Passion Of Soul

Passion Of Soul
4 juta !???


__ADS_3

Passion of soul


Hal 3


Sore itu Adinda tengah sibuk membereskan barang-barang di rumah kost nya, rencananya malam ini ia akan mulai tinggal di rumah mewah tempat ia bekerja,


"kau serius Din? , dengan keputusanmu?" tanya Mirna sahabat Adinda yang membantunya mengemasi barang-barang Adinda,


"Iya, mir.., lagi pula Disana gajinya lebih besar dari pada di cafe, dapat tempat tinggal, dan Pekerjaannya juga tidak mengganggu jam kuliahku" jelas Adinda menenangkan sahabatnya,


"Oh.. ya sudah kalau kau sudah yakin, aku akan terus mendukungmu, hanya saja aku takut merasa kesepian jika kau tidak ada" ucap Mirna


"Bilang saja tidak ada yang membuatkan kau sarapan" sindir Adinda kepada sahabatnya itu,


"he..he..kok tau sih pikiran aku?, peluk dong, aku pasti akan rindu sekali padamu" ucapnya sambil memeluk tubuh Adinda,


"Tidak usah lebay deh, di kampus kan kita masih ketemu" jawab Adinda sambil menepuk punggung sahabatnya.


"tiinn...tiinn!!!"


bunyi klakson mobil yang berhenti di depan kost an adinda,


"Aku pergi ya, mis Jen sudah menjemput " ucap Adinda


"Iya, bye bye cayang ku " ucap manja sahabatnya diiringi lambaian tangan,


*****


Malam ini Adinda mulai mengerjakan tugasnya , ia memasak menu makanan yang tertera di jadwal yang ditempel di dinding dekat kulkas , sebenarnya semua menu yang ada di jadwal bukanlah menu-menu mewah seperti yang ada di restoran bintang lima , hanya masakan sehat sederhana saja,


"non, bik inah bantuin ya?" tanya salah satu asisten rumah tangga di rumah itu,


"Tidak perlu bik, ini kan sudah menjadi pekerjaanku, dan... panggil aku adinda saja bik, kita kan sama-sama kerja disini" jawab Adinda dengan senyum tulusnya,


"Tapi kata non Shasa, non Dinda gak sama ,sama pembantu yang ada disini," sela wanita paruh baya itu.


"eh, kok gitu, aneh.." batin Adinda


"Tidak apa-apa bik , aku lebih suka dipanggil Dinda saja "


bik inah adalah salah satu asisten rumah tangga terlama di rumah itu, sebenarnya ada 7 asisten rumah tangga yang mengurus rumah itu, tapi hanya bik ineh yg tinggal di paviliun belakang rumah, karna katanya tuan muda mereka tidak suka kalau ada orang asing dirumahnya , jadi asisten rumah tangga yang lain datang dan mulai bekerja saat tuan muda mereka sedang bekerja.


pukul 07.00 malam


makan malam sudah di hidangkan oleh adinda , setelah merapikan dapur adinda masuk kedalam kamarnya di dekat ruang makan itu,


Tidak lama dari itu mobil Jonathan terdengar memasuki garansi rumah,


Jonathan yang baru saja pulang dari apartemen Zidan langsung menuju meja makan , seperti biasanya, ia langsung duduk dan memakan makan malamnya,


saat ia ingin minum, dilihatnya tidak ada air putih yang tersedia di atas mejanya,


"Bik..!" panggil Jonathan


Tidak ada sahutan,


"Bik inah!!!!! panggil nya lagi


Adinda yang mendengar teriakkan dari meja makan, keluar dari kamar dan menuju meja makan, belum sempat ia bicara....


"minum" ucap Jonathan tanpa menoleh ke orang yang ada di belakang nya

__ADS_1


"ah, minum... , aku lupa tidak menyipakan air"


Adinda pun mengambil gelas diisinya air putih dan membawanya dengan nampan,


"silahkan" ucap adinda


mendengar suara orang asing Jonathan langsung menengok ke sumber suara,


(cantik,,,, eh, tunggu!!! siapa dia berani sekali berada dirumah ku!!)


Jonathan yang melihat orang asing di rumahnya merasa geram, ia meletakan sendok nya dengan keras di atas meja, ia meraih ponselnya yang tadi ia letakan di atas meja makan dan langsung pergi ke lantai atas menuju kamarnya,


"duarrrr!!!!!" suara pintu ditutup


Adinda yang melihat kejadian itu hanya terdiam tanpa kata,


"ada apa dengannya ?? , aneh sekali sikapnya??"


Adinda pun masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengerjakan tugas kuliah nya,


sebenarnya Jonathan bukanlah seorang introvert (seseorang yang suka menyendiri) hanya saja ia tidak suka jika barang pribadi nya di sentuh orang lain ataupun urusan pribadinya di campuri orang lain.


Jonathan menekan layar handphone nya , mencoba menghubungi seseorang,


"sya!!! siapa dia?!!" tanyanya langsung tanpa mengucapkan halo terlebih dahulu,


"emm, siapa?" jawab Natasya malas


"cepat kesini , atau akan ku buat dia menangis!!!" ancamnya lalu mematikan telp.


"Huh!! dasar adik durhaka!!!!" teriak Natasya geram dengan tingkah adik sematawayangnya , ia pun bergegas pergi kerumah Jonathan.


sesampainya dirumah Jonathan, Natasya langsung menuju ke kamar Jonathan,


Natasya mengetuk pintu kamar Jonathan,


"Joo!!! keluar!! teriak natasya


Jonathan memang tidak pernah membiarkan siapapun memasuki kamarnya tanpa seizinnya tak terkecuali kakak perempuan nya sendiri


hanya bik inah yg di percaya membersikan kamarnya, itupun harus sehati-hati mungkin,


Jonathan membuka pintu kamarnya,


"siapa dia!?" tanyanya ketus,


"Adinda maksudmu?" pertanyaan Jonathan di jawab dengan pertanyaan oleh Natasya


"aku tidak tanya namanya?" bentak Jonathan


"tadi tanya siapa, dikasih tau namanya marah, minta di jitak kepala ni bocah" batin natasya


"lah... terus??" tanya Natasya bingung


"kenapa dia ada dirumah ku!?" tanyanya lagi,


"ini bukan hanya rumah mu, ini juga rumah orang tua ku!!" upsss!! keceplosan, semoga dia tidak mengngamuk aku bawa-bawa orang tua kita),


"duarrr!!!!"


Jonathan menutup pintu kamarnya dengan sangat keras,

__ADS_1


"Joo!!! kau mau membuat kakakmu ini jantungan!! hardik Natasya , kesal dengan tingkah adiknya,


ia pun berlalu dari sana hendak ke kamar adinda, (adinda sedang apa ya?)


"tok,tok!"


"Adinda..!" panggil Natasya,


Adinda yang belum tidur, membukakan pintu kamarnya, " eh, kak syasa ,ada yang bisa di bantu kak?"


"Tidak, hanya mau tanya, kau sedang apa?"


"Sedang mengerjakan tugas kuliah kak" jawab Adinda


" oh ya sudah, kau lanju saja, jangan sungkan ya disini, kalau kau ada apa-apa langsung katakan padaku saja, aku mau pulang dulu" Natasya pun pergi dari hadapan adinda,


"Sebenarnya ada apa sih?, kakak dan adik sama anehnya," pikir adinda


*****


Pukul 05.00 pagi alarm di handphone Dinda berbunyi, tanda bagi si empunya handphone untuk bangun, sebelum tidur adinda memang sengaja men set alarm di handphone nya , agar ia tidak telat bangun,


"hoaaammm ", adinda Bagun dari mimpi indahnya, ia segera bangkit dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi di dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya,


"Pagi bik.." sapa Adinda


"Pagi non Dinda.." jawab bik Inah,


"Kok non lagi sih bik," protes Adinda yang tidak suka dipanggil nona,


Bik Inah hanya tersenyum menanggapi protesnya Adinda,


Adinda pun segera memulai tugasnya , ia mengambil bahan-bahan yang akan diolahnya dari dalam kulkas, pagi ini menunya salad , jus alpukat, roti panggang dan telur mata sapi, dilihatnya waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, Adinda pun sudah berpenampilan rapi mengingat hari ini hari Senin, ia akan pergi kuliah sebelumnya Adinda merapikan meja makan dan menyuguhkan masakannya,


Seseorang menuruni anak tangga ketika Dinda menyugukan sarapan, ia menatap Dinda dengan tatapan yang sulit diartikan, ia mengamati Dinda dari ujung kaki sampai ujung rambutnya, Dinda yang tidak sadar dengan kedatangan orang itu terus melakukan pekerjaannya,


"Silahkan sarapan tuan" bukan Adinda yang bicara tapi bik Inah,


Adinda yang yang mendengarkan ucapan bik Inah, langsung menengok, dilihatnya Jonathan sedang berdiri tidak jauh dari meja makan, "selamat pagi tuan" ucap Dinda kikuk


Jonathan tidak menanggapi, ia segera duduk dan menyantap sarapan nya,


"cih, punya mulut bisa untuk makan tapi enggan untuk bicara" batin dinda,


"berapa banyak kakak ku membayar mu?" kata-kata nya dingin, sedingin es balok yang ada di dalam kulkas,


"4juta per bulan" jawab Dinda langsung tanpa berpikir


"Dollar?"


tanya nya lagi masih dengan nada dingin, sambil menyuapkan potongan roti ke mulutnya menggunakan garpu,


"Eh, apa-apaan dia ini, dikiranya kita tinggal di Amerika apa?"


"rupiah" jawab Adinda


seketika gerakan tangan Jonathan yang sedang mengiris roti terhenti, ia menatap adinda heran,


"serendah itu kah harga dirimu?!!" hardik Jonathan


"eh??? apa maksudnya?" batin Adinda

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2