Pahlawan Jentaka

Pahlawan Jentaka
Chp.11 Pedang Charybdis


__ADS_3

Xernathan tersadar saat merasakan bagian dalam tubuhnya masih terasa sedikit sakit.


Saat terbangun dia sudah berada di atas tempat tidur di dalam kamarnya.


"Jangan dulu banyak bergerak, kamu baru saja pulang dari rumah sakit." Ibu Xernathan yang pertama kali melihat kesadaran anaknya.


"Hah sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Xernathan terperanjat mendengar penjelasan ibunya, dia terlihat tidak ingin melewatkan sesuatu.


"Sudah dua hari, ini hari yang kedua.."


Xernathan menghela nafas lega.


"Dokter bilang sejak pertama kali ibu bawa kamu ke klinik organ dalammu terluka sangat parah.. tapi setelah beberapa jam dokter memeriksa kembali kondisimu, kau sudah di katakan tidak apa-apa.."


Xernathan mengangkat alis, kaget mendengar penjelasan ibunya. Dia juga melihat luka di kakinya yang sudah tertutup sempurna seperti tidak terjadi sesuatu sebelumnya.


Seharusnya saat ini Xernathan hanya mempunyai satu atau dua lingkar Qi saja di tubuhnya. Kemampuan beregenerasi dan penyembuhan hanya bisa dia miliki setelah Ia mempunyai Qi sebanyak lebih dari tiga puluh lingkaran tenaga dalam.


'Apa mungkin ini karena khasiat sumber daya dari tubuh monster yang selama ini aku konsumsi?' Tanya Xernathan dalam hatinya.


Ibu Xernathan menangkap maksut dari ekspresi wajah anaknya. "Ayahmu dulunya juga sama sepertimu. Luka yang dia terima setelah berburu menutup dan hilang dalam waktu beberapa jam." Wanita itu menjelaskan.


'Hah ayahku mempunyai kemampuan beregenerasi di usia yang sama denganku?'


'Berarti dia sudah bisa menggunakan Qi di umur ini.. darimana dia belajar..'


Xernathan menatap nanar ke arah langit-langit kamarnya terlihat sedang memikirkan sesuatu. 'Benar, mungkin ayah juga dulunya mengkonsumsi banyak sumber daya monster hingga suatu saat mungkin dia tanpa atau dengan sengaja bisa menggunakan Qi dan tanpa Ia sadari juga sudah memiliki jumlah lebih dari tiga puluh lingkaran Qi.'


Xernathan hanya mengira-ngira apa yang sebenarnya terjadi, yang jawaban benarnya hanya bisa di dapat setelah Ia berhasil bertemu dan bertanya langsung pada ayahnya.


"Kemampuan tubuh seperti kalian sangat langka, apa mungkin itu di sebabkan oleh mata amethyst yang kalian miliki?" Ibu Xernathan lanjut berbicara hingga memecahkan lamunan Xernathan.


Ibu Xernathan menggeleng melihat ke arah di sebelah Xernathan. "Sayang sekali Gavin tidak mempunyai mata seperti kalian.."


"Gaviin.." Xernathan mencubit pipi adiknya.

__ADS_1


Karena melamun Xernathan tidak menyadari kalau sedari tadi sebenarnya adik satu-satunya itu berada di sampingnya.


"Tidak apa, setidaknya Gavin mempunyai mata coklat indah seperti bunda.." Xernathan tersenyum menatap adik dan ibunya bergantian.


Di daerah terpencil seperti pulau Cyclops ini pengetahuan tentang tingkatan kualitas tulang maupun penggunaan tenaga dalam hampir tidak ada.


Wajar saja mereka merasa heran kenapa ada saja kapal yang rela singgah ke tempat terpencil seperti ini, merapat di pelabuhan hanya untuk membeli permata dan sumber daya monster lainnya hasil buruan mereka yang mereka sendiri tidak tau kegunaan dari sumber daya monster itu apa.


Karena pada awalnya tingkatan kualitas tulang ataupun penggunaan Qi hanya di ketahui oleh para anggota elite militer maupun organisasi dan orang-orang tertentu.


Jadi wajar saja mereka yang tinggal di pulau Cyclops tidak mengetahui bagaimana cara orang seperti Xernathan dan ayahnya memiliki kemampuan beregenerasi dan penyembuhan secepat itu.


"Nathan.. Bunda belajar dari kejadian semalam saat melihat kau tergeletak di serang orang yang tidak di kenal.." Ibu Xernathan terlihat memegangi kotak panjang yang Xernathan sudah tau itu isinya apa.


Harusnya kotak itu di berikan oleh ibu Xernathan beberapa puluh tahun lagi saat anaknya itu kembali setelah pulang dari pengelanaan panjangnya.


Tapi melihat kemampuan Xernathan selama ini dan penyerangan yang Ia terima sebelumnya. Ibu Xernathan mungkin berpikir untuk lebih baik memberikan kotak ini kepada anaknya lebih cepat.


Xernathan tersenyum membaca surat itu dan langsung memberikannya pada adiknya Gavin karena Xernathan bahkan sudah hafal dengan isi surat ini. "Nanti kalau Gavin sudah pandai baca, Gavin pasti bakalan suka dengan isi dari kertas ini." Xernathan berkata sambil mengusap kepala adiknya.


"A-yah taa-wuu" Gavin terbata-bata mengeja bacaan pada kertas itu. Xernathan tersenyum semakin lebar melihatnya.


Xernathan memegang pedang yang hampir keseluruhannya berwarna hitam pekat itu dan mengangkat ke arah langit dengan senyum yang lebar. Sedikit penjelasan pada kertas yang tertempel di gagang pedang itu adalah pedang Charybdis, penghancur meteor.


Xernathan membuang tempelan pada gagang pedang itu dan langsung membuka sarung pedang dan memperlihatkan warna hitam pekat yang mempesona di miliki pedang bernama Charybdis itu.


"Jangan di buang, nanti kamu lupa dengan nama pedangnya.." Ibu Xernathan mengambil kertas yang di buang ke lantai.


Xernathan menggeleng. "Aku sudah hafal nama pedangnya mudah di ingat."


Ibu Xernathan hanya mengerutkan dahi merasa heran saat mendengar perkataan anaknya dan membaca nama pedang pada tempelan itu, namun tidak memaksa anaknya untuk tetap menyimpan kertas itu.


Tentu saja Xernathan mengingat nama pedang itu dari kehidupan pertamanya. Dulu Xernathan menggunakan pedang itu selama lebih dari puluhan tahun hingga sampai pedang itu hancur karena di serang oleh salah satu musuh di sebuah pertarungan.


Bahkan fakta tentang julukan penghancur meteor pada pedang itu baru Ia ketahui dari musuh yang sama, alasan julukan itu di sematkan pada pedang Charybdis karena ternyata pedang itu terbuat dari pecahan meteor berusia puluhan ribu tahun.

__ADS_1


"Bang Nathan cepatlah belajar pedang supaya bisa melindungi bunda dan adik Gavin." Ucap ibu Xernathan sambil mengusap kepala anak pertamanya itu.


Xernathan tersenyum dan mengangguk setuju.


-


Setelah ibu dan adiknya itu keluar dari kamarnya Xernathan mengaliri seluruh tubuhnya dengan Qi. Xernathan tidak lupa dan tidak merasa kesulitan saat pertama kali menggunakan Qi di kehidupan kali ini.


'Ternyata benar perkiraanku, saat ini bahkan tubuhku mempunyai lebih dari tiga puluh lingkaran Qi' Xernathan merasakan aliran tenaga dalam yang tersimpan di tubuhnya.


'Lantas apa yang perlu aku lakukan pada semua permata monster ini?' Xernathan melihat puluhan permata yang di simpannya di laci lemari. Lalu terpikir suatu ide.


Xernathan mengambil satu permata paling kecil dari monster ikan berumur dua puluh tahun. Dia mengaliri permata itu dengan Qi lalu merasakan energi yang terserap masuk ke tubuhnya. Hingga permata itu pecah.


'Hah?' Xernathan menaikkan alisnya sebelah dan wajahnya terlihat masam.


Xernathan tau fakta bahwa semakin banyak Qi yang berada di tubuh seseorang. Semakin besar pula konsumsi sumber daya ataupun semakin tinggi pula kualitas permata monster yang di butuhkan untuk meningkatkan jumlah lingkar Qi di dalam tubuh seseorang.


Namun Xernathan tidak bisa menutupi rasa keheranannya. 'Dengan permata berusia dua puluh tahun aku hanya berhasil menaikkan sebanyak dua lingkaran Qi?'


'Huh.. setelah di pikir-pikir sudah setahun lebih ini aku selalu mengonsumsi banyak daging, hati, empedu atau bahkan jantung monster dalam sekali porsi makan.


Sudah sewajarnya permata monster berusia dua puluh tahun tidak lagi berfungsi untuk meningkatkan jumlah lingkar Qi ku.'


Xernathan kemudian mengambil permata paling besar yang di milikinya. Permata monster rusa.


Aliran Qi yang Xernathan keluarkan kemudian membuat permata monster seukuran bola takrau itu pecah dan energi besar terserap masuk ke dalam tubuh anak itu.


"Aah.. ternyata masih kurang dua.." Xernathan mengatakan itu setelah merasakan jumlah aliran tenaga dalam yang Ia miliki.


Setelah itu Xernathan langsung mengambil dua permata monster ikan masing-masing berumur sepuluh tahun. Lalu mengonsumsi kedua permata monster itu sekaligus.


'Seakan tidak nyata, tapi saat ini di umurku yang belum genap tujuh tahun aku sudah mencapai batas maksimum yang bisa di miliki oleh pengguna Qi tingkat dasar'


Xernathan tertawa kecil saat menyadari kekuatan yang di rasakan tubuhnya. Dengan mengaliri tenaga dalam penuh Xernathan bahkan bisa menggoyangkan seisi kamar dan membuat kaca pada lemari di hadapannya sedikit bergetar hanya dengan mengeluarkan aura Qi sebanyak keseluruhan yang Ia punya.

__ADS_1


'Huhh.. Ini adalah rasa yang luar biasa..'


'Aku tidak akan menyia-nyiakan kekuatan ini.'


__ADS_2