
"Tapi bukankah itu tetap berbahaya? Aku dengar dua monster sebelumnya yang di taklukan Nathan punya kemampuan untuk mencabik mangsa dengan gigi-giginya yang seukuran jari telunjuk orang dewasa."
"Kau tidak bisa melarang bundanya Xernathan untuk khawatir pada anak seusianya bukan?"
Perkataan wanita itu membuat mata ibu Xernathan melebar beberapa saat. Dia tau anaknya itu masih sangat kecil.
Tapi melihat sifat Xernathan yang sudah seperti orang dewasa membuat wanita itu terkadang lupa dengan umur asli anaknya sendiri yang bahkan saat ini belum genap usianya tujuh tahun.
Kini ketika dia di ingatkan kembali mengenai umur anaknya dari oranglain membuatnya tersadar dan hatinya mulai takut untuk membiarkan Xernathan berburu monster.
"Benarkah? semenakutkan itu?"
"Apakah kau lupa? bahwa dulunya Rainer juga melakukan banyak aksi yang serupa dengan anaknya sekarang ini."
Mata Ibu Xernathan terlihat bercahaya selama dua detik ketika wanita itu menyebut nama suaminya.
Ayahnya Xernathan adalah orang pendatang di pulau Cyclops, sedangkan ibunya adalah orang asli penduduk sini, mereka berdua saling kenal sejak kecil.
Ibu Xernathan tau betul seperti apa aksi suaminya sewaktu mereka kecil dulu. Aksi suaminya dulu tidak kalah heroiknya dari apa yang di lakukan oleh anak mereka saat ini.
Xernathan sendiri sudah sering mendengar cerita tentang ayahnya dari oranglain. Tapi dia tidak begitu mengerti alasan kenapa ayahnya berani melakukan hal itu pada umur yang bahkan terbilang baru saja lepas dari balita.
***
Mata Xernathan terlihat bersinar beberapa detik karena antusias melihat monster rusa jantan di hadapannya. Sekiranya monster itu berusia lebih dari seratus tahun.
"Heii kenapa kau tidak lari? dan malah menatapku seperti ini?" Xernathan heran, karena sebelumnya dia bersembunyi lama di balik pohon tidak jauh dari monster rusa ini.
Saat dia yakin monster rusa yang berada di hadapannya sedang sendirian tidak ada teman monster lainnya, Xernathan memantapkan langkah berniat untuk menyergap atau bahkan mengejar rusa ini.
Tapi belum sempat Xernathan menjadikan penyerangannya berarti, baru saja anak itu melakukan sekali gerakan melompat, rusa itu langsung menatap matanya tajam.
Tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun pada Xernathan. Malahan rusa itu menunjukkan aura bertarung yang besar untuk mengintimidasi manusia di hadapannya.
__ADS_1
"Woii.. woii.. woii apa maksudmu?" Xernathan terperanjat dan muncul tanda tanya besar pada monster di hadapannya.
Ini kali pertama Xernathan mencoba untuk menangkap monster darat. Di kehidupan sebelumnya Xernathan sudah pernah memburu banyak monster seperti ini. Bahkan Xernathan sudah pernah memburu monster berumur di atas lima ratus tahun beberapa kali pada kehidupan pertamanya.
Xernathan tau kalau monster rusa di hadapannya ini adalah monster darat paling lemah di antara monster darat lainnya.
Tapi melihat rusa itu berdiri menatapnya dengan aura bertarung dan tidak bergeming sedikitpun menatap tajam ke arah manusia yang ada di hadapannya, Xernathan tentu ragu.
Apalagi setelah di lihat dari dekat monster rusa itu setidaknya memiliki tinggi lebih dari empat meter dengan taring berukuran lebih dari sepuluh sentimeter serta tanduk yang sama tingginya dengan tubuh Xernathan saat ini.
"Ayolah kau harusnya lari melihatku"
"Biarkan aku mengejarmu"
"Aku ini manusia, kau harus lar-.." Xernathan tidak sempat menyelesaikan perkataannya.
Melihat reaksi monster rusa itu Xernathan langsung lari secepat yang dia bisa.
"Woii.. woii.. woii.." Xernathan lari secepat yang dia bisa menghindari kejaran monster rusa yang berlari mengikutinya.
Tapi tidak ada yang menjawab permintaan tolong itu. Xernathan saat ini sedang berada jauh ke arah barat pulau Cyclops, yaitu hutan kematian, hutan Syclla.
Jarak desa terdekat dari hutan tempat dia sedang berburu ini adalah belasan kilometer.
Tidak akan ada yang dapat mendengar teriakan anak kecil itu dari jarak sejauh ini.
'Tidak aku tidak ingin mati secepat ini..'
Xernathan mengepal tangannya seakan tidak percaya sambil terus berlari tidak tentu arahnya. Bahkan Dia tidak berani membuang waktu beberapa detik sekalipun untuk melihat ke arah belakang.
Satu-satunya yang membuatnya tau kalau monster rusa itu masih mengejarnya adalah dengusan keras yang keluar dari hidung monster rusa itu yang terdengar lebih seperti bison ataupun banteng.
'Bagaimana ini..' Xernathan terus memutar cepat otaknya untuk mendapat solusi terbaik di situasi seperti ini. Otak Xernathan di paksa bekerja cepat, tidak kalah dari larinya saat ini.
__ADS_1
Saat monster rusa itu mulai semakin dekat dengannya. Xernathan bermanuver dengan tangkas ke arah samping dan membuatnya terhindar dari serangan monster rusa itu.
"Haha.. rusa jelek awas jatuh" Xernathan berteriak melihat rusa yang terbanting beberapa meter dari jalur kejar-kejaran mereka sebelumnya.
Gerakan Xernathan yang tiba-tiba membuat rusa itu hilang kendali atas tubuhnya. Yang di sayangkan dari rusa itu adalah tindakannya yang terlalu spontan hingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terbanting di tanah.
"Kau terlalu bodoh rusa jelek" Xernathan terus mencaci rusa itu yang terlihat sedang kesusahan berdiri.
Meskipun nafas anak ini terlihat putus-putus, tapi dia tidak ingin berhenti untuk mengejek dan mencaci maki monster yang sekarang kembali mencoba untuk mengejarnya.
Badan monster rusa itu kini berlumpur dan penuh luka-luka kecil di separuh badannya, terlihat juga sedikit mengalir darah berwarna biru keluar dari kulitnya yang terluka.
Rusa itu sudah berdiri dan menatap tajam ke arah Xernathan yang mengintip di balik pohon. Xernathan memancing rusa itu untuk kembali mengejarnya karena Ia terpikirkan sebuah ide untuk membuat rusa itu mati, mengingat pada kejadian sebelumnya.
'Bagus.. harus lebih cepat, sekarang mari kita tingkatkan kecepatan lari kita..' Xernathan kali ini tampak lebih tenang berlari dan menghindari kejaran monster rusa di belakangnya.
hngghh.. Monster rusa itu mendengkur kasar dan berlari kencang mengejar Xernathan dengan semakin membabi-buta. Hingga hidungnya seperti mengeluarkan asap dan mengeluarkan lendir-lendir berwarna transparan.
"Ini dia.." Xernathan menangkap kesempatan saat melihat ada satu pohon di depannya.
Dengan cepat anak itu bermanuver tajam ke arah samping menuju balik pohon. Rusa itu sekali lagi terbanting ke tanah.
Kali ini Xernathan yang berlari ke arah monster rusa itu, tidak memberi kesempatan rusa itu untuk bisa bangkit berdiri.
Xernathan langsung merapatkan jari dan menguatkan jari tangannya itu hingga menyerupai sebuah tombak.
Dengan sekali tusukan di daerah dada yang berada di area ************ kaki depan rusa yang lunak, Xernathan berhasil mengoyak kulit, menembus jantung dan membuat monster rusa itu meregang nyawa.
"Heii.. heii.. aku tau kau itu adalah monster rusa seratus tahun tapi jangan kau pikir kau bisa membunuhku." Xernathan menyeringai pada monster yang sedang meronta-ronta meregang nyawa di hadapannya.
'Tapi kenapa dia tidak lari ya saat melihatku?' Batin Xernathan bertanya, heran kenapa monster rusa yang biasanya lebih memilih lari daripada harus berhadapan langsung dengan manusia itu, malah berdiri tegak dan malah mengejarnya secara membabi-buta.
Tanpa Xernathan sadari tubuhnya yang sekarang sangatlah kecil. Tidak terlihat memiliki potensi membunuh sedikit pun. Apalagi aura membunuh yang keluar dari tubuhnya sangatlah sedikit dan tidak akan terasa mengintimidasi lawannya sama sekali.
__ADS_1
Berbeda dengan tubuhnya di kehidupan sebelumnya yang memiliki aura membunuh yang lumayan besar dan perangainya yang menakutkan bagi monster rusa sekalipun.