
Langit sore beserta angin kencang sesekali menggoyangkan tubuh anak kecil itu yang sedang di gendong di atas tubuh seorang pria dewasa.
Bau air danau masuk ke hidungnya dengan senyum lebar yang tidak lepas dari wajah sambil tangannya terus memainkan kantong berisi puluhan keping emas dari menjual hasil buruannya.
Sembilan puluh keping emas ini merupakan pendapatan terbesar Xernathan selama setahun terakhir. Bahkan dua ekor monster ikan berumur lima puluh tahun yang seminggu lalu Ia dapat harganya hanya sampai lima puluh keping emas.
Benar-benar hari ini adalah hari keberuntungan besar bagi Xernathan selama lebih dari setahun terakhir, selain saat pertama kali dia sadar sedang mendapatkan kesempatan mengulangi kehidupannya.
Tiga hal yang dia dapatkan hari ini kualitas tulang ghapantsa, permata monster rusa dan juga emas sebanyak sembilan puluh keping.
-
Di rumah, ibu Xernathan menunggu kepulangan anaknya dengan harap cemas.
Sedari subuh anak itu pergi dari rumah dan pulang baru sore ini. Belum lagi saat mendengar cerita-cerita dan teguran dari orang yang Ia temui di pasar pagi tadi mengenai kengerian hutan Syclla, membuat hati ibu berusia dua puluhan tahun akhir ini menjadi gelisah menunggu kepulangan anaknya.
"Bunda.. Gaviin.." Dari jarak sekitar dua puluhan meter Xernathan berteriak lantang saat melihat ibu dan adiknya sedang mengangkat jemuran pakaian.
Xernathan kesenangan sambil memutar kantong berisi kepingan emas di tangannya.
Pria yang dari pelabuhan sampai ke rumah ini menggendong Xernathan tertawa melihat tingkah anak itu.
'Ini tidak akan menjadi suatu hal yang menyenangkan..' Xernathan menggeleng saat melihat wajah datar ibunya dari jarak dekat. Raut wajah Xernathan berubah menjadi rasa pasrah pada keadaan.
"Terimakasih pak.." Xernathan memberikan satu keping perunggu pada orang yang menggendongnya sampai rumah. Pria itu menolak karena sudah merasa cukup dengan dua keping emas yang di beri Xernathan sebelumnya, tapi Xernathan tetap memaksa.
-
Taass.. Tamparan keras di terima pipi Xernathan saat dirinya terlihat sudah duduk di kursi ruang tamu di dalam rumahnya.
Ibu Xernathan merasa tidak terima melihat kondisi anaknya sekarang ini yang di gendong dan terpincang saat masuk ke dalam rumah.
"Bunda uda bilang, kamu tidak perlu membantu bunda mencari uang.."
"Lihat kondisi kamu sekarang.. lihat.."
__ADS_1
Kondisi rumah terasa hening saat ibu Xernathan berhenti berteriak. Bahkan Gavin yang baru berusia lima tahun mengerti untuk tidak bicara di saat kondisi seperti ini.
Ibu Xernathan bekerja sebagai penerima jasa cuci pakaian di rumah mereka. Banyak pasangan keluarga memilih untuk mencucikan bajunya pada ibu Xernathan dan menitipkan anak mereka ke tempat penitipan anak dan para orang tua itu baik ayah maupun ibu bekerja di luar rumah.
Karena itu tidak sedikit yang menggunakan jasa cuci baju ibu Xernathan. Perak ataupun perunggu yang di dapatkan lebih dari cukup untuk sekedar memenuhi kebutuhan keluarga kecil mereka.
"Kalau kamu rasa kekurangan harta, bunda bisa carikan lebih banyak untukmu"
"kalau kamu ingin bekerja demi membantu bunda, ya silahkan bantu bunda bekerja"
Ibu Xernathan merasakan perasaannya saat ini bercampur antara khawatir, cemas, takut dan apapun hingga membuat bibirnya bergetar saat berucap. Memohon pada anaknya itu dengan mata yang berlinang.
Ibu Xernathan memang pandai mencari harta berupa perak bahkan emas. Dari beberapa buku yang ibu Xernathan pernah baca, membuat Ia tidak sekalipun kehabisan akal bagaimana cara mencari harta hingga membuatnya dan kedua orang anaknya tidak sekalipun kekurangan dan sulit untuk bertahan hidup sampai sejauh ini.
Dia mampu mengerjakan banyak hal. Seperti membersihkan rumah ataupun berjualan hasil kebun mereka di pasar kota. Tapi anak keras kepala seperti Xernathan mana sanggup melihat orang yang dia sayang mengerjakan pekerjaan kasar seperti itu.
Berkali-kali dia di marahi, berkali-kali dia pulang dengan tersenyum sambil tertawa lebar dengan kantung emas dan perak di tangannya.
"Bunda hanya punya Nathan dan Gavin.."
Xernathan menundukkan kepalanya mendengarkan itu. Dia mengerti jelas apa maksud perkataan ibunya. Tapi tidak ada pilihan lain membuat Xernathan terpaksa memilih jalan itu.
'Aku sudah berikrar sejak hari pertama aku kembali ke kehidupan ini..' Xernathan mengepal tangannya.
'Aku tetap akan harus bertambah kuat'
'Aku akan menghentikan perang dunia dan aku akan menemui ayahku'
'Maafkan Nathan bunda.'
Di kehidupan pertamanya Xernathan kehilangan satu persatu orang yang dia sayangi. Ibunya meninggal ketika perang dunia terjadi. Saat itu terjadi, Xernathan tidak banyak berbuat apa-apa karena hidupnya habis di kejar pelarian.
Xernathan berlarian membawa ibu dan seorang wanita lain bersamanya, tapi perang yang terjadi begitu besar. Hingga membuatnya tidak bisa berlari lebih jauh.
Akhirnya dia kehilangan dua orang sekaligus yang merupakan dua sosok paling penting terakhir bagi hidupnya. Saat itu adalah penyesalan terbesar Xernathan pada hidupnya dan saat itu juga Xernathan kecewa pada diri sendiri, kenapa dia tidak ikut mati bersama ibu dan seorang wanita yang dia sayang. Kenapa dia tidak berbuat sesuatu pada dirinya yang saat itu sangat lemah.
__ADS_1
Sisa hidup di kehidupan pertamanya Xernathan habisnya untuk menyesali kelemahannya.
Sejak saat itu, Xernathan berjanji di kehidupan kali ini dia tidak akan menjadi lemah untuk melindungi ibu, adik, penduduk pulau Cyclops dan orang-orang yang dia sayangi.
-
Dengan terpincang-pincang dia menahan berat tubuhnya dan menjaga keseimbangan dengan memegangi dinding rumah Xernathan berjalan perlahan menuju kamarnya.
Xernathan melihat ratusan keping emas dan perak yang dia simpan selama ini. Bahkan sebagian besar dari emas dan perak itu sudah dia berikan pada ibunya sebelumnya.
Namun yang ada padanya tetap bukanlah jumlah yang sedikit bagi anak seusianya bahkan sebuah keluarga sekalipun.
"Aku adalah anak paling kaya di pulau Cyclops saat ini, aku bahkan tidak yakin dulunya ayahku memiliki kekayaan dengan jumlah yang lebih tinggi atau bahkan setara denganku'
Melihat puluhan permata monster lain yang dimilikinya mata Xernathan terlihat berbinar beberapa saat.
'Satu minggu lagi perjalanan hidupku yang sebenarnya akan di mulai' Xernathan mengepal tangannya mengingat akan ada suatu kejadian yang akan menjadi kunci paling penting dalam hidupnya.
'Aku harus segera membuka kemampuan penggunaan Qi milikku, aku tidak bisa pergi dengan keadaan terluka seperti ini.'
Qi merupakan tenaga dalam yang dapat di miliki seseorang dengan cara tertentu. Bisa dengan bertapa selama bertahun-tahun atau dengan latihan fisik tertentu selama beberapa tahun.
Qi dan energi kehidupan dapat di bedakan sesuai kegunaannya. Jika energi kehidupan adalah tenaga yang dimiliki manusia ataupun makhluk hidup pada umumnya. Maka Qi adalah kekuatan spiritual yang dimiliki karena beberapa alasan.
Di kehidupan pertama Xernathan Ia mempunyai Qi karena latihan kerasnya selama itu.
Tapi saat ini Xernathan tidak punya banyak waktu untuk latihan apalagi jika harus bertapa yang akan menghabiskan waktu paling lama.
Qi di bagi menjadi lima tingkatan yaitu tingkat dasar, tingkat bawah, tingkat tengah, tingkat atas dan yang terakhir adalah tingkat puncak.
Tiap tingkatan dalam menguasai Qi dapat di bedakan dari jumlah tenaga dalam yang tersimpan dalam tubuh seseorang. Tiap tingkatan Qi juga mempunyai kemampuan dan kegunaan yang bertingkat juga.
Orang yang menguasai Qi tingkat dasar biasanya mempunyai penyimpanan tenaga dalam di tubuhnya sebanyak satu sampai lima puluh lingkar tenaga dalam.
Tapi jumlah itu cukup untuk meningkatkan kemampuan indra manusia dan menguatkan organ dalam hingga membuat seseorang bisa memiliki umur yang panjang.
__ADS_1
Bahkan, jika seseorang sudah mampu menyimpan Qi sebanyak lebih dari tiga puluh lingkaran, maka pemiliknya akan mendapatkan kemampuan untuk beregenerasi sangat cepat, lebih cepat seratus kali lipat dari orang biasa pada umumnya. Terkecuali memunculkan anggota tubuh yang hilang.