
Makanan dan minuman berkualitas tinggi tersaji di atas meja terbuat dari material batu granit yang sangat mewah. Di salah satu ruangan khusus yang hanya boleh di masuki oleh elite militer.
"Jadi menurut kalian, berapa orang yang akan berhasil melewati ujian tahap berikutnya?" Pak tua Hoshi bertanya kepada dua orang lainnya di ruangan itu Gatlin penguji tahap satu dan Angelo muridnya.
"Walaupun aku hampir menggagalkan mereka semua kita harus akui peserta ujian tahun ini adalah orang-orang yang berbakat." Pak tua Hoshi mengilap mulutnya saat selesai makan.
"Kita bertiga aku rasa sepakat kalau peserta tahun ini memang tidak biasa" Angelo menyila kaki kanan di atas kaki kirinya.
"Tapi aku rasa setengah dari mereka akan tereleminasi meskipun ujian tahap dua hanyalah permainan anak-anak." Obrolan kecil di sela-sela waktu istirahat para anggota elite militer seperti ini jarang sekali terjadi.
Biasanya mereka hanya akan sibuk pada obsesi dan dunia mereka masing-masing.
"Kalau aku, ada satu orang yang menurutku sangat pantas menjadi elite militer tanpa melewati ujian basa-basi seperti ini terlebih dahulu" Gatlin ikut menanggapi.
"Pria dengan nomor dada tujuh puluh empat."
Saat Gatlin selesai bicara, mata Angelo yang pertama kali merespon dengan membesar dan mengecil sesaat. Sepertinya dia tidak setuju dengan Gatlin.
"Gatlin, apa ku lupa hah? orang yang kau sebut itu adalah makhluk yang sama yang telah membunuh salah satu teman kita tahun lalu." Angelo menatap Gatlin dengan raut wajah tidak habis pikir.
Satu tahun lalu tidak banyak peserta ujian yang tereliminasi karena mati, mereka lebih banyak tereleminasi karena menyerah.
Tapi sekarang semuanya berubah akibat ulah pria yang di maksut elite militer di ruangan ini.
Tahap ujian yang sekarang diperbarui dan rencananya akan terus berubah mulai tahun ini sampai tahun-tahun berikutnya.
Penguji banyak di gantikan, diperkuat dengan elite militer yang memiliki kemampuan jauh lebih baik dari penguji tahun sebelumnya.
Melakukan hal ini sebenarnya memakan banyak sekali biaya. Mengingat beberapa elite militer yang di minta untuk jadi penguji juga meminta untuk di bayar.
Tapi baiknya, sekarang saat elite militer yang menjadi penguji di naikkan tingkat kemampuannya. Pendaftaran elite militer tahun ini kedatangan banyak calon-calon talenta yang berbakat apalagi sebagian besar dari mereka adalah pemula.
Bahkan setelah melewati ujian tahap dua sisa mereka lebih dari empat puluhan orang.
__ADS_1
Manusia seperti apa yang bisa terus berlari sejauh puluhan kilometer dalam waktu beberapa jam dan melompat sambil tersenyum ke dalam air yang bergejolak seperti api dalam keadaan tubuh jungkir balik.
"Tapi kau harus akui dia yang paling berbakat"
"Satu hal lagi, aku tidak perduli dengan kematian orang lain yang tidak dekat denganku" Gatlin berikan pernyataan.
Elite militer bukanlah satu-satunya kelompok yang bersifat individualistik, banyak kelompok lain yang terdiri dari atas nama negara maupun kelompok kriminal yang bersifat seperti itu.
Bahkan manusia pada umumnya juga selalu memikirkan kepentingan masing-masing tanpa perduli kesakitan orang lain yang mengerang menjerit kesakitan di depan pelupuk matanya.
Ya walaupun tidak sedikit orang seperti Angelo ini yang sangat membenci kematian orang lain, apalagi orang yang satu kelompok dengannya.
"Pria bertopeng kelinci itu selalu menjadi harapan bagi elite militer. Aku juga berharap dia akan lulus tahun ini tanpa membuat masalah berarti" Pak tua Hoshi tersenyum kecil memecah hening sesaat.
Pak tua Hoshi bisa membaca raut wajah tidak terima pada murid satu-satunya. Angelo sangat hancur mendengar pujian yang di terima Levin yang sudah membunuh orang satu kelompok dengannya.
"Angelo, mengertilah, bertambah kuat adalah seni bertahan hidup." Ucap pak tua Hoshi sambil melempar tubuhnya ke sandaran kursi.
Kematian dan rasa sakit oranglain yang tidak kita kenal memang bisa melukai perasaan kita. Tapi kehidupan ini harus tetap berlanjut.
Elite militer hanya hidup untuk menggilai obsesi mereka masing-masing. Rasa kemanusiaan bukan bagian dari elite militer.
"Jika di suruh pilih selain manusia topeng kelinci aku pasti pilih anak dengan nomor dada tujuh puluh lima." Ucap pak tua Hoshi sekali lagi memecah keheningan memberitahu jagoannya tahun ini.
"Anak berandalan itu, aku yakin dia tidak perduli dengan ujiannya aku pikir dia hanya perduli pada apa yang membuatnya merasa senang." Ucap Gatlin.
"Tapi tahun ini orang-orang berbakat justru datang dari anak-anak kecil. Pak tua Jenskin bilang kalau ada seorang anak yang memiliki pedang pusaka dan mampu mengaliri Qi ke pedang itu dalam jumlah sangat besar.
Pak Jenskin akui kalau di umur yang sama bahkan orang tua berjanggut putih itu tidak bisa menandingi kemampuan anak ini." Leher Angelo terasa kering seketika saat mengatakan ini, dia tau ada salahnya berbicara seperti ini. Tapi apa yang dia katakan benar adanya.
"Jadi kau pikir anak ini lebih hebat dari pak tua itu?" Gatlin menaikkan alisnya sebelah.
Gatlin tidak ada urusan dengan pak tua yang mereka sedang ceritakan. Tapi mendengar penjelasan Angelo yang tidak mungkin berani berbohong di depan gurunya, Gatlin jadi tidak mengerti.
__ADS_1
"Bukan begitu, pak Jenskin tentu saja jauh lebih hebat dari anak ini, bukan bercandaan aku tidak akan berani. Tapi aku dengar langsung itu dari pak tua Jenskin yang saat itu dia melihat kemampuan anak bermata amethyst itu menjadi eksekutor akhir monster seribu tahun.
Bayangkan saja saat anak yang belum sepuluh tahun memegang pedang pusaka yang di aliri Qi berjumlah besar menebas leher monster usia seribu tahun. Pak tua Jenskin mungkin mengira jika di umurnya sama dengan anak ini, pak tua pasti kalah."
Kulit monster ratusan tahun sangat keras butuh kekuatan besar untuk menembus bagian paling lunak sekalipun. Apalagi monster ribuan tahun. Pak tua Jenskin malah melihat Xernathan menoreh luka besar dalam sekali ayunan pedang, itu mungkin alasan kenapa pak tua Jenskin mengakui Xernathan.
"Mungkin dia hanya memuji anak yang dia maksut, tapi tidak seharusnya seperti itu." Pak tua Hoshi langsung berbicara saat Angelo menyelesaikan kata-katanya.
Pak tua Jenskin adalah jenderal elite militer jika ada kumpulan orang-orang yang kuat dan memiliki bakat luar biasa itu adalah elite militer dan pak tua Jenskin adalah jenderal elite militer.
Hanya ada satu dua nama yang pantas di sandingkan dengan pak tua Jenskin bahkan di negara Centuri saat ini. Menilai kekuatan seseorang dan mengatakan sejajar dengan orang tua berjanggut putih itu dengan sekali lihat saja tidak bisa di terima.
-
'Mereka pasti pucat tidak bisa tidur semalaman karena mengira bahwa ujian akan benar-benar di mulai malam ini' Niat licik dalam jumlah besar berjalan di salah satu lorong helikopter menuju suatu kamar.
'Kalian berdua akan gagal mengikuti ujian tahap tiga' Urino menyeringai.
'Dua anak ini tereleminasi bahkan sebelum mereka masuk ke ujian tahap berikutnya' Urino meraih gagang pintu salah satu kamar.
Clekk.. pintu di buka dengan cepat, Urino memang berniat membuat jantung dua anak yang tidak tidur semalaman ini berdebar semakin kencang karena terkejut.
"Me.. mereka tidur.." Urino membuka mulutnya lebar. Melihat Theodorus dan Sanji tidur dengan pulas.
Wajah mereka terlihat segar tidak ada pertanda terjaga semalaman.
"Cihh.. bahkan anak sekecil ini tidak terpengaruh dengan apa yang aku katakan" Urino merapatkan giginya, geram.
"Pemula tahun ini benar-benar membuatku sangat kesal." Urino menggenggam erat gagang pintu.
Saat hembusan nafas panjang keluar dari mulut pria berkulit gelap dan berdagu lebar itu, senyum kemudian melebar di wajahnya.
"Sekali lagi aku menjadi lebih semangatt.."
__ADS_1