
Secepat ini Kenzo mengajaknya menikah, dan dulu secepat itu juga Kenzo memutuskan hubungan tanpa memberikan sedikit kesempatan untuk Dara menjelaskan.
Mungkin rasa itu masih ada atau bahkan bertambah besar, hanya saja untuk menerima ajakan Kenzo membuat Dara tak yakin. Pria itu terlalu cepat mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak kedepannya.
"Maaf Mas aku tidak bisa" wanita berwajah cantik itu melepaskan tangan Kenzo yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kenapa ?" tanya Kenzo terkejut.
"Aku tidak bisa bersama dengan seorang pria yang begitu cepat mengambil keputusan" jawab Dara, ia menarik napas panjang kemudian melanjutkan ucapannya "Dulu kamu langsung memutuskan hubungan kita tanpa memberikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya, dan sekarang kamu begitu cepat ingin menikahiku setelah pernikahan kamu batal"
Kenzo terdiam, apa yang di ucapkan Dara benar adanya. Ia terlalu cepat mengambil keputusan tanpa memikirkan dampaknya. Dan lihatlah sekarang semua keputusan yang ia buat berujung dengan penyesalan.
"Hukum aku dengan cara lain saja ! jika memang hari ini aku sudah membuatmu malu, aku akan melakukan apa saja yang penting kamu tidak memintaku untuk menjadi istrimu" sambung Dara lagi.
"Apa kamu tidak mencintaiku lagi Ra ?" Kenzo menatap kedua kata hitam milik Dara, tatapan yang sayu membuat Dara memalingkan wajahnya cepat.
"Aku harus pergi, tadi aku pamit sama Mama dan Papa kalau aku tidak akan lama. Besok aku harus ke luar negeri menyusul Bang Tama"
__ADS_1
Usai mengatakan itu Dara langsung berlalu dari hadapan Kenzo, pria itu ingin mencegah namun kakinya terasa sulit untuk melangkah. Di sisi lain ia ingin melepaskan Dara supaya bahagia bersama orang lain, tapi di sisi lain juga ada rasa tidak rela jika Dara di milik pria lain.
Membingungkan bukan.... ?
*
*
Di dalam sebuah mobil mewah, Dara terus mengusap bagian pipinya yang basah karena air mata. ia terpaksa menolak Kenzo karena ingin memberi pelajaran pada laki-laki itu.
Dara pikir jika Kenzo benar-benar mencintainya, pria itu pasti melakukan seribu cara supaya bisa bersama Dara. Tapi entahlah, Dara tidak ingin berharap lebih. Selama ini ia sudah cukup sering di kecewakan oleh Kenzo.
"Ra, kamu kenapa nak ?" teriak Mama Syerli menggema.
"Kalau ada masalah cerita sama Mama ! kita cari jalan keluar sama-sama"
Namun sedikitpun ucapan Mama Syerli di balas oleh Dara, karena kini wanita itu sudah menutup pintu kamar dengan rapat dan membanting tubuhnya sendiri di atas ranjang..
__ADS_1
"Aku cinta sama kamu Mas, tapi aku udah janji sama Bang Tama kalau harus bantu dia ngurus perusahaan Papa"
"Seandainya aku gak janji, pasti aku udah nerima kamu tadi"
Cairan bening itu terus membasahi pipi mulusnya.
*
*
"Kenapa apa kamu di tolak Dara ?" tanya Mama Ningrum membuat Kenzo kaget.
Kenzo mendongakkan kepalanya, saat ini ia masih di teras rumah dimana menjadi saksi bisu perpisahannya dengan Dara tadi.
"Dara udah terlanjur kecewa sama kamu Ken"
"Tapi kenapa dia rela batalin pernikahan aku sama Vio Ma, aku yakin Dara masih cinta sama aku"
__ADS_1
"Mungkin dia melakukan ini karena tidak ingin Neysa tersakiti, walaupun Vio tante nya Ney belum tentu dia bakal sayang sama Neysa"