
Seorang anak kecil mengantri di belakang dua orang lainnya di sebuah bank di pusat kota pulau Cyclops. Dengan membawa sebuah kantung besar berisi ratusan keping emas dan perak hasil menjual semua permata monster yang dia punya.
"Xernathan ada perlu apa?" Lexi yang mengurus keperluan Xernathan di tempat itu.
"Kakak Lexi, aku mau menabung semua hartaku untuk waktu yang sangat lama.."
Lexi tidak memahami perkataan anak kecil di hadapannya. "Apa maksudnya itu?"
"Aku berniat menyimpan semua uangku di bank ini dalam waktu sepuluh atau belasan tahun dari hari ini.." Xernathan menjelaskan apa maksudnya.
"Selama itu? untuk apa?" Lexi menjadi heran.
"Senior tau kan, tidak banyak yang bisa kita beli di tempat sekecil pulau Cyclops ini. Aku berniat untuk menabung dan mengambil sedikit demi sedikit uang yang aku tabung hanya untuk memenuhi kebutuhan bulanan."
"Kenapa kau tidak menghabiskannya saja? bukannya kau bisa mencari harta itu lagi kau kan pemburu monster yang handal."
"Yaa.. aa.. aku memang bisa mencari uang ini lagi. Tapi harta ini akan aku simpan atas nama ibuku. Aku ingin menyimpannya untuk kebutuhan rumah hingga beberapa tahun ke depan.
Berjaga-jaga siapa tau suatu saat monster di hutan Syclla bahkan pulau Cyclops habis sepenuhnya. Bukan tidak mungkin kan, mengingat akhir-akhir ini bahkan pulau Cyclops di datangi oleh orang yang berasal dari luar pulau untuk berburu monster."
"Aah.. bagaimana kalau aku menyarankan padamu membeli saham dan berinvestasi pada bisnisku?" Lexi mengangkat-angkat alisnya, menawarkan pada Xernathan.
Xernathan sebenarnya sudah berniat dari awal untuk berinvestasi reksadana di bank ini untuk memenuhi kebutuhan ibu dan adiknya selama beberapa tahun ke depan.
Saat ini Xernathan hanya berpura-pura tidak tau dan bilang ingin menabung dengan jumlah besar supaya Lexi menyarankannya berinvestasi reksadana maupun saham.
Anak itu tidak ingin mendapat banyak pertanyaan tentang bagaimana caranya dia tau apa itu reksadana jadi Xernathan ini memilih bersandiwara seperti ini daripada nantinya akan di interogasi.
__ADS_1
Tapi mendengar tawaran dari Lexi barusan Xernathan jadi penasaran bisnis seperti apa yang akan di jalankan oleh wanita di hadapannya ini.
Xernathan kemudian bertanya.
"Ohyaa.. Saham itu adalah.." Lexi menjelaskan dengan antusias pada Xernathan.
Xernathan hanya mengangguk, sambil berusaha tidak menguap saat Lexi menjelaskan panjang lebar tentang arti saham padanya.
Xernathan mulai bereaksi saat Lexi mengeluarkan beberapa kata terakhir dari mulutnya. "Jadi kak, bisnis seperti apa yang kakak Lexi akan kerjakan?"
"Aku akan membeli beberapa kapal dan membangun sebuah perserikatan dagang khusus menampung sumber daya monster yang berpusat di pulau Cyclops ini." Lexi tersenyum lebar saat memberi tau tentang ide bisnisnya pada seorang anak kecil di hadapannya.
Mata Xernathan melebar sejenak, dia ingat dulu pulau Cyclops mulai terbebas dari keterbatasan barang dan bahan-bahan langka seperti motor sampai bumbu dapur suatu saat. Meski dia tidak tau pastinya kapan.
Xernathan juga mengingat ada satu nama perusahaan besar yang berpusat di pulau Cyclops yang semulanya hanya menjual sumber daya monster dan merangkap juga di kemudian hari sebagai pemenuhan segala jenis kebutuhan untuk pulau Cyclops.
Lexi menekuk alis dan memanyunkan bibirnya. "Walaupun aku hanya akan memulai semua ini dengan sebuah kapal angkut yang kecil."
Xernathan tidak menyangka dia akan bertemu dengan sesosok pemimpin perusahaan yang paling berpengaruh di pulau Cyclops suatu saat pada kehidupan pertamanya. Xernathan percaya kejayaan perusahaan ini juga akan terulang di kemudian hari pada kehidupan keduanya ini.
Xernathan juga sangat kagum pada wanita di hadapannya yang suatu saat mempunyai perusahaan dan punya banyak kapal-kapal besar ini ternyata mulai dari bawah dengan jadi penadah sumber daya monster di pelabuhan tepi danau.
"Jadi kak Lexi, apa nama perusahaan yang akan aku investasikan?" Xernathan dengan senyum antusiasnya sebentar lagi akan menjadi bagian dari suatu perusahaan besar yang berpusat di tempat asalnya.
Menyadari jika dia berhasil mempunyai surat kepemilikan saham dari perusahaan Lexi maka ibunya tidak perlu lagi kerja kasar seperti sebelumnya. Dan akan menerima pemasukan rutin dari persenan hasil keuntungan sebagai pemilik saham.
Lexi menunjukkan senyum yang lebih lebar dari milik Xernathan. "Lexi'ex Company"
__ADS_1
-
Beberapa hari berlalu sejak hari itu. Masih sangat pagi untuk jalanan di pusat kota kecil, pulau Cyclops. Tapi sepagi ini jalanan yang di penuhi pepohonan besar dan di kelilingi oleh berbagai kedai makanan itu sudah ramai.
Turis lokal dan para pekerja sudah memenuhi kedai dan jalanan menenteng belanjaan pergi dan sepulang dari pasar pusat kota.
Xernathan sebelumnya sudah memberi tau ibunya bahwa sebentar lagi ada sesuatu besar yang akan terjadi. Xernathan meminta agar ibunya tidak membiarkan Gavin keluar rumah dalam waktu beberapa minggu ini.
"Apa mungkin kejadian di hari itu baru akan di mulai pada waktu beberapa minggu lagi?" Xernathan bergumam pelan dan mulai ragu karena melihat suasana di kota kecil itu tenang seperti biasanya.
"Tidak, aku tidak salah lagi hari itu jatuh pada hari dalam minggu-minggu ini." Xernathan tidak sekalipun melupakan hari, tanggal dan bahkan minggu yang mengubah arah kisah perjalanan hidupnya.
Dia berulang kali melihat kalender di rumahnya sebelum pergi menuju kota. Tidak salah lagi ini adalah hari yang dia maksut.
Di kota kecil itu seperti biasanya di penuhi orang yang ramai. Anak-anak berlarian di jalanan dan pelabuhan yang selalu padat di penuhi kapal-kapal kecil dan besar yang sudah hampir semuanya penuh berisi ikan-ikan air tawar hasil tangkapan nelayan.
Xernathan berkeliling kota sambil menenteng pedang di pundaknya sekalian melihat orang-orang yang menurutnya asing di sekitar pelabuhan.
"Mereka mulai beraksi" Xernathan bergumam saat melihat banyak pria asing mulai bergerak secara mencurigakan mengepung pusat kota.
'Tidak salah lagi..' Xernathan mengepal tinjunya. Sekaligus menahan pikirannya untuk tidak larut pada ingatan di kehidupan pertamanya saat sesuatu terjadi pada dia dan adiknya.
Duar.. duar.. Suara tembakan ke arah udara menggema terdengar ke penjuru kota.
Shufftt.. Kembang api meluncur dari suatu arah kapal besar di dermaga dan meledak di udara merubah warna langit pagi itu yang semula berwarna biru menjadi berwarna merah selama beberapa menit lamanya.
"Tangkap anak itu.." Seorang pria berteriak lantang memerintahkan temannya yang berada paling dekat dengan Xernathan.
__ADS_1
Pria itu bereaksi cepat ingin menangkap seorang anak di hadapannya tapi anak itu dengan mudahnya mengelak.
Xernathan menatap mata pria yang ada di hadapannya, dia menghindar dan berlalu pergi mengabaikan orang yang sebelumnya berusaha untuk menangkapnya.