
"Kau adalah lawan yang paling aku sikapi dengan serius selama setahun lebih ini, maka dari itu kau akan aku hadiahi sesuatu."
Xernathan kembali merapatkan dan menguatkan jari tangannya, membentuk seperti sebuah tombak. Menembus berbagai organ vital monster rusa itu dari lubang yang sama saat dia membunuh monster itu sebelumnya. Hadiah yang di berikan Xernathan adalah kematian yang cepat.
"Permata monster rusa.." Xernathan tertawa kecil saat mengeluarkan sebuah batu permata monster seukuran bola takrau yang dia congkel keluar dari dada monster rusa itu.
Ini adalah permata paling besar yang Dia punya saat ini. Sebelumnya Xernathan mendapatkan banyak permata monster seukuran bola bekel hingga seukuran bola kasti dari monster ikan yang memang usianya lebih muda dari monster rusa ini.
"Pantas saja ayahku berani menjamah hutan kematian Syclla ini, mungkin ini alasan utamanya" Xernathan menatap mayat monster rusa di hadapannya.
Xernathan mengingat bahwa dulu di kehidupan pertama di umurnya yang sekarang ini, bahkan dia ketakutan jika ibunya mengancam dengan menakut-nakuti Xernathan dan adiknya Gavin akan di buang ke hutan Syclla.
Dengan kemampuan yang sekarang, Xernathan yakin jika di buang ke hutan syclla sekalipun, ketika keluar dari hutan maka dia akan menjadi orang paling kaya di pulau Cyclops.
"Ternyata hutan Syclla tidak semenakutkan itu.. sebanding dengan yang bisa di dapat."
Permata monster sangat berguna untuk banyak hal seperti meningkatkan kapasitas penyimpanan Qi (tenaga dalam) dalam tubuh manusia, mengembalikan tenaga Qi yang di pakai, meningkatkan kualitas tulang ataupun di jual dengan harga yang sangat mahal.
Wajah Xernathan terlihat puas dengan hasil buruannya. Ada banyak yang bisa di manfaatkan dari tubuh monster rusa ini.
Seperti permata, kulit, jantung, mata, empedu, tanduk, taring dan lainnya. Xernathan bisa membayangkan harta yang banyak sebentar lagi akan berada di genggaman tangannya.
-
"Jantung rusa ini tidak enak.." Gumam anak itu pelan sambil mengunyah jantung rusa yang di bakarnya tanpa menggunakan bumbu apapun yang di makannya di depan sebuah perapian.
"Jika setidaknya ada sedikit garam, aku pasti bisa lebih lahap memakan ini.." Xernathan menatap dengan perasaan jemuh memakan jantung rusa yang berukuran lebih besar dari kepalanya, sambil memutar-mutarkan jantung bakar yang di tusuk ranting olehnya, Xernathan sudah sangat bosan dengan jantung monster bakar itu.
Dia hanya bisa berandai-andai karena memang saat ini di pulau Cyclops hanya ada sedikit garam yang harganya sangat mahal.
Pulau Cyclops ini sangat terpencil dan berada jauh dari wilayah lainnya di sebuah negara bernama Centuri.
__ADS_1
Dari kehidupan pertamanya Xernathan tidak tau kapan pastinya bumbu-bumbu makanan termasuk cabai, garam dan gula bisa sampai dalam jumlah banyak ke pulau Cyclops ini karena sejak lama dia sudah meninggalkan pulau Cyclops dan kembali setelah puluhan tahun berkelana.
Selama itu pula aneka rasa yang bisa di nikmati penduduk pulau hanyalah manis, asam dan pahit dari buah, susu serta daging-dagingan.
Lebih dari itu yang Xernathan ingat tidak terlalu banyak rasa asin dan pedas yang dapat di rasakan oleh lidah penduduk pulau Cyclops ini.
Badan Xernathan mulai bereaksi pada sesuatu yang sebelum ini masuk ke dalam tubuhnya. Ada sensasi tekanan dan panas yang membakar tulangnya. Sensasi yang membuat tulang-tulang itu terasa ngilu termasuk seluruh persendiannya.
"Ini menyakitkan, apa ini?" Gumam Xernathan dengan suara menahan sakit.
Beberapa menit berlalu, tapi terasa seperti beberapa jam sudah berlalu.
Xernathan berdiri dan merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya.
"Apa mungkin aku sudah mencapai tingkat tulang ghapantsa?" Alis Xernathan menekuk hingga hampir bertemu.
Rasa penasaran yang besar menutupi pikirannya dari kemungkinan resiko yang akan di deritanya.
Akhh.. Xernathan berteriak keras karena tidak kuat menahan rasa sakit.
Shhss.. Xernathan berdesis menahankan perihnya luka di tulang keringnya.
Anak itu terjatuh dengan siku luan menghantam tanah dari jarak lebih dari satu meter. Anehnya, tulang anak kecil yang masih berumur belum genap tujuh tahun itu tidak patah atau mengalami retak sedikitpun.
Xernathan bahkan tidak merasakan apapun selain luka di kulit tulang keringnya.
"Bodohnya aku, lupa ambil air.." Xernathan mengumpat pada dirinya sendiri. Sambil merapatkan giginya menahan sakit anak itu terus merangkak menuju genangan air.
Dengan sangat kesulitan Xernathan mencoba untuk menuju genangan air terdekat yang dia lihat dari jauh. Sialnya hal ini lupa dia pikirkan. Jarak dirinya dengan genangan air terdekat adalah lebih dari dua puluh meter.
Kemudian Xernathan meraih daun dan menampung air dari genangan kecil itu.
__ADS_1
"Aku pasti salah melihat" Mata Xernathan terbuka lebar melihat tulangnya yang berwarna hitam pekat seperti warna sebuah besi hitam.
Dengan tanpa pikir panjang Xernathan mengoyak lebih lebar lukanya. Menahan rasa sakit dan perih karena luka itu dan langsung mengguyur luka dengan air untuk menghilangkan darahnya.
Xernathan menahan teriakannya sekuat tenaga hingga membuat matanya terbelalak dan giginya rapat karena menahan rasa sakit.
"Aku tidak salah.. jelas ini adalah tulang ghapantsa." Anak itu terus menyirami lukanya untuk menghilangkan darah agar bisa melihat jelas warna tulang yang Ia miliki. Walaupun rasa sakit itu membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengetahui jenis tulang dengan cara memegangnya tanpa harus mengoyak kulit. Tapi setelah Xernathan mendapati dua kali kehidupan sekalipun dia masih tidak tau bagaimana mengecek kualitas tulang dengan cara seperti itu.
Xernathan melihat tulangnya saat ini berwarna hitam pekat. Ini benar-benar adalah tulang ghapantsa.
Di dunia ini ada lima jenis tingkatan tulang yaitu, tulang isiseko (tulang tingkat satu), tulang ghapantsa (tulang tingkat dua), tulang phakathi (tulang tingkat tiga), tulang adhart (tulang tingkat empat), terakhir tulang spids (tulang tingkat lima).
Tiap tulang masing-masing di pengaruhi beberapa hal untuk bisa di capai, faktor yang mempengaruhi adalah waktu, sumber daya monster ataupun faktor keturunan maupun bawaan lahir.
Pada kehidupan sebelumnya Xernathan baru mencapai tulang tingkat paling rendah yaitu tulang isiseko pada umurnya belasan tahun karena latihan yang sangat keras.
Tingkat tulang paling tinggi yang di capai Xernathan pada kehidupan sebelumnya adalah tingkat tiga, yaitu tulang phakathi.
Itupun tingkat tulang phakathi berhasil dia dapat setelah usianya lebih dari lima puluh tahun. Tulang Xernathan tidak mendapatkan peningkatan apapun setelah mencapai tulang phakathi, karena setelah mendapat kualitas tulang itu dia tidak latihan lagi karena suatu alasan.
Xernathan tidak mampu untuk mencapai tingkatan tulang selanjutnya dengan mengandalkan sumber daya dari kehidupan pertamanya karena saat itu Xernathan tidak memiliki banyak sumber daya.
Berbeda dengan sekarang Xernathan punya gaya latihan ekstrim dengan berburu monster yang banyak di hutan Syclla, wilayah hutan paling barat di pulau Cyclops ini juga menyediakan sumber daya berlimpah untuk memenuhi kebutuhan pada proses latihannya.
Bahkan kekuatan jari tangannya yang lebih kuat dari mata tombak yang Xernathan gunakan untuk membunuh monster rusa sebelumnya adalah akibat dari kualitas tulang isiseko yang dia punya dari beberapa bulan yang lalu Ia dapatkan.
Sekarang berkat sumber daya yang dia konsumsi selama setahun terakhir di tambah sumber daya berupa jantung dari monster rusa seratus tahun yang sebelum ini di makannya, Xernathan bahkan berhasil mendapatkan kualitas tulang ghapantsa di umurnya belum genap tujuh tahun ini.
Siapapun sulit mengikuti gaya latihan ekstrim Xernathan di usianya yang sekarang ini kecuali anak orang yang sangat kaya ataupun satu orang yang Xernathan kenal.
__ADS_1