Pahlawan Jentaka

Pahlawan Jentaka
Chp.20 Mikro organisme


__ADS_3

Lima belas jam berlalu, Xernathan lah yang pertama kali bangkit saat malam itu sudah berganti pagi dan pagi berganti sore.


Langit di luar pun mulai kembali gelap.


"Dimana Sanji.." Xernathan bertanya panik kepada Theodorus dan pria navigator yang mematung menatapnya.


Theodorus menunjuk arah di sebelah Xernathan.


Xernathan bernafas lega melihat kondisi Sanji tidak mengalami luka luar dan kulit wajahnya terlihat segar. Tapi tetap ada rasa khawatir pada diri Xernathan, saat mengingat sebelumnya Sanji mendapati banyak sekali benturan keras karena pukulan dan tamparan keras dari monster beruang tadi malam.


"Teman mu tidak akan apa-apa, aku sudah meminumkannya bakteri kuat yang bisa menyembuhkan luka dalam seperti apapun." Pria navigator menjelaskan melihat ekspresi wajah Xernathan yang cemas.


"Bagaimana kau bisa yakin itu?" Xernathan tidak percaya begitu saja.


"Semalam aku mengalami pendarahan hebat di dalam kepala. Tapi sekarang aku sudah tidak memiliki luka dalam apapun." Pria navigator itu menjelaskan.


Xernathan akhirnya bernafas lega dan duduk di tempatnya.


"Kau bagaimana bisa luka di tubuhmu bisa hilang tidak tersisa?" Theodorus masih tidak percaya pada saat melihat siang tadi luka-luka yang menganga di tubuh Xernathan bergantian dari luka satu ke luka lain menutup dan sore ini Xernathan terlihat seperti tidak memiliki luka apapun sebelumnya.


Pria navigator juga sama tidak percayanya dengan Theodorus. Xernathan akhirnya menjelaskan tentang apa itu Qi dan apa pengaruhnya ke tubuh manusia.


Pria navigator mengepal tangannya. Giginya merapat, matanya tajam menatap ke arah wanita yang berada tidak jauh dari Xernathan.


Xernathan tidak bisa menutupi keterkejutannya melihat tangan kanan wanita navigator itu yang sudah tidak ada.


Qi memang bisa menyembuhkan luka luar maupun dalam seseorang. Tapi Qi tidak bisa untuk mengendalikan anggota tubuh yang hilang.


Malam hari Sanji mulai bangun lebih dulu dan di susul oleh wanita navigator di dekatnya.


Pria navigator menangis saat memeluk istrinya. Menguatkan wanita itu agar tidak jatuh dalam penyesalannya.


Pria navigator melihat Sanji yang seperti butuh penjelasan, lalu Ia kembali menjelaskan apa yang dia berikan pada Sanji hingga membuatnya sembuh dari luka dalamnya.


"Bakteri ini adalah mikroorganisme baik yang bisa menyusun ulang organ dalam manusia yang mengalami kerusakan." Begitu akhir dari penjelasan pria navigator itu.


"Xernathan kenapa dengan tubuhmu? wajah mu kenapa bisa baik-baik saja?" Mulut Sanji terbuka lebar saat menatap ke arah Xernathan. Dia yakin semalam melihat Xernathan ini memiliki wajah yang sudah tidak lagi berbentuk.


Xernathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjelaskan apa itu Qi.


"Kau tau ada cara bertambah kuat seperti itu kenapa tidak memberi tahu kami?" Sanji marah hingga alisnya hampir bertemu.

__ADS_1


Theodorus yang biasanya berapi-api kini diam tapi tetap menunggu jawaban dari Xernathan.


"Kita kan baru kenal, ya sekarang kalian sudah tau kan." Xernathan tersenyum mengatakannya.


"Oke sekarang kau ajari aku." Kata Sanji singkat saja.


"Heii sialan kau kira menggunakan Qi semudah yang kau pikir. Kau latihan saja dulu supaya bisa membuka kemampuan penggunaan Qi." Xernathan berbalik marah memaki Sanji.


"Woii kau merasa lebih hebat dari aku hah setelah aku membawamu kembali kesini?"


"Kau menyeret ku!" Xernathan terus tidak ingin di perintah oleh Sanji.


"Sudah-sudah kalian berdua jangan bertengkar, kalian baru sembuh." Theodorus berusaha untuk menengahi kedua anak ini karena melihat wajah kedua orang pasangan navigator di sampingnya seperti tidak ingin keributan ini terjadi.


"Cih harusnya aku tinggalkan saja kau di hutan." Sanji membuang pandangannya ke arah lain.


Xernathan tidak membalas.


"Perkenalkan namaku Raka dan ini istriku Riniin." Pria navigator itu memperkenalkan nama untuk memecah kecanggungan.


"Bang Raka, dua orang ini namanya Sanji dan Xernathan." Malah Theodorus yang menjawab perkenalan Raka setelah lama menunggu jawaban kedua orang temannya. Xernathan dan Sanji seperti tidak ingin berbicara.


"Boleh kau arahkan saja kami ke tempat itu kami akan menuju kesana. Luka kedua orang temanku ini pasti sudah pulih seutuhnya."


Raka membalas senyum canggung Theodorus dengan senyum ramahnya. "Tentu."


Vroom.. vroom.. Suara mesin kendaraan offroad terdengar di belakang rumah.


Mereka bertiga duduk di kursi tengah. Hari sudah malam, tapi lampu sorot mobil offroad itu cukup untuk menerangi arah jalan di tanah yang berlumpur.


Xernathan bersyukur ada mobil seperti ini yang di miliki oleh navigator. Dulu di kehidupan pertamanya Xernathan berjalan sangat jauh sambil sesekali menggendong adiknya dan merasa kelelahan berjalan.


Dengan adanya mobil offroad seperti ini maka malam ini dia bisa beristirahat di dalam mobil untuk melanjutkan hari yang melelahkan besok.


"Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa kami sampai membuat nyawa kalian ikut terancam" Raka tersenyum sambil mengelus kepala istrinya yang berada di samping kursi kemudi mobil offroad itu.


"Kalian menyelamatkan istriku."


"Terimakasih.." Riniin tersenyum menghadap ke belakang kepada dua orang anak yang menolongnya dan satu orang anak yang membantu mengobati suaminya.


Krack.. Sesekali ada suara kayu yang patah terdengar di injak oleh mobil offroad mereka.

__ADS_1


"Hutan ini memang di penuhi banyak sekali monster-monster seperti itu" Raka melanjutkan ceritanya mengingatkan mereka pada monster beruang sebelumnya.


"Kami tidak menyangka bisa di tempatkan di hutan seperti ini. Kalian tau? Setiap tahun lokasi seleksi ujian masuk elite militer berbeda-beda. Kami berdua terus di pindahkan ke banyak lokasi yang berbeda.


Tahun ini adalah lokasi paling berbahaya yang kami dapati." Raka menggeleng. Tidak habis pikir dia akan mendapati masalah sebesar ini padahal kerjanya hanyalah sebagai penunjuk arah.


"Apakah elite militer juga tidak mengajari navigator mereka cara menggunakan Qi?" Sanji mendengus kasar, menyindir orang yang ada di sebelah Theodorus.


Raka menggeleng. "Bahkan sebenarnya aku masih kurang mengerti apa itu Qi."


"Sudah, Heii kalian berdua jangan berantem lagi." Theodorus memberikan peringatan lebih dulu.


Xernathan menghela nafas. "Sanji, bukannya aku tidak mau. Tapi belajar menggunakan Qi tidak bisa dengan waktu satu atau dua jam saja."


"Ada latihan khusus yang di perlukan untuk bisa menggunakan Qi. Dan waktu latihan yang panjang. Bukannya kita sama-sama ingin menjadi elite militer?


Ketika kita berhasil menjadi elite militer, kalian akan bisa menggunakan Qi tanpa harus mempelajarinya dengan bantuanku." Xernathan menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana proses latihannya di hutan syclla.


"Kalian belum terlambat untuk mengejarku dan capai peningkatan kualitas tulang kalian setidaknya sampai tingkat tulang paling rendah yaitu kualitas tulang isiseko." Xernathan mengakhiri penjelasannya dengan menjelaskan pembagian kualitas tulang.


"Cih, aku bahkan sudah punya kualitas tulang spids." Sanji mendengus kesal.


"Heii sialan, hanya di tangan kirimu." Xernathan berteriak geram.


"Lantas kau bagaimana bisa punya Qi sebanyak lima puluh lingkar Qi?" Theodorus bertanya dengan penasaran.


"Iya kenapa.. Jika butuh waktu yang panjang kenapa kau bisa mencapai batas maksimum penguasaan Qi tingkat dasar?" Sanji ikut mengintrogasi Xernathan.


"Oh kalau itu dengan sumber daya monster dan PERMATA MONSTER." Xernathan terperanjat mengingat sesuatu.


"Berhenti.. berhenti.." Xernathan menepuk-nepuk pundak Raka.


"Bang Raka tolong arahkan cahaya lampu mobil ini ataupun laser jika kau punya ke arah langit untuk penanda mobil ini setelah beberapa puluh menit kepergianku ya. Aku mau kembali ke rumahmu mengambil sesuatu." Xernathan meminta.


Belum sempat pria navigator bernama Raka itu bertanya untuk apa. Xernathan pergi keluar membuka pintu mobil.


"Sialan kakiku terkena lumpur.." Xernathan mengumpat saat keluar dari mobil.


Sherr..


Sherr.. Dedaunan pada ranting pohon bergetar saat Xernathan berlari dan bergelantungan di atasnya.

__ADS_1


__ADS_2