Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Vio Mengetahui


__ADS_3

Di kamar lain, Dara menangis sambil duduk di pinggir ranjang. ia sesegukkan karena menahan sesak yang kini di rasa.


Pembicaraan antara Ningrum, Kenzo dan juga Vio tadi jelas terdengar di telinganya, bagaimana Vio dengan lantang mengatakan supaya Kenzo menikahinya. Saat ini memang Kenzo menolak tapi tidak tau untuk esok.


Itu yang menjadi beban pikiran Dara, ia dan Kenzo baru saja menjalin hubungan. Dan sekarang di terpa dengan cobaan seperti ini. Dara tau setiap hubungan pasti akan mengalami masalah, hanya saja untuk masalah seperti ini Dara tidak yakin hubungannya dengan Kenzo akan bertahan lama.


Puas menangis, Dara membaringkan tubuhnya di kasur berusaha memejamkan mata karena malam sudah larut.


********


Pagi-pagi sekali Dara sudah bangun, melaksanakan sholat subuh kemudian beranjak ke dapur. Seperti biasa ia akan menyiapkan sarapan untuk Kenzo.


"Ehem"


Dara tersentak kaget saat mendengar suara seseorang yang sangat familiar, ia pun menoleh lalu mencoba tersenyum saat melihat Kenzo berdiri tidak jauh darinya.


"Tumben sudah bangun mas ?" tanya Dara.


Kenzo mendekat, berdiri disamping Dara.


"Semalam gak bisa tidur" jawab Kenzo.


"Kenapa ?"


"Mikirin kamu"


"Jangan mengada-ada mas"..


"Siapa yang mengada-ada Ra ?, aku serius memang aku memikirkan mu semalam makanya gak bisa tidur"


Dara menggeleng, tak lagi menjawab ucapan Kenzo. ia tahu laki-laki itu bukan memikirkan nya melainkan memikirkan ucapan Vio semalam.


"Ra" panggil Kenzo, ia menggenggam tangan Dara membuat Dara kembali menatapnya.


"Apa semalam kamu mendengar ucapan Vio ?"


Dara mengangguk pelan, sebagai jawaban pertanyaan yang Kenzo ajukan.


"Aku menolak Ra, aku gak mau nikah sama Vio. Aku sudah mencintai mu"

__ADS_1


"Tapi kamu tidak bisa menolak amanat mas, itukan amanat almarhum istri kamu. Sebaiknya kamu turutin saja"


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita Ra ? apa kamu tidak mau berjuang bersama ku untuk mempertahankan nya ?"


Dara tersenyum kecut "Buat apa berjuang mas, kalau akhirnya kita akan tetap berpisah".


Kini Kenzo memegang pundak Dara, membuat wanita itu berdiri di hadapannya. Dara menatap sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat posisi mereka. Beruntung Bibi Rus sedang ke pasar pagi untuk belanja sayuran.


Tak di sangka Kenzo memeluk tubuh Dara, pelukan yang sangat erat seperti enggan melepaskan.


"Please Ra, jangan akhiri hubungan kita ! aku sudah terlanjur mencintai kamu, berjuanglah sedikit bersamaku !" bisik Kenzo terdengar tulus, membuat setetes air mata jatuh di pipi Dara.


Dengan gerakan cepat Dara menghapus nya, tidak ingin Kenzo tau kalau dirinya menangis.


"Baik mas, kita berjuang sama-sama untuk bertahan " balas Dara, mungkin memang sebaiknya mereka berjuang.


Kenzo melepaskan pelukan nya, lalu menatap wajah Dara dengan seksama. Kedua telapak tangan nya yang besar berada di kedua pipi Dara.


"Kita pasti akan menikah, aku akan berjuang untuk itu"


"Iya mas, semoga"


"Kalian pacaran ?" tanya Vio, ia menatap Kenzo dan Dara bergantian.


"Kalau iya kenapa ?" jawab Kenzo dan balik bertanya.


Vio tertawa sarkas, saat mendengar jawaban Kenzo "Kau gila mas melakukan ini ? dimana otak kamu hah ? dia ini cuman baby sitter nya Neysa gak pantas bersanding dengan kamu" hina Vio


"Dara memang hanya baby sitter tapi dia baik dan sayang sama Neysa. Dan belum tentu kasih sayang Dara sama dengan kasih sayang mu pada Neysa"


Vio tercengang mendengar jawaban Kenzo, rasa kesal menyelimuti, kemudian menatap Dara dengan tajam.


"Heh perempuan kampung, racun apa yang kau berikan pada Kenzo Hah ?" bentaknya pada Dara


Andai Dara tidak sedang menyembunyikan identitas nya, ia pasti sudah membalas membentak Vio, selama ini tidak pernah ada yang berani membentak Dara, karena wanita itu akan membalasnya lebih kejam.


"Saya tidak melakukan apa-apa mbak Vio" balas Dara berusaha mengontrol dirinya agar tidak tersulut emosi.


"Bohong, kau pasti kan memakai guna-guna hingga mas Kenzo mau sama kamu"

__ADS_1


Dara geram, ia balik menatap Vio. Bagaimana bisa dirinya di tuduh memakai guna-guna, jangan seperti itu pergi ke dukun saja ia tidak pernah. Bagi Dara hanya orang-orang bodoh yang bisa melakukan itu.


"Hentikan Vio ! kamu apa-apaan sih pakai acara nuduh Dara segala" sahut Kenzo yang tak terima jika Dara di hina.


Vio balik menatap Kenzo, kemudian kembali berkata "Jadi ini alasan kamu menolak permintaan kak Allis ? karena kamu mau menikahi wanita kampungan ini ?"


"Jangan bawa-bawa Allisya, dia tidak tau apa-apa"


"Aku yakin kak Allis pasti menangis melihat kelakukan kamu mas, yang lebih memilih wanita kampung ini dari pada menikah sama aku"


Kenzo terdiam, saat mendengar ucapan Vio yang terakhir. Mencintai Dara bukan berarti ia ingin menyakiti Allisya, mau sampai kapanpun Allisya akan tetap wanita nomor satu di hati Kenzo, tapi pria itu juga tidak bisa menahan diri ketika rasa cinta itu tumbuh begitu saja di hatinya.


"Aku akan hubungi Mama, biar Mama yang jelasin semua ini supaya mas Kenzo ngerti" setelahnya Vio meninggalkan dapur, kembali menuju kamarnya untuk menghubungi sang Mama...


Kini tinggallah Kenzo dan Dara, kedua nya sama-sama terdiam. Tak ada satu kata yang terucap. Hingga tak berapa lama bibi Rus pulang dengan menenteng banyak sayuran. Dara pun langsung membantu sementara Kenzo meninggalkan dapur.


Dara menatap kepergian Kenzo, ia menarik napas panjang saat pria itu pergi begitu saja.


"Itu tuan Kenzo ngapain di dapur mbak ?" tanya Bibi Rus heran.


"Gak tau bi, tadi aku tanya Malah diam aja" jawab Dara berbohong, tentu saja ia tidak akan mengatakan apa yang baru saja terjadi.


"Oh, mungkin mas Kenzo mencari sesuatu"


"Mungkin saja Bi"


"Ya sudah bibi mau nyusun sayur ini dulu di kulkas, mbak Dara lanjut masak sebelum Neysa bangun"


"Baik Bi"


********


Di kamar Vio, wanita itu menghentak-hentakan kakinya kesal. Ia marah karena mengetahui fakta kalau Kenzo dan baby sitter nya Neysa ada hubungan.


Menurut Vio saat dirinya pertama kali bertemu Dara , ia tidak yakin kalau wanita itu baby sitter nya Neysa. Wajah Dara cantik dan kulitnya putih dan bersih.


"Sainganku memang wanita kampung, tapi dia lebih cantik dari pada aku" gumam Vio frustasi. Ia mengakui kalau Dara jauh lebih cantik dari dirinya.


"Tapi tenang, aku harus cari rencana lain supaya mas Kenzo tetap menikahi aku, jangan sampai tidak"

__ADS_1


Ia kembali berpikir, cara apa yang harus ia lakukan supaya Kenzo bersedia menikah dengan nya.


__ADS_2