Passion Of Soul

Passion Of Soul
Hilang Kendali..


__ADS_3

Passion of soul


Hal 12


Semburat cahaya mentari menerobos disela-sela tirai sebuah kamar yg masih sedikit gelap,


di atas tempat tidur, terbaring seorang wanita cantik yg masih terpejam, selang beberapa waktu tubuh wanita itu menggeliat, pertanda ia akan bangun dari mimpi indahnya,


"Hoaaammm" suara menguap Adinda yang masih belum sepenuhnya tersadar dari tidurnya, ia nampak bingung melihat ke sekelilingnya, Karena seingatnya ia semalam berada di sofa bersama Jonathan,


"Hah, kenapa aku bisa berada di kamar ku?" batin Adinda bingung ,


Melihat jam dari handphonenya yang baru ia raih menunjukan pukul tujuh pagi, ia pun segera bergegas turun dari tempat tidurnya,


"Bagaimana bisa aku bangun kesiangan?" batin Adinda berteriak,


Setelah membersihkan diri dikamar mandi, ia pun keluar dari kamarnya menuju dapur untuk melakukan tugasnya seperti biasa, tapi ternyata bik Inah sudah menggantikan tugasnya, dilihatnya makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, ia pun menghampiri baik Inah yang sedang sibuk di dapur,


" Emm..maaf ya bik, Adinda bangunnya telat" ucap Adinda yang merasa tidak enak terhadap bik Inah,


"Tidak apa-apa non", jawab bik Inah singkat tidak lupa dengan senyum keibuannya,


"Masih ada yang bisa Adinda bantu bik?"


tanya Adinda lagi, sambil mencari-cari sesuatu yang bisa ia kerjakan,


"Tidak ada non, semua sudah selesai" jawab bik Inah, "tapi tadi tuan muda pesan, minta non Adinda membawakan sarapannya kekamarnya " lanjut bik Inah


"Hah! apa?" ucap Adinda yang tak percaya dengan apa yang ia dengar, bik Inah pun hanya tersenyum melihat ekspresi Adinda,


Meski sempat ragu, Adinda pun akhirnya membawakan sarapan ke kamar Jonathan, sebuah nampan berisikan sepiring roti bakar dengan isian daging, keju, dan sayur di dalamnya berserta segelas jus buah ,


*****


Jonathan sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya , dengan selimut yang menutupi kakinya hingga ke bagian pinggang nya , matanya menatap lurus ke depan dengan senyum yang sedikit mengembang di bibirnya , ia mengingat kejadian saat ia tidur di pangkuan Adinda,


Flashback on


"baik , kemarilah" ucap adinda sambil menepuk pahanya dengan kedua tangannya,


mendengar ucapan Adinda, Jonatan tersenyum lega, ia pun segera membaringkan kepalanya di atas paha Adinda ,


Ia merasakan tangan Adinda yang membelai lembut rambutnya , begitu nyaman dan tenang menyelimuti hatinya , matanya mulai terasa berat untuk dibuka hingga lambat laun ia pun tertidur dengan nyenyak nya di pangkuan Adinda.


Jam di dinding ruang tengah rumah Jonathan menunjukan pukul lima pagi saat Jonathan terbangun dari tidurnya, "aneh" pikir Jonatan , baru kali ini ia bisa tidur nyenyak tanpa obat tidur setelah mengalami mimpi buruk,


Jonathan lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke Adinda , Jonatan lalu mendongakkan kepalanya, dilihatnya gadis yang ada di hadapannya itu sedang tertidur dengan kepala bersandar di kursi , Jonathan pun bangkit dan duduk di samping Adinda, ia terus memandangi wajah cantik Adinda saat tertidur, ia singkirkan anak rambut yang sedikit menutupi keningnya Adinda, "bahkan hanya dengan melihatmu seperti ini membuat hatiku begitu nyaman "


batin Jonathan,


Jonatan lalu mendekatkan wajahnya pada Adinda dan mengecup keningnya, lalu mengecup hidungnya dan yang terakhir ia mengecup bibir ranum milik Adinda, cukup lama ia mengecup bibir Adinda,


"jika seperti ini terus aku akan kehilangan kendali" pikir Jonathan sambil melepaskan ciumannya,


Ia kemudian mengangkat tubuh Adinda memindahkannya ke kamar Adinda, lalu ia kembali ke kamarnya.


Flashback off


Senyum semakin mengembang sesaat setelah ia mengingat hal itu, hingga ketukan pintu mengalihkan pikirannya,

__ADS_1


"Masuk" ucap Jonathan


Dilihatnya Adinda masuk dengan membawa sebuah nampan berisikan sarapannya,


Dengan tenang adinda berjalan menuju tempat tidur Jonathan, ia lalu meletakan nampannya di atas meja dekat tempat tidur Jonathan,


"Apakah tidurmu nyenyak?"tanya jonathan tiba-tiba yang membuat Adinda menengok ke arah Jonathan,


"Emmm, Apa kau yang memindahkanku ke kamar? "tanya adinda


"Apa kau pikir aku akan menyuruh mang Asep untuk menggendong mu!?, itu tidak akan pernah terjadi, meski tubuhmu berat aku tidak akan membiarkan orang lain menggendong mu " , ucap Jonathan dengan nada kesal yang di buat-buat,


"Maaf telah membuat mu mengangkat tubuh berat ku!" ucap adinda kesal mendengar Jonathan mengatakan tubuhnya berat ,


"Lagi pula kenapa kau tidak membangunkan ku?!" tanyanya lagi


"aku tidak mau menggangu tidur nyenyak mu!" jawab Jonathan,


"Oke, baiklah tuan aku tidak akan menang melawan anda, silahkan habiskan sarapannya, aku permisi dulu" ucap Adinda mengalah karena enggan berdebat lagi dengan Jonathan dan merusak harinya,


Saat Adinda hendak pergi, Jonathan memegang tangannya Adinda, dan menariknya hingga adinda terduduk di sampingnya ,


"Kau mau kemana?, temani aku makan" ucap Jonathan,


"Apa perlu aku suapi juga?!" sarkas Adinda yang kesal dengan tingkah Jonathan,


Seperti mendapat jekpot , Jonathan langsung mengiyakan ucapan Adinda, "dengan senang hati!"


"Upsss! aku salah bicara!" batin Adinda merutuki kebodohannya sendiri,


"tapi aku harus siap-siap berangkat kuliah" ucap Adinda beralasan,


"Oh, got! bodohnya aku!!"teriak Adinda dalam hati, akhirnya ia pun menyuapi Jonathan.


******


"Bagaimana kabar Jonathan, apa dia baik-baik saja?" tanya seorang laki-laki tua kepada paman Sean yang baru saja tiba di rumah mewah yang terletak di kota Berlin Jerman.


" Jika kau khawatir padanya kenapa tidak kau tanyakan langsung padanya kak?" ucap paman Sean,


Laki-laki yang dipanggil kak, oleh paman Sean itu pun menghela nafas kasar, " kau pikir anak keras kepala itu akan mau menjawab telepon dari ku?!" tanyanya kesal,


"Sadarlah kak, sikap keras kepalanya itu ia dapat dari gen mu" ucap paman Sean sambil menahan senyumnya,


Laki-laki tua yang tidak lain adalah Wiliam ayah kandung Jonathan itu menghela nafas nya yang berat lagi, ia bingung bagaimana cara menghadapi putra sematawayangnya yang sama keras kepalanya dengan dirinya.


******


Seharian ini Adinda hanya berkutat dengan Laptop dan buku-buku pelajarannya , ia sedang duduk di atas karpet berbulu yang digelar dibawah meja ruang tengah, mengerjakan tugas kuliahnya , sedangkan Jonathan kini tengah berbaring di sofa ruang tengah sambil memandangi wajah Adinda dari samping yang tengah sibuk dengan tugas kuliahnya,


sebenarnya Adinda lebih suka mengerjakan tugas di kamarnya tapi Jonatan membuatnya terpaksa mengerjakan tugas diruang tengah,


flashback on


Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Adinda hendak menuju kamarnya , tapi suara Jonathan menghentikan langkahnya,


"mau kemana sayang?" tanya Jonathan sambil menghampiri Adinda ,


Jonathan yang terlihat segar dengan pakaian santai dan rambutnya yang masih sedikit basah seusai mandi kini berada tepat dihadapan Adinda, " mau ke kamar, mengerjakan tugas kuliah" jawab Adinda

__ADS_1


"Kerjakan tugas kuliah mu disitu!" perintah Jonathan sambil menunjuk sofa ruang tengah,


" Tidak mau, aku lebih suka mengerjakan di kamar ku" ucap Adinda menolak,


"Baiklah kalau begitu" ucap Jonathan sambil berjalan membelakangi Adinda menuju kamar Adinda,


" mau kemana dia? kenapa dia berjalan ke arah kamar ku?" batin Adinda yang terus memandangi punggung Jonathan,


Jonathan pun membuka pintu kamar Adinda, sebelum ia masuk kamar Adinda ia menoleh ke Adinda,


" Kenapa kau diam? ayo masuk!, aku akan menemanimu, karena kau lebih memilih mengerjakan tugas di kamarmu, jangan salahkan aku jika aku melakukan hal lain selain menemani mu !" ucap Jonathan, ya membuat jantung Adinda berdegup kencang,


"Ka..kalau begitu aku akan mengerjakan diruang tengah, ka..kau tunggu Disana , aku akan mengambil perlengkapan kuliahku" Jawab Adinda gugup,


Jonathan hanya tersenyum melihat kegugupan Adinda,


Flashback off


Jonathan tidak pernah merasa bosan memandangi Adinda,


Sebenarnya Jonathan sedari tadi menahan dirinya untuk tidak menerkam Adinda, bagaimana tidak, Adinda terlihat sangat cantik dengan rambutnya yang diikat keatas menampakan leher putih jenjang miliknya,


Jonathan pun heran dengan dirinya sendiri, semenjak mengenal Adinda ia enggan menyalurkan hasratnya kepada wanita-wanita lain yang biasanya dengan senang hati melayani Jonatan,


didalam pikiran Jonathan hanya ada Adinda, matanya, hidungnya, bibirnya , seluruh yang ada pada Adinda Jonatan menyukainya,


Sebuah dering handphone membuyarkan lamunan Jonathan, bukan berasal dari handphone milik Jonathan melainkan milik Adinda ,


Adinda pun mengangkatnya, "Halo, Rey..."


kata pertama yang terucap dari bibir Adinda,


Mendengar Adinda berbicara dengan laki-laki lain, membuat Jonathan sangat kesal, ia pun segera bangkit dan merebut handphone dari tangan Adinda, dan mematikan panggilannya,


"Apa yang kau lakukan?" pekik Adinda sambil bangkit dari duduknya,


" Aku tidak suka kau berhubungan dengan laki-laki lain!!" teriak Jonathan,


Adinda tak habis pikir dengan pria yang ada dihadapannya ini, sikapnya selalu mengejutkan,


"Apa yang sedang kau pikirkan?! apa aku salah mengangkat telepon dari teman ku?!" tanya Adinda lagi,


"aku sudah bilang , aku tidak suka kau berhubungan dengan laki-laki lain!!" teriak Jonathan lebih keras


"Apa hak mu melarang ku!!!" teriak Adinda yang mulai kehilangan kendali,


"Karena Kau adalah milikku!!" tegas Jonathan


"Siapa yang mengizinkanmu memilikiku? aku tidak merasa mengiyakan ucapan mu itu!" ucap adinda yang tidak mau mangalah kali ini,


Ucapan Adinda itu membuat Jonathan semakin murka, tanpa bicara ia langsung menarik Adinda dan mendorong tubuhnya ke sofa , dengan sigap Jonatan langsung menindihnya,


"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan!!" teriak Adinda....


Terkadang Tubuh dan Hati tidak mau mendengar kan akal sehat,


ia akan bergerak sesuai keinginannya , tanpa memikirkan akibatnya..


Begitulah hingga kata "Sesal" tercipta...

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2