Pahlawan Jentaka

Pahlawan Jentaka
Chp.16 Kebencian Sanji


__ADS_3

Kalau saja Xernathan tau hal ini dia akan lebih memilih menyerah dan pulang tanpa harus ikuti ujian elite militer yang menyiksa dia dan adiknya di kehidupan pertama.


Karena yang Xernathan pikirkan saat itu adalah jika gagal melewati ujian menjadi elite militer maka nyawa mereka akan di habisi karena elite militer takut anak-anak itu akan membocorkan kejadian ini dan membuat semua warga satu negara Centuri akan mengecam perbuatan tidak terpuji mereka yang menculik anak di bawah umur untuk ikut seleksi dan menjadi anggota wajib militer.


Ternyata memang benar elite militer berisikan orang-orang dengan gangguan di kepala mereka. Mereka seperti tidak takut pada kecaman seperti apapun, sebanyak apapun.


"Aku hanya ingin balas dendam, itu saja.." Sanji yang belum di tanya malah berbicara.


"Tiga tahun lalu suku ku, suku Nayara di bantai habis oleh salah satu komunitas psikopat hanya demi tulang spids (tulang tingkat lima) yang kami miliki" Sanji menjelaskan dengan tatapan mata tajam dan giginya yang merapat keras.


"Tulang spids?" Mata kapten Morgan terlihat melebar sesaat.


Sanji menggeleng. "Hanya bagian tangan kiri kami yang memiliki kualitas tulang spids secara turun temurun bawaan lahir"


"Tapi hanya karena ingin mengambil tulang yang ada di tangan kiri ini, gerombolan manusia sialan itu membantai habis suku Nayara." Sanji menahan tangis sambil menggenggam erat tangan kirinya.


Xernathan yang mendengar itu merasa tidak asing. Dia tau ada banyak komunitas berisikan orang-orang bejat di negara Centuri ini tapi hanya ada satu nama yang tega menghabisi nyawa satu suku hanya demi mendapatkan sedikit yang mereka inginkan.


Kapten Morgan mulai memasang wajah seriusnya. "Sanji, balas dendam tidak bisa dengan amarah sesaat, apa alasanmu sangat kuat untuk membalaskan dendam sukumu?"


"Elite militer biasa tidak akan bisa menghabisi organisasi yang kau sebutkan. Aku kenal mereka sebagai kumpulan orang-orang haus pertempuran.


Saat ini mereka terus bertambah kuat dengan menjalani banyak pertumpahan darah di hari-hari mereka. Jika kau tidak memiliki alasan yang kuat maka nyawamu akan sia-sia."


Sanji menatap tajam ke arah kapten kapal meninggikan nada bicaranya. "Apakah kematian ayah, ibu dan saudaraku bukan suatu alasan yang kuat?"


"Sanji.." Theodorus memegang pundak orang di sebelahnya.


Sanji menghela nafas panjang. "Maafkan aku kapten, tapi sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku tidak takut mati. Sejak kematian keluargaku aku tidak memiliki keinginan apa-apa lagi selain ini."


Xernathan, Theodorus dan semua abk kapal di ruang kemudi merasakan sesak di dada mereka hilang ketika Sanji meminta maaf karena sebelumnya nafas mereka tertahan. Suasana ruang nahkoda kini terasa sangat canggung.


"Sanji dengarkan kataku ini, jadikan sebagai motivasi mu untuk balaskan dendam kematian suku Nayara." Kapten Morgan memecahkan kecanggungan.


Sanji dan semua orang yang di tempat itu memasang telinga mendengarkan.


"Elite militer memang memiliki wewenang untuk mengakses banyak tempat ke berbagai wilayah terlarang di negara Centuri.

__ADS_1


Mendapatkan berbagai informasi yang di perlukan meski itu adalah rahasia besar negara sekalipun.


Menjadi elite militer maka kau akan mendapatkan banyak kekuatan dan dukungan penuh serta bantuan dari orang-orang yang jauh lebih hebat darimu." Kapten Morgan seakan bisa merasakan kebencian pada diri anak kecil di hadapannya. Pria berjanggut lebat itu menjelaskan banyak hal tanpa di minta oleh Sanji.


Berbeda dengan tentara militer biasa, elite militer di negara Centuri jauh lebih hebat karena paling lemah di antara mereka mampu menguasai penggunaan Qi tingkat dasar.


Sedangkan anggota militer pada umumnya menggunakan senjata api dan perlengkapan senjata lain untuk melengkapi diri mereka.


Xernathan memecah keheningan. "Kalau aku mau bertemu ayahku dan melindungi banyak orang dengan kekuatanku.


"Aku akan memusuhi orang-orang jahat yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar serta membuat orang-orang biasa hidup aman dan damai di negara ini." Xernathan menjawab pertanyaan kapten Morgan sebelumnya. Dia hanya mengulangi janjinya saat pertama kali mendapati kesempatan untuk mengulangi kehidupannya.


"Heii ternyata kau mempunyai cita-cita yang sederhana ya Xernathan.." Kapten Morgan tertawa saat mendengar perkataan Xernathan.


Keinginan Xernathan memanglah hal paling wajar mengingat usianya sekarang ini, berbeda dengan anak sekecil Theodorus yang menginginkan harta dan Sanji yang menuntut dirinya sendiri untuk membalas dendam.


Xernathan membalas ucapan kapten kapal dengan senyum tipis. "Tapi mewujudkan itu tidak sederhana bukan"


Kapten Morgan tersenyum kecut tapi tidak menyangkal perkataan anak itu dan kemudian Ia hanya bisa mengangguk setuju.


"Xernathan boleh aku tau siapa nama ayahmu, aku kenal banyak orang yang berasal dari pulau Cyclops?"


Mata seorang kapten di hadapannya Xernathan itu melebar beberapa saat. Tapi dia berusaha untuk menutupi keterkejutannya.


Kapten Morgan sudah memutuskan sesuatu setelah mengenal lebih dekat dengan ketiga orang anak ini.


"Tidurlah sejenak, besok adalah hari yang panjang untuk kalian bertiga."


"Apa artinya itu?" Theodorus tidak mengerti.


"Besok aku akan mengantarkan kalian menuju lokasi terdekat agar kalian bisa mengikuti seleksi menjadi anggota elite militer."


Yeahh.. Theodorus mengepalkan tinjunya.


Sanji tidak kalah senangnya.


"Apakah kau akan memulangkan anak-anak yang kau culik beberapa hari lalu?" Xernathan bertanya dengan memaksa.

__ADS_1


"Kami sudah menculik banyak anak dari beberapa minggu lalu, bukan baru beberapa hari ini." Pria berjanggut lebat itu meluruskan Xernathan.


"Apakah kau akan memulangkan mereka?" Xernathan tidak perduli penjelasan pria itu dan mengulangi pertanyaannya.


Kapten Morgan menjawab dengan sekali anggukan membuat Xernathan bernafas lega.


-


Kapal besar berukuran sekitar seratusan meter tiba di dermaga salah satu daratan setelah melewati beberapa hari mengambang di danau yang luasnya itu seperti tidak ada habisnya.


"Terimakasih kapten Morgan kami akan jadi elite militer yang baik." Sanji menunjukkan senyum lebar berterima kasih dengan kapten kapal yang menurunkan mereka di tempat ini.


Kapten Morgan mengangguk. "Satu petunjuk yang bisa aku berikan pada kalian. Kalian lihat pohon cemara raksasa di puncak bukit itu?" Kapten Morgan menunjukkan satu arah.


"Hah yang mana?" Theodorus berkata serempak dengan Sanji. Meletakkan tangan mereka di atas alis melihat ke arah yang di tunjuk kapten Morgan.


Ada sekitar lima puncak bukit yang terlihat berdampingan jauh di ujung sana. Tapi mereka berdua tidak bisa melihat puncak bukit yang memiliki pohon cemara besar di ujung ketinggiannya.


Huhh.. Kapten Morgan menghela nafas dan menggeleng melihat reaksi kedua orang anak di hadapannya.


"Ujian seleksi elite militer ini akan menjadi sangat sulit bagi kalian Sanji, Theodorus."


Kapten Morgan menyadari selain Xernathan, Sanji dan Theodorus ini memang memiliki kekuatan fisik di atas anak biasa. Tapi mereka berdua belum bisa menggunakan Qi.


"Kalau begitu Xernathan ajak mereka berdua ikut bersamamu. Jadikan mereka sebagai temanmu. Kau bisa melihat bukit dengan pohon cemara di atasnya yang aku maksut bukan?" Kapten Morgan mengangkat alisnya sebelah menanyai Xernathan.


Hmmh.. Menjawab itu Xernathan hanya menggumam seperti tidak sopan dan mengangguk sekali.


Selain bisa melihat puncak yang di maksut karena kualitas ke lima indranya yang meningkat karena Qi yang Ia miliki Xernathan juga masih ingat jalan menuju puncak itu dari kehidupan pertamanya.


"Di bawah pohon cemara itu akan ada navigator yang akan membawa kalian menuju lokasi ujian."


Dhaa kapten.. Ketiga anak itu serempak mengucap kata perpisahan. Terlihat berjalan dan semakin menjauh meninggalkan dermaga.


Glegg.. glegg.. huahhkk.. Kapten Morgan mengeluarkan hawa panas yang selama ini tersimpan di perut melalui mulutnya. Sensasi terbakar di kerongkongannya tidak membuat nafsu minum alkoholnya berkurang.


'Kau tidak perlu khawatir Rainer.. Anakmu sekarang menjadi anak yang hebat..' Ucap kapten Morgan dalam hatinya melihat ketiga anak yang semakin menjauh dan perlahan menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


'Aku berhasil membuatnya memiliki teman perjalanan yang menyenangkan..'


__ADS_2