Passion Of Soul

Passion Of Soul
Pelukan menenangkan...


__ADS_3

Passion of soul


Hal 11


Melihat Adinda yang hanya bengong menatapnya dengan bibirnya yang sedikit terbuka tanpa mengatakan apapun, membuat Jonathan menjadi gemas , tanpa berpikir panjang...


"chup.." Jonathan mengecup bibir ranum milik Adinda,


Mata adinda membulat sempurna, merasakan sesuatu menempel di bibirnya, reflek adinda mendorong tubuh jonathan memberi jarak antara ia dan Jonathan, wajahnya memerah, lidah nya terasa kelu, ia shock dengan apa yang baru saja terjadi, sesaat setelah ia tersadar, ia segera mencoba membuka pintu mobil, tapi ternyata masih dikunci,


" a..aku ma...u keluar, buka pintunya" ucap adinda tergagap


Jonathan yang melihat tingkah adinda menahan senyum , ia lalu meletakan kedua tangannya di kemudi mobil, dan menjatuhkan kepalannya di atas nya dengan wajah yang menghadap ke arah adinda,


"kenapa keluar? aku belum puas berduaan dengan mu" ucap jonathan sambil tersenyum matanya terus menatap adinda,


"buka pintunya , atau aku akan..." ucap adinda terpotong


"akan apa? apa yang akan kau lakukan pada ku?" tanya jonathan mengejek


(sial !, ancaman tidak akan mempan untuk orang seperti dia "), batin adinda sambil terus berfikir apa yang harus ia lakukan,


Adinda semakin gugup, ia mengambil ponsel dari dalam tasnya, menghidupkan ponselnya,


"apa yang kau lakukan? "tanya jonathan saat melihat adinda memegang ponselnya,


"memanggil bala bantuan!" ucap adinda ketus dengan matanya yang fokus pada layar handphone nya,


Jonathan mengulum senyumnya, "Siapa?" tanya Jonatan lagi


Adinda tak menjawab , jarinya sedang berusaha mengetik nama orang yang akan di telpon nya ,


"Jenita??" tanya Jonathan


("bagaiman ia bisa tahu pikiran ku") batin Adinda, sambil terus mengetik kan nama Jenita di handphone nya,


"Jenita tidak akan datang, sekarang ia pasti sedang ada di pesawat" ucap Jonathan santai


mendengar itu, jari adinda berhenti mengetik nama Jenita lalu ia mengetik nama Natasya


"Syasa juga tidak akan datang ,ia sedang berlibur dengan suami dan anaknya" ucap Jonathan lagi yang masih tetap fokus menatap adinda , dengan posisi yang masih membaringkan kepalanya di atas kemudi mobil,


("hah, bagaiman dia bisa membaca pikiranku" batin adinda menjerit)


adinda yang putus asa pun memasukan kembali handphone nya kedalam tas, menghembuskan nafas panjang untuk mengendalikan perasaan nya ,

__ADS_1


setelah itu, adinda melihat kearah Jonathan , memberanikan diri menatap mata Jonatan, mencoba mencari tau apa yang Jonathan fikirkan dari tatapannya,


Jonathan yang melihat Adinda menatapnya menjadi sedikit gusar, ia tidak sanggup , hatinya menjadi luluh setiap kali melihat tatapan indah adinda ,


" berhenti menatapku seperti itu, atau aku akan menerkam mu!!" ucap Jonathan sambil bangkit dan membuka pintu mobilnya, ia pun keluar dari mabilnya meninggalkan adinda,


("apa-apaan dia itu, aku bisa gila jika mengahadapi sikap nya yang mudah sekali berubah-ubah" batin adinda , ia lalu memegang bibirnya, " bibirku, ya tuhan bibirku, arhhh kenapa dia mengambil ciuman pertama ku!!!!!?) batin adinda menjerit..


******


Hujan deras mengguyur rumah jonathan malam ini, kilatan-kilatan petir menyambar diiringi gemuruh suara Guntur,


Di atas tempat tidur yang mewah, terlihat Jonatan sedang berbaring diatasnya,


matanya terpejam tapi bibirnya terus mengumam , wajahnya terlihat pucat, keringatnya terus mengalir di wajah dan tubuhnya, ia sedang bermimpi....


~


"apa yang kau lakukan Joo!!" teriak seorang bocah berumur 11 tahun


" kau , pembunuh Joo!"


"lihat apa yang kau lakukan pada ibu!!"


"aku akan membunuhmu mu!!!!"


"tidak , jangan Jim, jangan!"


"Jim!!"


~


"JIMMY!!!!"


seketika jonathan terduduk ia tersadar dari mimpinya... nafasnya tak beraturan, terlihat jelas dimatanya ia begitu ketakutan,


dengan cepat ia turun dari tempat tidurnya , ia berlari keluar kamarnya menuju kamar adinda , saat melewati ruang makan ia melihat adinda sedang berdiri di depan kulkas sambil membawa gelas berisi air,


ia terus berlari menuju adinda , dan...


"Greppp" Jonathan langsung memeluknya kencang ,


adinda yang kaget tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ia pegang , dan..


"pyarrrrr" gelas itu pun pecah,

__ADS_1


adinda yang tersadar mendengar suara pecahan gelas, berusaha melepas pelukan jonathan, tapi saat ia menyentuh lengan Jonathan hendak mendorongnya, tiba-tiba ia berhenti karena merasakan tubuh Jonathan bergetar, suara nya terisak, adinda merasakan sebuah air menetes di tengkuk lehernya, jonathan menangis,


akhirnya Adinda pun mengurunkan niatnya melepaskan pelukan Jonathan, ia kemudian membalas pelukan Jonathan, menepuk-nepuk lembut punggung Jonathan, mencoba menenangkan nya,


lama mereka berada dalam posisi seperti itu,


******


Jonathan dan adinda sudah berada di sofa ruang tengah, Adinda sedang menyodorkan segelas air pada Jonathan,


"minumlah" ucap adinda lembut


Jonathan mengambil gelas itu dan meminum airnya hingga tandas, lalu ia memberikan kembali gelas itu pada adinda, adinda pun menerimanya dan meletakkannya di atas meja ,


Adinda terus menatap Jonathan, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya, ("apakah dia bermimpi buruk?, kenapa ia terlihat begitu tertekan ") batin adinda,


Jonathan masih terdiam dengan tatapan kosongnya , wajahnya terlihat sangat murung , ia sangat berbeda dengan Jonathan yang biasa Adinda lihat sebelumnya,


"ada yang ingin kau ceritakan pada ku?" tanya adinda yang membuyarkan lamunan Jonathan,


Jonathan lalu menatap Adinda , melihat adinda menatapnya seperti ini membuatnya merasa nyaman , tatapannya lembut seperti menyiratkan kata ' tenanglah ada aku disini',


"boleh aku minta sesuatu padamu?"


"apa?" ucap Adinda sedikit ragu karena Jonathan yang biasanya akan mengatakan hal konyol bagi adinda,


"bisakah aku tidur dipangkuan mu?" ucap jonathan dengan tatapan memohon ,


" aku butuh obat tidur setiap habis mendapatkan mimpi buruk, tapi aku lupa mengambil obat tidur ku di dokter hari ini" lanjutnya,


adinda sedikit terkejut mendengarkan penuturan Jonathan, "apa kau sering mengkonsumsi obat tidur?" tanya adinda


"hemm" jawab Jonathan


adinda pun berpikir sejenak,


"baik , kemarilah" ucap adinda sambil menepuk pahanya dengan kedua tangannya,


mendengar ucapan adinda Jonatan tersenyum lega, ia pun membaringkan kepalanya di atas paha Adinda ,


Dan dengan lembut adinda membelai rambut Jonathan,


Jonathan yang merasakan belaian adinda merasa sangat nyaman ia memejamkan matanya berharap dengan begini mimpi buruk tidak akan menghantuinya lagi...


to be continue...

__ADS_1


__ADS_2