Pahlawan Jentaka

Pahlawan Jentaka
Chp.6 Keberanian Xernathan


__ADS_3

"Aku sudah mencapai tulang ghapantsa aku harus segera berlatih Qi.." Xernathan mengepal tinjunya, masih seakan tidak percaya pada pencapaiannya bisa secepat ini.


"Jika aku mencapai tingkat tulang ghapantsa di umurku yang belum tujuh tahun ini. Maka kira-kira dulunya pencapaian seperti apa yang ayahku miliki ya?" Xernathan terlihat berpikir.


Xernathan menggeleng cepat. "Tidak.. tidak.."


Xernathan terus berbicara dengan dirinya sendiri. "Tidak mungkin ayahku mampu memburu puluhan monster berusia puluhan tahun apalagi ratusan tahun dengan kemampuannya yang baru berusia tujuh tahun."


Memang berbeda dari ayahnya, Xernathan adalah pria dewasa yang terjebak pada tubuh anak kecil. Jadi ada perbedaan yang di dapat karena pada dasarnya mental dan pengalaman Xernathan berburu monster selama ini tidak sedikit.


"Mungkin memang benar ayahku berhasil memburu monster berumur puluhan tahun tapi aku yakin pasti monster yang di dapat ayahku jumlahnya jauh lebih sedikit dari puluhan monster yang ku dapat selama setahun terakhir ini." Akhirnya Xernathan menjawab pertanyaannya.


Xernathan memadamkan api dengan memukulnya menggunakan ranting dan daun setelah merangkak kembali menuju ke dekat perapian dan mayat monster rusanya berada.


Begitu api padam, asap putih mengepul dapat terlihat sampai jarak belasan kilometer jauhnya dari tempat Ia berada. Xernathan membuat suatu kode morse menggunakan asap itu yang memiliki arti seruan untuk datang.


Beberapa orang pria yang melihat sinyal itu dari atas pohon di kejauhan menangkap sinyal yang di buat Xernathan lalu segera datang secepatnya menuju ke sumber panggilan untuk mereka.


"Aku harus menghentikan darah yang mengalir, aku juga tidak bisa membiarkan oranglain melihat kondisi tulangku." Anak itu kemudian terlihat mencari sesuatu, kepalanya dengan cepat melihat ke segala arah.


Lalu matanya menangkap ke satu arah bawah terlihat ada beberapa semut seukuran ibu jari orang dewasa sedang berjalan tak tentu arah.


Ini adalah semut peluru, semut ini memiliki taring dan bisa zootoksin yang sangat-sangat menyakitkan jika seseorang terkena gigitannya. Xernathan berniat untuk menggunakan semut-semut itu sebagai penjahit alami lukanya. Gigitan semut itu di gunakan seumpama staples untuk merapatkan luka yang menganga di kaki anak itu.


'Ini dia.. apa kau siap?' Xernathan tentu ragu ketika melihat taring semut-semut itu. Tapi tidak adanya pilihan lain membuatnya yakin.


Aaaaakhh.. Jeritan dan rasa sakit yang di terimanya saat ini menjadi satu suara hutan.


Xernathan merapatkan sekali lagi lukanya yang terbuka, lalu kembali membiarkan semut peluru menggigitnya dan seketika luka itu merapat dengan sendirinya, Xernathan memenggal kepala semut itu hingga taring semut menempel menutup rapat lukanya.

__ADS_1


Hgggrrr..


Hsshhhh.. Kali ini anak itu tidak menjerit melainkan mengerang dan berdesis merapatkan gigi menahan suaranya agar tidak keluar. Dia mulai berpikir untuk mengurangi terjadinya resiko karena bisa saja mengundang monster lain dari jeritannya.


Dua kepala semut dan taringnya sudah tertancap merapatkan sebagian lukanya.


Wajah Xernathan memucat menahan rasa sakit, bibirnya pun berubah menjadi berwarna putih.


Proses itu terjadi beberapa kali hingga beberapa jam berlalu, kurang dari sepuluh orang dewasa datang mendekat ke arah Xernathan dengan membawa pisau, tali dan alat-alat lainnya.


Xernathan tersenyum menyambut kedatangan orang-orang itu seakan melupakan rasa sakit yang sebelum ini menyiksanya.


"Kenapa bapak-bapak sekalian lama sekali datangnya?" Xernathan bertanya dengan mengangkat alis.


"Ka.. kami.." Salah seorang pria berusaha untuk menjawab Xernathan tapi kata-kata tidak berhasil keluar dari mulutnya.


Xernathan mengangkat alis. "Memang sebelumnya ada orang lain di tempat ini selain aku?" Xernathan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari ke segala arah dan tidak ada siapapun di hutan itu selain dirinya dan orang-orang yang baru datang barusan.


"Lupakan.. ayo kita pergi dari tempat ini, bapak-bapak semua ini pasti tidak ingin mendapat masalah dengan berlama-lama berada di dalam hutan Syclla ini bukan?" Xernathan berkata sambil menunjukkan senyum nakalnya, menakuti orang-orang yang lebih tua darinya.


Mereka langsung menuruti permintaan Xernathan. Tidak perduli seorang anak kecil lah yang memerintahkan mereka dan berhasil membuat mereka menjadi takut.


Mereka ini adalah petani yang sebelumnya di minta Xernathan untuk membantunya. Xernathan mengatakan yang dia butuhkan hanyalah jasa angkut. Mereka menolak saat di minta untuk masuk ke dalam hutan Syclla.


Tapi Xernathan menjanjikan mereka masing masing akan mendapatkan dua keping emas. Penghasilan sebesar itu merupakan pendapatan rata-rata petani miskin seperti mereka selama dua bulan.


Kepingan emas sebanyak itu cukup untuk hidup dan memenuhi kebutuhan lain untuk waktu lebih dari satu bulan lamanya.


Sulit bagi mereka menolak penawaran seperti itu yang di dapat hanya dengan mengangkat barang yang beratnya tidak seberapa, meski harus masuk ke hutan Syclla sekalipun.

__ADS_1


Apalagi waktu yang di butuhkan untuk pekerjaan itu hanyalah satu hari. Itupun sebagian besar waktu hanya di habiskan untuk menunggu.


-


Xernathan menebak, dalam hati para petani ini pasti terus bertanya bagaimana seorang anak kecil yang melakukannya.


Jadi tanpa harus di tanya, saat rombongan mereka yang membawa beberapa potongan kaki, kepala dan anggota tubuh monster rusa yang lainnya Xernathan menceritakan tentang bagaimana cara dia mengalahkan monster rusa itu.


Sambil di gendong di atas pundak salah satu seorang pria dewasa Xernathan terus bercerita tentang pelariannya, tentang ide yang dia dapat seketika, tentang berlarian dan bermanuver, Ia tidak berbohong anak itu tidak membedakan rentetan ceritanya dengan kejadian yang sebenarnya.


Kecuali tentang bagaimana dia mendapati luka di kakinya dan juga caranya menusuk jantung monster rusa itu.


Xernathan berkata, luka di kakinya karena terpeleset jatuh. Anak itu juga bilang dia membunuh monster rusa itu dengan menusuk ke arah dada monster itu dengan kayu runcing yang sudah di buangnya.


"Kau sungguh hebat Nathan, aku tidak bisa lihat bedanya kau dengan ayahmu" Seorang pria yang paling tua di antara pria-pria itu memuji Xernathan.


"Dulu ayahmu juga sama beraninya dengan dirimu"


"Kau memang anaknya Rainer"


Xernathan terdiam, sambil terus di gendong karena kakinya kesulitan berjalan, pikirannya membawa kembali ingatan di kehidupan pertamanya.


Saat usianya belum genap tujuh tahun di kehidupan pertamanya Xernathan tidak melakukan hal-hal seperti ini.


Xernathan dulunya hanya mendengar cerita tentang kehebatan ayahnya. Sedangkan di umur yang sama, Xernathan hanya bermain seperti anak biasa pada umumnya.


Berkat pengalaman dan mental yang dia punya dari kehidupan sebelumnya Xernathan di umur yang belum genap tujuh tahun ini akhirnya berani berburu dan memasuki wilayah hutan Syclla sendirian.


Xernathan hanya bisa tersenyum masam saat terus di sama-samakan dengan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2