
"Toloongg.. Mamaaa.." Seorang anak kecil berteriak karena tubuhnya di angkut oleh seorang pria berbadan kekar untuk ikut bersamanya naik ke atas kapal.
Anak itu meronta-ronta sambil menangis memintai bantuan oranglain tapi dekapan pria itu membuatnya kesulitan bergerak.
Seorang nelayan menyerang pria berbadan kekar itu menggunakan parang yang biasanya di gunakan untuk memotong ikan.
Eitss.. pria berbadan kekar itu berhasil mengelak tapi tangannya berdarah karena terkena sedikit sabetan parang nelayan.
"Kau berani melawanku hah?" Pria berbadan kekar itu melepas pelukannya pada anak kecil itu. Anak itu lari meninggalkan dua orang dewasa yang sedang berkelahi karenanya.
"Jangan berpikir aku akan biarkan kau pergi dari sini setelah kau menyerangku secara tiba-tiba seperti ini." Pria berbadan kekar itu terlihat menjilat darah pada luka di tangannya dan menunjukkan senyum mengintimidasi untuk menakuti nelayan di hadapannya.
Nelayan itu berdiri gemetaran melihat orang di hadapannya. Padahal dia memegang sebuah parang dan orang di hadapannya hanya tangan kosong tapi perangainya kalah menyeramkan dari pria di hadapannya.
Hngghhkk.. Setelah bertukar beberapa kali serangan akhirnya pria berbadan kekar itu berhasil memberikan pukulan telak ke perut nelayan yang kini meringis kesakitan di tanah.
Kelihatannya setelah sadar sekalipun nelayan itu akan mengalami luka dalam serius di dalam tubuhnya.
Xernathan melihat kejadian itu dari kejauhan setelah membawa seorang anak kecil untuk menjauh dari dermaga danau. Pertempuran tidak berimbang sungguh terjadi di penjuru kota antara orang-orang yang memiliki perangai seperti perompak itu dengan para penduduk kota pulau Cyclops.
Selama lebih dari satu jam berlalu Xernathan membawa lebih banyak lagi anak-anak seusianya sampai di bawah usianya menjauh dari kota yang kini manjadi lokasi pertempuran.
Dengan penggunaan Qi tingkat dasar yang dia miliki Xernathan berhasil mengevakuasi anak-anak lainnya ke jarak aman.
Sesekali Xernathan di halang oleh perompak yang di lewatinya. Tapi kekuatan pukulan Xernathan berhasil membuat cela mundur perompak itu hingga membuat Xernathan berhasil kabur.
"Berapa anak yang sudah kalian naikkan ke atas kapal?" Tanya seorang pria berjanggut lebat pada seorang asistennya di atas kapal.
"Baru belasan kapt.." Jawab orang yang di maksut singkat.
"Hah baru belasan?" Wajah pria berjanggut lebat itu memerah. Tidak tau penyebabnya karena murka atau karena alkohol yang berada di genggaman tangannya. Tapi wajahnya terlihat terkejut mendengar jawaban asisten nahkoda kapal itu.
"Iya, penduduk pulau ini memberikan banyak perlawanan. Sulit melumpuhkan mereka tanpa harus melukai, kami sebisa mungkin untuk melakukannya. Tapi satu yang menjadi masalah.." Asisten nahkoda itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Pria berjanggut itu melirik tajam ke arah asisten kapalnya, dia seperti tidak ingin mendengar ada sebuah masalah.
"Ada seorang anak yang terlihat berlarian menyelamatkan anak-anak lain menjauh dari pusat kota" Sambung asisten kapal.
__ADS_1
"Tapi yang jadi masalah anak itu sepertinya bukan anak biasa, kemampuannya berlarian kesana-kemari menggendong anak lain dan memindahkan mereka jauh dari kota, dia memiliki banyak stamina yang seperti tidak ada habisnya."
Pria berjanggut itu meneguk alkohol di genggaman tangannya dengan lima kali tegukan panjang sebelum berbicara memerintah orang di sampingnya. "Sertakan dua orang lain bersamamu menangkap anak itu. Bawa dia naik ke atas kapal."
Xernathan berhasil mengevakuasi lebih dari tiga puluh anak ke desa terdekat. Nafas Xernathan masih cukup untuk menggendong dan membawa lari sekitar ratusan anak lainnya.
Xernathan kembali ke kota dan melihat beberapa anak di bawa naik ke atas kapal tapi Xernathan hanya menggeleng merasa ini adalah takdir dari anak-anak itu.
Xernathan tidak mungkin bisa menyelamatkan mereka dari perompak-perompak yang lebih banyak jumlahnya di atas kapal.
Akan membuat waktunya terbuang untuk menyelamatkan anak lain yang lebih berpeluang untuk di selamatkan.
Dengan kecepatan lari penuh Xernathan menyusuri tiap jalanan kota dan sesekali bersisi jalan dengan pertarungan yang terjadi antara perompak dengan kumpulan orang yang sebelumnya makan di kedai makanan.
Xernathan melihat tidak ada lagi yang perlu dia tolong. Meski pertempuran sungguh terjadi tetapi korban-korban yang berjatuhan dari penduduk pulau Cyclops hanya menderita luka ringan dan kehilangan kesadaran mereka.
Para perompak ini seperti tidak ingin mencelakai orang-orang yang ingin mencelakai mereka.
"Kau anak kecil yang berlarian mengevakuasi anak-anak lain tadi?" Tanya pria berbadan kekar yang mengalahkan nelayan pada Xernathan.
"Anak kecil kau jangan melawan"
"Atau kau akan merasakan sakit karena mencoba kabur dari kami." Ucap pria lain di tempat itu sudah mengepung Xernathan.
Anak kecil itu mengepal tinjunya. "Jangan sedikitpun berpikir kalian bisa melukaiku."
"Jangan remehkan dia, dia bahkan lebih kuat dari kita bertiga." Ucap pria yang merupakan asisten nahkoda kapal.
Xernathan melompat ke arah tiga orang dewasa di hadapannya. Menyerang ketiganya sekaligus memberikan perlawanan sengit.
Beberapa gerakan Xernathan berhasil membuat ketiga orang pria dewasa ini kewalahan.
Meski ini kali pertama Xernathan bertarung dengan manusia di kehidupan keduanya tapi Xernathan memperlihatkan kemampuan bertarung yang cukup baik.
pfftt.. Darah segar keluar dari mulut salah satu pria dewasa di hadapannya. Darah yang tadinya terkumpul di mulut, termuntahkan karena satu tendangan fatal dari Xernathan.
Xernathan tidak menggunakan Qi nya sedikitpun saat bertarung dengan orang-orang ini. Xernathan hanya mengandalkan kualitas tulang ghapantsa yang dia miliki.
__ADS_1
Bahkan saat salah satu seorang pria ini mencoba melempar kepalanya dari belakang menggunakan batu besar, kepala Xernathan hanya terhuyung sekali ke depan tanpa mendapati luka yang serius melainkan hanya rasa sakit yang lumayan.
Lemparan itu di balas Xernathan dengan tendangan barusan hingga membuat pria itu muntah darah dan tergeletak di tanah.
"Kalian ingin kabur?" Xernathan menantang dua orang pria dewasa yang tersisa.
Cihh.. Salah satu orang berbadan kekar itu meludah ke sembarang arah.
Xernathan mengaliri sedikit Qi ke tangannya, dengan kekuatan seperti ini meski tidak menggunakan kekuatan penuh seharusnya Xernathan bisa memecahkan kepala dua orang pria dewasa di hadapannya dengan sekali pukulan tangan kanan dan kiri.
Xernathan melihat dua orang pria yang berdecak geram melihatnya. Tanpa aba-aba Xernathan melompat ke arah pria itu dengan kedua tangan yang mengepal di aliri Qi.
Shuurft.. Sebuah jaring yang di aliri Qi menangkap Xernathan sewaktu anak itu melompat terbang di udara.
Tubuh Xernathan meringkuk di tanah tanpa bisa terlepas dari jeratan jaring yang mengikat tubuhnya.
"Anak sialaan.." Pria berbadan kekar berteriak sambil mengeluarkan pisau dan berniat menusuk Xernathan yang terbaring tidak berdaya di tanah.
Xernathan berusaha kabur dengan mengaliri kekuatan penuh Qi yang dia miliki untuk keluar dari jeratan tapi Qi yang melapisi jaring ini lebih kuat dari keseluruhan lima puluh lingkar Qi yang Xernathan miliki.
Duarr.. Satu tembakan pistol berhasil menembus kepala dan membunuh pria berbadan kekar yang ingin mencelakai Xernathan.
"Kapten Morgan.." Satu orang pria yang masih bisa berdiri tegak menyebut nama kapten kapal.
Duarr.. duarr.. Dua tembakan lain menembus kepala pria yang sekarat di tanah karena di tendang oleh Xernathan sebelumnya.
"Dua abk kapalmu ini sungguh menyebalkan sudah berapa kali aku bilang untuk jangan melukai penduduk pulau ini.." Pria berjanggut lebat bernama Morgan itu memaki asisten kapalnya.
Pria itu masih sanggup berdiri tegak namun tidak bisa memberikan pembelaan.
Phuuft.. Kapten Morgan menyemburkan alkohol dari mulutnya. Meludahi dua orang yang tewas di tanah.
"Bawa anak ini naik ke atas kapal, kita harus segera meninggalkan pulau ini. " Pria berjanggut lebat yang merupakan kapten kapal balik badan dan pergi dari tempat itu.
Xernathan tidak lagi berusaha untuk melepaskan diri meski saat semakin jauh pria berjanggut lebat itu darinya, semakin tipis Qi yang melapisi jaring yang menjeratnya.
Karena tujuan Xernathan memang untuk ikut bersama rombongan perompak ini. Tapi sebelumnya dia hanya tidak ingin ada terlalu banyak anak yang berhasil di bawa kapal ini dari pulau Cyclops. Makanya dia melawan.
__ADS_1