
Ingin mengakhiri rasanya begitu sulit, Dara tidak bisa menyudahi rasa yang terlanjur nikmat ini. Sentuhan demi sentuhan yang Kenzo berikan berhasil membuat Dara bagaikan di bawa terbang ke arwana.
Bibir Kenzo masih terus menyusuri leher jenjang milik Dara, hingga berakhir di atas gu-nung milik Dara.
"Emmmmm" Dara kembali mengeluarkan suara itu, Kenzo bagaimana binatang yang kelaparan karena tak sedikitpun memberi celah untuk Dara beristirahat.
Dara tidak merasakan kapan Kenzo membaringkan tubuhnya ke atas ranjang, apalagi saat tubuhnya berubah menjadi polos tanpa busana.
"Mandi sana..!!" tiba-tiba Kenzo mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Dara, membuat Dara tercengang dengan ulah suaminya.
Bagaimana bisa Kenzo berhenti begitu saja, sementara Dara sedang merasakan rasa nikmat yang luar biasa. Namun tidak mungkinkan jika Dara memintanya lagi.
Gengsi dong....
"Mandi dek ! kamu bau keringat" ujar Kenzo lagi.
Dara cemberut, bibir seksinya manyun membuat Kenzo menahan tawanya. Ia sendiri tidak kuat menahan has-rat yang menggelora, Kenzo hanya mengerjai Dara saja.
"Ya sudah, tapi setelah mandi aku akan pulang" ucap Dara yang kini berdiri dari duduknya.
Kenzo semakin menahan tawanya, ia tau istrinya itu juga menginginkan hal yang sama.
"Kamu katanya capek, kenapa pulang ?" tanya Kenzo
"Kamu lupa kalau aku udah janji sama Ney untuk tidur bersama, jadi aku harus pulang"
Mendengar hal itu Kenzo terkejut, niat nya ingin mengerjai sang istri justru kini ia yang ketakutan, kalau Dara beneran pulang bagaimana mereka akan melakukan itu.
"Kamu tega ninggalin aku !" kini telapak tangan Kenzo kembali melingkar di perut Dara.
"Kamu aja tega menyudahi semua ini" balas Dara yang langsung menutup mulutnya karena malu, bagaimana bisa ia keceplosan.
Kenzo terkekeh, ia semakin mengeratkan pelukannya di perut Dara yang kini sudah tanpa busana. Kenzo kembali membaringkan tubuh Dara ke atas ranjang, lalu menin-dih tubuh wanita itu.
"Apa kamu sudah siap untuk memberikan semuanya pada mas ?" Kenzo menatap manik mata sang istri.
"Sudah menjadi kewajiban ku mas"
__ADS_1
"Tapi ini akan sakit sayang, cuman sakitnya sedikit nantinya tinggal enak aja"
Dara tersenyum, bahkan saat Kenzo mengangkat kedua kakinya. Dara tidak keberatan, ia sudah belajar dan tau banyak hal apa yang di lakukan pengantin baru di malam pertama.
"Sa-kit mas" Dara merintih, saat kejan-tanan milik Kenzo menebus lu-bang kenikmatan miliknya.
"Tahan sayang, nanti tidak akan sakit lagi" balas Kenzo dengan suara berat.
"Itumu sempit sekali"
Dara sudah tidak lagi mendengarkan apa yang di ucapkan suaminya, air matanya meleleh membasahi pipi di iringi dengan Kenzo yang berhasil menembus lu-bang miliknya.
Kenzo diam sesaat, ia memberi waktu untuk istrinya istirahat sejenak. Setelah di rasa napas Dara sudah stabil Kenzo mulai menggerakkan pinggangnya naik turun.
Sensasi lain baru saja Dara rasakan, ia membanting kepala ke kiri dan ke kanan demi rasa nikmat yang tiada tara. Kenzo semakin memacu aksinya, ia suka ekspresi Dara saat ini.
20 menit berlalu Kenzo berhasil menyemburkan lahar panas yang langsung membasahi rahim Dara, pria itu terkulai lemas di atas tubuh sang istri, napas nya terengah-engah.
"Papa..."
"Papa...."
"Itu Neysa mas" ucap Dara.
"Ngapain dia ada disini"
"Sudah sana pakai bajumu, terus buka pintunya !"
Kenzo menggerutu, ia langsung memakai celana boxer dan baju kaos putih, begitupun dengan Dara yang kembali memakai piyama tidurnya.
Ceklek..
Pintu kamar di buka oleh Kenzo, di hadapannya Mama Ningrum tengah berdiri sambil menampilkan senyum termanis.
"Neysa menangis dan ingin tidur sama Dara, mama sulit menenangkan nya, makanya Mama bawa kesini" jelas Mama Ningrum.
Kenzo menghembuskan napas berat, beruntung ia sudah selesai dengan ronde pertama, tapi Kenzo ingin malam ini ia dan Dara bisa melakukan itu beronde-ronde.
__ADS_1
"Ya sudah mama pulang, titip Neysa ya nak !" ucap Mama Ningrum dan langsung berlalu dari hadapan putranya.
Sedangkan Neysa sudah duduk di atas ranjang bersama Dara, anak itu tidak mau tahu dengan ekspresi sang Papa saat ini.
"Kenapa Ney kesini ? inikan udah malam ?" tanya Kenzo dengan suara lembut.
"Ney mau tidur sama Mama"
"Tapikan bisa besok malam nak, kau ini mengganggu aktifitas Papa saja"
"Mas" Dara langsung melayangkan tatapan tajam pada Kenzo, membuat pria itu kembali menarik napas.
"Ya sudah yuk tidur, sini Mama peluk"
Dara dan Neysa mengubah posisi menjadi tidur, sementara Kenzo masih duduk di pinggir ranjang.
"Mama" panggil Dara
"Iya nak" jawab Dara pelan.
"Kenapa leher Mama merah ?"
Deg....
Dara dan Kenzo langsung saling pandang, entah kalimat apa yang harus ia ucapkan agar Neysa tidak bertanya lebih.
"Mama di gigit nyamuk nak" sahut Kenzo.
"Apa nyamuknya ganas Pa, lihat leher Mama merah semua"
"Sangat ganas sayang, bahkan nyamuknya bisa membuat Mama mu hamil". ucap Kenzo dalam hati.
-
-
-
__ADS_1
...TAMAT ...