Pahlawan Jentaka

Pahlawan Jentaka
Chp.33 Aliansi Taiho


__ADS_3

Jika seekor monster mempunyai sebuah permata di kepalanya maka dapat di pastikan bahwa umur monster itu lebih dari seribu tahun. Tepat di depan mata empat orang anak ini adalah monster rusa yang memiliki sebuah permata di kepalanya.


"Nathan kau tunggu apa lagi hah?" Mitsuya terus-terusan berdecak kesal karena Xernathan terus menahan mereka yang sudah siap menyerang monster rusa itu.


"Kau diamlah, kita perlu memperhatikan monster ini lebih jauh." Xernathan tidak banyak bicara dan hanya memaksa mereka untuk menunggu lebih lama.


Di hadapan mereka adalah monster yang setidaknya mempunyai umur lebih dari seribu tahun. Tidak banyak yang bisa di lakukan anak sekecil mereka saat ini. Bahkan saat Mitsuya terus mendesak Xernathan, tiba-tiba anak itu terdiam saat melihat monster rusa di hadapan mereka mulai memakani bunga racun seperti makan rumput hijau yang biasa di makan kambing.


Meskipun racun yang di makan monster di depan mereka tidak begitu berbahaya, tapi melihat monster tersebut memakan tanaman racun seperti makan rumput tetaplah hal yang menakutkan di lihat.


"Gimana sekarang hah?" Xernathan mau memukul Mitsuya tapi dia akhirnya hanya menggertak.


Theodorus yang paling kasihan, tidak terdapat sedikitpun keberanian pada dirinya. Dia lebih sering diam sekarang. Kenyataan bahwa dia yang paling lemah di tempat ini membuatnya di rundung dirinya sendiri.


-


"Aku bahkan buta warna"


"Sialan pria tua itu, mau melukis saja harus mencari cat sendiri"


"Iya ya, dia yang menyuruh kita melukis dia yang merepotkan kita seperti ini"


Orang-orang sibuk mencari kesana kemari, nyatanya tidak mudah menemukan bahan dasar membuat warna cat di hutan seperti ini.


Lebih lagi mereka semua yang ada di tempat ini menghabiskan seluruh masa hidupnya untuk berlatih bela diri. Tidak ada pemahaman apapun yang mereka ketahui tentang membuat warna cat untuk melukis.


Sesekali aliansi itu melihat ke arah belakang mereka yang terdapat Levin dan teman bertopeng penuh jarumnya di belakang mereka.


Mereka sebenarnya sangat terusik. Saat terus di ikuti oleh Levin yang tanpa mereka ketahui maksutnya mengikuti mereka seperti ini.


Tapi mereka tidak berani bertanya. Menurut mereka tidak perlu terlalu khawatir Levin terus mengikuti mereka yang penting Levin tidak mengeluarkan aura bertarung atau aura membunuh ke arah mereka, mereka tidak akan memulai masalah pada dua orang itu.

__ADS_1


Mereka anggap Levin dan temannya ingin bergabung ke aliansi mereka tapi hanya tidak mau mengatakan secara lisan pada mereka.


"Wooii lama sekali." Mitsuya mulai geram, rasa jenuh di dirinya mengalahkan rasa takut di depan matanya.


"Heii kau diam sialan, kau tidak ingin monster itu menyadari keberadaan kita kan?" Sanji menggertak ingin memukul Mitsuya seperti yang di lakukan Xernathan sebelumnya.


"Kalian tidak perlu khawatir, bahkan monster itu sudah mengetahui keberadaan kalian berempat sejak awal." Seorang pria bertopeng kelinci berkata sambil meletakkan tangannya di pundak Sanji dan Theodorus.


Eyy.. Sanji terperanjat mundur melepaskan rangkulan pria bertopeng kelinci.


Levin tertawa geli melihat ekspresi wajah anak itu. Sebelumnya dia dan sebuah aliansi yang di ikutinya melihat ke arah monster rusa ribuan tahun ini. Tapi saat Levin menyadari keberadaan mereka berempat, Levin memilih untuk mendatangi anak-anak ini dengan menyembunyikan keberadaannya lebih dulu.


"Kalian tidak perlu ikut bertarung. Kalian lihat saja dari tempat ini. Atau lebih baik untuk sedikit menjauh." Levin menyarankan.


Xernathan sedari awal menduga bahwa monster itu bisa jadi sudah mengetahui keberadaan mereka. Karena pengalaman sebelumnya Xernathan sempat menghadapi monster jenis sama tapi berbeda usia.


Monster yang sadar akan kekuatannya tidak akan terusik dengan keberadaan empat orang anak kecil seperti ini, sangat sepele baginya.


vuitt.. Seorang pria berbadan kekar bernama Taiho membuat mulutnya, mengeluarkan suara suitan begitu melihat Levin menampakkan dirinya di hadapan monster rusa itu.


Serempak, kurang dari dua puluhan orang menyerang secara bersamaan. Monster rusa itu langsung bereaksi.


Levin berlari cepat mengimbangi rombongan yang berlari menyerang monster itu dan mengaliri Qi di tangannya.


Huughh.. Mata monster rusa ribuan tahun memerah seperti darah, mendengkur keras dan mengeluarkan aura bertarung yang besar ketika merasakan aura membunuh besar menuju arahnya dari dua orang pria yang menggunakan topeng. Taring monster rusa itu mengintimidasi puluhan orang lain yang berlari menuju arahnya.


Taiho dengan badan besarnya mengangkat batu seukuran tubuh anak kecil melempar ke arah kepala monster rusa dengan sangat keras.


Beberapa anak panah juga sudah di lepaskan tapi monster rusa itu diam di tempat sambil menangkis semua jenis serangan dengan tanduknya.


"Patahkan dulu kakinya." Satu dua serangan ke arah kaki monster di berikan. Kaki monster rusa itu terdapat banyak sobekan kecil.

__ADS_1


"Dia mulai bereaksi, ayo kita mundur." Pria bertopeng jarum membisikkan kata itu ke telinga Levin. Levin tersenyum lebar bahkan menunjukkan gigi dari balik topengnya.


Dua orang pria bertopeng menghilang dari pertempuran melawan monster rusa ribuan tahun.


Tubuh monster rusa terlihat bergetar hebat dan memunculkan urat-urat besar di leher di ikuti oleh urat-urat di sekujur badannya.


Kaki dan badan monster rusa mulai memunculkan otot-otot. Padahal tidak sedetik pun orang-orang berhenti menyerang dengan kekuatan penuh mereka. Tapi monster rusa ribuan tahun tidak mendapati luka serius saat bertransformasi ke bentuknya sekarang ini.


"Berpencar-berpencar"


"Heii kau jangan menyerang dari depan"


"Menyingkirlah dari hadapannya"


Belum sempat pria yang di teriaki orang-orang itu bereaksi. Taring monster rusa memisahkan bagian tubuh atas dan tubuh bagian bawah pria itu seperti manusia memakan sebuah apel.


"Cih mati kau monster sialan.." Taiho tidak kenal beberapa orang dari aliansinya yang sudah di bunuh monster rusa itu, tapi ketika melihat kematian orang-orangnya dia menjadi geram dengan monster ini.


Taiho sadar kemampuan bertarungnya tidak begitu baik. Satu-satunya hal yang di andalkan darinya adalah kekuatan fisik. Puluhan batu besar dengan kesusahan dia lemparkan ke arah monster rusa itu.


Nyatanya yang dia lakukan hanya dapat mengalihkan pandangan rusa itu dari oranglain yang akan menyerangnya menggunakan pedang.


Kecepatan berlari monster rusa lebih cepat dua kali lipat dari seekor cheta. Orang biasa seperti mereka tidak akan cukup mengalahkannya dengan tanpa berkorban banyak nyawa dari pihak aliansi.


Menyebabkan tidak sedikit korban yang berjatuhan dari pihak manusia.


Tapi meskipun begitu, luka-luka dari senjata tajam dan panah dari orang yang mampu menggunakan Qi cukup untuk membuat pertarungan ini ada perlawanan.


"Apa ini saatnya?" Pria bertopeng jarum bertanya pada pria lain yang sedang jongkok di atas cabang sebuah pohon yang tinggi bersamanya.


Khihihi.. Levin memegang kepalanya dan terdengar suara tawa khas dari balik topengnya.

__ADS_1


"Tidak.. tidak.. aku mau melihat kematian dari mereka lebih banyak lagi.." Levin seperti menikmati kematian di depan matanya dan penyiksaan sedikit demi sedikit yang di rasakan oleh monster rusa itu.


__ADS_2