Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Apa kita bisa jadian


__ADS_3

Pertemuannya dengan Mario mendapatkan kesan tersendiri bagi Kenzo, ia masih tidak menyangka bisa bekerja sama dengan pria paruh baya yang cukup terkenal itu.


Sore kembali menjelang, Kenzo membereskan meja kerjanya untuk bersiap pulang.


Selesai membereskan meja kerjanya, Kenzo meninggalkan ruangan. Para karyawan sudah banyak yang pulang duluan, karena memang sudah waktunya pulang. Tinggal sekuriti yang masih tetap di kantor, bergantian sif dengan yang lain.


"Silahkan tuan !" Gio membukakan pintu mobil untuk Kenzo, walau keduanya membawa mobil masing-masing tapi tetap saja Gio bersikap sopan pada Kenzo.


"Terima kasih Gio, saya duluan"


Gio mengangguk, ia menunggu sampai mobil yang Kenzo bawa sudah tidak terlihat barulah dirinya memasuki mobil untuk pulang ke apartemen.


******


Di belahan bumi lainnya, Rendi tampak terdiam membisu. Sebotol alkohol sudah menemaninya sejak satu jam yang lalu, Ia menarik napas berat kemudian kembali meneguk minuman memabukkan itu.


"Sial" umpatnya penuh kekesalan


"Kemana lagi aku harus mencari Dara ! dimana wanita itu menyembunyikan dirinya"


Sampai saat ini Rendi masih tidak terima dengan keputusan sepihak yang keluarga Dara tetapkan. Perjodohan yang akan terjalin sebentar lagi putus begitu saja karena Dara tidak mau menikah dengan nya.


Kalau di lihat-lihat apa kurangnya Rendi ?, pria itu tampan, mapan dan memiliki karir yang baik. Tapi mungkin Dara ada alasan sendiri kenapa dirinya menolak Rendi.


"Sampai kapanpun aku akan mencari kamu Dara" ia mere mas botol alkohol yang ia genggam, melupakan emosi yang terus memuncak.


*****


Setiba di rumah Kenzo langsung menuju kamar, mandi dan berganti pakaian. Saat ia pulang tadi dirinya tidak melihat Dara dan Neysa tapi malu untuk bertanya pada sang Mama.


Usai berganti pakaian Kenzo menuju kamar Neysa, ia juga yakin kalau Dara ada di sana. Dan benar saja saat pintu terbuka Dara sedang menemani putrinya belajar menggambar. Kenzo tersenyum.


"Papa ganggu gak ?" tanya Kenzo pelan.


Neysa tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya "Sini Pa lihat hasil gambar ku" pinta Neysa..


Kenzo berjalan mendekat, ia duduk tepat di sebelah Neysa. Matanya menatap hasil coretan tangan Putri kecilnya.


"Wah, anak Papa udah pintar sekarang. Siapa yang ngajarin ?" ucap Kenzo, ia belai rambut panjang Neysa yang selalu wangi setiap hari.

__ADS_1


"Kakak cantik Pa" jawab Neysa.


"Kakak saja Ney ! tidak usah ada cantiknya" sahut Dara.


Kenzo melirik ke arah Dara, wanita itu selalu terlihat cantik menurut Kenzo. Mau memakai pakaian apapun Dara akan selalu cantik. Kenzo jadi penasaran perawatan apa Dara selama ini.


"Papa keluar ya sayang, kamu lanjut lagi belajarnya" ucap Kenzo kemudian beranjak berdiri.


"Baik Pa" jawab Neysa.


Dara menatap kepergian Kenzo, ia merasa senang saat melihat laki-laki itu pulang kerja dengan selamat. Tidak bisa di pungkiri kalau Dara mulai ada rasa pada Kenzo.


Tapi Dara tidak ingin berharap lebih, ia juga tidak ingin Kenzo tau kalau dirinya menyukai pria itu. Pasti akan sangat malu dirinya jika sampai Kenzo tau apa yang ia rasakan selama ini.


"Melihat kamu pulang kerja dengan selamat, itu sudah membuat ku bahagia. Maafkan aku mas kalau aku menyukaimu, aku sendiri tidak tau kenapa rasa itu cepat sekali tumbuh" batin Dara.


Padahal selama ini ada banyak laki-laki yang mendekatinya, tapi tak sedikitpun membuat Dara jatuh cinta, tapi dengan Kenzo entah kenapa rasa itu cepat sekali tumbuh, padahal Kenzo sudah duda dan memiliki anak.


********


Beberapa minggu kemudian...


Semakin hari Kenzo semakin menunjukan perhatian nya pada Dara, bahkan tak jarang laki-laki itu berpamitan pada Dara saat akan berangkat bekerja.


"Nanti malam temui aku di ruang kerja" ucap Kenzo saat baru saja pulang bekerja.


"Baik mas" jawab Dara.


Ningrum yang mendengar hal itu tersenyum kecil, melihat putranya yang sering mendekati Dara, ia dukung dengan sepenuh hati. Doanya setiap malam semoga Kenzo dan Dara bersatu menjadi keluarga.


Usia menidurkan Neysa, Dara langsung menuju ruang kerja Kenzo. Ia mengetok pintu itu berulang sampai terdengar perintah dari dalam.


"Duduk Ra !" pinta Kenzo pada Dara yang masih berdiri di depan meja kerjanya.


Dara menarik kursi lalu duduk disana. Ia melihat ke arah Kenzo yang memegang sebuah amplop coklat. Dara tau kalau hari ini adalah hari gajian nya.


"Ini gaji kamu sebulan ini , sekaligus bonus buat kamu" ucap Kenzo menyerahkan amplop coklat itu.


"Terima kasih mas, kenapa harus pakai bonus segala ? padahal gaji yang mas berikan sudah lebih dari cukup"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ini sebagai tanda terima kasih karena kamu menjaga Neysa dengan baik"


"Itu kan memang sudah menjadi tugasku mas, aku disini bekerja sebagai baby sitter nya Neysa, jadi wajar kalau aku menjaga Neysa dengan baik"


Kenzo tau itu, ia paham kalau Dara memang baby sitter nya Neysa, tapi menurutnya cara kerja Dara berbeda, wanita itu sangat tulus menyayangi Neysa.


Setelah obrolan singkat Dara berdiri, ia hendak kembali ke kamar untuk menyimpan uangnya.


"Ra" panggil Kenzo.


Data menoleh "Iya mas" jawabnya.


"Aku pengin ngomong sesuatu sama kamu"


"Silahkan mas ! ada apa memangnya ?"


Kenzo berdiri, kemudian berjalan ke arah pintu. Ia menutup pintu ruangannya dengan rapat dan memastikan kalau tidak ada yang melihat. Semua itu membuat Dara panik.


"Ke-napa pintunya di kunci mas ?" tanya Dara gugup.


"Jangan takut Ra ! aku tidak akan melakukan hal buruk padamu" jawab Kenzo dengan lembut "Aku ingin mengatakan sesuatu"


"Apa mas ? katakan saja !"


Kenzo berdehem, menarik napas panjang kemudian memegang kedua tangan Dara. ia tatap wajah Dara dengan intens.


"Aku menyukai mu Ra, maaf kalau aku terlalu lancang mengatakan ini" jelas Kenzo membuat Dara tercengang.


Ia tidak salah dengar kan ?, Kenzo menyukainya ? itu berarti perasaannya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.


Kalau ada tempat, izinkan Dara lompat-lompat bagai anak kecil, ini sungguh membahagiakan untuknya. Cintanya di balas oleh laki-laki itu.


"Kamu boleh menolakku Ra ! aku hanya ingin mengatakan perasaanku sebenarnya. Aku tau aku banyak kekurangan. Aku duda dan sudah memiliki anak" ujar Kenzo lagi.


"Kenapa aku harus menolak mas, selama ini aku memang sudah lama menyukai mas"


Kini giliran Kenzo yang tercengang, berarti selama ini mereka berdua sudah saling cinta hanya saja rasa malu itu terlalu besar.


"Kamu serius ?" tanya Kenzo memastikan

__ADS_1


"Iya mas, maafkan Dara kalau sudah lancang menyukai mas Kenzo"


"Kenapa harus minta maaf ? rasa kamu gak salah kok, aku justru bahagia mendengarnya. Apa kita bisa jadian ?"


__ADS_2