
Passion of soul
Hal 21
"Dari keluarga mana kau berasal? apa bisnis keluarga mu?" pertanyaan kedua yang tanpa basa-basi sangat mengejutkan bagi Adinda, wanita itu terlihat semakin gugup, ia bingung untuk menjawab, bukan karena ia malu dengan latar belakangnya, hanya saja tatapan mata tuan William terlalu mengintimidasi,
"Saya..."
Sebelum Adinda menjawab, Natasya datang menghampiri Mereka,
"Adinda... kau kapan sampai disini? mana Jonathan?" tanya Natasya pura-pura tidak tau,
"Kak Syasa..."
"hufftt peri penolong ku datang" batin Adinda
"Kenapa kau di sini, Ayah sedang bicara dengan tamu ayah" ucap tuan William
Natasya tersenyum simpul mendekati Tuan William, "Ayah, ini kan sudah malam, lebih baik Ayah istirahat, besok pagi kan ayah ada meeting" ucap Natasya sambil memegang lengan sang ayah
Meskipun tuan William adalah orang yang angkuh dan keras tapi ia selalu luluh jika berhadapan dengan putri semata wayangnya itu, "baiklah, ayah akan istirahat , kau antar dia ke kamar tamu" ucap tuan William sambil meninggalkan ruang kerjanya
Setelah tuan William benar-benar menghilang dari pandangan Adinda, ia menghampiri Natasya dan langsung memeluknya
"kak Syasa...."
"Apa kau setakut itu bertemu dengan calon Ayah mertua?" canda Natasya setelah membalas pelukan Adinda, ia tadi sempat melihat Adinda yang begitu gugup berhadapan dengan ayahnya.
"Kau tidak usah khawatir tentang ayah ku biar aku yang memberinya penjelasan nanti, walau pun Ayahku itu sangat keras tapi aku berani jamin beliau bukanlah orang yang jahat"
"Tentu saja, aku tahu beliau orang yang baik" jawab Adinda
"Hahaha, dari mana kau tahu bahwa Ayahku orang yang baik?" tanya Natasya
__ADS_1
"Dilihat dari kedua anaknya, hehehe"
"Cih... kau bisa saja, ayo ikut aku, akan ku antar kau ke kamarmu"
Natasya pun mengantar Adinda ke kamar di dekat kolam renang di dalam rumah mewah itu, "nah, kau malam ini tidur saja di sini, aku yakin kalau besok pagi Jonathan akan langsung menculik mu dan membawa mu kabur dari sini" ucap Natasya
"Eh...mana mungkin kak?" Adinda tak percaya dengan ucapan Natasya
"Hahah, kau tidak percaya?, kita lihat saja besok, anak bandel itu tidak pernah mau tinggal disini semenjak kejadian itu, sudah lah istirahat saja, sudah malam aku juga ingin istirahat" ucap Natasya
Adinda menganguk dan masuk ke kamarnya,
kamar itu terlihat luas dan tertata rapi, Adinda langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman, ia begitu lelah karena perjalanan mendadak dari Hamburg ke Berlin, ia menutup matanya dan tertidur dengan pulas nya.
*****
Sebuah lonjakan kuat di tempat tidur yang ditiduri Adinda membuat ia membuka matanya. seorang gadis kecil cantik dengan rambut ikal panjang yang pertama dilihat oleh Adinda,
"Mom... Aunty was awake! teriakan gadis kecil itu, Adinda langsung bangun dan duduk ia berfikir sejenak , "ah, ini pasti anaknya kak Syasa"
"My name is Celine, Aunty...?"
"Dinda, call me Aunty Dinda"
Adinda keluar kamar dengan mengandeng Celine menuju ruang makan, di sana sudah ada Natasya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan.
"Morning Dinda" sapa Natasya
"Morning kak, ada yang bisa aku bantu? " ucap Adinda
"Ah... ada, tolong kau bantu aku bangunkan dia!" pinta Natasya
"Dia? dia siapa? " Adinda kebingungan
__ADS_1
"Adikku yang bodoh itu, semalam sebelum fajar dia tiba disini, hampir dia tidur sekamar dengan mu, kalau saja aku tidak menyeretnya untuk tidur di kamarnya sendiri, kamarnya ada dilantai atas ruangan yang paling ujung", Jelas Natasya
Adinda mengangguk , ia pun segera menuju ke lantai atas dengan menaiki satu persatu anak tangga di rumah itu, setelah sampai di ruangan paling ujung ia mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan dari dalam, Adinda kemudian membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci. Gelap dan dingin itulah hal pertama yang di rasakan Adinda di kamar Jonathan, meski udara semalam dingin ia masih saja menyalakan AC, dan lihatlah tubuh Jonathan bergulung dengan selimut hanya menyisakan kepalanya saja yang dapat dilihat.
Adinda mematikan AC dan membuka tirai di masing-masing sisi, suasana seketika menjadi terang dan hangat saat cahaya matahari menerpa langsung ranjang berukuran king size tersebut
Jonathan mulai terusik, silau karena cahaya yang dirasanya , "Ya tuhan... siapa yang berani menggangu tidur ku sepagi ini?! tutup tirainya!" teriak Jonathan dengan suara serak khas orang bangun tidur dan tanpa membuka matanya
Adinda mendekati Jonathan dan duduk di sampingnya, "ku kira kau masih lelah karena baru Samapi fajar tadi, tapi ternyata kau masih punya tenaga untuk berteriak!" ucap Adinda tepat di telinga Jonathan,
Jonathan terkesiap mendengar suara Adinda , ia langsung terduduk sambil mengucek kedua katanya, Adinda langsung memejamkan matanya melihat Jonathan yang ternyata bertelanjang dada "pakai bajumu Joo!!" pekik Adinda yang masih memejamkan mata
Jonathan menyeringai melihat ekspresi Adinda, ia malah menarik pinggang Adinda, sontak Adinda membuka matanya namun ia memilih menghindari tatapan mata Jonathan
Jonathan menyentuh dagu Adinda ,membuatnya menatap Jonathan kembali "Kenapa kau tidak mau menatap ku?"
Adinda semakin salah tingkah dengan pertanyaan Jonathan, "A...ayo bangun, kak Syasa sudah menunggu di ruang makan" ucap Adinda gugup
"Tidak mau, aku lelah semalaman tidak bisa tidur karena mu, jadi ayo tidur saja" ucap Jonathan sambil menekan remote control untuk menutup tirai gorden,
"Apa?!" mata Adinda membulat sempurna, ia mencoba melepaskan pelukan Jonathan, "ayolah Joo, apa kata ayah mu nanti, jika aku berada di kamar mu, aku merasa tidak nyaman" Rajuk Adinda.
Jonathan tidak menjawab, ia sibuk menyusun batal lalu membaringkan tubuhnya, tidak lupa ia membawa Adinda ke dalam pelukannya "sebentar saja, aku lelah biarkan aku tidur sambil memelukmu"
Adinda tak berkutik lagi, ia paham perjalanan Hamburg-berlin tidak lah dekat, apa lagi ia membawa mobilnya sendiri pasti ia kelelahan, "Janji ya hanya sebentar"
"Eemm" jawab Jonathan yang sudah setengah sadar karena kantuknya
Pagi itu sepasang kekasih lebih memilih tidur dari pada mengisi perut mereka, tidak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka, Jonathan hanya tidur sambil memeluk Adinda. Jonathan semakin yakin untuk membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih serius yaitu 'pernikahan' sungguh sesuatu yang dulu tidak pernah ada di benak seorang Jonathan menikahi seorang wanita, baginya dulu wanita hanyalah sebuah mainan yang akan memenuhi hasrat seksualnya saja, tapi Adinda berbeda, ia mampu membuat seorang Jonathan jatuh cinta, dan tidak mampu untuk hidup tanpa Adinda.
To be continue....
Please like and coment ya...🙏🙏
__ADS_1
Don't forget to vote 🥰🥰
Terimakasih...