Passion Of Soul

Passion Of Soul
Cepatlah lulus!


__ADS_3

Passion of Soul


Hal 39


Mata coklat madu milik Jonathan mengedarkan pandangannya setelah menginjakan kakinya di bandara bersama sang kekasih hati yang sedari tadi selalu ia gandeng. Salah satu tangannya terangkat dan melambai tatkala matanya menangkap sosok yang ia cari.


"Itu Zidan" ucapnya pada Adinda sambil mengajaknya melangkah menuju tempat sahabatnya itu berada.


"Sialan kau Joo! sudah satu jam aku menunggu mu disini! seharusnya kau beri kabar jika penerbangan delay!" Rentetan kekesalan yang keluar dari mulut Zidan.


"Wow.. begitukah caramu menyambut sahabat mu yang sudah lama tidak bertemu!" Jonathan terkekeh melihat sahabatnya itu kesal.


"Diam kau!" ucap Zidan. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Adinda. "Hai Dind, bagaimana kabarmu?"


Adinda mengangguk "Baik, kau sendiri?"


Zidan menggeleng lemah "Buruk, dan semua itu karena kekasihmu ini!"


"Berhentilah bicara aku lelah! cepat antar kami pulang! di mana mobilmu?" ucap Jonathan sambil mengandeng Adinda menuju ke area parkir.




"Bagaimana keadaan perusahaan?" tanya Jonathan yang kini sudah duduk di kursi penumpang mobil milik Zidan bersama Adinda.


"Kau bisa cek sendiri besok! aku malas menjelaskannya padamu!" Jawab Zidan sambil menyalakan mesin mobil dan mulai memacunya meniggalkan bandara.


"Sementara kau urus dulu perusahaan, ada hal penting lain yang harus aku lakukan beberapa hari kedepan" ucapan Jonathan membuat Zidan menautkan kedua alisnya heran.


"Hal penting?" tanya Zidan memastikan.


"Iya, aku dan Adinda harus pergi ke suatu tempat besok" Jawab Jonatan sambil menyenderkan kepalanya di bahu Adinda.

__ADS_1


"Kemana?" Kali ini pertanyaan keluar dari mulut Adinda karena kekasihnya itu belum membahas itu sebelumnya.


"Besok kau akan tau" Jawab Jonathan singkat.




Jonathan kini sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu sebuah rumah sederhana di pinggir kota, sepintas ia terlihat begitu tenang padahal sebenarnya ia amat sangat gugup. Matanya terus saja menatap wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa seberang meja. Sebenarnya sudah sejak tadi ia berusaha ingin mengutarakan maksud hatinya datang ke rumah itu, tapi lidahnya terasa kelu. Ia hanya sanggup tersenyum canggung dan menjawab ucapan-ucapan wanita paruh baya itu dengan kata-kata singkat seperti 'iya'.


"Silahkan diminum nak, tehnya." ucap wanita separuh baya itu sesaat setelah melihat Adinda menyuguhkan secangkir teh di hadapan Jonathan.


"Iya Bu" lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut Jonathan. Sungguh tidak biasanya ia bersikap seperti ini. Bahkan di depan relasi bisnisnya Jonathan selalu tampak berkarisma, percaya diri dan sempurna tapi kini entah kemana sifat Jonathan itu bersembunyi. Padahal yang ada di hadapan Jonathan kini hanyalah seorang wanita yang masih terlihat sisa-sisa kecantikannya meski umurnya sudah tidak muda lagi.


"Sudah berapa lama nak Jonathan kenal Adinda?" tanya wanita yang tidak lain adalah Bu Andini. Ibu dari Adinda.


"Sudah setengah tahun lebih Bu" Jawab Jonathan dengan nada yang dibuat sesopan mungkin.


Dan Bu Andini hanya manggut-manggut menanggapi Jawaban Jonathan.


Bu Andini, melirik ke arah Adinda yang duduk di samping Jonathan. "Kalau ibu terserah pada Adinda saja. Karena yang akan menjalaninya kan Adinda. Menurut mu bagaimana sayang?" Tanya Bu Andini pada putrinya.


Adinda melirik Jonathan sebentar lalu menatap ibunya. terbit seulas senyum di bibir Adinda. "Jadi ibu mengizinkan Adinda menikah dengan Jonatan?" tanya Adinda balik.


"Kalau kau sudah yakin, ibu pasti mengizinkan kalian menikah, yang terpenting bagi ibu, kau bahagia sayang." ucap Bu Andini bijak.


"Terimakasih Bu" ucap Adinda dan Jonathan bersamaan.




Adinda dan Jonathan kini sedang dalam perjalanan pulang setelah makan malam di kediaman keluarga Adinda, mereka memutuskan pulang kerena esok hari Adinda harus masuk kuliah lagi dan Jonathan juga harus bekerja. "Aku akan meminta Syasa untuk mengatur pertunangan kita, karena ibu ingin kita menikah setelah kau lulus kuliah, jadi aku pikir kita tunangan saja dulu" ucap Jonathan. Ia melirik Adinda yang duduk di sampingnya, "Belajarlah yang giat sayang, dan cepatlah lulus! agar kita cepat menikah" lanjut Jonathan.

__ADS_1


Adinda terkekeh, "Bersabarlah sayang tinggal setengah tahun lagi"


"Setengah tahun itu waktu yang lama sayang, aku tidak yakin bisa menahan untuk tidak menerkam mu selama itu" ucap Jonathan yang hanya ingin menggoda kekasihnya.


"Joo...., berhentilah bicara mesum!" wajah Adinda merona mendengar ucapan Jonathan.


"Siapa yang mesum?! otakmu itu yang terlalu jauh berfikir" Jawab Jonathan sambil terkekeh, senang bisa menggoda wanita yang sangat di cintainya itu.


"His, kau ini senang sekali menggoda ku!" ucap Adinda sambil memanyunkan bibirnya.


"Oh iya Joo, aku hampir lupa memberitahu mu. Besok aku pulang kuliah sedikit terlambat" ucap Adinda.


Jonathan mengerutkan dahinya "Why?" tanyanya.


"Tadi Mirna menghubungiku, bulan depan kami akan mulai KKN di pedesaan. Dan besok aku, Mirna dan mahasiswa yang lain akan survei tempat KKN"


"Aku antar ya?" tawar Jonathan.


"Tidak perlu, kami pergi satu mobil dengan yang lainnya."


"Dengan siapa saja? kalau ada laki-lakinya jangan harap aku akan mengizinkan!"


"Joo..."


"Aku tidak suka kau satu mobil dengan pria lain!" pangkas Jonathan.


"Tapi kan aku bukan satu-satunya perempuan di dalam mobil, ada Mirna dan teman wanitaku lainnya." Sanggah Adinda.


"Tetap saja aku tidak suka! aku antar atau tidak usah pergi sekalian!" Putusan telak dari Jonathan.


Adinda menghela nafas, ia tak lagi menjawab ucapan Jonathan. Percuma berdebat dengan Jonathan pikirnya.


Tak terasa mobil yang di kendarai Jonathan telah sampai di halaman rumahnya. Dilihatnya Adinda tertidur, setelah percakapan tadi Adinda hanya diam sampai ia merasa kantuk dan tertidur. Untuk sesaat dipandanginya wajah Adinda yang sedang terlelap, karena tak tega membangunkannya Jonathan akhirnya membopong tubuh Adinda sampai ke kamarnya. Dibaringkannya tubuh Adinda dengan perlahan, lalu menyelimutinya "have a nice dream, baby" ucapnya lalu mengecup kening Adinda.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2