
Passion of Soul
Hal 27
Diruang kerjanya tuan William sedang bicara dengan Ricky di telp, "Batalkan rapat pemegang saham, hari ini aku sedang tidak enak badan!" perintahnya pada asistennya itu, lalu ia mengakhiri panggilan telp itu,
Tuan William menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya, ia memijat keningnya yang terasa pusing karena pertengkaran dengan putranya tadi,
Tak lama dari itu Natasya masuk ke ruangan ayahnya, ia khawatir dengan kesehatan ayahnya "apa ayah baik-baik saja?" tanyanya
"Ayah baik-baik saja, kau tidak usah khawatir" jawab tuan William menenagkan putrinya
"Maaf ayah boleh kah aku bertanya?" tanya Natasya yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh ayahnya,
"Kenapa ayah tidak memberitahu kami alasan ayah membenci Jimmy, bukankan Jimmy anak ayah juga?" tanya Natasya dengan hati-hati,
Tapi tuan William enggan untuk menjawab,
"tinggalkan ayah sendiri, ayah ingin istirahat" ucapnya
Natasya tidak membantah, ia takut ayahnya semakin emosi jika ia terus memaksanya, "baik ayah, jika ayah butuh sesuatu panggil saja aku" Natasya pun pergi meninggalkan ayahnya sendiri
Tuan William masih duduk di meja kerjanya, ia memandang sebuah bingkai foto yang ada di atas meja kerjanya, foto lama dengan wajah Soraya Jene sang istri yang tersenyum bahagia menatap kamera, seketika pikiran tuan William melayang mengingat kejadian 28 tahun yang lalu
Flashback on
Jhony William dan Soraya Jane adalah pasangan suami istri yang bahagia, mereka menikah karena atas dasar cinta, kebahagian mereka bertambah ketika tahun pertama pernikahan mereka dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang diberi nama Natasya William, namun sayang kebahagian itu tidak berlangsung lama, tepat saat usia Natasya 5 tahun bencana itu datang menghancurkan kebahagian mereka berdua,
Soraya sang istri di perkosa oleh seseorang yang memang sejak dulu terobsesi pada kecantikan istrinya, saat kejadian itu terjadi tuan William sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis,
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan hati seorang suami saat melihat istrinya nampak tertekan dan shock atas kejadian itu, William merasa ia telah gagal menjadi seorang suami karena tidak dapat menjaga istrinya dengan baik, walaupun pelakunya telah ditangkap dan dimasukan ke penjara rehabilitas karena ternyata ia mengalami gangguan jiwa lebih tepatnya ia seorang Psikopat akut, tapi sang istri masih terlihat depresi, meski sulit tapi William tetap menerima keadaan Soraya karena ia sangat mencintai istrinya, ia menganggap ini adalah musibah yang harus ia terima, ia juga merahasiakan semuanya dari siapapun untuk melindungi harga diri istrinya dan martabat keluarganya hanya Franz Fernando asisten kepercayaannya lah satu-satunya orang yang tahu,
Tapi sepertinya musibah belum sepenuhnya pergi dari kehidupan mereka, karena satu bulan setelahnya Soraya diketahui sedang mengandung, dan reaksi jijik yang di tunjukan oleh William langsung melukai hati istrinya, ia menyuruh istrinya menggugurkan kandungannya, tapi Soraya menolak, pikirnya bagaiman jika anak yang dikandungnya adalah darah daging William, karena sebelum kejadian itu pun mereka rutin melakukan hubungan suami istri, hal itu yang paling di sesali William sampai saat ini,
__ADS_1
Meski dalam keadaan tertekan Soraya mempertahankan kehamilannya dan berhasil melahirkan bayi kembar laki-laki, sayangnya setelah melahirkan Soraya mengalami koma, hal itu membuat William semakin membenci bayi kembar itu, ia tidak mau menyentuh sama sekali bayi kembar itu, ia membiarkan pengasuh untuk merawat mereka, sedangkan William hanya fokus pada kesembuhan Soraya, saat usia mereka tiga tahun William dibuat penasaran dengan tampilan fisik si kembar, Jonathan sangat mirip dengan dirinya, sedangkan Jimmy lebih mirip dengan Soraya tapi matanya mengingatkan William pada mata si pemerkosa itu, apa jangan-jangan Jonathan...?
Jhony William berkonsultasi pada dokter, ia di beritahu bahwa ada bayi kembar namun memiliki ayah biologis yang berbeda, dengan kata lain ada bayi kembar dalam satu rahim bisa berasal dari dua buah spe*ma yang berbeda, akhirnya William melakukan tes DNA kepada Jonathan dan Jimmy, dan rasa penasaran William terjawab sudah saat ia melihat hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Jonathan adalah anak kandungnya sedangkan Jimmy bukan, sejak saat itulah perlakuan William berbeda terhadap keduanya, William sangat menyayangi Jonathan sedangkan pada Jimmy ia sering menghukun dan memukulinya karena selalu mengingatkannya pada wajah si pemerkosa.
•
•
Saat usia si kembar 5 tahun Soraya sadar dari komanya, dan setelah pulih benar Soraya langsung mengambil alih pengasuhan kedua putranya, ia sangat menyayangi mereka berdua tanpa membeda-bedakan,
Dan pada saat usia Jonathan dan Jimmy sebelas tahun, puncak dimana ia bertengkar dengan Soraya,
"Apa?! kau ingin mengusir Jimmy dari rumah ini? , aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!" ucap Soraya
"Aku tidak mengusirnya, aku hanya akan mengirimnya ke asrama, aku ingin Jonathan tidak terpengaruh dengan sikap-sikap Jimmy yang aneh, apa kau tidak lihat dia membawa pengaruh buruk pada Jonathan, kau tidak lupa kan Jonathan adalah anak kita, dia darah daging ku, aku ingin yang terbaik untuk Jonathan! aku mohon mengertilah Soraya, selama ini aku selalu tertekan melihat wajah bajin*an itu saat aku melihat wajah Jimmy, dia adalah anak bajin*an yang memperkosa mu untuk apa kau mempertahankannya ?!"
Soraya terhenyak mendengar ucapan suaminya itu, "kau bilang kau tertekan! lalu bagaimana dengan ku?! jika kau membuang salah satu anak ku?! mereka anak-anak ku, aku yang melahirkan mereka, dan Samapi kapan pun aku akan tetap melindungi mereka!" jawaban dari Soraya adalah harga mati yang tidak bisa ia rubah lagi
"Jadi kau bukan ayah kandungku?, pantas saja kau senang sekali menyiksaku" desisnya datar bahkan terdengar dingin, dengan tenang anak itu memasuki ruangan ayahnya, Soraya tidak menyadari karena saat ini ia sedang duduk sambil menutup matanya menahan emosi sedangkan William berdiri membelakangi Soraya,
saat Jimmy sudah ada di belakang ayahnya, Jimmy memanggilnya,
"Ayah..." lirihnya, dan William pun membalikan tubuhnya, dan tiba-tiba
"cress" sebuah pisau kecil tertancap di paha William, ia membelalakkan matanya " kau..." ia terlalu terkejut untuk melanjutkan ucapannya,
Soraya yang membuka matanya langsung shock melihat yang baru saja terjadi di depan matanya, Jimmy lalu membawa pisau kecil tadi pergi dari tempat itu tanpa mengatakan sepatah kata pun,
"kau tidak apa-apa? tanya Soraya pada William,
"Tidak apa-apa, kau lihat anak itu dia sedang membawa pisau, aku takut ia akan melukai Jonathan" ucap William sambil memegang pahanya yang sedikit terluka,
"Jimmy...!" teriak Soraya sambil berlari mengejar Jimmy, Tanpa di sadari William dan Soraya bahwa malam itu adalah malam tragis yang merenggut nyawa Soraya dan juga Jimmy.
__ADS_1
Flashback off
Tuan William menarik nafas panjang sesaat setelah peristiwa itu muncul lagi dibenaknya, ia tidak menyangka bahwa kehidupannya akan seteragis ini, tidak hanya kehilangan Soraya istri tercintanya, ia juga kehilangan Jonathan dalam artian berbeda, putranya itu seperti kehilangan semangat hidup dan bertindak aneh, karena semakin hari sikap Jonathan semakin mirip Jimmy, jika tidak menyakiti orang-orang di sekitarnya Jonathan akan menyakiti diri sendiri.
"Apa aku harus menceritakan semua pada anak-anak kita?, aku tidak ingin membuat mereka terluka dengan mengetahui kebenarannya" gumam tuan William, saat sedang memikirkan itu semua , tiba-tiba tuan William di kejutkan dengan teriakan Natasya dari luar , ia pun segera keluar ruangannya melihat apa yang terjadi,
Alangkah terkejutnya ia melihat Adinda yang sudah bersimbah darah di gendong oleh Jonathan menuju keluar pintu utama, "Apa yang terjadi?!" tanyanya pada Zidan yang juga terburu-buru mengikuti Jonathan " nanti akan aku ceritakan paman, saat ini kita harus membawa Adinda ke rumah sakit" Zidan pun segera berlari keluar, ia langsung
masuk ke mobil yang sudah ada Jonathan dan Adinda di kursi penumpang, ia langsung mengemudikan mobil dengan cepat ke rumah sakit,
Natasya yang sedang menangis karena melihat kondisi Adinda tadi langsung memeluk ayahnya "Sudah, lebih baik kita susul mereka ke rumah sakit" ucap tuan William sambil merangkul putrinya menuju ke mobilnya.
Di dalam mobil Jonathan tak henti-hentinya meneteskan air mata sambil memeluk Adinda, tangannya gemetar ia benar-benar merasa takut,
Sesampai di rumah sakit Adinda langsung mendapatkan penanganan, Jonathan dan Zidan menunggu di luar ruang penanganan, Jonathan terduduk dilantai ia tak henti-hentinya menangis tangannya masih gemetar, Zidan yang melihat keadaan sahabat nya itu, memegang pundaknya mencoba menenangkan nya, "aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi pada Adinda" ucapnya dengan suara parau karena sedang menangis,
"Jangan bicara seperti itu, Adinda pasti akan baik-baik saja" ucap Zidan menenagkan Jonathan yang terlihat sangat kalut, Zidan tak menyangka sahabatnya itu benar-benar sangat mencintai Adinda, ia mengingat bagaimana reaksi Jonathan saat melihat Adinda terluka tadi,
Flashback on
Zidan yang memang posisinya menghadap Adinda saat di cekik oleh Jonathan, langsung berteriak melihat darah yang ada di perut Adinda,
"ADINDA!!"
Mendengar nama wanita yang ia cintai di sebut, Jonathan langsung tersadar , ia langsung melepaskan Zidan dan menengok kearah Adinda, saat melihat Adinda yang sudah tak sadarkan diri dengan luka di perutnya matanya langsung membulat sempurna, ia segera menghampiri Adinda, memeluk tubuh Adinda yang tergulai lemah di lantai, "Adinda! bangun...aku mohon jangan tinggalkan aku.. sadarlah sayang... Adinda!" ucapnya disela Isak tangis diiringi air mata yang terus mengalir di pipi Jonathan
"Joo, lebih baik cepat kita bawa Adinda ke rumah sakit" ucapan Zidan menyadarkan Jonathan ia segera membopong tubuh Adinda dan keluar dari kamarnya.
Flashback off
Jika biasanya saat Jonathan kambuh ia tidak akan ingat apapun ia hanya akan mengamuk seperti orang kesetanan, hingga Jenita dengan dibantu beberapa orang harus menyuntikan obat penenang ke tubuh Jonathan dulu saat situasi seperti itu terjadi, tapi kini hanya dengan menyebut nama Adinda saja Jonathan langsung tersadar, "benar kata Jenita, Adinda bisa jadi obat yang ampuh untuk kesembuhan Jonathan" batin Zidan.
To be continue...
__ADS_1