
Passion of Soul
Hal 22
Jonathan dan Adinda terbangun dari tidur mereka ketika jam menunjukan waktu untuk makan siang, Jonathan kini sedang duduk di ranjang sambil mengecek iPad nya, sedangkan Adinda berada di kamar mandi setelah puas menyiksa Jonathan dengan pukulan bantal, bagaiman tidak janjinya hanya tidur sebentar tapi ini sudah masuk jam makan siang, dia malu pada penghuni rumah mewah ini, terutama pada ayah dan kakak perempuannya Jonathan.
Jonathan mengambil ponselnya, berniat mengubungi Zidan setelah mengirimkan file ke Zidan lewat email, lama Jonathan menunggu sambil menempelkan ponsel di telinganya, akhirnya panggilannya di angkat juga oleh Zidan
"Halo..." sahut seseorang dengan malas-malasan di sebrang telpon
"Zidan, ada apa dengan suara mu?" tanya Jonathan langsung
"Siapa ini?"
Dahi Jonathan mengernyit mendengar ucapan sahabatnya itu, ia kembali melihat layar di ponselnya guna memastikan ia tidak salah sambung, " ini benar nomor Zidan tapi kenapa dia tidak mengenaliku?" batin Jonathan
"Hyaa!!! Zidan, apa kau lupa pada ku?!" kali ini Jonathan berteriak agak keras, barulah setelah itu terdengar sumpah serapah dari seberang telepon
"Sialan kau Joo!!! kau tidak tahu di sini masih tengah malam!" Jonathan menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar teriakan Zidan, ini memang kesalahannya karena main telp orang tanpa melihat waktu terlebih dahulu
Setelah Zidan sudah tenang, barulah Jonathan bicara "Aku sudah kirimkan file ke email mu, kau siapkan kontrak kerjasamanya dan bawa ke Jerman"
"Kau menelpon ku tengah malam hanya ingin mengatakan itu?! dasar bos sialan!!"
"Hahahaha, iya!! balas Jonathan lalu ia mengakhiri panggilannya.
Jonathan bangkit dari tempat tidur, ia menuju ke lemari di dalam lemari terdapat sebuah kotak kecil, dibukanya kotak kecil itu, berisi sebuah cincin yang sangat cantik , cincin itu dipesan khusus oleh ibunya Jonathan dulu, ibunya berharap cincin itu akan di berikan kepada menantunya kelak, "mom, izinkan aku memberikan ini padanya" batin Jonathan
Adinda baru saja keluar dari kamar mandi, ia terlihat segar karena sudah selesai mandi, "kau bicara dengan siapa?" tanya Adinda
"Zidan" ia pun menghampiri Adinda,
"Kau mau apa?, jangan mendekat! aku masih kesal dengan mu" ucap Adinda melihat Jonathan yang hendak memeluk nya.
Jonathan hanya memonyongkan bibirnya kesal mendapat penolakan dari Adinda, "jika kau tidak mau ku peluk, aku akan mengurung mu lebih lama di kamarku ini!" ancam Jonathan
Adinda membelalakkan matanya mendengar ancaman Jonathan, dan seperti biasanya pada akhirnya Adinda lah yang pastinya harus mengalah jika Jonathan sudah main ancam
"baiklah, sini" ucap Adinda sambil merentangkan tangannya
__ADS_1
Jonathan tersenyum melihat Adinda, ia pun langsung memeluk Adinda "Ahh, aku suka sekali dengan aroma tubuhmu" ucap Jonathan dengan nada seduktif, membuat Adinda merinding.
"sudah, cepatlah mandi dan keluar dari kamar ini" pinta Adinda sambil melepaskan pelukan Jonathan.
"Baiklah tuan putri" Jonatan akhirnya masuk ke dalam kamar mandi mewah miliknya.
******
Rumah mewah kediaman keluarga Jonathan terlihat sepi siang itu, tidak ada siapapun kecuali para pelayan,
"Kenapa sepi, dimana kak Syasa dan Celine?" tanya Adinda setelah berada di lantai bawah
"Syasa dan Celine pasti sudah di rumah kak Jen, membantu persiapan pesta di sana, jadi kita bisa terbebas dari ocehannya sampai besok" ucap Jonathan sambil menggandeng Adinda keluar dari rumahnya
"Apa kita tidak pergi kerumah Miss Jen? aku ingin membantu persiapan pernikahannya juga?" tanya Adinda
Jonathan menggeleng, "tidak perlu, aku tidak ingin kau kelelahan nantinya"
Adinda hanya menghela nafas mendengar jawaban Jonathan,
"Lalu ayah mu dimana? sedari pagi aku belum melihat beliau"
Langkah kaki Jonathan terhenti, ia menatap Adinda, " Kita pergi sekarang, aku ingin mengajak mu ke suatu tempat " Jonathan tidak menjawab pertanyaan Adinda tadi, ia lebih memilih membicarakan hal lain, suara Jonathan pun terdengar dingin , Adinda menghela nafas sepertinya ia salah karena telah membahas ayahnya Jonathan pikir Adinda
"Hai Joo, long time no see!" sapa pria itu kepada Jonathan
Jonathan tidak menggubris ucapan pria itu, ia berlalu begitu saja dengan mengandeng Adinda, Adinda pun hanya menurut,
tanpa menoleh ke arah pria itu Jonathan bergegas masuk kedalam mobilnya dan mengendarainya pergi menjauh dari rumah mewah itu,
Pria itu tersenyum getir melihat tingkah Jonathan, "kau sama sekali tidak berubah Joo" , ia terus memandangi mobil Jonathan hingga mobil itu hilang dari pandangannya.
Adinda melirik Jonathan yang sedang fokus menyetir, ingin rasanya Adinda bertanya mengenai siapa pria tadi tapi karena melihat reaksi Jonathan terhadap pria tadi pikirnya bukan ide yang bagus untuk menanyakannya
"Sebelum kita ke tempat tujuan kita, bisakah kita mampir makan sebentar, aku merasa lapar karena tadi pagi belum sempat sarapan" ucap Adinda setelah melihat wajah kekasihnya sudah tidak setegang tadi,
"Tentu saja sayang, aku tidak akan membiarkan mu kelaparan" ucap Jonathan dengan senyum di wajahnya sambil mengacak rambut Adinda
Mobil Jonathan berhenti di sebuah restoran di daerah pinggiran kota Berlin, mereka menikmati sarapan sekaligus makan siang di restoran itu. Setelah selesai mengisi perut mereka akhirnya mereka melanjutkan perjalan mereka.
__ADS_1
Kedua alis Adinda bertaut ketika mobil yang ditumpangi mereka berhenti di kawasan pemakaman, "siapa yang ingin dikunjungi Jonathan di tempat seperti ini?" batin Adinda
Jonathan turun dari mobil di ikuti Adinda yang juga turun setelah pintu mobilnya di bukakan oleh Jonathan, ia menggandeng tangan Adinda berjalan menyusuri pemakaman itu
Rasa penasaran Adinda terjawab sudah ketika Jonathan berhenti di salah satu makam di mana di nisannya terdapat foto wanita yang sangat cantik dan garis wajahnya mirip dengan Natasya, foto wanita yang sama yang Adinda lihat di rumah mewah keluarga Jonathan,
"Hi mom... maaf Joo baru sempat kesini lagi" ucap Jonathan setelah duduk bersimpuh di samping makam itu,
"Joo kesini membawa seseorang yang akan menjadi menantunya mommy" ia mengatakannya dengan senyum di wajahnya,
Wajah Adinda memerah mendengar ucapan Jonathan, Adinda kini berjongkok di samping Jonathan ikut menyapa makam yang sudah berusia lebih dari 16 tahun itu. Disini Adinda bisa melihat sisi lain dari Jonathan, kekasihnya itu jauh lebih hangat dan sering tersenyum jika berhubungan dengan sang ibu, namun akan berubah dingin jika berhubungan dengan ayahnya.
********
Sore menjelang malam Jonathan mengajak Adinda bersantai dengan kapal pesiar malam kota Berlin yang berlayar di sepanjang Spree River menyaksikan kehidupan malam ibu kota Jerman yang menarik bersama monumen bersejarahnya, Jonathan khusus menyewa kapal pesiar itu hanya untuk mereka berdua,
Adinda tak henti-hentinya terkagum-kagum melihat keindahan panorama alam di depan matanya, Jonathan pun demikian, ia tak henti-hentinya mengagumi keindahan wanita yang ada di hadapannya.
Setelah melihat Adinda puas menikmati pemandangan Jonathan mengajaknya duduk di meja yang sudah di siapkan di atas kapal untuk menikmati dinner dengan ditemani alunan musik Jazz klasik
"Apa kau suka?" tanya Jonathan sesaat setelah mereka menikmati makan malamnya
"Sangat.." Jawab Adinda dengan senyum sumringahnya yang menular pada Jonathan, ia ikut tersenyum saat Adinda tersenyum
"Berikan tangan mu!" perintah Jonathan tiba-tiba sambil menengadahkan telapak tangan kanannya kehadapan Adinda,
"Untuk apa, kau tidak akan mengajak ku berdansa disini kan?, jika itu maksudmu aku tidak mau, aku tidak bisa berdansa" seloroh Adinda
'Hahahha" Jonathan tertawa mendengar ucapan Adinda, "tenang, aku tidak akan mengajak kau berdansa nona, karena aku pun tidak suka berdansa, cepat berikan saja tangan mu" ucap Jonathan yang tak sabaran
Adinda memberikan tangannya dan Jonathan langsung menariknya, dipakaikannya sebuah cincin cantik di jari manis Adinda, "pas dan cantik, dengan begini kita hanya tinggal menentukan tanggal pernikahan kita saja" ucap Jonathan setelah memakaikannya,
Adinda terkejut mendengar ucapan Jonathan,
"Apa?! Apa yang kau lakukan?!! teriak Adinda
To be continue..
__ADS_1
Apakah Adinda akan menolak lamaran Jonatan???🤔🤔 hanya Adinda dan author yang tau 😂😂
Jangan lupa like, komentar, dan vote nya ya 🙏🙏🙏