
Di kamar Xernathan berpikir keras sambil sesekali terlihat mengusap permata monster rusa di genggaman tangannya.
'Jika aku tidak segera membuka kemampuan penggunakan Qi ku maka permata ini akan sia-sia'
Permata yang dimiliki Xernathan ada puluhan dengan berbagai bentuk, warna, umur serta ukuran. Permata monster seperti ini memang lebih berguna untuk meningkatkan lingkar tenaga dalam pengguna Qi.
Kalau di jual, penjualnya sampai kapanpun tidak akan merasa puas dengan harganya karena memang harga permata monster ini berbeda di setiap tempat dan wilayahnya.
Di pulau Cyclops sangkin banyaknya monster puluhan hingga ratusan tahun di temukan di hutan. Menjadikan harga permata monster tidak pernah menyentuh angka fantastis di tempat ini.
"Bagaimana ini, aku tidak akan bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu ini tanpa menggunakan kemampuan penggunaan Qi.." Xernathan bergumam pelan menatap luka di kakinya.
Xernathan terus berpikir untuk mencari solusinya. Sampai tidak terasa malam itu dia tertidur hingga melewatkan jam makan malamnya.
-
"Nathan bangun ada orang yang mencarimu"
Ibu Xernathan membangunkan anaknya itu ketika ada seseorang yang mencarinya di luar saat hari masih terlalu dini.
Xernathan biasanya jam segini sudah bangun dan pergi untuk memburu monster, tetapi karena luka di kakinya dia tidak dapat pergi.
Xernathan mengerutkan dahi mengintip dari dalam jendela, melihat seorang pria paruh baya berbadan tambun mencarinya di luar.
Sebelum keluar Xernathan mengambil dua buah barang dan sekantong berisikan puluhan keping emas dari laci lemarinya.
"Pak Daniel?" Sambut Xernathan dengan senyum ramah. "Kenapa bapak datang ke rumahku sepagi ini? bapak tau darimana kalau ini adalah rumahku?"
Daniel memasang raut wajah masam. "Aku tau darimana ini rumahmu tidaklah penting, yang jelas aku sudah mencarimu dari tadi malam"
Xernathan memahami maksud kedatangan pria itu kemari, Xernathan hanya memasang wajah semanis mungkin untuk mengurangi amarah pria itu.
__ADS_1
"Monster rusa yang semalam kau jual padaku itu sudah tidak memiliki jantung! Kau mau menipuku hah? Padahal aku sudah menaikkan harga lebih tinggi dari yang sebenarnya." Wajah Daniel sampai memerah mencaci Xernathan di depan rumahnya.
"Kau anak kecil sudah pandai berbohong.."
Xernathan mengerutkan alis. "Bukannya semalam bapak sudah mengatakan sudah mengecek keseluruhan kondisi buruanku?"
"I-itu.." Daniel sedikit jadi gelagapan.
"Tapi kau tidak bisa menipuku seperti ini, kau sudah memanipulasi organ monster rusa itu karena tidak ada permata monster di dalamnya." Daniel mencoba mempertahankan wajah marahnya.
Tapi Xernathan tidak bergeming. Mendengar Daniel marah-marah anak itu malah tertawa dalam hati.
Semalam sore dia sudah menebak bahwa si Daniel ini pasti mencoba untuk menipu anak kecil di hadapannya karena berpikir bahwa anak itu tidak tau ada sesuatu yang lebih berharga dari keseluruhan tubuh monster yang di tangkapnya, yaitu permata monster.
Xernathan sudah tau itu. "bapak kan yang mencoba untuk menipuku? Sejak kapan permata monster di jual dengan harga sama dengan keseluruhan tubuh monster?"
'Anak ini..' Pria paruh baya itu menelan ludahnya. Dia menyadari tidak ada kesempatan lagi untuk menang dari anak di hadapannya. Dia menatap wajah Xernathan dengan tatapan sinis.
Xernathan menghembuskan nafas panjang melihat ekspresi wajah Daniel. "Pak ini aku kembalikan dua puluh keping emas yang kau lebihkan sebelumnya"
"Lima keping sisanya tidak bisa aku kembalikan karena sudah aku gunakan untuk menambah bayaran para petani yang menolongku semalam"
Xernathan memberikan kantung berisi kepingan emas dengan tangan kirinya sambil tangan kanannya memijat batang hidung.
Daniel merampas kantung itu tanpa mengucapkan satu patah kata pun dengan masih menunjukkan raut wajah yang tidak enak di lihat.
"Aku tidak akan mengambil untung lebih dari bapak. Lima keping emas itu akan aku ganti dengan cara lain."
Xernathan sengaja tidak mengembalikan semua lebih yang di berikan Daniel semalam karena dia tidak ingin membuat Daniel langsung pergi dari hadapannya. Karena Xernathan punya satu keperluan dengan orang ini.
"Aku tidak ingin perkenalan kita semalam berakhir seperti ini" Xernathan berbasa-basi.
__ADS_1
"Bagaimana aku membuat satu penawaran dengan bapak, sebagai gantinya aku memberikan imbalan ini" Xernathan menunjukkan satu permata berukuran bola bekel di genggaman tangannya.
"Ini adalah permata monster ikan, aku tidak tau jenis ikannya apa yang jelas usianya adalah dua puluh tahun."
Daniel yang sebelumnya memasang raut wajah kasar. Kini terlihat senyum terukir di ujung bibirnya. "Apa yang kau butuhkan dariku anak kecil?"
'Menjijikan sekali orang seperti si Daniel ini gampang mengubah-ubah raut wajah hanya karena sesuatu yang di sukainya.' Sejak awal Xernathan tidak menaruh hormat pada pria tambun ini. Yang dia jalin antara dia dan si Daniel ini akan selalu hanya jadi sebatas kepentingan yang saling menguntungkan.
Ada cara paling ekstrim untuk membuka kemampuan penggunaan Qi seseorang. Yaitu dengan cara di pukul oleh orang lain yang sudah mempunyai kemampuan menggunakan Qi.
"Sederhana saja aku ingin membuka kemampuan penggunaan Qi ku. Pertolongan yang aku butuhkan dari pak Daniel hanyalah untuk memukulku dengan tenaga dalam yang bapak miliki, aku hanya butuh kekuata-.."
Tapi ada syarat khusus untuk melakukan itu yaitu orang yang di pukul setidaknya harus sudah mencapai kualitas tulang tingkat satu, isiseko.
"Baiklah aku akan memukulmu dengan senang hati, karena kesalku padamu sebelumnya.. kau bersiaplah.." Belum sempat Xernathan menyelesaikan kata-katanya pria bernama Daniel itu memotongnya dan mendekat dengan cepat ke arah Xernathan.
Hngghhkk.. Xernathan meringis kesakitan merasakan pukulan sangat keras yang di aliri tenaga dalam dengan jumlah yang lumayan besar menghantam tulang rusuknya.
Pria paruh baya itu pergi dengan mengambil permata monster yang terlepas dari genggaman tangan anak kecil yang sedang meringis kesakitan di tanah.
Xernathan melihat kepergian Daniel dengan permata di tangannya. Bahkan belum sempat Xernathan meminta untuk di pukul pelan dengan mengeluarkan satu saja lingkar tenaga dalam, anak kecil itu sudah menerima pukulan dengan kekuatan penuh orang dewasa dengan aliran Qi setidaknya sebanyak dua puluh lingkaran.
Kalau saja tidak karena kualitas tulang ghapantsa yang dia miliki, sudah sejak awal Xernathan mati seketika.
Awalnya Xernathan mengira permintaannya ini akan menjadi negosiasi yang alot karena mengira Daniel akan berpikir jauh dan Daniel akan menolak memukul Xernathan menggunakan tenaga dalam.
Bahkan Xernathan sudah menyiapkan satu lagi permata monster berusia dua puluh tahun yang berukuran sama persis dengan yang di tawarkannya pada Daniel sebelumnya agar pria tambun itu mau untuk melakukannya.
Tapi justru Daniel terlihat tidak segan-segan memukul anak sekecil Xernathan bahkan pukulan itu terkesan berlebihan.
'Sialan si Daniel gendut itu..' Kesadaran Xernathan mulai menghilang bersamaan dengan perginya Daniel dari hadapannya.
__ADS_1
Sekuat apapun tulang yang di milikinya dengan tanpa kemampuan penggunaan Qi tingkat dasar sekalipun, tetap saja organ dalam yang di punyai Xernathan adalah organ dalam anak kecil biasa.