
Passion of soul
Hal 13
Ucapan Adinda itu membuat Jonathan semakin murka, tanpa bicara ia langsung menarik Adinda dan mendorong tubuhnya ke sofa , dengan sigap Jonatan langsung menindihnya,
"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan!!" teriak Adinda sambil mendorong tubuh Jonathan, tapi Jonathan tidak memperdulikan teriakan-teriakan Adinda , ia memegang kedua tangan Adinda yang berusaha terus mendorong tubuhnya, menyatukan kedua tangan itu di atas kepala Adinda , lalu ia cengkram kedua tangan Adinda dengan satu tangannya, Jonathan mendekatkan wajahnya ke wajah Adinda, mengikis jarak diantaranya, melihat itu Adinda langsung memalingkan wajahnya ke samping, dengan lembut tangan Jonathan yang satunya lagi mengelus pipi Adinda, "Dengar sayang, aku sudah pernah bilang aku tidak suka kau memalingkan wajah mu saat aku menatap mu" bisik Jonathan di telinga Adinda , membuat Adinda bergidik ngeri mendengarnya," Lepaskan aku!" teriak adinda lagi,
"Tidak akan , sebelum kau menjadi milikku!" ucap Jonathan, sontak membuat Adinda semakin ketakutan, nyalinya menciut, takut sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, wajahnya menjadi pucat Pasih, tubuhnya bergetar, hingga akhirnya air matanya tak dapat ia bendung lagi, Adinda menangis sejadi-jadinya,
"Lepaskan aku,...hiks,hiks,hiks" kali ini adinda tidak berteriak, ia memohon dengan air matanya yang sudah mengalir deras,
Hal itu sontak membuat Jonathan luluh, Jonathan menahan senyum melihat reaksi Adinda , dan sejurus kemudian...
"Chup!!!" Jonathan mengecup sekilas bibir Adinda, "berhenti menangis atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" ucapnya sambil tersenyum jahil,
Mendengar ucapan Jonathan, suara tangisan Adinda berhenti, tapi air matanya masih saja terus mengalir, jujur saja gadis mana yang tidak ketakutan di perlakukan seperti itu, apalagi Adinda yang memang belum pernah melakukan hubungan badan,
Jonathan menghapus air mata Adinda yang masih mengalir, "berjanjilah padaku, untuk tidak melakukan hal yang membuat ku marah" pinta Jonathan dengan suara yang lembut, "Aku sungguh tidak ingin menyakitimu, jadi bersikaplah patuh" lanjutnya sambil bangkit dari tubuh Adinda,
Adinda yang masih merasa shock, tidak bisa berkata apa-apa, Jonathan pun memegang kedua bahu Adinda membantunya untuk duduk di sofa,
Jonathan masih memandangi wajah cantik Adinda yang masih sesegukan karena sisa tangisnya, ia masih tetap tak mau bicara, matanya enggan menatap Jonathan,
"Apa kau marah?" tanya jonathan
Bukannya menjawab Adinda malah menangis lagi, kali ini tangisnya semakin menjadi-jadi, Ia sangat kesal pada jonathan,
Melihat itu Jonathan langsung memeluk Adinda , "Diamlah...atau aku akan marah" ucap Jonathan sambil mengelus lembut rambut Adinda
Adinda tidak melawan saat diperlakukan seperti itu, "Bukannya minta maaf , justru ia ingin marah?! bukankah aku yang seharusnya marah!!!" ucap adinda dalam hati, ia masih belum berani melawan kata-kata Jonathan,
__ADS_1
"Ya tuhan, kenapa aku harus bertemu dengan manusia macam dia?!!!!" dan lagi-lagi masih mengatakan itu dalam hati, "dimana keberanian mu Dinda?!!"batin Dinda merutuki dirinya sendiri,
"Apa kau tidak lapar?" pertanyaan Jonathan menghentikan kegiatan Adinda yang masih mengutuk Jonathan dan merutuki dirinya sendiri di dalam hati.
Adinda masih enggan bicara, ia tidak menjawab pertanyaan Jonathan,
"Aku lapar, jika kau tidak mau berhenti menangis dan membuatkanku makanan, aku akan memakan mu!!" ancam Jonathan,
Seketika Adinda berhenti menangis dan melepaskan pelukan Jonathan, "Berhentilah membuat ku takut!" ucap Adinda sambil beranjak dari sana meninggalkan Jonathan,
Jonathan hanya tersenyum gemas melihat tingkah Adinda,
******
Jonatan dan Adinda sedang berada di salah satu restoran Jepang yang ada di pusat kota,
setelah sebelumnya lebih dari satu jam Jonathan harus menunggu Adinda yang mengurung diri di kamarnya, karena kejadian di ruang tengah tadi yang membuat Adinda kesal dan menolak untuk menyiapkan makan siang, kalau Jonathan tidak mengancam akan mendobrak pintu, mungkin Adinda dan dirinya tidak akan berada di lestoran Jepang itu sekarang,
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya, makanan khas negeri sakura itu pun di hidangkan oleh para pelayan di sana, Jonathan yang memang menyukai jenis makanan Jepang itu pun langsung memakannya, setelah menyuapkan sepotong sushi kedalam mulutnya menggunakan sumpit, Jonathan melirik Adinda yang duduk di sampingnya, dilihatnya Adinda hanya memandangi makanan di hadapannya dan tidak memakannya,
"Apa kau masih marah?" tanyanya lagi,
"Adinda..." panggil Jonathan sambil memegang dagu adinda lembut dan menghadapkan wajah adinda ke arahnya ,
"aku harus jawab yang mana dulu?, kau bertanya terus tanpa jeda" jawab Adinda
Jonathan mengulum senyum mendengar jawaban Adinda, benar juga kenapa dia terus bertanya tanpa menunggu Adinda menjawab,
"Baiklah, jawab pertanyaan yang ke dua.." ucap Jonathan,
"Tapi aku maunya menjawab pertanyaan yang pertama" ucap Adinda,
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Jonathan lagi
"karena Jika aku jawab pertanyaan kedua dengan jawaban , iya masih marah! kau pasti akan lebih marah dariku" lagi-lagi hanya bicara dalam hati,
"Kenapa apanya?" jawab Adinda pura-pura tak mengerti,
"Kenapa kau tidak mau menjawab pertanyaan ke dua?" ucap Jonathan menjabarkan pertanyaannya,
"Karena bagi ku, lebih penting menjawab pertanyaan yang pertama" jawab Adinda ,
"Baiklah, so... Kenapa kau tidak makan?"
tanya jonathan,
"Karena aku tidak suka ikan mentah" jawab Adinda polos,
"Kenapa kau tidak bilang?" ucap Jonathan yang sedang menatap heran Adinda,
"Karena kau tidak bertanya" jawab Adinda membela diri,
"oh God!!, Ayo kita pergi" ucap Jonathan sambil menggandeng tangan Adinda,
"Pergi? lalu makanan ini bagaimana?" tanya Adinda, Jonathan tidak menjawab ia mengambil dompetnya dan meninggalkan sejumlah uang di atas meja, lalu mengajak Adinda pergi dari sana, ia mengajak Adinda pergi ke restoran mewah yang menyajikan makanan barat yaitu Steak, dan lagi-lagi Jonathan mengajak kesana tanpa bertanya pada Adinda,
Meskipun Adinda tidak terlalu menyukai Steak, Adinda tetap memakannya sampai habis, ia tidak ingin Jonathan bersikap mubasir seperti di restoran Jepang tadi, jika Adinda bilang ia tidak suka Steak,
Mereka berdua makan dengan tenang Disana, karena Adinda hanya mengiyakan semua perkataan Jonathan, ia enggan untuk berdebat dengan Jonathan di tempat umum,
hingga tiba-tiba sebuah suara mengalihkan pandangan Adinda dan Jonathan,
"Hai Joo?, sedang apa kau disini?" Sapa seorang wanita cantik dengan tubuh seksinya yang hanya di balut gaun merah dengan panjang sepaha,
__ADS_1
"Siapa wanita cantik ini?" batin Adinda.....
To be continue....