
Passion of soul
Jika aku bilang kau adalah milikku
Maka selamanya kau akan menjadi milikku
Tidak peduli seberapa banyak kau menolak,
seberapa jarak kau menjauh
Kau tetap lah milik ku!
Hal 9
Sepertinya Jonathan semalam tidur dengan nyenyak tanpa mimpi buruk yang menghantuinya, lihat saja betapa semangatnya ia memulai harinya pagi ini,
senyuman bertahta diwajahnya dengan langkah ringan ia menuruni tangga menuju ruang makan,
senyumannya semakin mengembang ketika melihat seseorang yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuknya,
ia pun segera melangkah mendekati adinda,
"morning baby!" ucapnya sambil mengacak lembut rambut adinda,
Adinda yang mendapatkan perlakuan manis tanpa aba-aba pun langsung tersentak dan reflek menepis tangan jonathan dari kepalannya,
" kenapa? apa kau marah, jika aku menyentuh rambutmu?!" Jonathan mengatakannya dengan nada serius,
"ma.. maaf , aku hanya kaget," jawab adinda tergagap,
Jonathan tersenyum , " aku baru menyentuh kepalamu , kau sudah kaget, bagaiman jika aku mencium mu?!" ucap jonathan tanpa dosa
(ya tuhan ada apa dengannya? apa obat yang di beli zidan kemarin salah) batin adinda
Jonathan pun duduk di kursi meja makan, tak lupa tangannya menarik adinda untuk duduk disampingnya,
"temani aku makan" ucapnya
Jonathan pun memulai kegiatan makanya,
lalu ia mengambil sesendok makanan dan hendak menyupkan nya ke mulut adinda,
"adinda aaa"
"aku sudah sarapan tadi" jawab adinda menolak,
"jangan bohong, aku tau kau belum makan apapun dari pagi ,ayo aaaa"
(eh, bagaiman dia tau aku belum makan apapun dari pagi? batin adinda bingung)
"tidak perlu, aku bisa makan sendiri" adinda tetap menolak,
"makan ini !, atau kau ingin aku menyuapi mu dengan mulutku?!" ancam Jonathan
"aaa" adinda pun membuka mulutnya, dan menerima suapan dari jonathan,
__ADS_1
menurut insting ahli psikologi nya adinda, percuma jika ia tetap kekeuh melawan perintah Jonathan, karna yang dikatakan Jonathan bukan sekedar ancaman tapi ia pasti akan benar-benar melakukannya jika ia tersulut emosi,
"berikan ponsel mu?" tanya jonathan tiba-tiba, sambil menyuapkan makanan lagi ke mulut adinda,
adinda tidak langsung menjawab , ia mengunyah makanannya lalu menelannya terlebih dahulu,
" untuk apa?"
"mana?" Jonathan menengadahkan telapak tangan kanannya,
"dikamar" jawab Adinda,
tanpa bicara Jonathan langsung bangkit, menuju kamar Adinda , ia membuka pintu kamar adinda dan menyisir tempat itu dengan matanya , mencari keberadaan benda yg ia cari,
adinda yang kaget dengan tingkah Jonathan pun mengikutinya ,
"hey, kau mau apa?" teriak adinda dari belakang Jonathan, tapi tak dihiraukan,
"ah, ini dia" ucap Jonatan sambil mengambil handphone Adinda di atas tempat tidurnya,
Jonatan kemudian membuka handphone adinda yang ternyata memang tidak di beri kode oleh Adinda, menekan tombol di layar , setelah merasa handphone yang ada dikantong celananya bergetar ia pun menyerahkan handphone adinda ke pemiliknya,
"apa yg kau lakukan pada handphone ku" tanya adinda sambil mengambil handphone nya dari tangan jonathan,
"memberikan no ku padamu, jika kau rindu kau bisa menelepon ku" ucapnya menggoda,
adinda hanya terbengong, tidak habis sangka dengan apa yang barusan ia dengar,
"kau mau berangkat kuliah kan , ayo aku akan mengantar mu" ucapnya sambil menarik lengan adinda,
"aku...."ucapan adinda terpotong karena jonathan sudah lebih dulu mengancam,
dan akhirnya Dinda pun menuruti nya begitu saja...
*****
"Bagaimana perkembangan nya sha?"
tanya Jenita kepada sepupunya Natasya lewat telpon,
"emm"
"aku harap rencana mu berhasil, aku tidak mau adikmu itu sampai menyakiti adinda, adinda adalah gadis yang baik, dan semoga adikmu itu bisa berubah karena adinda"
"emm"
"baiklah kita bicara lagi nanti saat bertemu, bye!" Jenita pun mengakhiri panggilannya,
Jenita duduk diruang kerjanya mengingat kembali rencananya dan Natasya yang melibatkan Adinda,
dari awal Jenita bertemu dengan adinda Jenita langsung menyukainya , mata hazel yang meneduhkan , sikap lemah lembut, dan penyayang mirip dengan wanita yang sangat ia kenal dan ia kagumi, yaitu Soraya Jane ibu kandung Natasya dan Jonathan,
sebagai dokter psikiater yang menangani Jonathan, Jenita tau betul apa yang di butuhkan oleh pasien sekaligus adik sepupunya itu,
setelah mendiskusikan nya dengan Natasya ,
__ADS_1
ternyata Natasya sangat antusias setelah melihat foto dan profil nya adinda, akhirnya Natasya mengambil keputusan untuk menjodohkan adinda dengan adiknya tersebut, berharap sikap adiknya yang tempramen, suka gonta-ganti pasangan, dingin, angkuh, dan keras kepala akan berubah, sebenarnya bukan tanpa alasan adiknya memiliki sikap seperti itu, tapi setiap Jenita berusaha untuk melakukan konseling Jonathan selalu menolak, ia merasa dirinya masih normal,
laki-laki seperti Jonathan tidak bisa di dekte dalam melakukan sesuatu, semua nya harus sesuai dengan keinginannya sendiri, maka dari itulah Natasya tidak mengemukakan niatnya kepada Jonathan untuk menjodohkan nya dengan adinda, Natasya menyusun rencana dengan Jenita agar adinda bekerja di rumah Jonathan,
karena Natasya yakin Jonathan akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama jika melihat adinda .
*******
Di dalam mobil Jonathan, adinda hanya terdiam, bukan tidak mau bicara, hanya saja adinda bingung mau bicara apa,
"kau kuliah sampai jam berapa?"tanya jonathan membuka keheningan
"pukul 4 sore" jawab adinda sewajarnya
"baiklah, aku akan menjemputmu" ucap jonathan
"eh..? bukankan kau seharusnya bertanya dulu pada ku, aku mau di jemput atau tidak.."
begitu lah tata Krama yang benar menurut adinda
"aku tidak perlu minta persetujuan mu, walau kau tidak mau , aku akan tetap menjemput"
"kenapa?" tanya adinda
"ya karena itu yang aku inginkan"
"baiklah, aku akan mencatatnya , kau adalah orang yang selalu melakukan apapun keinginan mu tanpa memperdulikan orang lain" ucap adinda ketus,
"hahahaha that's right !! aku suka jika kau paham" jonathan mengatakannya dengan sangat bahagia,
"aku sedang menyindir mu.., tapi kau malah senang?" adinda tidak bisa percaya akan berhadapan dengan orang seperti jonathan bahkan sebelum ia menjadi psikiater,
dan lagi-lagi Jonatan hanya tertawa mendengar ocehan adinda,
Jonathan menepikan mobilnya saat sampai didepan kampus, adinda hendak turun tapi tangannya di tarik oleh jonathan,
"tunggu!" ucap jonathan,
ia lalu menarik ikatan rambut adinda , membuat rambut yang diikat satu keatas tergerai dengan indahnya,
" apa yang kau lakukan?!" tanya adinda
"jangan pernah mengikat rambut mu apalagi kalau sedang ada di kampus" perintahnya
"kenapa?"
"aku tidak suka leher mu yang indah dilihat orang lain" jawabnya penuh penekanan
"whatever" ucap adinda jengah dengan sikap Jonathan
" berjanji lah untuk tidak melakukan nya , atau aku tidak akan membiarkan mu keluar dari mobilku" ancam Jonatan
" kenapa aku harus menuruti mu? memang apa hubungan ku dengan mu?"
" because your mine , aku sudah memutuskan itu !"
__ADS_1
"what???"
to be continue..