Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Kedatangan Vio


__ADS_3

Malam harinya setelah menidurkan Neysa,-Dara langsung menuju ruang kerja Kenzo, ia masih ingat kalau laki-laki itu memintanya menemui.


Setiba di ruangan Dara sudah melihat Kenzo duduk di kursi kerjanya, mata laki-laki itu fokus ke layar komputer. Saat melihat kehadiran Dara, -Kenzo pun menghentikan pekerjaannya lalu beralih menatap Dara.


"Ada apa mas ?" tanya Dara, nada suara nya cukup pelan


"Tadi pagi mas masuk ke kamar kamu, dan mas tidak sengaja melihat gaji kamu selama bekerja disini, kenapa uangnya masih ada bukannya kamu bilang uang itu langsung kamu kirim setiap kamu gajian ?"


Deeegggg.


Pertanyaan Kenzo berhasil membuat Dara kikuk, kenapa ia bisa lupa membawa uang itu. Dan sekarang Dara bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Kenzo.


Dara menunduk mencari jawaban yang pas, tapi ternyata otaknya tidak bisa berpikir lagi karena terlalu gugup.


"Dara" panggil Kenzo, sebelah matanya menyipit sambil menatap perempuan yang sudah menjadi pacarnya.


"Kenapa menunduk ? Tegakkan kepalamu ! Dan lihat aku" pinta Kenzo.


Walau takut, Dara tetap melakukannya.


"Coba jelaskan ! Kenapa kamu berbohong ?"


Detak jantung Dara semakin kencang, otaknya terus berpikir keras untuk mencari alasan yang tepat.


"Emmm, anu mas. bukan maksud ku untuk berbohong, memang saat pertama gajian aku akan mengirim uang itu ke bapak, tapi kata bapak biar di simpan sama aku dulu, tapi karena gak punya ATM makanya aku simpan di laci"


Kenzo menatap Dara dengan intens, sedikit ada benarnya juga penjelasan Dara, mungkin kedua orang tua Dara tidak mau putrinya menjadi tulang punggung keluarga.. Begitulah yang ada di pikiran Kenzo.


"Terus kenapa saat kamu pulang, uangnya tidak di bawah ?"


"Lupa mas, soalnya kemaren buru-buru" jawab Dara, ia memang lupa membawa uang itu karena terlalu panik saat mengetahui kalau Syerli masuk rumah sakit.


Penjelasan Dara membuat Kenzo menjadi tenang, ia pun berdiri lalu mendekati Dara. Tak di sangka laki-laki itu memeluk Dara dari belakang. Membuat Dara terkejut.


"Mas" pekik Dara


"Hemmmm"


"Jangan seperti ini mas !"


"Kenapa ? Apa kamu tidak merindukan ku ?"


"Bukan begitu, aku takut Tante Ningrum tau"


"Mama gak bakalan tau sayang, pintu juga tertutup rapat"


Tubuh Dara menegang, apalagi saat ia merasakan hangatnya hembusan napas Kenzo. Juga aroma wangi tubuh Kenzo yang begitu menyengat. Ia memejamkan matanya menikamati kenyamanan yang ia rasakan.

__ADS_1


Tidak berapa lama Kenzo melepaskan pelukannya, membuat Dara berdiri dan berhadapan dengan Kenzo. Kedua tangannya di genggam oleh Kenzo.


"Mama sudah tau hubungan kita sayang" kata Kenzo.


"Kok tante bisa tau ?"


"Mas sendiri tidak tau kenapa, sudah biarkan saja Mama restui kok hubungan kita, dan Mama ingin aku melamar kamu segera"


"Me-la-mar ?" Eja Dara dengan ekspresi terkejut.


"Iya, kamu mau kan di lamar sama aku ?"


Tentu saja Dara sangat menginginkan di lamar oleh Kenzo, tapi jika itu terjadi ia harus jujur mengenai jati dirinya. Sedangkan saat ini Dara belum bisa untuk melakukan itu, ia takut Kenzo akan kecewa karena kebohongannya.


"Tunggu sampai ibuku sehat ya mas !" balas Dara.


"Iya sayang, sekali-kali kita main ya kesana ! Aku ingin kenal sama kedua orang tua kamu"


"I-ya"


Pembicaraan kali ini sungguh membuat Dara gugup, karena kebohongan dirinya sendiri yang menyembunyikan jati diri.


*********


Menit berganti, hari terus berlalu, Dua minggu kemudian saat Dara dan Neysa sedang bermain boneka di teras, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan mereka.


Seorang wanita cantik berpakain seksi keluar dari mobil, sepatunya yang begitu tinggi membuat penampilan wanita itu bagaikan model papan atas..


"Halo kesayangan tante"


Neysa memandang tak suka kearah wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai tante.


"Tante nya datang kok di cemberutin sih" wanita yang bernama lengkap Violita itu kembali bersuara.


"Mbak siapa nya Ney ya ?" tanya Dara sopan.


"Lah kamu sendiri siapa ?" Vio balik bertanya.


"Saya Dara mbak, baby sitter nya Neysa"


"Oh" Vio menjawab "Kalau saya tantenya Neysa, adik kandung mama nya Ney" jelasnya lagi.


Dara menganggukan kepalanya, tak lagi menjawab ataupun bertanya. Manurutnya pantas saja jika Vio berkunjung mungkin Vio rindu dengan Neysa.


"Papa mana sayang ?" tanya Vio pada Neysa.


"Kelja" jawab Neysa acuh.

__ADS_1


"Pulang nya jam berapa ?"


"Tidak tau"


Dara mengernyit heran, saat Vio selalu menanyakan kenzo, seketika ia merasa cemburu.


Tidak berapa lama Ningrum keluar, wanita paruh baya itu cukup kaget melihat kehadiran Vio disana. Tapi sebisa mungkin Ningrum bersikap biasa saja.


"Kapan datang Vi ?" tanya Ningrum basa basi.


"Barusan Tante" Vio berdiri lalu menyalami tangan Ningrum.


"Ra ajak Ney tidur siang dulu ! Sepertinya dia sudah mengantuk" pinta Ningrum pada Dara.


"Baik Tante" jawab Dara menurut.


"Emmm, tolong nanti bawakan koperku ya !" sebuah perintah Vio berikan pada Dara.


"Baik mbak" jawab Dara lalu bergegas masuk kedalam rumah bersama Neysa.


Ningrum menatap tak suka dengan Vio, apalagi Vio berani menyuruh Dara. Tidak tau saja oleh Vio kalau Dara adalah pacarnya Kenzo.


Kini Ningrum dan Vio duduk di ruang tamu, mengobrol sejenak untuk melepas rindu. Memang sudah lama keduanya tidak bertemu, seingat Ningrum terakhir kali mereka bertemu saat seratus hari Allisya meninggal.


"Baby sitternya Neysa masih muda banget ya Tan, apa tante yakin kalau dia bisa mengurus Neysa dengan baik" seloroh Vio


"Bisa, Dara sudah bekerja di rumah ini selama empat bulan. Dan selama ini kinerjanya baik kok, apalagi Neysa sayang banget sama Dara"


Vio mencibir rasanya ia tidak suka dengan kehadiran Dara. Apalagi penampilan Dara menurutnya sangat cantik, kulit Dara putih dan sangat halus.


"Oh ya ada apa kamu datang kesini ? Bukannya kamu di luar negeri ya ?" tanya Ningrum.


"Iya tante, selama ini memang Vio di luar negeri, tapi seminggu yang lalu Mama nyuruh aku pulang, katanya ada hal penting"


"Oh"


Ningrum mengangguk-anggukan kepalanya, tak lagi bertanya hal penting apa yang Vio maksud, padahal Vio sangat ingin Ningrum menanyakan hal itu.


"Tante gak pengin tau gitu, hal penting apa yang Vio maksud ?" akhirnya pertanyaan itu muncul dari bibir Vio.


"Memangnya hal penting apa Vi ?"


"Nanti saja Vio kasih tau, setelah Kenzo pulang"


"Oh ya sudah kalau begitu"


Saat keduanya sedang asik mengobrol Dara lewat, wanita itu hendak mengambil koper yang tadi Vio katakan. Dalam hati Dara begitu kesal karena ada yang berani menyuruhnya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2