Passion Of Soul

Passion Of Soul
Bertemu Jhony William


__ADS_3

Passion of soul


Hal 20


Jonathan memakaikan kalung sambil membisikkan sesuatu di telinga Adinda


"Ich liebe dich"


Adinda mengernyitkan dahinya tak mengerti apa yang di ucapkan Jonathan, ia menyentuh liontin kalung yang dipakaikan Jonathan lalu menengok kesamping menatap wajah Jonathan, "kau bilang apa?" tanyanya


"Ya sudah kalau kau tidak dengar" ucap Jonatan yang enggan mengulang ucapan nya tadi,


"Bukannya tidak dengar, aku tidak tau arti dari ucapan mu" sanggah Adinda


Jonathan hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Adinda, lalu ia mencium bibir Adinda dengan mesranya tanpa memperdulikan pengunjung lain yang tampak terpesona dengan wajah dan keromantisan pasangan itu.


******


Tidak seperti Dresden yang sedikit tenang karena letaknya di paling timur wilayah Jerman , Hamburg merupakan kota paling sibuk baik dalam bisnis maupun budayanya. Beberapa bangunan modern langsung menyapa Adinda begitu Mobil mereka sampai di Hamburg. suasana yang lebih ramai dan meriah bukannya membuat Adinda nyaman ia malah merasa terasingkan. Benar saja Jonathan yang sedari tadi sibuk dengan iPad nya dan berbicara dengan bahasa Jerman di Ponselnya, ia tahu bahwa kekasihnya itu sedang bekerja.


Tapi yang membuat Adinda semakin kesal adalah begitu sampai di hotel Jonathan meninggalkan Adinda sendiri dengan segala perintahnya "ingat Adinda, kau jangan pergi kemana-mana, aku pergi meeting dulu, nanti sore kita akan jalan-jalan" Jonathan mengecup kening Adinda dan meninggalkan kamar hotelnya.


Pagi menjelang siang dengan cuaca cerah di musim dingin bukankah waktu yang pas digunakan untuk berjalan-jalan karena udaranya yang mulai menghangat , tapi ia malah meninggalkan Adinda di dalam kamar hotel. meski ia sedikit kesal tapi saat ia memegang kalung pemberian Jonathan ia merasa senang


"Kemarin dia bilang apa ya? Ich...Lieb.... ahhh sudah tau aku tidak bisa bahas Jerman kenapa dia bicara menggunakan bahasa Jerman!!" teriak Adinda frustasi


Adinda lalu mengambil smartphone nya, ia mencoba mengetikan penggalan kata yang sedikit ia ingat itu di google translate, senyum merekah saat ia tau apa arti penggalan kata yang dikatakan Jonathan kemarin.


"Jadi ini artinya..." ucap Adinda lirih


Adinda juga ingat Jonathan menyukai roti stollen yang kemarin ia makan jadi ia mencoba melihat resep pembuatan nya di internet untuk mengisi waktu sambil menunggu Jonathan pulang.


Sudah hampir malam tapi Jonathan tak kunjung pulang, Adinda sudah merasa sangat bosan berada di dalam kamar,


"ahhh... aku bosan!!" ucap Adinda, ia berfikir sepertinya berjalan-jalan di sekitar hotel tidak jadi masalah, Adinda pun keluar dari kamar hotelnya.


******


Jonathan yang baru pulang dari meeting langsung masuk ke kamar hotel, ia mencari keberadaan Adinda tapi dilihatnya kamar itu kosong, ia mencari di kamar mandi tapi juga kosong, Jonathan mulai panik, ia mengambil ponsel di sakunya dan mencoba menghubungi Adinda tapi ternyata ponsel Adinda sedang di charge di kamar hotel.

__ADS_1


" Adinda kau dimana?" batin Jonathan camas.


Ia segera berlari ke lantai bawah, mendatangi resepsionis, tapi saat di lobi hotel ia melihat siluet gadis yang sangat ia kenal, Jonathan langsung berlari dan memeluk gadis itu.


"Kau dari mana?!" tanyanya dengan nada yang sedikit meninggi,


"Aku sudah bilang jangan keluar dari kamar hotel!" ucapnya lagi


Adinda yang berada dalam pelukan Jonathan pun menepuk punggung Jonathan,


" Joo, aku sulit bernafas jika kau memeluk ku seperti ini" ucapnya


Jonathan yang mendengar ucapan Adinda langsung menguraikan pelukannya, "Apa perlu aku beri nafas buatan?" ucap Jonathan sambil menagkup kedua pipi Adinda.


Adinda tertawa mendengar ucapan Jonathan, "Jangan membuat alasan, bilang saja kau ingin menciumku!" seloroh Adinda


"Iya" jawab Jonatan cepat


"Tapi aku tidak mau ciuman mu, aku lapar , aku ingin makan!" ucap Adinda, pasalnya dia belum makan dari siang tadi.


Jonathan memandang heran pada Adinda


" Kau tadi siang tidak makan?" tanya Jonathan, Adinda hanya menggeleng " aku ingin makan dengan mu" jawabnya


*****


Setelah selesai makan malam Jonathan menyuruh Adinda untuk masuk ke kamar lebih dulu, ia harus pergi mengambil berkas yang telah di sepakati kolega nya saat meeting siang tadi, tapi karena ada beberapa berkas yang lupa disiapkan koleganya mereka memutuskan untuk bertemu lagi setelah berkasnya siap, beginilah reportnya jika Jonathan tidak membawa asistennya, biasanya ia akan memerintahkan segala sesuatunya pada asistennya, tapi karena ia ingin berduaan dengan Adinda ia tidak membawa asistennya.


Jonathan menurunkan Adinda di depan Hotel tempat mereka menginap dan melajukan mobilnya ke tempat yang disepakati oleh ia dan koleganya.


Saat Adinda hendak masuk ke dalam hotel sebuah mobil mewah berhenti tepat dihadapannya, keluar dua orang berpenampilan rapi menyapa Adinda dengan hormat,


"Maaf nona Adinda, kami diminta tuan besar menjemput anda" ucap salah satu orang itu


Adinda sedikit ragu " Tuan besar??" tanya Adinda


"Iya Tuan William, ayah dari tuan muda Jonathan" ucap orang itu,


"Tunggu sebentar aku akan menelpon Jonathan dulu" Adinda masuk ke kamar nya dan mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Jonathan tapi tidak juga diangkat.

__ADS_1


"Tok..tok.. "


suara ketukan pintu mengagetkan Adinda


terdengar suara orang tadi dari balik pintu, "maaf nona, kami tidak punya banyak waktu , tuan besar sedang menunggu"


Akhirnya Adinda pun mengikuti mereka,


******


Jonathan kembali ke hotel setelah sejam yang lalu ia bertemu dengan koleganya, ia tertegun mendapati kamar hotel yang gelap gulita, "kemana lagi perginya Adinda?" ucapnya.


Ia mengambil ponsel dari sakunya, terkejut melihat banyak panggilan masuk dari Adinda, ia lupa ponselnya sedari tadi saat meeting masih dalam mode silent, saat ia akan menekan layar memanggil Adinda, sebuah panggilan masuk ke ponsel nya


"Dia berada disini"


tiga kata singkat dari suara Natasya membuat Jonatan tau di mana keberadaan Adinda.


******


Disebuah rumah yang sangat besar dan mewah di kota Berlin , terlihat Adinda sedang berhadapan dengan seseorang.


Sosok yang ada di hadapan Adinda ini memiliki garis wajah yang sama persis dengan Jonathan, yang membedakan adalah guratan-guratan di wajahnya yang menunjukkan bahwa umurnya sudah tidak muda lagi.


Tuan Jhony William atau yang biasa di panggil tuan William adalah laki-laki yang berkarakter kuat dan keras yang selama ini memimpin perusahaan Daimler company.


Keringat dingin mengalir di pelipis Adinda, ia sangat gugup berhadapan dengan laki-laki paruh baya ini, apalagi dari tadi tatapan tuan William tidak lepas memandang Adinda.


"Jadi kau yang bernama Adinda?, wanita yang dibawa putra ku Jonathan ke Jerman?"


Tuan William mulai membuka percakapan dengan pertanyaan ringan.


"I..iya" Jawab Adinda


"Dari keluarga mana kau berasal? apa bisnis keluarga mu?" pertanyaan kedua yang tanpa basa-basi sangat mengejutkan bagi Adinda, wanita itu terlihat semakin gugup, ia bingung untuk menjawab,


"Saya....saya....


To be continue....

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya???


Author mohon untuk like dan koment nya ya 🙏 jangan lupa vote nya juga terimakasih...🥰🥰


__ADS_2