
Xernathan melihat ada dua monster beruang setidaknya masing-masing berusia lima ratus tahun sedang memegangi seorang wanita dan yang satunya bertarung sengit dengan Sanji.
Xernathan melompat dari pohon yang tinggi di atas Sanji. "Kau mundurlah Sanji aku yang melawan mereka berdua dan kau pergi lah menyelamatkan wanita itu" Belum sampai di tanah dia sudah memerintahkan Sanji untuk mundur.
"Cihh siapa kau mengatur pria tampan ini.." Sanji meludah ke sembarang arah, ludahnya terlihat berwarna merah.
Zhaapp..
Xernathan mengayunkan pedang Charybdis yang di aliri Qi menyayat tangan salah satu monster beruang di hadapannya.
Monster itu mengaum hebat merasakan tangannya terluka.
"Heii kau sialan, dia lawanku.." Sanji seperti tidak senang dengan bantuan Xernathan.
"Kau selamatkan saja wanita itu." Sanji memerintahkan Xernathan. Xernathan menelan ludahnya, merasa ada yang salah di kepala Sanji tapi dia menuruti apa kata anak itu. Dan memancing satu monster lain untuk menyerangnya.
Shufft.. Pedang Charybdis milik Xernathan melesat cepat menggoreskan luka di tangan monster beruang berusia lima ratus tahun membuat pegangannya pada wanita itu terlepas. Tubuh wanita itu terjatuh ke tanah dan tergeletak tidak bisa berdiri. Tubuhnya lemas kehilangan banyak darah.
"Kau lawanku yaa.." Xernathan meraih lagi pedang yang sebelumnya tertancap di batang pohon dan menantang monster yang memiliki tinggi lebih dari tiga meter.
Ghaarr.. Monster beruang terlihat murka karena luka di tangannya. Kali ini luka yang di berikan Xernathan cukup dalam. Daging dan kulit beruang yang terkoyak itu terlihat terasa sangat menyakitkan.
"Aku sebenarnya tidak ingin melawanmu karena melihat banyaknya luka tembak yang kau terima dari temanku." Xernathan menggelangkan kepala sambil mengambil posisi, memainkan ayunan pedangnya.
"Itu akibatnya kau berani menyerang manusia.." Xernathan melompat dan mengayunkan pedang yang di aliri Qi.
Strhiing.. Ayunan dan permainan pedang Xernathan berhasil di tepis monster di hadapannya berulang kali. Nyatanya cakar monster beruang itu tidak kalah kuat dari pedang milik Xernathan. Justru Xernathan yang beberapa kali terhempas karena tamparan ayunan cakar monster beruang ini.
Tubuh Xernathan penuh luka lebam karena benturan. "Ini sakit. Kalau saja aku tidak bisa menggunakan Qi aku pasti sudah mati karena benturan keras barusan."
Xernathan terperanjat saat melihat arah sampingnya. Sanji lebih babak belur darinya tapi kelincahan anak itu jauh lebih baik daripada Xernathan.
"Tidak ku sangka Sanji ini punya kecepatan seperti itu. Dia pasti berlatih sangat keras hingga mencapai kemampuan seperti itu."
Dhuaakk.. Pukulan keras terdengar menghantam Xernathan. Tubuh anak itu terpental belasan meter dan baru terhenti karena kakinya menyangkut di akar pohon.
Crack..
__ADS_1
Aaakkhh.. Xernathan berteriak kesakitan kakinya patah karena terlempar dan menyangkut di akar pohon sekencang itu.
Nyatanya tulang ghapantsa yang Xernathan miliki bahkan tidak bisa menahan kekuatan lemparan sejauh belasan meter.
Hukk.. hukk.. Xernathan terus terbatuk kosong. Tidak ada darah yang keluar dari tepian bibirnya. Lemparan sejauh belasan meter sepenuhnya terhenti karena kakinya yang menyangkut pada akar, bukan benturan.
Xernathan secepatnya bangkit melihat monster beruang yang berlari cepat ke arahnya.
"Jangan mendekat aku tidak mau kehilangan anggota tubuhku karenamu.." Xernathan kesakitan luar biasa karena tulang kakinya patah sangat merasakan kesulitan saat berdiri.
Dengan setengah hati dia mengayunkan pedang tapi tidak cukup untuk membuat jarak antara dia dan monster beruang itu. Nyatanya monster beruang itu tidak gentar sedikitpun.
Xernathan menangis kesakitan tidak tahan dengan sensasi denyut di kakinya. Rasa bercampur aduk antara takut dan cemas menghilangkan semangat bertarungnya.
Pedang Charybdis yang terlihat kokoh dan penuh wibawa seakan tidak pantas ketika di gunakan oleh seseorang yang bertarung sambil menangis.
Tapi Xernathan cukup beruntung masih bisa berdiri dan punya banyak tenaga dalam yang di aliri ke kakinya untuk membantu anak itu bisa berdiri. Berkat Qi yang dia miliki. Namun rasa sakit mengurangi kelincahannya dalam bertarung.
Xernathan mengangkat pedang dan terlihat kilauan dari pantulan cahaya bulan berjalan menuju ujung pedang hitam di genggaman tangannya. Xernathan mulai mendapati ketenangan dalam dirinya.
Penentuan hidup dan mati antara Xernathan dan monster beruang yang tinggal berbeda jarak beberapa meter darinya.
Gruaahh.. Leher monster beruang hampir setengahnya terbelah. Tapi amukannya justru lebih gila lagi.
'Aku mohon menyerahlah..' Xernathan mengumpat dalam hati. Melihat mulut beruang semakin melebar mengaum ke arahnya membuat Xernathan pucat. Hingga saat ini pemenang pertarungan belum bisa di tentukan.
Namun jika di lihat kondisi beruang itu yang sekarang, jika dia berhasil mencabik tubuh Xernathan jadi potongan kecil-kecilpun dia tetap akan ikut mati bersama anak itu karena kekurangan banyak darah.
Ketakutan, suara tembakan yang terdengar dari jarak belasan meter darinya, hilangnya semangat bertarung dan rasa sakit di sekujur tubuh bercampur menjadi satu pada serangan terakhir penentuan hidup dan mati antara Xernathan dan monster beruang yang berlari beringas menuju ke arahnya.
Dengan kecepatan lari penuh monster beruang hanya tinggal menyisakan beberapa meter jarak antara keduanya.
Monster beruang melompat dengan beringas ke arah Xernathan. Xernathan mengaliri kekuatan penuh Qi yang di milikinya ke pedang dan kakinya berdiri.
Zreepp.. Pedang Charybdis menembus dada monster beruang itu. Tubuh monster itu tertahan di udara karena di topang oleh pedang Xernathan. Xernathan masih kuat mengangkat tubuh monster yang sudah tertembus oleh pedangnya.
Tapi monster beruang itu tidak langsung mati melainkan masih bisa memberikan perlawanan. Wajah Xernathan dicabik beberapa kali dan tubuh bagian atas lainnya juga terkena cabikan menyemburkan darah dari luka tubuhnya yang sangat parah.
__ADS_1
Xernathan langsung melepas pedang miliknya membiarkan monster beruang yang meronta-ronta di atas tanah. Xernathan terbaring lemas di samping monster yang sedang meregang nyawa itu.
Xernathan tidak lagi bisa merasakan nafasnya. Darah terlalu banyak keluar dari luka di sekujur tubuhnya akibat dicabik monster itu. Pertarungan yang terjadi menyisakan banyak sekali luka di tubuh Xernathan.
-
"Kau lumayan juga ya.." Sanji mengucapkan itu dengan menghalangi pandangan Xernathan ke arah langit. Sambil tersenyum Sanji memuji Xernathan.
"Sa.. Nji.." Xernathan berkata pelan, tapi Sanji hanya bisa menebak perkataan itu. Sanji tidak lagi bisa mendengar suara Xernathan yang terlalu pelan.
"Ayolah bertahan kita pulang, pria tampan ini akan menolongmu.." Tubuh Sanji tidak kalah babak belurnya dari Xernathan. Tapi luka karena kuku ataupun taring tidak banyak di tubuhnya, hanya goresan-goresan kecil.
Sanji, menyeret kaki Xernathan dan wanita navigator untuk kembali menuju rumah kayu di bawah pohon cemara rasaksa.
Bukan sekali ataupun dua kali, melainkan Sanji berulang kali terseok-seok menyeret dua orang itu untuk pulang.
Jalan yang terjal dan bebatuan dan akar-akar besar membuat dua tubuh yang di seret olehnya mengalami luka-luka kecil tambahan tapi mau bagaimana-mana lagi, kalau tidak dengan cara itu mereka tidak akan bisa sampai ke rumah kayu di bawah pohon cemara.
"Sa.. Nji.."
"Na.. than.." Theodorus tidak lagi bisa berucap melihat kedatangan Sanji menyeret temannya dalam keadaan yang sangat parah.
Sanji sendiri langsung terjatuh saat berhasil masuk ke dalam rumah kayu melalui tembok yang hancur sebelumnya. Sedangkan kondisi Xernathan yang terlihat paling parah setelah seorang wanita navigator itu.
Bagian tubuh atas Xernathan penuh luka-luka besar bekas cakaran. Wajah anak itu tidak lagi jelas bentuknya dan giginya kelihatan dari pipinya yang sobek.
"Berikan mereka semua masing masing satu botol penuh." Seorang pria navigator berkata dengan suara yang sedikit lebih bertenaga dari sebelumnya. Namun dia terlihat hanya duduk bersandar di dinding. Sepertinya dia sudah membaik dari luka dalam yang serius.
Theodorus menyulangi minuman berwarna kuning pucat dari botol kecil ke tiga orang itu.
"Mereka akan baik-baik saja, seperti aku sebelumnya. Tapi anak yang satu itu, aku tidak tau ada cara yang bisa menyembuhkan luka di tubuhnya." Pria navigator menggeleng merasa bersalah.
Anak yang di maksut adalah Xernathan.
Pria navigator itu sangat percaya diri dengan obat miliknya yang di berikan Theodorus pada mereka sebelumnya bisa menyembuhkan luka dalam seperti apapun.
Mengingat dia sendiri telah sembuh sepenuhnya dari kerusakan organ dalam yang sebelumnya sangat parah dan sekarang dia tinggal hanya butuh beberapa jam beristirahat untuk pemulihan sepenuhnya.
__ADS_1
Tapi melihat kondisi luka luar Xernathan dia merasa tidak yakin ada satu cara yang bisa mengembalikan wajah anak itu dan luka yang di deritanya seperti semula.