Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Tentang Vio


__ADS_3

Vio memasuki kamarnya dengan kesal, ia bahkan membanting pintu begitu keras.


Berjalan ke arah meja nakas, Vio mengambil ponselnya, mencari nomor seseorang, setelah mendapatkannya Vio langsung melakukan sambungan telepon.


"Halo Ma" ucap Vio.


"Ada apa sayang ? Bagaimana hasilnya ? Apa kamu sudah berhasil meyakinkan Kenzo ?" tanya sang Mama di seberang sana.


"Kenzo gak mau nikahin aku Ma, terus gimana dong ?, dia juga sudah punya pacar"


"Pacar ? Siapa pacarnya Kenzo ?"


"Namanya Dara, Baby Sitternya Neysa"


"Astaga,otak Kenzo kemana ? Kenapa mau sama Baby Sitter"


"Aku juga gak ngerti ? Terus cara apalagi Ma supaya Kenzo mau nikahin aku, kalau di tunda terus perut aku akan membesar"


Suasana menjadi hening, Vio mengelus bagian perutnya yang masih rata. Saat ini ia mengandung, anak seseorang yang tidak mau bertanggung jawab. Vio ingin Kenzo lah yang menjadi Ayah dari anak itu.


"Tenang saja, Mama masih punya rencana lain" ujar sang Mama di seberang sana.


"Apa ma ?"


"Nanti kamu bakalan tau, besok Mama akan berkunjung kesana"


Sudut bibir Vio terangkat, ia tersenyum penuh kelegaan, ia yakin jika sang Mama yang turun tangan Kenzo pasti akan menurut.


Setelah sambungan telepon terputus Vio duduk di tepi ranjang, menghela napas kasar kemudian kembali mengelus perutnya yang masih rata.


Sebenarnya bisa saja Vio melakukan aborsi tapi Mama nya melarang karena takut terjadi sesuatu dengan Vio.


**********


Siang harinya saat Dara sedang menemani Neysa bermain, dari kejauhan Vio menatap sinis ke arah Dara, ia pun mendekat saat ide yang tak masuk akal muncul di otaknya.


"Berharap banget ya babu terus jadi majikan" celetuk Vio.


Dara mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Vio. Wanita itu sadar kalau Vio tengah menyindir dirinya. Tapi Dara tetap diam karena tidak ingin mencari keributan.


"Saran saya mending kamu putus deh sama mas Kenzo, Lo tuh gak pantes untuk mas Ken, Lo kan cuman baby sitter" ucap Vio lagi.


"Kamu bicara sama siapa ?" tanya Dara basa-basi.

__ADS_1


"Ya sama Lo lah, masa iya sama tembok"


"Oh"


Vio kesal karena Dara tak sedikitpun takut padanya. Ia pikir Dara wanita lemah jika di bentak atau di sindiri wanita itu akan menangis.


"Berani lo sama gue hah ?" Vio menatap tajam kearah Dara, tangannya mengepal kuat seolah ingin meninju wajah Dara.


"Kenapa saya harus takut sama mbak Vio, mbak kan bukan tuhan" balas Dara kemudian berbalik menatap Neysa.


"Ayo sayang masuk, waktunya makan siang" ajak Dara pada Neysa, ia menggendong Neysa dan berlalu begitu saja dari hadapan Vio.


"Awas lo perempuan sialan ! akan gue buat lo nangis darah" gumam Vio begitu kesal karena Dara meninggakannya begitu saja.


*******


Sementara di perusahaan.


Kenzo berdiri tepat di dekat kaca jendela, kedua tangannya ia masukan kesaku celana. Sesekali ia menarik napas panjang saat memikirkan kembali tentang ucapan Vio kemaren.


Ia sudah berusaha keras untuk melupakan semua itu, tapi tetap saja kilatan ucapan Vio terus merasuki pikirannnya.


"Permisi tuan" ucap Gio yang baru saja memasuki ruang kerja Kenzo.


"Ada apa tuan ? Apa sudah terjadi sesuatu ?" tanya Gio, raut wajah Kenzo yang kusut membuat Gio paham kalau pria itu sedang tak baik-baik saja.


"Saya sedang bingung Gi"


Kenzo duduk di sofa ruangannya, begitupun dengan Gio.


"Ceritakan sama saya Tuan ! Siapa tau saya bisa bantu"


"Kemaren Vio adik dari almarhum istri saya datang, ia bilang katanya Allisya berpesan agar Vio menggantikan posisi Allisya untuk menjadi istri saya"


Kening Gio mengernyit, merasa ada yang ganjal dengan cerita Kenzo, ia sangat mengenal sosok Allisya. Tidak mungkin Allisya akan mengatakan hal itu.


"Terus rencana tuan bagaimana ? Apa tuan akan menikahi nona Vio ?"


"Itu yang aku bingungkan Gi, aku tidak punya rasa sedikitpun sama Vio, dan saat ini aku sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita" Kenzo berhenti sejenak, menatap ke arah Gio "Tapi kalau memang itu amanat dari istri saya beneran bagaimana ? aku takut Allisya kecewa jika aku tak menurut"


"Apa dulu Nyonya Allisya pernah berpesan kepada Tuan seperti itu ?"


Kenzo menggeleng, memang kenyataan nya seperti itu. Allisya tidak pernah berpesan apapun padanya. Bahkan Allisya tidak pernah membahas tentang Vio pada Kenzo.

__ADS_1


Hubungan antara Allisya dan Vio bukanlah seperti kakak adik pada umumnya, keduanya bahkan seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


"Sebaiknya tuan cari tau dulu masalah ini, jangan langsung menyetujui" usul Gio.


"Baik Gi"


*******


Dua hari telah berlalu, dan selama itu pula Vio terus mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Kenzo. Laki-laki itu ingin menghindar tapi takut Vio tersinggung karena walau bagaimanapun mereka adalah keluarga.


"Hari ini mama datang mas, harusnya kemaren tapi mama ada kerjaan makanya hari ini" ucap Vio sembari meletakkan secangkir kopi di hadapan Kenzo.


"Ya biarkan, mama pasti kangen sama Neysa" balas kenzo.


"Hari ini mas Kenzo jangan kerja dulu ya ! Mama mau bicara sama mas Ken"


"Penting ya Vi ?"


"Iya mas, Mama mau bahas masalah pernikahan kita"


Saat Vio mengatakan tentang pernikahan, saat itu juga Dara lewat seraya membawa plastik sampah yang akan ia letakkan di luar. Wanita itu berhenti sejenak kemudian kembali melanjutkan jalannya.


Kenzo yang melihat itu langsung mengejar Dara, ia takut kekasihnya akan kecewa dan marah.


"Ra" panggil Kenzo.


Dara menoleh "Iya mas"


"Kamu dengar ya ucapan Vio tadi ?" tanya Kenzo memastikan.


"Aku punya telinga mas, dan pasti aku akan mendengar. Apalagi Vio begitu lantang mengatakannya" jawab Dara. Tak bisa di pungkiri kalau Dara begitu cemburu saat Kenzo berdekatan dengan Vio. Apalagi sudah dua hari ini Ningrum sedang tidak ada di rumah karena sedang berkunjung ke tempat keluarganya di luar kota.


"Ku mohon jangan marah ! Aku sama Vio tidak punya hubungan apa-apa, aku menganggap Vio hanya sebagai adik gak lebih"


"Tapi dia ingin kamu jadi suaminya mas"


Tangan Kenzo menggenggam tangan Dara dengan erat, ia sangat menyayangi kekasihnya itu. Bahkan jika bukan karena kehadiran Vio sudah lama Kenzo melamar Dara.


Kenzo hanya menginginkan Dara yang menjadi ibu pengganti untuk anaknya, dia tidak ingin yang lain apalagi Vio.


"Aku sudah bilang kan sama kamu, kalau aku akan berusaha mempertahankan dan memperjuangkan hubungan kita" ucap Kenzo


"Tapi aku capek mas, mas pikir aku gak cemburu lihat mas berduaan dengan Vio ? Sakit mas. Jika memang ujung-ujungnya mas akan menikah dengan Vio lebih baik aku mundur dari sekarang"

__ADS_1


"Jangan Ra ! Aku mohon berjuang sama aku untuk mempertahankan hubungan kita"


__ADS_2