
passion of soul
Jatuh cinta itu seperti hujan
kau tidak bisa memprediksi nya
tapi kau bisa melihat tanda-tandanya
sebelum benar-benar jatuh....
Hal 7
Adinda sedang terduduk di tempat tidurnya, tatapan matanya kosong seperti sedang memikirkan sesuatu, benar saja ia sedang mengingat kejadian beberapa saat lalu di kamar Jonathan,
flashback on
Adinda hendak membangunkan Jonathan agar ia bisa makan dan minum obat,
saat tangannya memegang pundak Jonathan tiba-tiba "grabb" tangannya di tarik oleh Jonathan membuat nya jatuh di pelukan Jonathan,
"hey, apa yang kau lakukan?" ucap adinda sambil mencoba melepas pelukan jonathan,
tapi tidak bisa karena Jonathan semakin erat memeluknya,
"sebentar saja..hanya sebentar" guman Jonathan,
Adinda terdiam , saat merasakan belaian lembut di kepala nya, ya.. Jonathan kini sedang membelai lembut kepada adinda dengan tangannya meski matanya masih terpejam..
cukup lama mereka berdua dalam posisi seperti itu, hingga suara dering handphone milik Jonathan yang berada di meja dekat tempat tidurnya menyadarkan keduanya,
Adinda tergagap, ia langsung bangkit dari atas tubuh Jonathan,
"aku sudah membuatkan bubur, makanlah dan minumlah obatnya" ucap Adinda cepat lalu dengan langkah cepat pula ia pergi dari kamar Jonathan,
dan Jonathan hanya memandang kepergian adinda dengan senyum yang sulit di artikan,
flashback off
"ya tuhan, gila ini sungguh gila!! , bagaimana jantung ku terus berdebar mengingat kejadian tadi" ucap adinda yang baru tersadar dari lamunannya,
benar saja ini pertama kalinya ia dipeluk oleh seorang laki-laki, selain ayahnya dulu.
"tidak adinda!! sadarlah!!! , luruskan fikiran mu! , kau harus menarik batasan yang jelas antara kau dan dia! ingatlah dia adalah orang yang membuat mu kesal dengan ucapannya kemarin!" ucap Adinda mencoba menyadarkan pikirannya,
sedangkan di kamarnya Jonatan telah menghabiskan bubur nya dan meminum obatnya,
ia kembali berbaring di tempat tidurnya tapi matanya tidak terpejam, ia menatap langit-langit kamarnya,
("bagaimana bisa dia membuat ku merasa tenang hanya dengan memeluknya??" batin Jonathan).
*******
Pagi ini cuacanya mendung , rintik hujan mulai berjatuhan tanda bahwa musim hujan akan segera datang, Jonatan yang merasa dirinya sudah sembuh, memulai aktivitas nya seperti biasa, ia sudah berpenampilan rapi dan sangat mempesona dengan setelan jas merk Alexander Amosu yang terkenal mahal karena bahan pembuatnya yang langka, ia menuruni anak tangga menuju ke ruang makan, di lihatnya sarapannya sudah tersedia di atas meja,
__ADS_1
ia duduk tapi ia belum mulai makan, matanya terus menelusuri seluruh ruangan itu seperti sedang mencari seseorang,
"kemana dia?" gumam nya karena tak menemukan orang yang ia cari, ia pun mengabiskan sarapannya dan berangkat ke kantor nya dengan mobil sport kesayangannya,
******
Adinda yang sengaja berangkat ke kampus lebih pagi dari biasanya harus rela duduk di sebuah halte sendirian dengan wajahnya yang lesu, niatnya berangkat pagi untuk menghindari hujan sialnya kini ia malah terjebak hujan di halte sambil menunggu bus yang tak kunjung datang, meski hujannya tak terlalu deras tapi cukuplah membuat pakaian orang yang berani menerjangnya menjadi basah kuyup,
ketika sedang menunggu, sebuah mobil sport dark grey berhenti tepat di depan halte tempat ia duduk, dari dalam mobil keluarlah seseorang yang sangatlah ia kenal dengan payung ditangannya, "Jonathan" gumam adinda,
Jonathan pun menghampiri adinda,
"sedang apa kau disini?" tanya Jonathan
(kau pikir orang di halte bus sedang apa, tentu saja menunggu bus!, batin adinda yang tak habis pikir dengan pertanyaan Jonathan)
"menunggu bus" jawabnya biasa
"masuklah ke mobil, aku akan mengantarmu" perintah Jonathan,
"terimakasih atas tawaran nya, aku tidak ingin merepotkan" jawab adinda dengan senyum di paksakan,
"kau pikir aku sedang tawar menawar dengan mu?!, turuti perintah ku atau kau mau aku menarik mu paksa masuk mobil !" ancam nya,
(hei, ada apa dengan orang ini? suka sekali memaksa!) " maaf, aku tidak.." ucapan adinda terpotong karena Jonathan sudah menarik lengannya,
" lepaskan!, baiklah aku akan naik ,tidak usah menarik ku! " ucap adinda yang langsung berjalan menuju mobil Jonathan,
Jonathan membukakan pintu mobilnya "masuk! " perintahnya
Jonathan melajukan mobilnya kearah kampus yang dimaksud adinda, setelah ia menanyakan pada adinda kemana tujuannya,
di dalam mobil mereka saling diam, tidak ada percakapan, adinda memilih membuang tatapannya kearah luar kaca mobil,
sedangkan Jonathan yang menyetir sesekali melirik Adinda, di lihatnya penampilan adinda yang tetap terlihat cantik meski menggunakan pakaian biasa, kulitnya putih mulus, matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung kecil yang membuat kecantikannya semakin sempurna, dan bibir..., bibir ranumnya yang tampak menggoda, ingin rasanya Jonathan melahap bibir yang menggairahkan itu,
(tunggu!! apa yang kau pikirkan Joo?! baru kali ini kau begitu bergairah pada seorang wanita hanya dengan melihatnya, tanpa harus bersusah payah wanita itu menggodamu batin Jonathan) ia langsung memalingkan pandangannya dari adinda.. menghembuskan nafasnya secara kasar mencoba mengontrol hasratnya,
Mobil sport itu pun akhirnya sampai di depan gerbang kampus, Jonathan menepikan mobilnya, hujan pun sudah reda sejak tadi,
Adinda melepaskan seltbeltnya, ia menengok kearah Jonathan, " terimakasih atas tumpangannya" ucap adinda tulus,
Jonathan hanya mengangguk kan kepalanya, ia menghindari kontak mata dengan gadis itu,
Adinda pun turun meninggal mobil Jonathan dan masuk ke kampus,
Jonathan tidak langsung melajukan mobilnya, ia hanya menatap kepergian wanita yang beberapa saat mulai mengikis kewarasannya.
*****
"Jadi sejauh apa hubungan mu dengan wanita itu?" tanya Zidan pada Jonathan ketika mereka sedang berada di ruang kantor Jonathan,
"Hubungan apa?" seperti biasa Jonathan selalu suka menjawab pertanyaan Zidan dengan pertanyaan,
__ADS_1
"sepertinya dia wanita baik-baik, apakah kau sudah menidurinya?" tanya Zidan menelisik ,
Jonathan melirik sahabatnya itu dengan tatapan kesal
" belum?" tanya zidan,
"realy???, hahahaha" tawa Zidan membahana di ruangan itu .
"diam!!" ucap jonathan sambil melempar bantal kursi kewajah Zidan
"aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya bagaiman aku bisa tidur dengannya" sanggah Jonathan,
"hei brother, sejak kapan kau menjalin hubungan sebelum kau tidur dengan seorang wanita?! tanya Zidan menahan tawa,
Jonathan hanya diam,
"baiklah, kalau begitu kau berteman dulu saja dengan-nya" saran Zidan
"aku tidak berteman dengan seorang wanita!" ucap jonathan ketus,
"baiklah kalau kau tidak mau, aku yang akan berteman dengan nya dan merayunya menjadi kekasihku" ucap Zidan asal
"kau!!!!" Jonathan mencekam kerah baju Zidan , "kau sudah bosan hidup!!!" teriaknya pada Zidan ,
" hahahaha!!! hei, lepas joo! aku hanya bergurau!" ucap Zidan disela tawanya,
"hisss!" Jonathan mendengus kesal,
"bagaiman caranya aku berteman dengan nya?, apa kau bisa membantu ku?" tanya jonathan,
Zidan mengernyitkan dahinya
dan melihat Jonathan dengan pandangan aneh,
"what?? yang benar saja ?, apa kau tidak salah bertanya dengan ku?,
aku kan sama brengsek nya dengan mu, yang lebih suka berkencan dari pada menjalin hubungan" , seloroh Zidan
"sialan !" Jonathan bangkit dari sofa setelah merasa tidak akan mendapat saran yang baik dari sahabatnya,
"hey, coba saja kau cari di internet trik-trik berteman dengan wanita baik-baik" teriak Zidan di belakang jonathan,
Jonathan yang hendak mengambil minuman di kulkas, berhenti dan menengok Zidan ,
"benar juga ya" Jonathan pun segera duduk di kursi kerjanya dan mengetik kan kata-kata yang diucapkan Zidan di laptopnya,
Jonathan tidak sadar kalau Zidan sedang menertawakan nya, " apa jatuh cinta itu membuat orang jenius menjadi idiot? Kanapa kau tidak bisa membedakan mana saran acuan dan mana saran olokan?!, hahahaha"
" Breng*ek kau!!" teriak Jonathan,
Cinta memang mampu merubah seseorang,
secerdas apapun orang itu dengan pekerjaannya, terkadang akan menjadi bodoh jika berhubungan dengan cinta, karena cinta itu bukan mesin yang bisa diselesaikan dengan rumus pasti, melainkan sebuah perasaan yang terdiri dari cabang perasaan lainnya, yang hanya bisa diselesaikan dengan sebuah perasaan pula, sungguh rumit....
__ADS_1
to be continue....