Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 24


__ADS_3

.


.


Tappp!


Emelie terkejut saat merasakan tangan seseorang yang tiba-tiba menyentuh pundaknya.


"Oh! ****!" Emelie menghela nafasnya lega, saat dia melihat Nick Petrovic yang ternyata ada di belakangnya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, huh?" Tanya Nick.


Emelie tersenyum miring, "sesuatu yang sangat menarik. Yang sudah sangat lama tidak pernah aku lakukan..." Jawab Emelie yang masih memperlihatkan senyum miringnya.


"Apa itu sesuatu yang berbahaya?"


"Tidak juga... Ini hanya tentang bagaimana cara menyelesaikan sesuatu masalah yang di ciptakan oleh seseorang yang tidak tahu diri." Jawab Emelie seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Tatapan matanya begitu dingin. Tidak seperti biasanya yang selalu penuh kehangatan, walaupun selalu terlihat penuh kesedihan.


"Seseorang yang tidak tahu diri? Kamu benar-benar yakin kalau orang itu adalah orang yang seperti itu? Jangan sampai salah paham... Kamu akan menyesalinya saat mengetahui kebenarannya."


"Kebenarannya? Ha ha ha ha..." Emelie tertawa terbahak-bahak, "kebenarannya ada di depan mata ku. Apa aku perlu mencari tahu tentang kebenaran yang lainnya yang nantinya justru akan semakin menyakiti ku?" Nick menghembuskan nafasnya dengan kasar


Dia menyentuh pundak Emelie dengan lembut.


"Jangan hanya melihat dari sisi kebenaran mu saja, Emelie. Kamu masih bisa melihat dari sisi yang lainnya... Itu akan bisa menjawab semua rasa keraguan mu." Jelas Nick Petrovic, "intinya jangan menyimpulkan sesuatu terlalu cepat sebelum semuanya jelas."


"Ha! Kamu berbicara seperti ini, seolah-olah kamu mengetahui apa yang terjadi... Dan seolah-olah kamu juga mengetahui siapa orang yang aku bicarakan ini. Sepertinya kamu begitu ingin membelanya..." Emelie tersenyum menyeringai.


"Jangan salah paham... Tidak ada hal yang seperti itu. Jangan berfikir negatif." Nick mengusap lembut puncak kepala Emelie, "kamu tahu apa yang aku pikirkan tentang mu, Emelie... Kamu gadis yang sangat kuat. Kamu sangat tegar dan kamu sangat berani... Kamu juga sangat lembut dan sangat penyayang... Dan untuk yang lainnya yang bisa aku lihat darimu adalah... Kamu selalu luar biasa. Walaupun begitu, aku selalu ingin bisa menjadi seseorang yang bisa menjaga dan melindungi mu. Karena kamu seorang wanita berharga yang sangat di sayangkan jika kamu di buang seenaknya saja. Itulah yang aku pikirkan saat melihat mu. Untuk itulah... Aku tidak ingin kamu berubah menjadi orang lain karena sesuatu yang belum jelas kepastiannya." Ucap Nick dengan lembut. Dia juga masih menyentuh rambut panjang Emelie yang terurai rapi.


"Aku hanya sangat membenci pembohong!" Jawab Emelie.


"Siapa yang akan menyukai seorang pembohong? Tidak ada, Emelie. Semua orang membenci pembohong."


"Kalau begitu... Kenapa kamu melarang ku untuk membencinya? Padahal dia sudah jelas adalah seorang pembohong!" Emelie menepis keras tangan Nick yang masih menyentuh rambutnya, "jangan menyentuh ku!"


"Emelie... Aku hanya menyarankan untuk memberikan orang itu kesempatan untuk menjelaskan semuanya kesalahan pahaman yang terjadi... Jadi, jangan terlalu terburu-buru untuk menghakiminya. Bisa?" Nick tersenyum manis pada Emelie yang menatapnya dengan sangat dingin.


Dia melihat dan mendengar semuanya. Mulai dari Alex yang tidak sengaja menyentuh tangan Alessia, hingga ucapan Emelie yang penuh dengan rasa sakit hatinya. Seolah-olah dia di sakiti begitu dalam.


"Aku hanya ingin dia jujur. Aku sudah mengatakan padanya; aku tidak masalah, kalau memang benar dia menyukainya. Tapi dia mengatakan padaku dengan sangat jelas kalau dia tidak memiliki perasaan seperti itu. Tapi apa yang aku lihat tadi... Wanita munafik akan selalu sama... Mereka semua adalah ular berbisa yang menjijikkan!" Emelie mengepalkan tangannya dengan kuat. Nafasnya juga memburu, membuat dadanya terasa sesak.


"Mungkin dia malu untuk mengakuinya... Ada batasan perasaan seseorang yang tidak bisa di jelaskan pada orang lain..." Ucap Nick Petrovic.


"Aku pikir jika kita menjadi teman, maka tidak ada rahasia di antara kita... Apa aku salah?" Nick Petrovic terdiam. Dia sendiri juga tidak memiliki banyak teman dekat. Semuanya hanya rekan bisnis yang selalu menjadi temannya. Dia tidak memiliki teman dekat yang akan selalu mendengarkan semua keluh kesahnya dan seluruh isi hatinya.


"Cih! Kamu sendiri juga tidak tahu!" Desis Emelie seraya berjalan meninggalkan Nick di tempatnya, "bawa tas ku!" Perintahnya tanpa melihat ke arah Nick sama sekali.

__ADS_1


Nick menghela nafasnya dengan pasrah.


"Hhaa! Sepertinya akan sedikit rumit..." desahannya lemah.


"Tunggu Emelie..." Nick segera berlari sembari membawa tas milik Emelie dan miliknya dengan cepat untuk bisa segera mengejar Emelie


"Beri dia kesempatan..." Pinta Nick, "please... Hanya satu kali saja..."


"Kita lihat saja nanti..." Jawab Emelie yang terus berjalan tanpa melihat ke arah Nick yang terengah-engah di belakangnya.


"Emelie... Mau menemui teman ku?"


"Kamu punya teman?" Tanya Emelie balik


"Mm... Dia seorang dokter..." Jawab Nick ragu.


"Aha... Kamu ingin aku menemuinya? Kamu pikir kau butuh konsultasi dengan dokter?"


"Dia bukan dokter biasa. Lebih tepatnya dia adalah seorang psikiater..."


Emelie terdiam. Dia menatap Nick dengan penuh selidik.


"Kamu tahu?" Ucapnya.


Emelie ingin tahu bagaimana Nick Petrovic bisa mengetahui tentang kondisi dirinya.


"Jadi, kamu benar-benar tahu?"


"Sedikit..." Jawab Nick. Dia juga sedikit khawatir. Dia khawatir kalau Emelie akan bertanya banyak hal padanya tentang itu.


"Begini... Aku tidak ingin menemui siapapun. Jujur saja, aku sudah gila sejak lahir. Jadi, tidak perlu di perbaiki..." Jawab Alex yang sungguh-sungguh.


Nick tertawa geli.


"Bisa-bisanya bercanda di saat seperti ini..." Desis Nick seraya mencubit gemas Pipi Emeli.


"Ouch! Sakit Nick sialan!" Kesal Emelie seraya mengambil piring yang lain.


Keduanya berjalan bersama sampai mereka berdua melihat Alex dan semuanya yang siap di area parkir.


Emelie menghentikan langkah kakinya saat dia melihat Alessia yang sedang tersenyum lebar pada Jessy yang masih berada di gendongan Alex.


Emelie tersenyum miris, "stop! look over there..." Nick juga menghentikan langkah kakinya saat Emelie menyuruhnya.


"Bukankah mereka sudah seperti keluarga bahagia yang sangat harmonis?" Tanya Emelie sarkis.


"Itu tidak membuktikan apapun, Emelie. Jangan mengambil kesimpulan tanpa mengetahui fakta." Jawab Nick Petrovic dengan santainya. Seolah-olah itu sama sekali tidak ada apa-apanya. Walaupun yang sebenarnya adalah, saat ini Nick Petrovic merasa sangat khawatir.

__ADS_1


"*****! Dia sangat suka bermain petak umpet untuk menyembunyikan jati dirinya sendiri di depan orang lain..." Emelie tersenyum menyeringai, dengan tatapan matanya yang begitu dingin dan tajam, "aku juga akan bermain dengannya dengan cara yang sama... Berpura-pura terlihat baik....dan di saat yang tepat, aku akan bisa menusuknya dengan sangat brutal dan dalam! Akan sangat menyenangkan bukan? Saat musuh kita terjebak karena jebakan yang mereka buat sendiri... Itu akan sangat menyenangkan! Aku sudah benar-benar tidak sabar untuk segera membuat senyum di bibirnya itu menghilang dari sana selamanya!"


Emelie sudah bersiap untuk kembali melangkahkan kakinya, namun dengan cepat Nick Petrovic menahan tangannya.


"Sangat tidak cocok..." Ucapnya


"Apa maksudmu?!"


"Kamu sangat tidak cocok menjadi seorang villainess ataupun antagonis... Jadi, tetaplah seperti kamu yang seperti biasanya..." Jawab Nick dengan penuh harap.


Mendengar itu Emelie tersenyum lebar, "Nick... Sebuah cerita tanpa adanya villain, atau villainess... Cerita itu akan sangat hambar... Dan jika di kehidupan nyata tidak ada orang antagonis... Maka kehidupan ini tidak ada orang baik atau protagonisnya... Mengingat semua orang bersikap sama tanpa adanya pembanding mana yang baik dan mana yang buruk... Semuanya akan benar-benar hambar! Jadi, villainess ataupun antagonis atau yang lebih kasarnya adalah penjahatnya... Akan amat sangat di perlukan di dunia nyata ataupun dunia fantasi..." Emelie kembali memperlihatkan senyum lebarnya.


"Jadi, biarkan aku menjadi salah satu dari mereka itu..." Emelie menepis tangan Nick untuk segera melepaskan tangannya dari genggamannya.


Setelah itu dia berjalan mendekati Alex dan yang lainnya dengan senyuman manis di bibirnya.


"Hai Alex..." Emelie segera bergelayut manja di lengan Alex seperti biasanya. Seolah-olah tidak terjadi apapun.


Emelie melirik ke arah Nick yang masih terus menatapnya dengan penuh khawatir.


'apa yang idiot itu pikirkan?! Kenapa dia harus menatapku dengan tatapan menyebalkan seperti itu?!' kesal Emelie dalam hatinya.


"Miss Emelie... Miss baik-baik saja?" Tanya Alessia khawatir.


"Kenapa? Kamu ingin aku tidak baik-baik saja?" Tanya Emelie balik dengan sangat sinis.


"Bukan... Bukan begitu... Aku hanya khawatir... Soalnya Miss Emelie..."


"Jangan khawatir... Aku akan baik-baik saja. Dan pasti akan baik-baik saja, mengingat ada banyak 'lalat' menjijikkan yang tidak pernah kenal tempat untuk hinggap." Jawab Emelie yang lagi-lagi terdengar begitu sinis. Namun dia terus memperlihatkan senyumanya yang amat sangat manis.


"Ha ha... Miss Emelie bisa saja." Alessia juga tersenyum lebar.


"Ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Alex khawatir. Walaupun mungkin orang lain tidak menyadarinya, tapi Alex bisa merasakan perubahan sikap Emelie yang begitu jelas.


"Apa yang bisa terjadi padaku, honey! Aku akan baik-baik saja saat kamu ada di dekat ku... Jadi, jangan khawatir.. Okay?" Emelie tersenyum lebar seraya meletakkan kepalanya di bahu kekar Alex, "aku mungkin hanya terlalu merindukanmu..."


"Jangan mulai..." Desis Alex dengan malas.


"Tapi aku menyukainya..." Emelie menjulurkan lidahnya pada Alex yang hanya bisa tersenyum pasrah.


"Ayo masuk mobil..." Ajak Lucy pada semuanya.


"Okay, aunty..." Jawab Emelie dengan begitu manis dan bersemangat. Dia juga melemparkan senyuman manis itu pada Alessia.


Melihat itu Alessia merasa sangat senang.


'miss Emelie benar-benar seperti peri... Sangat cantik dan sangat baik."

__ADS_1


__ADS_2