alex yang sudah tidak bisa lagi menahan dirinya untuk menangis dan memeluk tubuh lemah istrinya yang kini terbaring tidak berdaya.
Alex terus menangis sampai sesenggukan di pelukan hangat dari tubuh Eliza yang sudah semakin lemah.
"Jangan menangis, kamu bahkan belum memberikan putri kita nama" ucap Eliza yang terus memaksakan senyumnya.
Alex melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Eliza yang kini sudah semakin pucat.
"Kamu yang berhak memberikan dia nama sayang, kamu yang mengandungnya dan mengorbankan nyawamu untuknya" jawab Alex dengan tangisannya yang terus mengiringinya.
"Aku hanya akan memanggilnya Jessy, kamu bebas memberikan nama untuknya" ucap Eliza dengan berusaha untuk tetap mengatur nafasnya yang mulai melemah.
"Aku juga akan memanggilnya Jessy, Jasseline Anderson itulah namanya" jawab Alex yang masih dengan tangisannya
"My Lord sayang, aku punya satu permintaan" ucap Eliza dengan suara yang terdengar semakin lemah.
"Apapun sayang, bahkan seribu permintaan sekalipun, aku akan mengabulkan nya" jawab Alex.
"Aku hanya ingin, jika sudah dewasa nanti, Jessy harus menjadi istri dari Leo, karena aku berhutang banyak pada keluarganya" pinta Eliza.
__ADS_1
Alex dengan cepat mengangguki permintaan Eliza, dia menggenggam tangan Eliza dengan erat, mengecupnya dan sama sekali tidak ingin melepaskannya.
"My Lord sayang, aku sangat mencintaimu, dan aku juga tahu jika kamu juga mencintai ku, aku yakin jika kamu akan menjaga putri kita dengan baik" ucap Eliza yang terdengar begitu lemah, dan bahkan matanya sudah terlihat begitu berat untuk terbuka.
Bibirnya yang pucat dan matanya yang sayu, bahkan terlihat begitu lemah, Alex tidak kuat lagi untuk melihat keadaan Eliza yang seperti itu.
Tangis Alex kembali terdengar begitu kencang, hingga semua keluarganya memasuki ruangan itu.
Alex memeluk tubuh Eliza yang sudah tidak bisa lagi bergerak, dia hanya bisa mendengar kata-kata terakhir yang Eliza ucapkan dengan sangat lemah di pelukannya sebelum akhirnya dia menutup matanya untuk selamanya.
"Aku mencintaimu my Lord sayang... Alex, aku sangat bahagia bisa hidup bersamamu, selamat tinggal my Lord sayang...."
"Eliza... Bangun sayang, Eliza jangan tinggalkan aku, Eliza...hiks" tangis Alex menggema mengisi seluruh sudut ruangan itu.
"Eliza... Za... Aku mohon sayang, bangun... Aku janji aku tidak akan pernah mengecewakanmu, aku akan membahagiakanmu seumur hidupku Eliza, hiks... Uaaaa.... Bangun sayang...." Jerit tangis kesedihan Alex menggema terdengar begitu menyakitkan seluruh hati orang yang mendengarnya.
Begitu dalam kesedihannya saat ini, orang yang dia cintai, dan orang yang bisa membuatnya berubah menjadi lebih baik, orang yang selalu menjadi cahaya bagi kegelapannya, orang yang selalu dia ingat namanya disetiap tarikan nafasnya, dan orang yang selalu membuatnya tersenyum kini sudah pergi begitu jauh meninggalkannya dan tidak akan pernah bisa kembali lagi.
"Sudah sayang, dia sudah tenang, dia sudah tidak perlu lagi merasakan sakit setiap hari,dia sudah bahagia sayang, kamu harus kuat sayang" ucap Lucy yang juga wajahnya dipenuhi oleh air matanya.
Lucy memeluk tubuh putranya yang masih terus memeluk tubuh Eliza yang sudah tidak akan bisa bangun lagi.
"Mom, dia meninggalkan ku, dia pergi begitu saja, dia bahkan meninggalkan putri kami, mom dia harus kembali, dia harus bertanggung jawab untuk semua ini... Mommy, panggil dia agar kembali lagi kesini, aku yakin dia akan mendengarkan mommy, Alex mohon mom, panggil dia untuk kembali..." Tangis Alex yang kini bersimpuh di hadapan Lucy Anderson sembari memeluk kakinya.
"Mommy, tolong Alex mom, Alex mohon kali ini saja mom, Alex mohon mommy... Panggil Eliza agar dia kembali padaku mom, Alex mohon, mommy..." Pinta Alex yang masih diiringi dengan tangisannya.
"Mommy, Alex mohon mom..." Tangis Alex yang terus terdengar semakin memilukan, begitu menyayat hati semuanya.
Patricia segera mengambil tindakan, saat Alex mulai hilang kendali, Robert dan Nick menjaga Alex yang terus menggoyangkan tubuh Eliza agar segera bangun dan kembali padanya. Patricia menyuntikkan obat bius pada lengan Alex dan tidak lama setelah itu Alex tertidur pulas dengan air matanya yang terus mengalir ke pipinya membasahi seluruh wajahnya.
------------
Seminggu kemudian.
"Jessy, ayo kita minum susu, ayah sudah membuatkanmu, dan ini sangat enak" ucap Alex pada putrinya yang sedang berada dalam dekapannya, menggerakkan tangannya dan menatapnya.
Baby Jessy menyusu begitu kuat pada botol dot yang Alex berikan, sampai isi dari botol itu habis dalam sekejap.
"Putri ayah sangat pintar, ayah yakin jika ibumu sangat senang sekarang melihatmu seperti ini" ucap Alex pada bayi kecilnya.
Alex menatap wajah baby Jessy yang begitu mirip dengannya, dan bahkan tidak mirip sedikitpun dengan Eliza.
__ADS_1
"Sayang, ibumu sangat menyayangi ayah, dia bahkan memberikan seorang putri yang sangat mirip denganku, kamu harus cepat besar sayang, karena ibumu juga sudah menyiapkan pernikahan untuk mu, dia sangat menyayangi kita bukan? Tapi dia begitu bodoh, karena lebih memilih untuk pergi meninggalkan kita berdua disini, bukankah dia sangat bodoh?" Tanya Alex lagi pada putrinya yang masih dalam gendongannya.
"Walaupun bodoh, tapi dia adalah yang terbaik di dunia ini, jadi kamu harus bangga padanya, walaupun dia sudah meninggalkan kita, tapi aku pastikan, jika kamu tidak akan pernah merasakan kehilangannya, karena aku yang akan menjadi ayah sekaligus ibu bagimu, ayah sangat menyayanginya, dan tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya selamanya" ucapnya lagi.
"Jessy! Uncle Alex...!" Panggil pria kecil yang merupakan calon suami Jessy.
"Iya Leo, ada apa?" Tanya Alex.
"Uncle, Leo mau main sama baby Jessy" jawab Leo dengan wajah yang berbinar-binar.
Alex meletakkan Jessy di box bayi nya dan membiarkan Leo bermain bersamanya.
"Leo, jika sudah besar nanti, kamu harus selalu menjaga Jessy dan jangan pernah menyakitinya, karena kalau kamu sampai menyakitinya atau bahkan siapapun berani membuatnya menangis maka uncle Alex pastikan, jika uncle Alex akan memusnahkan orang itu segera, mengerti?" Kata Alex pada Leo kecil.
"Iya uncle, Leo pasti jagain baby Jessy, terus Leo juga bakalan sayang sama baby Jessy" jawab Leo begitu tulus.
"Baiklah, uncle pegang kata-katamu, seorang pria harus menepati kata-katanya" ucap Alex lagi.
"Iya uncle Leo janji, jika sudah besar nanti akan selalu menjaga baby Jessy dan melindunginya, Leo juga akan menyayanginya" jawab Leo dengan semangat.
"Bagus, uncle bangga padamu" ucap Alex sembari mengusap puncak kepala Leo yang sedang mengajak baby Jessy untuk berbicara dengannya.
Alex menatap jauh keluar jendela kaca yang begitu besar di kamarnya, dan tersenyum manis pada apa yang dilihatnya.
"Aku akan memberikan seluruh hidupku untuk putri kita sayang, dan untuk keluarganya kelak, aku berjanji padamu, akan selalu ada untuknya dan memberikan segalanya untuk kebahagiaannya. Aku sangat mencintaimu Eliza, your lovely Lord Alex Anderson akan selalu menantikan saat-saat kita bisa bersama kembali di surga nanti, jika aku sudah menyelesaikan semua tugasku di dunia ini, tunggu aku sayang...." Batin Alex.
.
.
.
**THE END**
----------------
yeeeess... akhirnya selesai juga mini series nya ayah Alex Anderson 😍
ini novel iseng Author, semoga pada suka 😁
jangan lupa tap jempolnya 😉
__ADS_1
yang mau atau belum baca Jessy dan leo besar ada di judul 'my only one' ya kak...😉
terimakasih bye-bye 😘