
Karena permintaan Ningrum, akhirnya Dara tidak mengabari Kenzo. Tapi dirinya masih takut kalau Kenzo akan marah dan menyalahkan dirinya
Dokter sudah mengatakan kalau Ningrum baik-baik saja, wanita paruh baya itu hanya kelelahan dan di suruh perbanyak istirahat.
Dengan setia Dara menemani Ningrum di rumah sakit bersama Neysa, kata dokter kalau keadaan Ningrum semakin membaik maka besok pagi sudah di perbolehkan pulang.
"Ney lapar gak ?" tanya Dara.
"Tidak Kak, tapi ngantuk"
"Ya sudah Ney tiduran di pangkuan Kakak saja, nanti kalau kasur nya sudah datang Kakak pindahkan"
Tadi setelah dokter mengatakan kalau Ningrum harus di rawat, Dara langsung menghubungi Bibi Rus agar menyusul ke rumah sakit dan membawa kasur untuk tempat tidur Neysa. Dara juga minta Bibi Rus membawakan Neysa pakaian ganti.
Sekarang tinggal menunggu saja, mungkin saat ini Bibi Rus sedang di perjalanan untuk kerumah sakit.
**********
Sementara itu di sebuah perusahaan ternama, dimana sedang di adakan rapat bulanan sesama investor, para pengusaha terkenal berkumpul disana semua.
Sejak tadi perasaan Kenzo tidak enak, ia sendiri terus menebak ada apa sebenarnya, ingin ia mengirim pesan kepada Dara tapi karena masih ada rapat Kenzo belum bisa melakukannya.
Hingga waktu yang di tunggu telah tiba, rapat sudah di bubarkan, dengan segera Kenzo mengetik pesan lalu ia kirimkan kepada Dara .
"Woy" tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, Kenzo menoleh lantas membalas menepuk pundak orang itu.
"Gimana kabarnya bro ?" tanya Kenzo
"Baik-baik, Lo sendiri gimana kabarnya ? perasan makin gagah aja nih, gak pengin cari istri lagi" seloroh Rendi teman akrab Kenzo
"Lo tau sendirikan kalau gue sangat mencintai Allisya, jadi sampai kapanpun gue gak akan nikah"
"Haha, yakin ? banyak loh di luar sana cewek cantik"
"Gak tertarik gue, ngomong-ngomong gue dengar Lo udah mau nikah ? kapan ?" tanya Kenzo.
"Ceritanya memang begitu, tapi calon nya kabur"
Kening Kenzo mengkerut mendengar apa yang Rendi katakan "Kabur gimana ?"..
"Iya Kabur Ken, dia gak mau nikah sama gue makanya dia kabur"
"Pasti cewek itu bukan orang sembarangan, buktinya dia bisa nolak Lo yang tampan ini, dan pasti juga dia tau kalau Lo playboy"
__ADS_1
Rendi juga ikutan tertawa mendengar penjelasan Kenzo "Iya betul, dia bukan wanita sembarangan, dia anak Om Mario yang memiliki perasaan besar. Gue udah lama jatuh cinta sama dia Ken, gue janji akan cari dia sampai dapat"
"Gue doain kalian memang berjodoh, ingat kata pepatah kalau Jodoh tidak akan kemana"
"Aamiin" balas Rendi dengan sungguh-sungguh "Eh iya nanti malam Lo nginep dimana ?"
"Ya palingan di hotel, kenapa memangnya ?"
"Nginep di apartemen gue aja kebetulan gak jauh dari sini"
"Sip lah kalau begitu, gue hubungin Gio dulu kalau gitu"
"Silahkan"
Kenzo segera menghubungi sekretaris nya Gio dan mengatakan kalau malam ini mereka menginap di apartemen Rendi.
Rendi sebenarnya tinggal di kota yang sama dengan Kenzo, hanya saja saat ini pria itu sedang menjalankan bisnisnya di kota A, tempat dimana rapat bulanan di adakan.
Ia laki-laki yang akan di jodohkan dengan Dara, Rendi memang playboy suka bermain wanita, tapi semenjak kedua orang tuanya merencanakan perjodohan nya dengan Dara, perlahan Rendi mulai merubah sikapnya.
Tapi saat Mario mengabarkan kalau Dara Kabur dan perjodohan di batalkan. Rendi marah, ia tidak terima di permainkan.. Ia berjanji akan mencari Dara sampai dapat dan akan menjadikan wanita itu sebagai istrinya.
Kini, Rendi, Kenzo dan Gio sudah berada di apartemen. Kenzo duduk di sofa ruang tamu, ia terus menatap layar ponsel karena menunggu balasan pesan dari Dara.
"Apa dia masih nemenin Ney bermain ya, dan ponselnya ia tingg di kamar"
Kenzo berusaha berpikir positif, ia tidak ingin pikiran negatifnya membuat nya tidak konsen bekerja.
"Ada apa tuan ? sejak tadi saya lihat tuan sepertinya gelisah ?" tanya Gio yang memang terus memperhatikan Kenzo.
"Tidak apa-apa Gio, kau lanjut saja mengecek email nya !" jawab Kenzo.
"Baik tuan, kalau ada apa-apa katakan sama saya !"
"Hemmm"
*********
Malam kembali datang, malam itu Dara dan Neysa tidur di rumah sakit. Menemani Ningrum yang keadaannya sudah cukup membaik.
Data mengecek ponselnya, ia terkejut saat membaca pesan dari Kenzo. Sedari tadi ia memang tidak pernah melihat ponselnya, ia sibuk menemani Ney bermain dan terkadang membantu Ningrum.
Baru saja Dara ingin membalas pesan dari Kenzo, tiba-tiba saja sudah ada panggilan masuk dari pria itu, Dara menggeser menu hijau untuk menjawab panggilan kemudian menempelkan benda segi empat itu ke daun telinga nya.
__ADS_1
"Kamu dari mana saja ? kenapa pesan saya tidak kamu balas ?" omel Kenzo di seberang sana, membuat Dara merasa bersalah sekaligus takut
"Maaf mas, saya sibuk nemenin Ney bermain, dan memang saya tidak memegang ponsel terus"
"Mana Neysa ? saya mau bicara sama dia"
"Sebentar mas"
Dara menyerahkan ponselnya ke Neysa, ia juga mengatakan kalau Kenzo ingin bicara, disana Dara lupa kalau saat ini mereka tidur di rumah sakit, pasti Neysa akan mengatakan kalau Ningrum masuk rumah sakit.
"Halo Papa, aku sama kakak cantik sedang di rumah sakit, nemenin nenek"
Nah kan benar, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kakak ini Papa mau bicara lagi sama kakak" ucap Neysa seraya menyerahkan kembali ponsel Dara.
Dara menerima ponselnya kembali.
"Iya mas"
"Mama sakit apa ? kenapa kamu merahasiakan semua nya ? kalau terjadi apa-apa sama Mama gimana ?"
"Maafkan saya mas, saya tidak bermaksud merahasiakan semuanya sama mas, tapi memang ini permintaan Tante Ningrum agar jangan mengatakan pada mas kalau beliau masuk rumah sakit"
"Sakit apa Mama ?"
"Kata dokter kelelahan, ini hanya di rawat semalam, besok pagi sudah di perbolehkan pulang"
Terdengar tarikan napas panjang dari Kenzo, Dara memahami hal itu, laki-laki itu tentu saja panik mendengar wanita yang telah melahirkannya masuk rumah sakit.
"Malam ini juga saya pulang, kamu SMS dimana Mama di rawat dan kamarnya nomor berapa !" pinta Kenzo
"Baik mas"
Tuttttt.
Sambungan telepon terputus, Dara langsung mengetik pesan dan mengirimnya kepada Kenzo.
Ningrum tidak mengetahui kalau putranya akan pulang malam itu, ia juga tidak tahu kalau Kenzo menelpon, karena setelah minum obat dari dokter ia tidur sangat pulas.
"Maaf Tante aku terpaksa bilang kalau Tante masuk rumah sakit" gumam Dara sambil menatap wajah Ningrum yang masih terlelap.
Dara juga merasa lega saat sudah mengatakan kalau Ningrum masuk rumah sakit pada Kenzo, tadi saat sebelum bilang ia gelisah dan merasa bersalah.
__ADS_1