Passion Of Soul

Passion Of Soul
Mimpi buruk...


__ADS_3

passion of soul


Hal 6


Malam itu Adinda mengerjakan tugas kuliah nya hingga larut malam , karena merasa haus ia memutuskan untuk mengambil minum di dapur, dengan dress longgar warna hitam berbahan kaos polos berlengan pendek dan panjang dress nya dibawah lutut, rambutnya di ikat keatas gaya Cepol asal sehingga tersisa beberapa anak rambut yang tidak ikut terikat berpenampilan yang seperti itu tidak mengurangi sedikit pun kecantikan adinda yang memang sudah cantik alami dari lahir,


ia pun keluar kamarnya menuju dapur sesampainya di dapur ia menuangkan air kedalam gelas dan meminumnya, setelah itu ia pun kembali ke kamarnya,


tanpa Adinda sadari ada seorang laki-laki yang sedang mengawasinya dari balik dinding,


"jadi... dia yang kau maksud Joo?!" gumam laki-laki itu dengan senyum di wajahnya,


laki-laki itu pun kemudian pergi dari rumah Jonathan.


******


Disebuah hamparan tanah yang luas berdiri sebuah rumah megah dengan pilar-pilarnya yang mengusung tema kerajaan Romawi, di halaman belakang rumah, terdapat lapangan golf yang luas, ada pula beberapa kolam ikan yang sengaja di tata di halaman belakang rumah itu , terlihat dua anak laki-laki berusia 5 tahun sedang bermain di dekat kolam,


"buka matamu !!, lihat ini!" ucap salah satu anak laki-laki tadi sambil menunjukan tangan kanannya yang berlumuran darah memegang seekor katak yang sudah tak berdaya, sedang tangan kirinya memegang pisau kecil yang juga terdapat noda darah di permukaannya,


entah berapa banyak hewan kecil yang di sayat oleh pisau tajam itu, bukan hanya katak, tapi juga beberapa ikan koi yang sudah tak utuh berserakan di dekat mereka berdua,


"tapi aku takut..." jawab anak laki-laki satunya lagi


"jangan jadi penakut!! ambil ini!!" sentak anak laki-laki yang memegang pisau,


dengan sedikit jijik anak laki-laki itu memegang katak yang sudah tak bernyawa karena sayatan di perutnya,


"bukankah ini menyenangkan?! hahahaha!" kedua anak itu pun tertawa dengan senangnya......


lalu...


didalam rumah mewah tersebut, terdengar tangis dan jerit dari salah satu anak laki-laki berusia 5 tahun tadi,


"ayah !! jangan pukul dia ayah!!! ayahhh!!!"


teriaknya melihat anak yang seumuran dengannya di pukuli oleh ayahnhya,


sedang anak laki-laki yang di pukuli hanya diam tanpa ekspresi,


"dasar anak biadab!!! anak iblis!!! bisa-bisa kau melakukan itu!!!" teriak sang ayah sambil memukuli anaknya dengan rotan yang ada di tangannya,


"ayahh!!! aku mohon lepaskan !!!! ayahh!!!


"AYAHHH!!!!!"


teriakan Jonathan yang seketika terbangun dari mimpinya, jantungnya berdetak dengan cepat, nafasnya tersengal, wajahnya terlihat pucat , butiran keringat bercucuran di wajah dan tubuhnya, ia lalu mengambil gelas di meja samping tempat tidurnya, meminum air yang ada didalamnya sampai tandas,


ia mengeretakan giginya , mengenggam gelas itu sangat erat menahan emosi ketika mengingat mimpi yang baru ia alami ,


hingga..


"crees!!" gelas yang di pegangnya pecah karena terlalu kuat ia menggenggam nya, darah mulai mengalir dari telapak tangannya, tapi ia tidak peduli,


ia kembali membaringkan tubuhnya, meletakan lengan kanannya di atas wajah untuk menutupi matanya, terlihat bulir air mata mengalir disudut matanya ya tertutup.


******

__ADS_1


Seperti biasanya pukul 7 pagi adinda menyiapkan sarapan untuk Jonathan, hari ini ia berpenampilan biasa tidak Serapi biasanya karena hari ini ia tidak punya mata kuliah, jadi ia tidak perlu pergi ke kampus,


sudah lewat pukul 9 siang tapi Jonatan tidak kunjung keluar dari kamarnya untuk sarapan,


membuat adinda sedikit penasaran,


ia pun bertanya pada bik Inah yang sedang membersihkan dapur,


"bik, apa dia pergi ke kantor tanpa sarapan hari ini?" tanya adinda


" maksud non Dinda , tuan muda ?"


tanya bik Inah memastikan,


"eh, iya.. tuan muda," ucap Dinda kikuk


"sepertinya tuan muda belum pergi ke kantor non, karena mobilnya masih ada di garasi rumah" jawab bik Inah


"kenapa bik, apa dia tidak berkerja hari ini?"


tanyanya lagi,


"saya kurang tau non," jawaban bik Inah yang tidak memuaskan rasa penasaran adinda,


(sudahlah, untuk apa juga aku memikirkannya, mungkin memang dia sedang ingin bermalas-malasan, batin adinda)


sudah pukul 11 siang tapi Jonathan tak juga keluar dari kamarnya,,


adinda sedang memasak untuk makan siang, pikirnya tuan muda itu akan makan siang dirumah karena ia tidak pergi berkerja,


setelah selesai memasak adinda membersihkan dirinya ,ia mandi karena akan pergi mengunjungi Mirna sahabatnya,


ia berjalan menuju pintu utama rumah , saat di depan tangga ia menengok keatas, kearah pintu kamar Jonathan, tapi tidak ada tanda-tanda si pemilik kamar akan keluar,


ia pun melanjutkan langkahnya,


sampai di pintu utama, ia berpapasan dengan seorang laki-laki, yang langsung bertanya tanpa perkenalan,


"dimana Jonathan?" tanyanya cemas


"dikamar " jawab adinda spontan,


"shittt!! ada apa lagi dengan mu joo?!" ucap laki-laki itu sambil berlari menaiki tangga menuju kamar Jonathan,


Adinda yang mendengar kata-kata laki-laki asing itu menjadi semakin penasaran, ia pun mengikuti laki-laki itu berlari menaiki tangga menuju kamar Jonathan,


"astaga, Joo!!" teriak laki-laki itu ketika melihat keadaan Jonathan sesaat setelah masuk ke kamarnya,


adinda yang mengekor di belakang nya pun terkejut melihat keadaan Jonathan,


wajah Jonathan pucat dan ada noda darah di tangannya, sedangkan pecahan gelas berceceran di atas selimutnya,


adinda segera mendekati Jonathan, memegang kening Jonathan untuk memeriksa suhu tubuhnya, benar saja Jonathan demam, Adinda pun turun ke dapur menyiapkan air kompres,


sedang laki-laki tadi yang tak lain adalah Zidan terlihat sibuk menelepon dokter pribadi Jonathan, Zidan memang sengaja datang kerumah Jonathan karena ia khawatir, tidak biasanya Jonathan tidak masuk kantor tanpa memberi tahunya, telepon dari Zidan pun tidak diangkat oleh Jonathan


adinda telah kembali ke kamar Jonathan dengan membawa air es dan kain untuk mengompres dahi Jonathan,

__ADS_1


dengan lembut adinda membersihkan telapak tangan Jonathan, mengobati dan memerban telapak tangan jonathan lalu menyingkirkan pecahan-pecahan gelas yang ada di atas selimutnya Jonathan,


Zidan yang baru pertama kali melihat pemandangan itu sedikit heran, siapa wanita ini?


tak lama dari itu , dokter pribadi Jonathan datang, ia kemudian memeriksa keadaan Jonatan,


"tuan Jonathan hanya demam, itu di sebabkan karena ia terlalu kelelahan, saya akan meresepkan obat untuk tuan Jonathan, beri ia makan lalu minumkan obat ini" ucap dokter sambil menyodorkan kertas kepada Zidan,


"baik dok" jawab Zidan


"kalau begitu saya permisi" pamit dokter


"mari saya antar, saya juga harus pergi menebus obat " ucap Zidan


"tolong jaga Jonathan ya" ucap Zidan kepada adinda,


Adinda hanya mengangguk,


Zidan dan dokter pun pergi dari kamar Jonathan,


Adinda duduk di samping Jonathan ia hendak mengganti kain kompres di dahi Jonathan,


merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh dahinya, Jonathan pun membuka matanya,


dilihatnya adinda yang sedang duduk disampingnya sibuk memeras kain di atas wadah air , ia tersenyum melihat Adinda, ia pun menutup matanya kembali membiarkan adinda merawatnya.


******


Adinda sedang membuat bubur saat Zidan datang membawa obat untuk Jonathan,


"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Zidan pada adinda


"aku sedang membuat bubur" jawab adinda singkat,


" aku baru pertama kali melihat mu disini , perkenalkan namaku Zidan sahabatnya Jonathan" ucap Zidan sambil tersenyum


"Adinda" jawabnya


"ini obat nya kau berikan pada Joo, aku akan ke kantor nya Joo menyelesaikan urusannya Disana" ucap Zidan sambil menyerahkan bungkusan kepada Adinda,


Adinda pun mengangguk,


" kalau begitu aku pergi, tolong jaga Jonathan" pesan Zidan,


Adinda mengangguk sambil tersenyum


(benar, Joo.. senyuman nya indah, batin Zidan )saat melihat senyuman sekilas di wajah Adinda, ia pun akhirnya pergi .


Setelah bubur nya matang, adinda segera membawanya ke kamar Jonathan menggunakan nampan,


Jonathan masih tertidur, ia letakan nampan itu di meja samping tempat tidur, sementara ia duduk di sampingnya Jonathan hendak membangunkanya,


dilihatnya Jonathan yang sedang tertidur pulas, "wah , saat sedang sakit pun kau tetap terlihat tampan " gumam Adinda(huss!!!! apa yang aku pikirkan!!! batin adinda mengutuki ucapannya)


dengan ragu-ragu ia menyentuh bahu Jonathan, untuk membangunkannya, bukannya bangun Jonathan malah memegang tangan adinda menarik nya hingga tubuh adinda jatuh tepat di atas jonathan, dengan erat Jonathan langsung memeluknya....


"sebentar saja...." ucap jonathan

__ADS_1


to be continue....


__ADS_2