Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Pernikahan Yang Batal


__ADS_3

Keesokan paginya....


Di sebuah ruangan, sejak subuh tadi Vio sudah di hias dengan cantik. wanita itu kini memakai kebaya putih. Wajah putihnya di poles dengan make up sehingga penampilan Vio semakin cantik.


Vio berdiri dari duduknya, membuat sang penghias memicingkan sebelah matanya. Saat menatap bagian perut Vio yang sedikit membuncit.


"Mbak Maaf, kok perutnya agak buncit ya ? Apa kebayanya keketatan ?" Tanya wanita perias itu.


Reflek Vio menutupi bagian perutnya, "I-ya agak buncit. Soalnya udah seminggu ini aku tidak olahraga padahal makan nya kuat" jawab Vio sedikit gugup.


"Lagian kenapa kalau perutnya agak buncit, itu bukan urusan kamu ya ! Tugas kamu disini hanya merias" sahut Mama Wilda sembari menatap perias itu dengan tajam.


"Maaf bu" jawab perias itu, lalu merapihkan alat make upnya.


"Kok kayak orang hamil ya" batin Wanita perias itu curiga, ia yang sering mendadani pengantin jadi sedikit tau hal ini.


*


*


*


Sementara di kamar lain, Kenzo belum juga berganti pakaian dengan setelan jas yang sudah di sediakan. Pria itu masih duduk di pinggir ranjang dengan pandangan menatap foto ia dan Dara di ponselnya.


Sesekali Kenzo menarik napas panjang, kemaren ia sudah sangat yakin kalau menikahi Vio adalah jalan terbaik. Namun entah kenapa perasaan itu langsung berubah begitu saja.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka, buru-buru Kenzo menutup ponselnya lalu menoleh kebelakang. Tampak Mama Ningrum berdiri di ambang pintu sembari menggendong Neysa. Wanita paruh baya itu sudah siap dengan kebaya yang berwarna senada dengan gaun yang kini Neysa pakai.


"Kenapa belum ganti baju juga ? Itu saksi dan penghulunya udah sampai" ucap Mama Ningrum berjalan mendekat.


"Ada apa ? Kamu ragu ?"


Kepala Kenzo mengangguk pelan, membuat Mama Ningrum menghela napas.


"Sekarang sudah bukan waktunya lagi, kemaren Mama sudah menjelaskan semuanya tapi kamu tetap yakin akan menikah dengan Vio. jadi sekarang jalani saja tidak mungkin di batalkan karena penghulu dan saksi sudah datang" jelas Mama Ningrum.


Sejak pertama Kenzo mengatakan kalau akan menikahi Vio, Mama Ningrum sudah tidak setuju. Setiap hari ia menjelaskan pada Kenzo dan melarang putranya menikahi Vio. tapi Kenzo tidak mau mendengarkan.


"Sana ganti baju ! Terus turun ke bawah !" Pinta Mama Ningrum


"Papa mau ngapain nek ? Kenapa papa harus ganti baju ?" Tanya Neysa dengan polos.

__ADS_1


"Tidak sayang, nanti kamu akan mengerti sendiri" jawab Mama Ningrum.


Kenzo mengambil pakaian yang tergantung, lalu menuju ruangan untuk berganti pakaian. Sementara Mama Ningrum dan Neysa menunggu di kamar.


"Apa dia akan datang ?" Gumam Kenzo seraya melihat penampilannya saat ini.


"Aku harap kamu akan datang Ra, mungkin dengan begini kamu akan melupakan rasa itu, kamu berhak bahagia bersama laki-laki lain"


*


*


*


Dara sudah siap dengan gaun nya, ia begitu cantik sekarang. Sementara pria yang mengaku sebagai Ayah dari anak yang di kandung Vio juga sudah bersiap sejak tadi.


"Apa kamu sudah siap ?" tanya Dara.


"Siap Ra, pokoknya pernikahan Vio dan juga Kenzo harus batal" jawab Bondan.


Dara tersenyum, sementara kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya. Mereka awalnya tidak setuju dengan rencana Dara ini. Tapi Tama berhasil meyakinkan.


"Ma, Pa aku berangkat dulu" Dara pamit pada kedua orang tuanya.


"Baik Om, saya janji akan melakukannya dengan baik"


"Bagus, sekarang kalian pergilah !"


Dara dan Bondan pergi meninggalkan rumah, dengan harapan keduanya bisa membatalkan pernikahan Kenzo dan Vio.


*


*


*


Dengan langka penuh keraguan, Kenzo menuruni satu persatu anak tangga. Di sisinya ada sang Mama yang sedang menggendong Neysa. Pria itu begitu gagah dengan setelah jas berwarna putih pilihan Vio.


Kenzo berusaha tersenyum saat bertatapan dengan para tamu, ia duduk tepat di hadapan penghulu sementara Mama Ningrum kembali ke kamar untuk memanggil Vio.


Mau tidak mau Mama Ningrum harus bisa menerima Vio sekarang, karena sebentar lagi wanita itu akan menjadi menantunya.


"Vi, ayo turun. Acaranya sudah mau di mulai" ucap Mama Ningrum setelah selesai membuka pintu.

__ADS_1


"Baik Tante" Vio di gandeng sang Mama mendekati Mama Ningrum, mereka menuju ruang tamu dimana semuanya sudah berkumpul.. Detik itu juga perasaan Vio tak karuan.


Vio duduk tepat di sebelah Kenzo, sedikitpun Kenzo tak menoleh ke arah Vio.


"Apa acaranya sudah bisa di mulai ?" tanya pak Penghulu.


"Sudah Pak" jawab Kenzo.


Seorang pembawa acara mulai membacakan susunan acara pernikahan Kenzo dan Vio satu persatu, hingga tiba saatnya acara ijab kabul akan di laksanakan. Namun baru saja Kenzo akan menjabat tangan penghulu itu Dara dan Bondan memasuki ruangan.


Kedua mata Vio membulat, saat melihat siapa pria yang bersama Dara saat ini. Keringat dingin mulai bermunculan dan detak jantungnya semakin cepat.


"Kenapa Dara bisa bersama Bondan ?" batin Vio penuh tanda tanya.


"Pernikahan ini tidak bisa di lanjutkan" ucap Bondan membuat semua orang menatapnya, termasuk Kenzo dan Mama Ningrum.


"Siapa dia ? apa kamu mengenalnya ?" tanya Kenzo pada Vio.


"Ti-dak Mas" jawab Vio terbata-bata.


Mama Wilda berdiri dan mendekati Bondan. Menatap tajam pria itu.


"Siapa kamu Hah ? kamu tidak di undang di sini" tunjuk Mama Wilda pada Bondan.


"Saya memang tidak di undang, tapi saya ingin membatalkan pernikahan ini" jawab Bondan dengan enteng


Mendengar hal itu Kenzo berdiri, Vio yang hendak mencegahnya tak di hiraukan.


"Siapa kamu ?" kali ini Kenzo yang bertanya.


"Saya Bondan kekasihnya Vio. Dan asal kamu tau saat ini Vio sedang hamil dan aku Ayahnya"


"Jangan percaya sama dia mas" sahut Vio dari belakang.


"Kalau mas tidak percaya aku punya buktinya" Bondan mengeluarkan hasil pemeriksaan yang waktu itu Dara minta pada dokter "Ini adalah hasil pemeriksaan kehamilan Vio"


Kedua tangan Kenzo mengepal, rahangnya mengeras menahan amarah. Pria itu berbalik dan berjalan mendekati Vio. Ia cengkram lengan Vio dengan kuat sehingga membuat Vio meringis.


"Apa benar yang mereka katakan ?" bentak Kenzo.


"Jawab..... !"


"I--ya mas, tapi aku tidak mau menikah dengan Bondan"

__ADS_1


"Cih, lalu kau mau aku yang menjadi ayah dari anakmu ?.... Jangan mimpi Vio" Kenzo melepas pecinya "Detik ini juga pernikahan ini batal"


__ADS_2