
Karena permintaan Vio akhirnya Bibi Rus kembali memasak, saat wanita paruh baya itu sedang berkutat dengan beberapa sayuran di atas meja. Dara mendekat. Ia heran melihat bibi Rus yang ingin kembali memasak.
"Apa tadi sayurnya kurang Bi ? Kok bibi masak lagi ?" tanya Dara heran, matanya menatap panci di atas kompor yang keadaan nya tertutup kemudian kembali menatap bibi Rus.
Wanita paruh baya itu menoleh ke arah Dara, ia menggelengkan kepalanya "Ini Non Vio yang nyuruh mbak, katanya sayur yang mbak Masak bikin dia mual"
Dara mendengus mendengar jawaban jujur dari bibi Rus.
"Dasar belagu" batin Dara geram dengan kelakuan Vio.
"Ya udah maafin Dara ya bi, harusnya tadi Dara gak usah bantu biar bibi gak repot" ucap Dara kemudian
"Ngapain minta maaf mbak, ini mah emang akal-akalan non Vio saja, buktinya hanya dia yang gak suka masakin mbak Dara"
Dara melirik ke meja makan, walau mustahil ia bisa melihat semua orang disana karena terhalang tembok.
"Mbak Dara mau ngapain ke dapur ?" tanya Bibi Rus
"Eh aku lupa Bi, tadi mau ngambil piring buat Neysa"
Bibi Rus terkekeh geli melihat kelakuan Dara, selama ada Dara di rumah itu, entah kenapa bibi Rus merasa ada banyak kebahagiaan. Apalagi Kenzo yang tampak berbeda dari sebelumnya.
Setelah mengambil piring, Dara kembali ke meja makan. Seperti biasa ia akan menyuapi Neysa untuk sarapan. Tapi saat Dara kembali anak itu tengah makan dengan lahap bersama Wilda.
"Dasar baby Sitter tak berguna, ngambil piring saja lama nya minta ampun" Hardik Wilda menatap Dara kesal.
"Ma-af Bu" balas Dara merasa bersalah.
"Maaf-maaf, kamu tau gak kalau cucu saya sudah lapar. Atau kamu sengaja biar Neysa sakit"
"Enggak gitu bu, sekali lagi Maafkan saya"
"Harusnya kamu pecat aja Ken baby Sitter seperti ini ! Dan cari yang lain"
Kenzo menatap ke arah Wilda, ia tak mengeluarkan sepata katapun, padahal Dara sangat menginginkan laki-laki itu membelanya.
"Sudah-sudah jangan ribut, lagian ini hanya masalah kecil." lerai Ningrum.
Wilda menatap kearah Dara "Ingat ya kalau kamu melakukan ini lagi, saya akan pecat kamu"
Dara mengangguk patuh, tapi matanya terus melirik kearah Kenzo yang masih menikmati sarapannya. Pria itu benar-benar acuh padanya.
"Nih gantian kamu yang suapin Neysa" ujar Wilda seraya menyerahkan piring berisi nasi dan lauk kepada Dara.
"Baik bu"
__ADS_1
Dara mengambil piring itu lalu menyuapi Neysa sampai kenyang. Vio yang melihat Kenzo hanya terdiam saat Dara di marahi mamanya hanya tersenyum sennag. Ia berharap semua ini akan terjadi setiap hari sampai hubungan Kenzo dan Dara berakhir.
Beberapa saat kemudian Bibi Rus kembali menghidangkan sayur asam ke atas meja atau lebih tepatnya di hadapan Vio.
"Ini non sayur asam nya" ucap Bibi Rus.
"Hemmmm" Vio melirik sayur asam tersebut, asapnya masih mengepul menandakan kalau sayur itu masih panas. Saat hidungnya mencium aroma sayur asam itu tiba-tiba perut Vio rasanya bergejolak.
Vio berlari ke arah dapur, kemudian memuntahkan isi perutnya yang tak berisi apa-apa, hanya cairan kuning yang membuat mulut Vio terasa pahit.
"Vio kenapa Wil ?" tanya Ningrum heran.
"Di-a masuk angin mbak, dari semalam" jawab Wilda gugup. Dan semua itu membuat Dara semakin curiga.
"Cepat atau lambat aku pasti akan menemukan bukti kalau kamu sedang hamil Vio" batin Dara
*********
Siang itu seperti biasa Dara akan bermain dengan Neysa, sementara di ruang tamu ada Kenzo dan Vio yang sedang menonton televisi.
Dara menarik napas panjang saat rasa cemburu menyerang perasaannya, sekuat tenaga ia menahan air matanya supaya tak menetes.
"Ini jauh lebih sakit mas, lebih baik kamu akhiri hubungan kita dari pada kamu bikin aku cemburu setiap hari" batin Dara lirih.
Ingin Dara menyerah sekarang, tapi ia belum sanggup pisah dengan Neysa, entah kenapa Dara sangat menyayangi anak itu. Bahkan Dara relah melakukan apa saja demi kebahagiaan Neysa.
Kenzo melirik Vio "lagi nungguin teman, katanya dia mau kesini"
"Oh, emmm... Tapi aku senang mas Ken gak pergi, jadi bisa berduaan dengan mas"
"Apa sih Vi"
Telinga Dara begitu jelas mendengar percakapan Vio dengan Kenzo. Rasanya ia ingin marah pada laki-laki itu.
Apalagi saat Vio menyandarkan kepalanya di pundak Kenzo, dan sedikitpun Kenzo tak menjauhkan diri. Laki-laki itu seolah sedang menikmati keadaan itu.
"Ini terlalu menyakitkan mas" kembali Dara membatin di susul dengan keluarnya setetes air mata yang membasahi pipi.
Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Tampak Kenzo langsung berdiri untuk menyambut tamunya. Sementara Vio mendekati Dara.
"Kamu bikin minuman sana ! Ada temannya mas Kenzo yang datang" pinta Vio.
"Baik mbak" jawab Dara dan langsung berdiri untuk menuju dapur.
Di luar rumah Kenzo menunggu sampai tamunya turun dari mobil.
__ADS_1
"Gue kira Lo bohong mau mampir kerumah" ucap Kenzo
"Ya gak lah, kapan gue bohong sama Lo"
"Iya juga sih, terus dalam rangka apa main kesini ?, bukannya Lo sibuk Ren ?"
"Gue kangen sama anak Lo, udah lama gue gak ketemu" jawab Rendi sambil membawa beberapa paper bag untuk Neysa.
Keduanya berjalan masuk, menuju ruang tamu dimana Vio berada.
"Siapa ni ? Calon istri ?" tanya Rendi.
"Bukan, dia adik ipar gue" jawab Kenzo cepat
Vio kesal mendengar jawaban Kenzo, padahal dirinya sangat menginginkan Kenzo memperkenalkan ia sebagai calon istri.
"Adiknya Allisya ?" tanya ulang Rendi.
"Hemmm"
"Kok gue gak pernah lihat ya"
Vio meringis, dulu hubungannya dengan sang Kakak memang tak seindah yang di pikirkan. Vio jarang sekali akur dengan Allisya.
"Dara mana teh nya" teriak Vio menggema
Tak berapa lama terdengar suara langka kaki mendekat, Rendi menolehkan kepalanya hendak menatap wanita yang di panggil Vio tadi. Karena nama itu begitu tak asing baginya.
"Dara" ucap Rendi
Langka kaki Dara langsung berhenti, di susul nampan yang berisi gelas yang ia pegang jatuh ke lantai. Detak jantung Dara begitu kengang dengan bola mata yang membulat sempurna. Ia tidak menyangka akan bertemu Rendi di rumah Kenzo.
"Kok Lo kenal sama baby Sitter anak gue ?" tanya Kenzo heran.
"Baby Sitter ?" ucap Rendi bingung.
"Iya, dia pengasuh Neysa"
Rendi menganggukan kepalanya lalu berjalan mendekati Dara.
"Jadi kamu sembunyi di sini Ra" ucap Rendi.
"Mau apalagi kamu Ren ?"
Kenzo semakin bingung dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kalian ini saling kenal ?" Kenzo kembali bertanya.
"Jelas, dia calon istri gue yang kabur, dia putrinya tuan Mario" jawab Rendi menggema