Passion Of Soul

Passion Of Soul
Merebut milikmu!


__ADS_3

Passion of Soul


Hal 25


Hari ini hari terakhir Adinda dan Jonathan berada di Jerman karena rencananya mereka akan kembali ke Indo besok sore, Adinda tidur di kediaman keluarga William setelah Natasya yang memaksanya untuk menginap di sana, Adinda pun menerima permintaan Natasya bukan tanpa pertimbangan, ia pikir ini kesempatan untuk mendekatkan kembali Jonathan dengan keluarganya, karena Adinda bersikeras untuk menginap di kediaman keluarga William, Jonathan pun mau tidak mau tinggal di rumahnya itu.


Makan malam di keluarga William sedikit lebih ramai dari pada biasanya, karena biasanya hanya tuan William yang makan di meja makan sendirian, atau hanya berempat dengan keluarga Natasya, tapi kini ada Jonathan dan Adinda yang ikut bergabung menyantap makan malam di meja makan besar di rumah itu, dan juga ada zidan yang sudah dianggap keluarga sendiri.


Jonathan dan tuan William hanya fokus menyantap makan malamnya sedang Adinda, Zidan, Natasya dan suaminya sibuk menanggapi celotehan lucu dari mulut si gadis kecil cantik Celine, Sesekali Adinda melirik ke arah Jonathan dan tuan William, dilihatnya tuan William yang mencuri pandang pada Jonathan, Adinda bisa merasakan ada tatapan kerinduan terhadap anaknya di mata tuan William.


"Joo, kapan kau kembali ke indo" tanya Natasya yang memecah keheningan di meja makan


"Besok sore" Jawabnya singkat


"Kenapa buru-buru sekali?, tidak bisakah kalian tinggal di sini lebih lama?" tanya Natasya lagi , Jonathan tak menggubris pertanyaan kakaknya


"Adinda, tinggallah disini lebih lama?" kali ini Natasya mengalihkan pertanyaannya pada Adinda


Adinda tersenyum, "aku sebenarnya ingin lebih lama disini, tapi cuti kuliah ku hanya seminggu kak" jawab Adinda


"Perpanjang lah cuti mu, dan tinggal lah disini beberapa hari lagi" kali ini tuan William yang mengatakan itu, tuan William sudah mendengar semua tentang Adinda dari Natasya, karena itu tuan William sudah mulai bisa menerima Adinda, tidak perduli Adinda berasal dari keluarga mana atau pun perbedaan jauh status keluarga mereka, asalkan Adinda bisa membuat putra sematawayangnya itu bahagia itu sudah cukup baginya,


Adinda yang mendengar ucapan tuan William langsung tersenyum "Baik tuan" ucap Adinda sedangkan Jonathan tidak bicara apa-apa, tapi ia berhenti mengunyah makanannya karena sedikit kaget mendengar ucapan ayahnya tadi.


"Jangan panggil tuan, panggil saja Ayah" ucap tuan William


Sontak membuat semua yang ada di meja makan kaget dan menengok kearah tuan William,


"Uhuk...uhuk..!" Jonathan bahkan tersedak mendengar ayahnya mengatakan itu,


Adinda yang melihat itu langsung mengambilkan segelas air untuk Jonathan,


Sedang Tuan William yang menjadi pusat perhatian menjadi salah tingkah, ia lalu bangkit dari kursinya " Ayah sudah selesai, ayah ke ruang kerja dulu" ia pun pergi dari situ setelah mengatakan itu, meninggalkan orang-orang di ruangan itu dalam keheranan.


"Apa paman baik-baik saja kak?" tanya Zidan pada Natasya yang begitu heran dengan tingkah ayah sahabatnya itu, pasalnya baru kali ini ia melihat tuan William bersikap sedikit ramah seperti itu.

__ADS_1


Natasya tersenyum sambil menggerakkan bahunya, "Mungkin karena ayah semakin bertambah tua saja, hahaha" canda Natasya


Sedangkan Jonathan sedari tadi hanya diam, Adinda yang memperhatikan perubahan ekspresi Jonathan menyadari ada sedikit penyesalan di matanya, "kau tidak apa-apa?" tanya Adinda sambil mengelus punggung Jonathan


Jonathan tersenyum sambil menggeleng "aku tidak apa-apa"


Natasya dan suaminya saling pandang dan tersenyum setelah melihat perubahan sikap Jonathan saat berada di dekat Adinda, mereka juga senang melihat Adinda begitu memperhatikan Jonathan.


******


Di sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja ada seseorang sedang duduk di kursi, ia menyenderkan tubuhnya di senderan kursi sambil memejamkan matanya, ia tidak tertidur hanya saja ia sedang memikirkan sesuatu...


Flashback on,


Di sebuah kebun yang tidak jauh dari kediaman keluarga William, ada sebuah rumah seperti paviliun, di belakang paviliun itu ada seorang anak sedang memberi wortel pada seekor kelinci lucu yang ada di dalam kandang yang dikhususkan untuk tempat kelinci itu tinggal,


"Makanlah yang banyak kelinciku yang lucu" ucap anak yang berusia sekitar 6 tahunan itu, tiba-tiba ada dua anak seusianya yang datang menghampirinya. salah satu anak itu sedang membawa pisau kecil,


"Mau apa lagi kalian?!" tanya anak yang memberi makan kelinci, ia sedikit gemetar,


"Tidak, jangan! bukankah kemarin kau sudah menggambil nya, hanya satu ini kelinciku yang tersisa, aku mohon jangan ambil dia"


"Berikan saja Rick, atau Jim nanti akan memukulmu" ucap dingin anak yang berada di belakang anak yang membawa pisau, sedang anak yang membawa pisau sudah mendorong anak yang bernama Ricky itu dan mengambil kelinci miliknya, ia pegang dengan kuat kedua telinga kelinci tersebut,


"Tenang saja nanti aku akan kembalikan, tapi setelah aku lihat jantung kelinci ini" ucap anak yang membawa pisau,


"Jangan! kemarin kau pun mengembalikan kelinciku tapi sudah mati dengan matanya yang sudah tidak ada!" jawab anak itu


"Iya itu karena aku penasaran ukuran mata kelinci itu sama tidak dengan kelereng milik kami, dan sekarang aku ingin tahu seberapa ukuran jantungnya" ucap anak yang membawa pisau,


"Jangan! aku mohon Jim, jangan bawa kelinciku!!" tapi anak yang membawa pisau tidak menggubris tangisan Ricky,


"Joo tolong Joo! jangan biarkan kakakmu membunuh kelinciku!" kali ini Ricky memohon pada anak yang satunya, yang sedari tadi hanya diam menonton kakaknya mengoyak tubuh kelinci itu dengan pisau yang ia bawa


"Kenapa kalian melakukan ini padaku!!, kenapa kalian merusak semua barang yang aku miliki!!!" teriak anak itu disela tangisnya.

__ADS_1


Flashback off


Mata pria yang sedari tadi duduk, mengingat kejadian belasan tahun yang lalu itu memerah, ia tampak begitu kesal. "aku tidak akan melupakan apa yang telah kalian lakukan padaku, aku akan merebut semua yang menjadi milikmu Joo" desisnya.


********


Pagi ini Adinda sedang membantu Natasya menyiapkan sarapan, ia sedang sibuk menata makanan di atas meja makan, tiba-tiba sebuah tangan merangkul pinggangnya dari belakang dan memeluknya, Adinda terkejut ia langsung melihat siapa yang memeluknya,


ternyata Jonathan yang mengenakan pakaian casual lengkap dengan sepatu sport nya, wajah dan tubuhnya yang sedikit berkeringat memberi kesan seksi pada ketampanannya


"Apa yang kau lakukan Joo?! ada kak Syasa di dapur, aku malu jika ia melihat mu seperti ini!"


ucap Adinda yang sedang berusaha melepas pelukan Jonathan, tapi Jonathan tak bergeming sedikitpun


"Sudah terlambat, aku sudah melihatnya!'' suara Natasya yang baru datang dari dapur membawa makannya yang baru saja matang,


Adinda menunduk karena malu, tapi Jonathan malah tidak memperdulikan keberadaan kakak nya,


"Joo! kau berlari kencang meninggalkan ku hanya untuk melakukan ini!?" kali ini Zidan yang berteriak dengan nafas yang masih tersengal karena lelah sehabis berlari,


"Aku tidak meninggalkan mu, kau saja yang larinya Lambat!" ucap Jonathan, ia melepaskan pelukannya pada Adinda dan duduk kursi, ia mengambil garpu ingin mencicipi makanan yang ada di meja


"Hey! mandi dulu sebelum kau menyentuh masakan ku!" teriak Natasya sambil mengambil garpu yang di pegang Jonathan,


"Ya Tuhan... masih pagi penyihir Berlin sudah berteriak-teriak" dengan malas Jonathan bangkit dari kursi dan hendak menuju kamarnya, tapi saat sebelum ia beranjak ia cepat-cepat mengecup pipi Adinda yang tengah sibuk menata makanan di atas meja, setelah itu ia berlari menuju kamarnya,


"Jonathan!!!! dasar bocah mesum!!" teriak Natasya melihat kelakuan adiknya, sedang Adinda wajahnya semakin memerah karena menahan malu, dan Zidan hanya mengelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


Dan Ricky yang baru datang karena seperti biasa tugas paginya menjemput tuan William, menyaksikan adegan yang baru saja terjadi di ruang makan, wajahnya seperti tidak senang melihat kebahagian Jonathan.


To be continue...


Terimakasih untuk yang terus mengikuti perkembangan novel ini, jangan lupa like, dan komentarnya, untuk kritik dan sarannya juga boleh. 🥰🥰


vote nya jangan lupa...

__ADS_1


__ADS_2