Passion Of Soul

Passion Of Soul
Story beginning..


__ADS_3

Passion of soul


Hal 1


Siang ini tidak terlalu terik, karena matahari sedikit malu-malu menunjukan kepalanya. Di sebuah kawasan yang berdiri bangunan megah berjejer indah karna sentuhan arsitektur ternama, sungguh begitu enak dipandang mata.


Ada beberapa orang bermain-main dilapangan ada pula yg membaca buku di bawah pohon-pohon rindang. Di depan salah satu bangunan megah itu terdapat tulisan yang terbuat dari batu yg di ukir begitu apiknya "Global University" salah satu universitas terbaik di daerahnya.


"Jadi sampai disini kelas saya, saya tunggu hasil tugas kalian Minggu depan, kumpulkan tugas kalian kepada Adinda," ucap miss Jenita salah satu dosen di kampus tempat Adinda menimba ilmu.


"Baik miss..!" seru mahasiswa-mahasiswi di ruangan tersebut.


"Adinda, bisa keruangan saya sebentar, ada yg ingin saya diskusikan," ucap miss Jenita sambil berlalu keluar ruangan.


Adinda menganggukkan kepalanya, "baik miss"


Adinda memang terkenal dengan kecerdasannya, semua dosen di kampus menyukai Adinda karena ia selalu mendapat nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Tak terkecuali miss Jenita yg menjadikan Adinda sebagai asisten nya.


"Ada apa Dind? sepertinya wajah Miss Jen terlihat begitu serius" tanya Mirna teman dekat Adinda.


"Aku juga tidak tahu, aku duluan ya,, takut miss Jen menunggu lama," setelah selesai merapikan mejanya, ia pun pergi ke ruangan Miss Jen,


"Tok..tok..tokk!, suara ketukan pintu, menyadarkan seseorang dari lamunannya,


"Masuk.." ucap Jenita.


"Ada apa miss..?" tanya Adinda sambil masuk ke ruangan itu.


"Dinda, duduk din", seraya mempersilahkan Adinda duduk di sofa di depan meja kerjanya.


"Adinda, apa kau masih berkerja di cafe ?" tanya Jenita.


"Masih miss," jawab Adinda


"Sebenarnya saya mau menawarkan pekerjaan, pekerjaannya mudah dan gajinya dua kali lipat dari pada gaji di cafe din", ucap Jenita yang membuat Adinda sedikit penasaran.


"Apa pekerjaan nya Miss?"


*******

__ADS_1


Sudah cukup larut malam saat Adinda pulang ke rumah kost nya, dengan langkah gontai ia masuk ke kamarnya.


"Hufftt... capekkkk," keluh Adinda.


Mirna sahabat Adinda sekaligus teman sekamar Adinda pun terbangun mendengar suara Adinda.


"Baru pulang dind?" tanya Mirna


"Iya.. tadi cafe ramai sekali, maklum malam Minggu" jawab Adinda sedikit lemas.


"Haddeh kasihan sekali sih sahabat ku, sini aku pijetin " sambil menekan-nekan pundak Adinda.


"Yang ini juga mir, "ucap Adinda sambil mengangkat kakinya.


"Hisss kau!, dikasih hati minta jantung, cemooh Mirna sambil mendorong kepala Adinda ke depan dengan jari telunjuk nya.


"Hahaha, Adinda pun tertawa melihat kelakuan sahabat nya.


"Apa kau tidak lelah bekerja seperti ini terus, din?" tanya Mirna


"Mau bagaimana lagi mir, aku kan butuh uang untuk membayar kos, makan, membeli buku, belum lagi aku harus kirimkan uang untuk membantu biaya berobat adikku , kau kan tau ayah ku sudah tidak ada, tinggal ibu dan adikku yang hidup dari uang pensiun ayah. seloroh Adinda.


Adinda berfikir sejenak,,


"Apa aku terima saja ya tawaran Miss Jen ," batin Adinda, lumayan gajinya bisa untuk biaya berobat Aldino,


seketika ia teringat percakapan nya dengan Miss Jen.


flash back on


"Kerja nya mudah kok Din, hanya memasak makanan untuk sarapan pagi dan makan malam saja, Dinda juga bisa tinggal di tempat Dinda bekerja, jadi lebih hemat juga kan karena Dinda tidak perlu bayar uang kost.


"Hanya memasak saja Miss?" tanya Adinda


"Iya, kalau yang bersih-bersih sudah ada sendiri, jawab Jenita.


"Tapi ada satu syarat , Dinda tidak boleh bercerita kepada siapa pun tentang semua yanh terjadi di sana."


"Aneh" batin Adinda

__ADS_1


flash back off


"Dindaa...!!!! kau dengar tidak , aku bicara dari tadi, diajak bicara malah bengong" teriak Mirna yang membuat Adinda tersadar dari lamunannya...


"Eh..em iya gimana tadi, ?? tanya Adinda bingung, karna tidak mendengarkan sahabatnya bicara.


"Auuah aku ngantuk , mau tidur",, jawab Mirna kesal dan langsung menghamburkan tubuhnya di tempat tidur.


Adinda hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.


*******


Keremangan suasana diskotik tak mampu mengurangi semangat orang-orang yang memang ingin mencari kesenangan semu dunia ini. Beragam macam manusia tumpah ruah diruangan yang memang di khususkan untuk bersenang-senang.


Di lantai dua diskotik itu, situasinya cukup berbeda jauh dari lantai pertama. Terlihat beberapa orang dengan pakaian mewah dan elegan duduk menikmati minuman dengan ditemani wanita-wanita cantik.


Jika digeser lebih kedalam akan nampak sepasang kekasih yang sedang terlihat asyik bercumbu, sang wanita terlihat tidak tahu malu duduk mengangkang dipangkuan laki-laki, mulutnya sibuk membalas ciuman panas sementara pakaian atasnya sudah acak-acakan.


Jari-jari lentik sang wanita dengan perlahan membelai bagian dada si laki-laki, tangan itu terus turun kebawah hingga sampai dicelana, tepat saat ia hendak membuka restleting celana, tangannya di pegang erat oleh si laki-laki lalu tanpa banyak bicara ia menghempaskan wanita itu begitu saja kesamping.


“Kenapa Joo? kenapa kau menolakku ?” tanya si wanita cemberut melihat kesenangannya tadi terhenti.


Sang laki-laki tidak segera menjawab ia malah meraih tequila didepannya dan langsung meneguknya hingga tandas "Sorry sweety, Aku sedang tidak ingin melakukannya"


Si Gadis mendengus, matanya menyipit kearah laki-laki yg bernama Jonathan itu. "Aku tahu jika selain aku, kau pasti punya banyak gadis sebagai teman kencanmu tapi hari ini kenapa kau menolak ku? apakah aku kurang menarik hari ini? atau kau sudah mendapatkan wanita baru?" tanya wanita itu sedang jari lentik nya mengusap lembut pipi Jonathan.


Jonathan menghempaskan tangan si wanita lalu tanpa mengucap apapun ia berdiri beberapa lembar uang dengan nominal yang fantastis diletakkan diatas meja. "Aku tidak suka dengan orang yang mencoba mencampuri urusanku, dan kamu sudah melakukannya. Jadi jangan hubungi aku lagi"


"Tapi Joo aku mphhtt...." mulut gadis yang hendak mengucapkan kata-kata dibungkam oleh Jonathan, bibir tebal miliknya dengan lihai mengeskplor bibir si gadis, membuat si wanita kewalahan untuk mengimbangi permainan Jonathan, tidak salah julukan Good Kisser diberikan padanya.


"Anggap ini sebagai ciuman perpisahan dari ku," bisik Jonathan dengan senyum diwajahnya. Wanita yang masih belum terlepas sepenuhnya dari efek ciuman panas tadi hanya bisa menyesali kecerobohan mulutnya yang tidak bisa mengerem perkataan, kini ia hanya bisa menatapi kepergian Jonathan dengan tatapan sayang, karena salah satu tangkapan besarnya telah lepas. "Sialan!"


Si Dark grey Lycan Hypersport meluncur mulus membelah jalan kota yang semakin ramai menjelang malam. Mobil super mewah dengan jok kulit yang di jahit dengan emas dan lampu LED berlapis berlian cukup mewakili selera Jonathan yang memang pengoleksi mobil-mobil mewah , wajahnya datar seperti biasa minim ekspresi namun meski begitu bukan berarti ia sedang tidak memikirkan sesuatu. Karena pada kenyataannya banyak hal yg ia pikirkan.


Jonathan mengambil handphone di sakunya dan terlihat menghubungi seseorang, "apa kau sudah menemukannya?" ucap Jonathan...


To be continue....


Jonathan dan mobil kesayangan nya

__ADS_1



__ADS_2